Secret Mother Eps 3 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Secret Mother Ep 3 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek Episode sebelumnya disini.

Eun Young pulang, sampai di rumah, dia langsung menghempaskan badannya ke kasur.

Eun Young lalu menatap fotonya bersama sang kakak.

Tak lama kemudian, ponselnya berbunyi. Telepon dari Sook Hee.

Eun Young : Berhentilah mencemaskanku dan cemaskan dirimu sendiri. Jika ketahuan, kita berdua akan celaka. Sebelum menemukan kakakku, aku tidak boleh menyerah. Aku juga sangat menginginkan pekerjaan ini.

Omo! Sook Hee, perwakilan dari Konsultasi Pendidikan Mirae, ternyata sudah mengenal Eun Young sejak awal.

Besoknya, para emak-emak tengah mengikuti class cooking.

Yoon Jin memberitahu semuanya kalau orang yang bersama Min Joon di taman ternyata guru private Min Joon.

Yoon Jin : Aku juga pernah bertemu dengannya di kafe.

Hye Kyung : Syukurlah. Tempo hari kami semua cemas setelah menerima telepon darimu. Aku takjub takdir bisa menyatukan orang.

Hwa Sook : Bagaimana dia? Kudengar dia belajar di luar negeri. Mereka berbahasa Inggris?

Yoon Jin : Min Joon belum mencapai tingkat itu.

Hye Kyung : Dia akan membawanya ke tingkat itu. Bagaimanapun, itu Konsultasi Pendidikan Mirae. Setiap ibu di lingkungan ini tahu soal tempat itu. Mereka tepercaya.

Ji Ae : Butuh waktu untuk mengenal orang.

Hwa Sook menatap Ji Ae, bukankah kau juga tengah mencari guru privat untuk Chae Rin?

Hwa Sook : Suamimu bilang bersedia melakukan apa pun demi Chae Rin.

Ji Ae : Tentu saja. Kami mencari guru privat. Kami lebih memilih mempekerjakan ibu yang memasukkan anak di sekolah internasional atau sekolah bakat daripada guru pemula yang tidak berpengalaman.

Hwa Sook : Kenapa? Takut suamimu akan tergoda oleh guru muda?

Ji Ae : Aku? Untuk apa aku takut kepada mereka?

Hye Kyung : Bagaimana kau bisa mengatakan itu soal guru anak-anak?

Hwa Sook bilang dia cuma bercanda dan minta maaf pada Yoon Jin soal kata-katanya tadi.

Yoon Jin bilang tak masalah.

Lalu alarm Yoon Jin berbunyi. Sudah waktunya Min Joon pulang sekolah.

Hye Kyung melihat itu, mulai hari ini, Guru Kim akan menjemput Min Joon?

Yoon Jin : Ya, kami akan bertemu di gerbang.

Para emak-emak menunggu putra-putri mereka di depan gerbang.

Tak lama, Min Joon keluar. Min Joon melihat ibunya, eomma!

Min Joon bergegas lari ke ibunya, tapi Eun Young datang.

Eun Young : Kau terlambat enam menit dari jadwal yang ibumu berikan kepadaku. Apa penjelasanmu?

Yoon Jin menjelaskan, kalau Min Joon agak terlambat saat ada piket kelas.

Eun Young menatap Yoon Jin.

Eun Young : Bahkan detail kecil yang melibatkan Min Joon harus diperiksa lebih dahulu.

Ji Ae terkejut melihat Eun Young.

Hye Kyung dan Hwa Sook mengenalkan dirinya ke Eun Young.

Hye Kyung : Halo, aku ibunya Soo Min, teman Min Joon.

Hwa Sook : Hai, Lisa. Aku ibunya Ji Ho. Kau sungguh cantik.

Eun Young melihat tabletnya.

Eun Young : 30 menit lagi, les esainya dimulai. Butuh 10 menit berjalan ke tempat les. Kau tahu tidak ada waktu untuk berolahraga, bukan? Kami akan berjalan ke tempat les.

