Secret Mothers Ep 29 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Secret Mother Ep 29 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek Episode sebelumnya disini

Jae Yeol datang2 langsung menampar Hyeon Joo. Hyeon Joo jatuh.

Jae Yeol marah, kau sudah gila? Dimana Min Ji?

Lalu Min Ji datang, appa.

Jae Yeol menoleh ke Min Ji, Min Ji-ya.

Min Ji sontak mundur ke belakang. Dia merasa takut pada ayahnya.

Jae Yeol dan Hyeon Joo bertengkar dibawah guyuran hujan deras.

Entah apa yang terjadi. Tapi Jae Yeol marah besar pada Hyeon Joo.

Mobil Jae Yeol lalu beranjak pergi. Kamera menyorot sepatu Hyeon Joo yang terjatuh di tanah.

Jae Yeol mengaku bahwa dia membunuh Hyeon Joo. Dia lantas meminta Yoon Jin untuk berhenti.

Jae Yeol berlutut. Jae Yeol bilang mereka tak bisa menjadikan Min Joon putra pembunuh. Yoon Jin menatap Jae Yeol dengan tatapan kecewa.

Eun Young ada di depan pintu RS. Dia berusaha melihat ke dalam.

Lalu Jung Wan datang. Eun Young memencet bel.

Eun Young : Aku ingin masuk RS sebentar. Bisa buka pintunya?

Tapi petugas bilang meminta Eun Young datang lagi nanti karena belum jam kerja.

Eun Young masih berusaha, tapi Jung Wan menghentikan Eun Young.

Jung Wan : Dia akan mengatakan hal serupa jika kau mencoba bicara lagi. Aku memastikan apakah mobil yang dipakai menculikmu ada di sini. Ternyata tidak. Mereka sudah menyingkirkan semua rekaman CCTV di area ini.

Eun Young : Pasti Han Jae Yeol. Hanya dia yang akan melakukan ini kepadaku.

Jung Wan : Maksudmu Inspektur Han Jae Yeol?

Eun Young : Ya.

Eun Young lalu bertanya-tanya, kenapa mereka berusaha membawanya ke RS itu.

Tak lama kemudian, dia menyadari sesuatu.

Eun Young memencet bel lagi.

“Ada yang bisa kubantu?”

“Ada pasien rawat inap juga di sini?”

“Sudah kubilang untuk berkunjung saat jam kerja.”

Jung Wan tanya apa maksud Eun Young dengan pasien rawat inap

Eun Young : Jaga-jaga saja. Aku ingin tahu apakah kakakku dirawat di tempat seperti ini.

Yoon Jin termenung di kamarnya, memikirkan Min Ji yang ada di video rekaman yang dia lihat tadi.

Tangis Yoon Jin pecah.

Eun Young dalam perjalanan kembali bersama Jung Wan.

Eun Young : Tujuan dia menyuruh orang menculikku adalah untuk mengambil rekaman video itu dariku. Peristiwa di hotel juga terjadi karena rekaman video itu.

Jung Wan : Memang apa isi video itu?

Eun Young : Di video itu, kakakku bersama seorang pria pada hari dia menghilang.

Jung Wan : Apakah orang ini ada kaitannya dengan menghilangnya kakakmu?

Eun Young : Ya.

Jung Wan : Apakah pria itu Han Jae Yeol. Menurutmu kenapa dia berkaitan dengan menghilangnya kakakmu?

Eun Young : Dia pria yang dipacari kakakku. Kakakku menghilang usai kecelakaan putrinya Yoon Jin. Aku yakin Jae Yeol terlibat. Aku kemari untuk mencari kakakku. Aku pasti menjadi penghalang baginya. Rahasianya akan terbongkar. Dia mungkin ingin menyingkirkanku. Tolong temukan bukti yang menunjukkan Han Jae Yeol melakukan ini kepadaku hari ini. Aku membutuhkan bukti kuat.

