Secret Mother Eps 9 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Secret Mother Ep 9 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek Episode sebelumnya disini.

Eun Young ketemuan dengan Seok Hee di restoran.

Seok Hee memuji Eun Young. Dia bilang Eun Young sangat kompeten dan bisa menjadi guru profesional jika terus begini.

Eun Young : Lupakan saja. Apa yang harus kulakukan agar dia lulus tes?

Seok Hee : Ini 10 pertanyaan tes sebelumnya di akademi Min Joon. Kau harus membuatnya memecahkan tipe soal matematika yang sama.

Eun Young terkejut membaca soal-soalnya.

Eun Young : Ini soal untuk anak 10 tahun?

Seok Hee : Min Joon tidak sepintar anak lain. Tapi kebanyakan anak 10 tahun di lingkungan ini sudah menguasai matematika sekolah dasar.

Eun Young : Tampaknya anak-anak belajar demi orang tuanya. Tapi di mana lembar jawabannya?

Seok Hee : Di halaman terakhir.

Eun Young melihatnya.

Seok Hee : Omong-omong, menurutmu kenapa Bu Kim mempekerjakanmu lagi padahal dia sudah memecatmu?

Eun Young : Entahlah. Mana mungkin aku tahu?

Min Joon langsung menyembunyikan boneka Min Ji dibawah bantalnya saat ibunya masuk. Yoon Jin yang melihat itu, langsung berkata bahwa Min Joon tak perlu menyembunyikan boneka itu lagi.

Min Joon : Berarti, ibu tidak akan membuangnya lagi?

Yoon Jin memeluk Min Joon.

Yoon Jin : Maafkan ibu karena tidak memikirkan perasaanmu.

Min Joon : Tidak apa-apa. Aku mengerti perasaan ibu.

Yoon Jin melepas pelukannya dan menatap Min Joon.

Yoon Jin : Menurutmu apa yang ibu rasakan?

Min Joon mengambil boneka Min Ji.

Min Joon : Di sini.

Lalu Min Joon meletakkan boneka Min Ji ke dada Yoon Jin.

Min Joon : Aku tahu ibu juga ingin mendekapnya seperti ini.

Yoon Jin mendekap boneka Min Ji. Setelah itu, dia memeluk Min Joon dan menghapus tangisnya yang mulai merembes.

Yoon Jin kembali menatap Min Joon.

Yoon Jin : Kau menyukai Bu Kim?

Min Joon : Ya, dia sangat suportif. Bagaimana dengan ibu?

Yoon Jin : Jika kau menyukainya, ibu juga menyukainya.

Min Joon : Aku akan belajar lebih keras dengannya mulai sekarang, jadi, ibu tidak perlu mencemaskan studiku. Dengan begitu, ibu bisa menjadi dokter lagi.

Yoon Jin : Kau ingin ibu bekerja lagi? Jika begitu, ibu tidak akan bisa menghabiskan waktu denganmu.

Min Joon : Ibu sudah belajar keras untuk menjadi dokter. Jika ibu tidak bekerja sebagai dokter karena studiku, semua waktu belajar ibu akan sia-sia.

Min Joon beranjak ke mejanya. Dia membuka lacinya, mengambil sesuatu dan kembali ke ibunya.

Min Joon menunjukkan brosur ibunya yang masih menjadi dokter.

Min Joon : Ibu dahulu dokter yang andal.

Yoon Jin semakin sesak dan kembali memeluk Min Joon.

Besoknya, Jung Wan dimarahi Kepala Tim nya karena Jung Wan masih menyelidiki kasus Min Ji.

Si Kepala Tim berkata, dia akan memeriksa alamat Eun Young jika itu masih ada di wilayah mereka.

Kepala Tim juga marah karena Jung Wan tidak memakai seragam padahal Jae Yeol akan datang.

Jung Wan berusaha menjelaskan. Tapi Kepala Tim terus saja nyerocos.

Kepala Tim : Kau berusaha merepotkanku dengan semua masalah! Pikirmu kau siapa!