Yoon Jin : Ini hari pertama. Mari pergi bersama-sama.

Eun Young : Aku yakin tadi malam kita sudah membahasnya. Percayalah kepadaku.

Yoon Jin agak sedikit keberatan melepas putranya.

Min Joon menenangkan Yoon Jin, jangan cemas, eomma.

Hwa Sook : Percayakan dia kepada Lisa.

Eun Young menyuruh Min Joon pamit pada Yoon Jin. Setelah itu, mereka pergi.

Tetap saja Yoon Jin cemas.

Hwa Sook dan Hye Kyung berusaha menenangkan Yoon Jin.

Hye Kyung : Kurasa kau tidak perlu cemas. Sepertinya Min Joon menyukainya.

Hwa Sook : Sekarang kau harus berhenti mencemaskan putramu.

Chae Rin datang, menghampiri mereka. Dia mencari ibunya.

Hye Kyung, Yoon Jin dan Hwa Sook terkejut Ji Ae tidak ada.

Hye Kyung menghubungi Ji Ae.

Ji Ae sendiri di mobil, masih di depan sekolahan. Dia melihat Eun Young jalan keluar dari sekolah bersama Min Joon.

Ji Ae : Dia Lisa Kim?

Ji Ae resah.

Tak lama, ponselnya berbunyi. Telepon dari Hye Kyung.

Ji Ae : Aku ada urusan mendadak. Bisakah kau mengantar Chae Rin ke les esainya?

Eun Young dan Min Joon berjalan di taman. Mereka lalu berhenti sebentar dan Eun Young berkata, Min Joon harus terbiasa mengurus barang-barang sendiri.

Eun Young mau mengembalikan boneka Min Joon tapi Min Joon meminta Eun Young menyimpan boneka itu sementara.

Eun Young : Kenapa?

Min Joon : Jika ibuku tahu, dia tidak akan suka.

Eun Young : Kenapa dia tidak suka?

Min Joon terdiam.

Eun Young meraih ponselnya.

Eun Young : Kalau begitu, aku harus bicara dengan ibumu dahulu.

Min Joon mencegah, jangan!

Min Joon pun memberitahu kalau itu boneka milik Min Joo.

Eun Young : Siapa?

Min Joon : Aku sudah mengatakannya.

Min Joon beranjak pergi.

Eun Young menyusul Min Joon.

Eun Young dan Min Joon sampai di tempat les.

Yoon Jin melihat mereka dari kejauhan. Yoon Jin lega melihat putranya.

Saat mau kembali ke mobil, Yoon Jin dihubungi Jung Wan.

Yoon Jin : Kenapa kau terus meneleponku?

Jung Wan : Aku tidak peduli kau mengambil kartumu atau tidak.

Yoon Jin : Jangan meneleponku lagi.

Jung Wan : Wanita itu, kau masih mencarinya?

Yoon Jin terdiam mendengar pertanyaan Jung Wan.

Jung Wan menunggu Yoon Jin di depan mobilnya di kantor polisi.

Tak lama, Yoon Jin datang. Dia mau mengambil credit card nya tapi Jung Wan masih menahannya.

Jung Wan : Benarkah kau datang demi ini? Sungguh?

Yoon Jin : Ya.

Jung Wan : Adakah laporan lain terkait kecelakaan itu? Kau tidak ingin tahu alasanku bertanya soal wanita itu?

Yoon Jin : Sama sekali tidak.

Jung Wan : Kim Eun Young. Dia sudah kembali ke Korea.

Sontak Yoon Jin kaget mendengarnya.

Yoon Jin teringat malam itu, saat dia berjalan ke tengah jalan dibawah guyuran hujan deras. Jung Wan pun menarik Yoon Jin yang nyaris tertabrak mobil. Yoon Jin dengan tatapan putus asa bilang kalau dia harus menemukan wanita itu.

Yoon Jin ingin menyebrang jalan, tapi dicegah Jung Wan.