Jung Wan : Yoon Jin tahu juga soal ini?

Eun Young : Ya.

Jung Wan dan Eun Young tiba di depan rumah Yoon Jin. Eun Young berterima kasih atas semua yang dilakukan Jung Wan hari itu, lalu turun dan beranjak menuju rumah Yoon Jin.

Setelah Eun Young turun, Yoon Jin menghubungi Jung Wan.

Yoon Jin : Kau bersama Eun Young? Dia tidak menjawab ponselnya.

Jung Wan : Aku baru saja menurunkannya.

Yoon Jin : Di depan rumahku? Baik, akan kuhubungi kau nanti.

Yoon Jin keluar dari kamar. Jae Yeol yang masih duduk terdiam di sofa sejak tadi, langsung berdiri dan menatap Yoon Jin.

Yoon Jin : Ada lagi yang ingin kau katakan?

Jae Yeol : Sudah semua.

Yoon Jin : Begitu. Jika perkataanmu benar, aku akan melakukan hal serupa. Jika dia sungguh berbuat begitu kepada putri kita, aku akan membuat pilihan serupa.

Jae Yeol terhenyak mendengarnya, Yoon Jin-ah.

Yoon Jin : Eun Young berada di dekat rumah kita sekarang. Dia tidak boleh tinggal di sini lagi. Jika mengetahuinya sejak awal, aku tidak akan membawanya kembali ke rumah kita. Aku harus memintanya pergi. Meski mungkin dia tidak akan mundur semudah itu.

Yoon Jin beranjak ke lantai atas.

Eun Youn memencet bel. Tak lama, Yoon Jin membuka pintu. Eun Young langsung bilang kalau Jae Yeol dalang dibalik semuanya tapi dia kaget melihat Yoon Jin keluar membawa kopernya.

Yoon Jin : Pergilah sekarang.

Eun Young : Apa?

Yoon Jin : Tinggalkan rumah kami sekarang.

Eun Young : Apa yang kau lakukan?

Yoon Jin : Tidak ada alasan bagimu untuk tinggal di rumah kami lagi.

Yoon Jin mau masuk tapi ditahan Eun Young.

Eun Young : Tidak ada alasan bagiku untuk tinggal di sini lagi? Apa maksudnya itu?

Yoon Jin : Tidak ada maksud apapun.

Yoon Jin menutup pintu.

Eun Young tak terima dan mengetuk pintu.

Eun Young : Kenapa kau melakukan ini? Kenapa tiba-tiba sikapmu begini?

Yoon Jin kembali ke dalam. Jae Yeol tanya apa Yoon Jin yakin mau mengusir Eun Young.

Yoon Jin : Apa lagi yang bisa kulakukan? Haruskah kubiarkan dia tetap di sini dengan pria yang membunuh kakaknya?

Jae Yeol : Yoon Jin-ah.

Yoon Jin meraih telepon di atas meja.

Jae Yeol tanya, Yoon Jin mau apa.

Yoon Jin dengan santai menjawab mau menelpon polisi.

Yoon Jin : Ada wanita yang membuat keributan di depan rumahku. Tolong datang dan periksalah.

Lah malah Jae Yeol yang kaget dengan sikap mendadak Yoon Jin.

Yoon Jin : Min Joon sebentar lagi pulang. Aku tidak bisa membiarkan Eun Young. Kurasa dia tidak akan menyerah setelah ini, tapi kita harus menghindarinya untuk sekarang. Aku tidak nyaman melihatnya.

Yoon Jin masuk ke kamar.

Begitu Yoon Jin masuk, Jae Yeol langsung mencabut flashdisk Eun Young dari laptopnya.

Yoon Jin keluar lagi dari kamar. Jae Yeol menyimpan flashdisk itu di sakunya.

Yoon Jin : Aku belum memutuskan akan melakukan apa. Aku butuh waktu untuk berpikir.

Diluar, Eun Young memkirkan kata-kata Yoon Jin tadi.