Lalu Jae Yeol datang. Semua langsung diam dan memberi hormat.

Jae Yeol mendekati Jung Wan. Dia melihat berkas kasus putrinya di meja Jung Wan.

Jae Yeol : Letnan Ha Jung Wan. Lama tidak berjumpa.

Jae Yeol mengajak Jung Wan berjabat tangan.

Semua terkejut mendengarnya.

Jae Yeol : Kudengar kau menangani kasus ini.

Kepala Tim bilang, itu bukan kasus mereka jadi dia akan segera menghentikan penyelidikan.

Tapi Jae Yeol menyuruhnya menghubungi Kepala Kantor Polisi Namyangju.

Jae Yeol : Aku akan memintanya mengalihkan kasus ini.

Jae Yeol beranjak pergi.

Kepala Tim tanya, bagaimana Jung Wan bisa mengenal Jae Yeol.

Kepala Tim : Kalian tidak satu sekolah. Bagaimana dia tahu soal kasus tabrak lari ini?

Jung Wan memberikan berkas Min Ji dan menyuruh Kepala Tim memeriksa informasi keluarga korban.

Kepala Tim membaca informasi keluarga korban.

Tertulis, korban Han Min Ji, dan ayah Han Jae Yeol.

Kepala Tim kaget, Han Jae… Han Jae Yeol? Kepala Han?

Di ruangannya, Jae Yeol melamun. Tak lama kemudian, Kepala Tim masuk membawakan barang-barang Jae Yeol.

Jae Yeol : Kenapa mesti dirimu yang kemari? Kau punya anak buah.

Kepala Tim : Aku harus menemui anda langsung untuk meminta maaf atas keributan yang kusebabkan tadi.

Jae Yeol : Tidak perlu minta maaf. Mengikuti aturan itu tidak salah. Kau boleh pergi.

Setelah Kepala Tim pergi, Jae Yeol membongkar kardus yang dibawa Kepala Tim. Dia mengeluarkan satu satu barangnya tapi kemudian terdiam saat melihat foto keluarganya.

Jae Yeol yang juga terluka karena kematian putrinya, akhirnya menyimpan foto itu di dalam lacinya dalam posisi terbalik.

Ji Ae, Hye Kyung dan Hwa Sook menatap Eun Young yang duduk memunggungi mereka.

Eun Young sendiri sibuk menulis sesuatu. Mereka di lantai atas kolam renang.

Ji Ae : Dia dipekerjakan lagi setelah ada pertengkaran besar? Kurasa ada alasan di balik itu.

Hye Kyung : Kau benar. Tampaknya dia punya rahasia.

Hwa Sook : Tapi Lisa tidak terlihat seperti orang yang menggosipkan rahasia orang lain, bukan?

Ji Ae : Kita tidak pernah tahu. Sifat seseorang tidak bisa dilihat dari wajahnya saja.

Eun Young yang sadar lagi dibicarain sama trio mak-mak kepo itu, langsung menatap tajam ke arah mereka.

Trio mak-mak langsung mengalihkan pandangan mereka dari Eun Young.

Eun Young : Ada yang ingin kalian katakan kepadaku? Jika memang ada, langsung sampaikan saja.

Trio mak-mak pura-pura sibuk sama ponsel mereka.

Dua emak-emak yang berdiri di depan jendela menggosipkan Tae Hwan.

“Dia melihat lagi. Tae Hwan sering melihat ke arah galeri belakangan ini. Dia tampan sekali.”

Mendengar itu, Hye Kyung kepo dan curi-curi pandang menatap Tae Hwan.

Tae Hwan sibuk sama ponselnya, setelah itu dia menatap ke arah kaca dan melihat Hye Kyung.

Hye Kyung kembali duduk dan membaca pesan Tae Hwan yang baru masuk. Tae Hwan mengajak bertemu.

Hye Kyung berdiri lagi dan terus menatap ke arah Tae Hwan.

Tanpa dia sadari, Eun Young berdiri di depannya. Dia tak sadar akan menabrak Eun Young.

Eun Young : Bu Kang.