Jung Wan : Wanita itu! Akan kutemukan dia untukmu!

Tangis Yoon Jin pecah.

Flashback end…

Jung Wan : Hal itu tidak mudah dilupakan. Sebagai polisi yang memikirkan betapa cemasnya seorang warga negara saat ini…

Yoon Jin : Tidak. Aku sudah tidak peduli. Aku sudah melupakannya. Jadi, jangan menghubungiku lagi.

Yoon Jin mengambil credit card nya dan beranjak pergi.

Tapi kemudian dia menjatuhkan tasnya saat berjalan menuju mobilnya.

Yoon Jin terduduk sejenak. Dia kepikiran soal kata-kata Jung Wan tentang Eun Young yang sudah balik ke Korea.

Jung Wan melihat itu. Dia tahu Yoon Jin masih terluka.

Yoon Jin masuk ke mobilnya.

Di mobilnya, dia teringat saat menemani Min Joo bermain.

Yoon Jin juga teringat saat dia meratapi kematian Min Joo, di kamar Min Joo.

Tangis Yoon Jin pun pecah lagi.

Min Joon tengah belajar bersama Eun Young.

Min Joon cerita, kalau dia tidak ingin membuat ibunya sedih.

Eun Young : Maksudmu, karena dia akan bersedih jika kau mengaku tidak tahu, kau berpura-pura tahu padahal tidak tahu?

Min Joon : Ibuku bahkan berhenti dari pekerjaannya untuk mengajariku. Jika aku berhasil, dia juga akan senang.

Eun Young : Bukan salahmu jika kau tidak tahu soal ini.

Eun Young lalu mengambil sebungkus permen dari tasnya.

Eun Young : Baiklah. Mulai sekarang, jika kau menanyakan hal yang tidak kau ketahui, aku akan memberimu ini.

Min Joon : Aku mendapat sebungkus?

Eun Young : Kau bisa mendapat 10 atau 20 bungkus bergantung hasilmu.

Min Joon : Kalau begitu… Yang ini. Aku tidak tahu cara menambahkan pecahan campuran.

Eun Young memberikan permennya, lalu mulai mengajari Min Joon.

Eun Young : Kurangi kedua pecahan campuran dengan penyebut. Lalu jumlahkan dengan bilangan bulat. Lalu pecahannya…

Min Joon : Saling dijumlahkan. Selesai. Sekarang aku mengerti.

Eun Young lalu menatap Min Joon yang mulai mengerjakan soal.

Min Joon lantas meminta Eun Young menilai hasilnya.

Eun Young : Di mana lembar jawabannya?

Min Joon : Di perpustakaan ibuku.

Eun Young : Bukannya aku tidak mau mengerjakan soal ini bersamamu. Aku ingin memanfaatkan waktu kita dengan maksimal. Kau mengerti?

Min Joon mengangguk.

Eun Young : Lanjutkan.

Di perpustakaannya, Yoon Jin membuka lacinya dan mengeluarkan sebuah kotak perhiasan dari sana.

Dia membuka kotak itu dan mengambil sebuah kalung. Dia menatap kalung itu dan teringat masa lalu.

Flashback…

Seorang wanita memecahkan kaca di ruangan Yoon Jin.

Yoon Jin yang saat itu masih praktek sebagai dokter, terkejut.

Tangan wanita itu berdarah karena dia memecahkan kaca dengan tangan kosong.

Wanita itu berusaha menyakiti Yoon Jin. Yoon Jin teriak, memanggil Perawat Choi.

Saat itulah kalung wanita itu jatuh.

Flashback end…

Eun Young mencari-cari perpustakaan Yoon Jin.

Tak lama, dia menemukannya. Dia masuk dan melihat Yoon Jin tengah melamun.

Eun Young : Nyonya Kim Yoon Jin?

Yoon Jin kaget, sampai menjatuhkan kalungnya.

Eun Young melihat kalung itu sekilas.

Yoon Jin pun langsung mengambil kalung itu dan menyimpannya di laci.