Eun Young : Hanya ada satu alasan aku mendatangi rumah ini, tapi tidak ada lagi alasan bagiku tinggal di sini lagi?

Tak lama, polisi datang.

Polisi : Pemilik rumah ini tadi menelepon. Katanya anda berusaha menerobos ke rumahnya.

Eun Young kaget, menerobos?

Polisi : Kami mendapat laporan, jadi, anda tidak bisa tetap di sini.

Eun Young yang kesal, masuk ke mobil polisi.

Di dalam, Yoon Jin bilang dia harus menjemput Min Joon.

Yoon Jin pergi.

Tapi Yoon Jin menyusul Eun Young ke taman.

Yoon Jin lega Eun Young ada di sana.

Yoon Jin : Aku cemas kau tidak ada di sini. Kau tidak menjawab teleponku seharian ini.

Eun Young : Aku tidak punya waktu mengisi daya ponselku.

Yoon Jin : Kau terkejut?

Eun Young : Rasanya seperti dikhianati.

Yoon Jin : Aku harus menjemput Min Joon, jadi, tidak bisa lama di sini.

Eun Young : Apa yang Jae Yeol katakan kepadamu sampai kau mengusirku seperti itu?

Yoon Jin : Aku harus melakukannya untuk membuatnya berpikir aku memercayainya.

Eun Young : Apa yang sebenarnya dia katakan kepadamu?

Yoon Jin : Katanya dia membunuh kakakmu.

Eun Young kaget mendengarnya.

Yoon Jin : Jangan terkejut. Aku tidak percaya itu. Kakakmu masih hidup.

Eun Young : Aku tidak paham maksudmu.

Yoon Jin : Akan kujelaskan sambil jalan besok.

Eun Young : Sambil jalan ke mana?

Yoon Jin : Menemukan Kim Hyeon Joo, kakakmu.

Hwa Sook menjemput Ji Ho. Dia kaget Ji Ho keluar kelas membawa jajanan.

Hwa Sook : Kapan kau membelinya?

Ji Ho : Sebelum masuk.

Hwa Sook : Gurumu bilang akan mempersiapkanmu masuk akademi sains. Dia memberimu pertanyaan?

Ji Ho : Ya.

Hwa Sook : Kau bisa menjawabnya, bukan?

Ji Ho : Aku harus menjelaskan secara kreatif cara kita mengubah lingkungan di Venus agar bisa sama seperti di Bumi. Ibu tahu jawabannya?

Hwa Sook : Ayo pulang dan cari jawabannya bersama.

Ji Ho : Bahkan orang dewasa tidak bisa menjawabnya. Kenapa mereka menyuruh kami melakukannya?

Ji Ho lalu terdiam melihat temannya dijemput ayahnya.

Hwa Sook melihat itu dan terdiam.

Hwa Sook ke kos-an Seung Soo. Dia melihat Seung Soo lagi rebahan.

HWa Sook kemudian memeriksa buku yang dia berikan. Tak ada pembatas sama sekali di sana. Dia pun tahu Seung Soo belum membacanya.

Seung Soo : Aku kehilangan kemauan untuk melakukan apa pun.

Hwa Sook : Meski kau belajar keras pun, mungkin tidak akan cukup. Kau tidak punya waktu untuk kehilangan kemauan.

Seung Soo : Aku bahkan tidak bisa menemui putraku kapan saja dan terjebak sendirian di sini seperti duda. Mana bisa ada kemauan untuk melakukan hal lain?

Hwa Sook : Kalau begitu, kemasi barangmu.

Seung Soo : Kita kembali bersama?

HWa Sook : Utang kita banyak. Kita tidak bisa tinggal terpisah.

Hwa Sook duduk disamping Seung Soo. Seung Soo senang dan langsung memeluk Hwa Sook.

Tapi Seung Soo kemudian cemas.