Hye Kyung kaget ada Eun Young di depannya.

Eun Young : Kau harus berhati-hati.

Hwa Sook mengarahkan kameranya ke mereka.

Setelah mengatakan itu, Eun Young pergi.

Tapi Hye Kyung kaget dengan kata-kata Eun Young tadi.

Hye Kyung dan Tae Hwan bertemu di depan gedung.

Tae Hwan : Semua baik-baik saja? Kau tidak terlihat baik.

Hye Kyung : Apakah kau menerima foto itu juga?

Tae Hwan : Foto apa?

Hye Kyung : Foto kita di mobil.

Tae Hwan : Ada yang mengambil foto kita? Siapa?

Hye Kyung : Aku mencurigai seseorang. Ada anak bernama Min Joon. Guru privatnya mengikutiku ke tempat parkir hari itu.

Tae Hwan : Biar kulihat fotonya dahulu.

Hye Kyung menunjukkannya.

Tae Hwan : Siapa yang melakukan ini?

Hye Kyung : Aku cuma bisa memikirkan guru privatnya Min Joon.

Tae Hwan : Kita harus mencari tahu siapa sebelum keadaan memburuk.

Hye Kyung : Sebelum keadaan memburuk?

Tae Hwan : Jika ada sesuatu yang diinginkan orang ini, dia mungkin mengirimkan foto ini ke orang lain juga.

Hye Kyung panic, itu tidak boleh terjadi.

Lalu Sung Hwan datang, yeobo?

Hye Kyung buru-buru mengambil ponselnya dari Tae Hwan.

Hye Kyung : Sedang apa kau di sini?

Sung Hwan : Sudah lama aku tidak melihat Soo Min berenang. Omong-omong, sedang apa kau di luar?

Tae Hwan mengenalkan diri. Aku Min Tae Hwan. Instruktur renangnya Soo Min. Aku tadi bicara dengan istri anda soal kemahiran berenang Soo Min.

Tae Hwan pergi.

Sung Hwan : Sebenarnya apa yang kalian bicarakan?

Hye Kyung : Beberapa hal saja.

Sung Hwan : Hal macam apa?

Hye Kyung emosi, Soo Min terlalu lemah untuk mengendalikan napasnya. Dia sudah dua bulan berada di kelas menengah. Anak-anak lain pergi ke pusat kebugaran atau mendaki saat akhir pekan dengan ayah mereka. Tapi kau selalu lembur, melakukan perjalanan bisnis, dan menghadiri rapat klub. Kau bahkan tidak pernah lari bersama Soo Min, tapi aku tidak pernah mengeluh. Aku bahkan membawakan makanan ke kantormu saat kau lembur. Tapi kau memakai pekerjaan sebagai dalih dan tetap di kantor…

Sung Hwan : Kenapa menyinggung soal itu lagi?

Sung Hwan mulai kesal, baiklah! Aku memang melakukan hal buruk. Aku merasa bersalah sampai itu membuatku gila.

Sung Hwan beranjak pergi.

Hye Kyung : Bagaimana kau tahu aku ada di luar sini?

Sung Hwan : Guru privatnya Min Joon yang memberitahuku. Seharusnya aku tidak kemari.

Mendengar itu, Hye Kyung semakin mencurigai Eun Young.

Lalu dia melihat Eun Young lewat bersama Min Joon.

Hye Kyung menatap Eun Young dengan tatapan kesal.

Seung Soo tengah membantu selingkuhan Byung Hak menggantung pigura. Sepertinya itu berbagai piagam yang didapatkan Seung Hoon yang dijadikan satu dan diberi pigura.

Seung Soo teringat percakapannya dengan Byung Hak kemarin saat Byung Hak datang ke rumahnya.

Seung Soo : Kau berselingkuh dengan wanita lain. Sebenarnya kau ingin aku melakukan apa?

Byung Hak : Bantu dia sebagai tukang saat aku pergi.

Setelah piagam itu tergantung, si selingkuhan beranjak ke dapurnya. Pas menuju dapur, dia gak sengaja menyenggol lotionnya hingga lotionnya jatuh ke dalam tas Seung Soo yang ada di bawah meja.