Eun Young ingat kata-kata si detektif tentang kecelakaan yang menimpa kakaknya saat dirawat di RS. Tapi pihak RS menutupi penyebab kakaknya celaka.

Yoon Jin : Ada apa?

Eun Young : Min Joon bilang buku tugasnya ada di ruangan ini.

Yoon Jin : Apa yang kau butuhkan?

Eun Young : Lembar jawaban bab 4-1.

Yoon Jin langsung mengambilkannya.

Sementara Yoon Jin mengambil, Eun Young menatap ke arah laci.

Yoon Jin berbalik, mau memberikan apa yang diminta Eun Young tapi dia melihat Eun Young menatap lacinya.

Yoon Jin gugup, mulai sekarang, beri tahu aku jika kau butuh sesuatu. Jangan kemari untuk mencarinya sendiri.

Eun Young : Ya, tentu saja.

Terdengar teriakan Min Joon minta camilan.

Yoon Jin langsung keluar.

Eun Young mendekati laci Yoon Jin. Dia melihat tali kalung terjuntai keluar dari laci.

Eun Young hendak mengambil kalung itu, tapi Yoon Jin balik lagi dan marah.

Eun Young mencari alasan.

Eun Young : Sepertinya kau memberikan lembar jawaban yang salah.

Eun Young melihat-lihat dan dia melihat buku origami untuk anak perempuan.

Dia mengambil buku itu.

Eun Young : Ini buku Min Joon? Sepertinya buku ini bukan untuk anak laki-laki.

Yoon Jin langsung merebut buku itu tapi tak sengaja dia menjatuhkan origami pink yang keluar dari dalam buku.

Melihat gambar di origami itu, Yoon Jin sedih lagi. Itu gambar yang dibuat Min Joo. Min Joo membuat gambar ayah, ibu dan kakaknya.

Eun Young mengambil origami itu di lantai dan mengembalikannya ke Yoon Jin.

Yoon Jin : Jangan sentuh apa pun di rumah ini tanpa seizinku. Silakan pergi.

Eun Young pun keluar. Setelah Eun Young keluar, Yoon Jin menutup pintu dan kembali ke dapur.

Eun Young melihat Yoon Jin yang berusaha menyiapkan camilan. Dia melihat Yoon Jin sangat tertekan.

Eun Young sudah mau pulang. Dia mencari-cari Yoon Jin dan menemukan Yoon Jin melamun di ruang tengah.

Eun Young : Aku sudah selesai untuk hari ini.

Yoon Jin berdiri.

Eun Young : Kau akan menetapkan les renangnya pada hari Senin, Rabu, dan Jumat?

Yoon Jin : Ya. Hari ini dia bolos karena sepertinya terserang selesma.

Lalu Jae Yeol pulang.

Yoon Jin mengenalkan Eun Young pada Jae Yeol.

Eun Young mengenalkan dirinya ke Jae Yeol, halo, aku Lisa Kim. Gurunya Min Joon.

Eun Young lantas pamit.

Jae Yeol terus menatap Eun Young.

Dia merasa seperti mengenal Eun Young.

Yoon Jin menatap Jae Yeol, kenapa?

Jae Yeol : Dia lebih muda dari dugaanku. Bukankah dia harus lebih cakap?

Yoon Jin : Sudah kuperiksa latar belakangnya.

Yoon Jin dihubungi ibunya.

Yoon Jin : Ya, Bu. Seharusnya aku menelepon Ibu lebih dahulu. Kabar Ibu baik? Rumah sakit?

Eun Young berjalan meninggalkan kediaman Yoon Jin. Sambil berjalan pulang, dia menghubungi Perawat Choi.

Eun Young : Perawat Choi, kita harus bertemu sekarang. Tadi kau bilang punya sesuatu untukku juga.

Eun Young pergi.

Tanpa dia sadari, Ji Ae mengawasinya. Ji Ae terus menatap Eun Young dari mobilnya.

Bersambung……..

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like