Seung Soo : Tapi jika mendaftarkan pernikahan kita lagi, kita tidak bisa memasukkan Ji Ho ke Akademi Sains Anak Berbakat.

Hwa Sook : Sudah kupikirkan soal itu dan yang sekarang mendesak bukan pendidikan Ji Ho. Kita harus fokus memperbaiki kehidupan kita.

Seung Soo : Kau yakin?

Hwa Sook : Kapan aku pernah tidak menepati janji? Aku selalu melakukan yang kukatakan.

Seung Soo : Sebaiknya kau tetap menepatinya meski kehidupanku sudah baik.

Seung Soo meraih ponselnya dan menunjukkan sebuah pesan.

Seung Soo : Kejutan, aku lulus ujian.

Di pesan itu tertulis bahwa Seung Soo lulus Ujian PNS Tingkat 9 2018.

Hwa Sook : Astaga, kapan kau melakukan tes ini?

Seung Soo : Begitu sahamku anjlok.

Hwa Sook : Sudah kuduga. Kau bukan orang yang tidak punya rencana cadangan. Kerja bagus, Sayang.

Hwa Sook memeluk Seung Soo.

Tapi setelah itu dia meminta Seung Soo mengirimkan gaji ke rekeningnya.

Seung Soo : Baiklah.

Kehidupan Hwa Sook dan Seung Soo seketika membaik.

Seung Soo tengah main PS dengan Ji Ho.

Hwa Sook sibuk memakai pelembab, untuk menghilangkan kerutan di wajahnya.

Seung Soo dan Ji Ho tertawa keras.

Hwa Sook senang melihatnya.

Kehidupan Hye Kyung dan Sung Hwan juga membaik.

Mereka tengah merayakan ulang tahun Soo Min.

Hye Kyung dan Sung Hwan memberikan hadiah pada Soo Min, tapi Soo Min bilang mereka tak perlu memberinya hadiah.

Soo Min : Aku mendapatkan hadiah yang lebih baik tahun ini.

Sung Hwan : Hadiah apa?

Soo Min : Mulai sekarang, ayah akan tinggal dengan kami alih-alih tinggal di seberang, bukan? Itu hadiah terbaik yang bisa kuminta.

Sontak lah Hye Kyung dan Sung Hwan kaget.

Hye Kyung : Selama ini kau sudah tahu?

Sung Hwan : Soo Min-ah, biar ayah jelaskan. Ayah terkadang pulang kerja larut malam. Ayah tidak ingin membangunkanmu saat tengah malam. Jadi, Ayah tidak punya pilihan untuk tinggal di sana sesekali.

Soo Min : Tapi ayah tidak perlu ke sana lagi, bukan?

Hye Kyung : Astaga, tentu saja.

Hye Kyung dan Sung Hwan bicara di kamar.

Sung Hwan : Aku penasaran kapan Soo Min tahu. Aku berusaha keras untuk tidak ketahuan. Menurutmu dia melihatku pergi memakai setelan saat malam? Aku pergi usai melihatnya tidur.

Hye Kyung : Bukan itu yang penting. Soo Min bilang tinggal denganmu adalah hadiah terbaik. Dia akan sangat kecewa begitu tahu kau ditugaskan ke cabang luar negeri. Aku sudah merasa bersalah karena membohonginya setahun ini selagi harus tinggal terpisah denganmu. Kurasa bukan ide bagus jika kita merahasiakan itu darinya. Akan kukatakan kau akan bekerja di luar negeri.

Sung Hwan akhirnya bertanya, tidak bisakah Hye Kyung melarangnya pergi.

Sung Hwan : Tidak bisakah kau melarangku pergi dan mengatakan ingin tinggal denganku lagi? Aku akan membatalkan… Akan kubatalkan. Baiklah. Aku bahkan tidak mengajukannya.

Hye Kyung : Lantas kenapa kau bilang mengajukan diri untuk posisi itu?

Sung Hwan : Aku ingin mendengar kau melarangku pergi.