Seung Soo yang gak tahu, mengambil tasnya dan pamit. Tapi si selingkuhan memintanya menunggu sebentar. Si selingkuhan keluar dari dapur membawa dua kantong sampah dan menyuruh Seung Soo membuangnya. Seung Soo cuma bisa bengong disuruh buang sampah, apalagi sampahnya berair dan airnya jatuh ke sepatunya.

Seung Soo pulang ke rumah istrinya. Hwa Sook melihat sepatu Seung Soo kotor. Seung Soo beralasan dia gak sengaja jatuhin makanan pas tadi makan.

Seung Soo mau ke kamar Ji Ho tapi dilarang Hwa Sook.

Hwa Sook : Jangan bangunkan dia.

Seung Soo : Aku merindukan putraku.

Hwa Sook : Aku sudah memberitahunya kau datang akhir pekan ini.

Seung Soo : Hwa Sook-ah.

Hwa Sook : Ya?

Seung Soo diam saja menatap Hwa Sook.

Hwa Sook : Kau sangat merindukanku?

Seung Soo : Ya.

Hwa Sook masuk ke kamar membawakan Seung Soo minum.

Tapi Seung Soo nya dah tidur sambil tengkurap.

Hwa Sook : Aku harus menyiapkannya untuk bisa masuk ke Akademi Sains. Kurasa kita membutuhkan konsultan untuk membantu kita menulis surat lamaran dan surat pengantar.

Tapi Seung Soo gak denger.

Hwa Sook : Kau tidur? Ji Ho bangun semalaman dan tidur denganku. Kau harus tidur di tempatmu, ya?

Tapi Seung Soo gak bergerak.

Hwa Sook menepuk punggung Seung Soo, sepuluh menit saja, ya!

Hwa Sook menaruh minuman Seung Soo di atas meja. Saat itulah dia gak sengaja menyenggol tas Seung Soo di dekat meja, dengan kakinya. Lotion selingkuhan Byung Hak keluar dari dalam tas.

Hwa Sook mengambil lotion itu.

Hwa Sook : Sepertinya ini sudah dipakai. Apakah ini untukku?

Hwa Sook memakainya dan mencium wanginya.

Hwa Sook : Wangi barang mahal selalu enak. Dia sangat perhatian.

Hwa Sook beranjak pergi.

Di ruangannya, Direktur Park resah memikirkan kejadian di kantor polisi.

Lalu Se Yeon masuk.

Se Yeon : Anda ingin menemuiku?

Direktur Park : Aku ingin minta bantuanmu.

Se Yeon : Dengan senang hati, akan kulakukan apa pun untuk membantu anda.

Direktur Park : Aku ingin mempekerjakan Yoon Jin lagi. Aku ingin kau membantunya.

Se Yeon agak kaget mendengarnya. Lalu Se Yeon berkata, Yoon Jin bilang belum siap untuk kembali.

Direktur Park memberitahu apa yang menimpa Yoon Jin.

Se Yeon kaget mendengarnya.

Direktur Park : Keyakinan dan kenangan yang keliru bisa sangat berbahaya bagi dia dan orang di sekitarnya. Kau pasti paham betul betapa seriusnya keadaan ini.

Se Yeon : Anda memintaku mendiagnosis kondisi Yoon Jin?

Direktur Park : Aku membutuhkan pendapat objektif dari ahli untuk melihat bisakah dia dipekerjakan kembali.

Se Yeon : Ini terlalu mendadak.

Direktur Park : Kau bisa mempertimbangkannya. Hubungi aku jika sudah memutuskan.

Se Yeon di lobi, memikirkan Yoon Jin. Dia lantas berniat menghubungi Yoon Jin, tapi mendengar suara Yoon Jin. Dia menoleh dan melihat Yoon Jin lagi bicara sama dua dokter lainnya. Se Yeon lalu melihat Yoon Jin menuju ruangan psikatri.

Min Joon lagi belajar sama Eun Young. Eun Young memeriksa jawaban2 Min Joon. Dia bilang Min Joon hampir menjawab semua pertanyaan dengan benar.

Eun Young : Nilaimu akan baik di tes ini.

Min Joon : Aku merasa percaya diri.

Eun Young : Dengan semangat itu, hasilmu pasti akan bagus. Naik ke tingkat yang lebih tinggi tidak sepenting itu.

Min Joon : Jika aku naik level, itu juga akan bagus untuk anda.

Eun Young : Tepat sekali. Baik, kita mulai dari sini.

Eun Young menyuruh Min Joon mengerjakan soal-soal lagi.

Eun Young senang menatap Min Joon.

Lalu dia menoleh ke belakang dan terdiam menatap boneka Min Ji.

Min Joon melihat Eun Young. Melihat Eun Young menatap ke belakangnya, dia pun ikut menatap ke belakang, melihat apa yang dilihat Eun Young. Ternyata bonekanya.

Min Joon : Ibu bilang aku boleh menyimpannya.

Eun Young : Bagus. Saat tidak bisa menemui orang yang kita rindukan, hal terkecil peninggalan mereka bisa menjadi sangat berharga.

Eun Young memegang cincin yang dikalungkan kakaknya ke lehernya.

Min Joon : Apakah kalung itu diberikan oleh orang yang anda rindukan?

Eun Young mengangguk.

Yoon Jin masuk ke ruangannya. Dia melihat-lihat. Yoon Jin lalu duduk dan melihat ke arah kaca disampingnya. Kaca itu mengingatkannya pada Hyeon Joo. Dahulu, Hyeon Joo marah padanya. Dia bahkan sampai memukul kaca itu.

Se Yeon masuk, membawa dua kopi.

Yoon Jin : Ada apa kau kemari?

Se Yeon : Aku tadi melihatmu di lobi. Aku ingin minum kopi denganmu. Tampaknya aku mendapat kesempatan yang pas. Omong-omong, ada apa kau kemari?

Yoon Jin : Aku sudah pergi terlalu lama. Kupikir mungkin aku harus kembali. Jadi, aku mampir.

Se Yeon : Kau akan kembali?

Yoon Jin : Aku belum memutuskan.

Se Yeon : Kau ingin menjadi ibu rumah tangga untuk mendidik putramu. Kau berubah pikiran?

Yoon Jin : Aku sudah menemukan guru yang bisa kuandalkan.

Se Yeon : Aku senang.

Seorang wanita dengan luka di pergelangan tangan diturunkan dari ambulance.

Dokter bertanya bagaimana keadaannya. Petugas ambulance bilang, percobaan bundir.

“Pendarahan di pergelangan tangan dan tanda-tanda vitalnya lemah.”

“Keluarganya sudah dihubungi?”

“Namanya Kim Hyeon Joo. Nomor keluarganya tidak kutemukan.”

Omo, apa itu benaran Hyeon Joo?

Eun Young mengawasi Min Joon yang tengah mengerjakan soal-soal matematika di papan.

Min Joon lalu menatap Eun Young selesai mengerjakan soal.

Eun Young hanya mengangkat kedua tangannya.

Min Joon : Jika hasilku baik di tes level ini, bisakah anda memberiku hadiah juga?

Eun Young : Apa yang kau inginkan?

Min Joon : Aku ingin pergi berkemah.

Eun Young : Berkemah?

Min Joon : Ya, di vila kami. Kau harus ikut dengan kami, ya?

Eun Young terdiam mendengarnya.

Ponsel Eun Young berdering.

Eun Young : Ya, Mi Seon-ah. Kau temukan sesuatu?

Eun Young pun kaget.

Bersambung…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

Yumi’s Cells Ep 7

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Yumi’s Cells Episode 7, Jika Kalian ingin melihat full recapnya tersedia lengkap di tulisan tulisan…
Read More

Yumi’s Cells Ep 6

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Yumi’s Cells Episode 6, Jika Kalian ingin melihat full recapnya tersedia lengkap di tulisan tulisan…