Hye Kyung marah, kau berbohong kepadaku dan berharap aku mengatakan itu?

Sung Hwan : Apa lagi yang bisa kulakukan? Aku yang membuat kesalahan. Aku yang patut disalahkan. Aku terlalu malu untuk bertanya apakah kita bisa kembali bersama. Aku tidak berhak mengatakan apa pun.

Hye Kyung : Artinya kau tidak akan pergi?

Sung Hwan : Melegakan, bukan? Soo Min tidak perlu kecewa.

Hye Kyung : Apa pun alasannya, kau sudah membodohiku.

Sung Hwan : Tidak, bukan begitu.

Hye Kyung : Kau berani membohongiku agar bisa melindungi harga dirimu?

Sung Hwan : Tidak, bukan begitu. Baiklah, lampiaskan saja kemarahanmu kepadaku. Kau bisa menjambak rambutku bahkan membuatku botak.

Hye Kyung : Dengan senang hati, aku akan melakukan semuanya.

Tapi yang terjadi berikutnya, Hye Kyung mencium Sung Hwan.

Sung Hwan terkejut.

Hye Kyung : Aku juga melakukan kesalahan.

Di dapur, Ji Ae lagi belajar cara membuka restoran.

Byung Hak tiba-tiba datang dan ikut menonton apa yang ditonton Ji Ae.

Byung Hak : Kau ingin membuka restoran?

Ji Ae kaget Byung Hak tiba-tiba udah nongol di sampingnya.

Ji Ae : Kenapa kau tidak menemani putramu?

Byung Hak : Aku tidak punya anak laki-laki. Chae Rin itu satu-satunya anakku. Kau berencana memulai bisnis?

Ji Ae : Bereskan saja urusanmu sendiri. Hubungan kita sudah berakhir.

Ji Ae masuk ke kamar. Byung Hak menyusul Ji Ae.

Byung Hak : Ji Ae, haruskah kau seperti ini? Aku sudah mengajukan gugatan kepada wanita itu. Sudah berakhir.

Byung Hak melihat barang2 Ji Ae di kasur.

Byung Hak : Apa ini?

Ji Ae : Aku akan menjualnya.

Byung Hak : Agar kau bisa membayar sekolah Chae Rin? Tidak perlu begitu. Aku sudah menyiapkan semuanya.

Byung Hak memberi Ji Ae brosur.

Byung Hak : Kau tahu itu biro konsultan terbaik di daerah ini, bukan? Kuminta mereka menganalisis pelajaran kelemahan Chae Lin dan memberikan daftar akademi yang sesuai. Jika kita mendukungnya sesuai dengan strategi mereka, dia akan bisa masuk ke semua sekolah dan akademi bergengsi.

Ji Ae mengembalikan brosur itu ke Byung Hak.

Ji Ae : Aku tidak butuh ini lagi. Aku yang menginginkan kehidupan seperti itu untuknya.

Byung Hak : Sudah peran kita sebagai orang tua untuk membuatnya menuruti yang kita inginkan untuknya.

Ji Ae : Nanti saja. Aku akan mendukungnya begitu dia memutuskan kehidupan yang dia inginkan untuk dirinya sendiri. Sementara itu, aku akan bekerja keras mengumpulkan uang. Aku juga akan mengubah hidupku. Aku terlalu bergantung kepadamu. Aku paham alasanmu merasa tertekan.

Byung Hak : Apa maksudmu? Kau bisa makin bergantung kepadaku. Aku akan melakukan semua yang kubisa untuk Chae Rin.

Ji Ae memberi Byung Hak surat cerai.

Ji Ae : Kita bercerai saja. Aku sudah mengisi bagianku. Jangan dibuang seperti waktu itu.

Byung Hak : Aku akan membukakan restoran mi untukmu.

Ponsel Ji Ae berdering. Pesan masuk.

Ji Ae : Taman hiburan?

Bersambung ke part 2…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Red Shoes Ep 33 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 33 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…