Secret Mother Eps 26 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Secret Mother Ep 26 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek Episode sebelumnya disini

Jung Wan menanyai seorang pria, sambil menunjukkan brosur pemakaman Cheongyeon.

Jung Wan : Saat Kang Hyun Chul tewas, brosur ini ditemukan di dekatnya.

Pria itu berkata, saat Hyun Chul mengunjunginya malam itu, mereka membahas soal tempat pemakaman Ye Eun.

“Karena dia masih kecil, kuusulkan tempat pemakaman alami. Dia bertanya kepadaku soal lokasi dan biayanya. Dia ingin putrinya beristirahat di tempat yang bagus.”

“Apakah dia menyinggung hal lain?”

“Katanya dia harus menelepon, jadi, aku meminjamkan ponselku.”

“Boleh kulihat nomor yang dia hubungi?”

Pria itu pun menunjukkan nomor yang dihubungi Hyun Chul memakai ponselnya.

Jung Wan langsung mencatat nomor itu.

“Apakah anda mendengar percakapan mereka?”

“Tidak, aku sedang merokok di luar.”

“Begitu. Terima kasih untuk waktu anda.”

Pria itu beranjak pergi.

Jung Wan mencocokkan nomor yang tadi dia catat dengan nomor di catatan yang diberikan Chi Yeol.

Lalu Jung Wan ingat kata-kata Chi Yeol tentang pemilik nomor itu.

Chi Yeol : Tetap saja tidak menemukan nama siapa pun. Perusahaan telekomunikasi juga bingung. Itu nomor pribadi. Tidak bisa dilacak juga.

Jae Yeol di ruangannya, menyalakan ponselnya yang satu lagi.

Dia melihat sebuah nomor dari daftar panggilannya, lalu mereset ponselnya.

Jung Wan kembali ke mobilnya sambil memikirkan Jae Yeol.

Jung Wan : Bukti bahwa ponsel itu ada pada Inspektur Han. Bukti bahwa dia berada di Rumah Sakit Chuncheon pada waktu kematian Kang Hyun Chul.

Lalu Jung Wan ingat saat Hyun Chul melabrak Jae Yeol karena tak terima kematian Ye Eun.

Hyun Chul : Han Jae Yeol, kau bedebah! Aku melakukan semuanya. Aku melakukan semua perintahmu. Kenapa putriku harus tewas?

Maka Jung Wan menghubungi Chi Yeol.

Jung Wan : Chi Yeol-ah, kirimkan pelat nomor mobil Inspektur Han.

Jung Wan pun ke RS Chuncheon. Bersama seorang dokter, dia mengecek nomor plat mobil yang masuk-keluar dari RS Chuncheon pada hari kematian Hyun Chul.

Tapi mobil Jae Yeol tidak ada di daftar itu.

Dokter : Kurasa mobil itu tidak masuk ke tempat parkir kami hari-hari itu.

Jung Wan pun terus mencari. Dia berhenti di depan gerbang RS Chuncheon dan mulai mengamati jalanan di depan RS.

Lalu dia pergi ke kantor administrasi di dekat RS.

Kemudian dia mengamati lagi jalanan di depan kantor dan menemukan kamera CCTV.

Hye Kyung pergi menemui Tae Hwan di kafe. Tae Hwan lah yang mengajaknya bertemu untuk yang terakhir kali.

Tae Hwan berterima kasih karena Hye Kyung sudah datang.

Hye Kyung tanya alasan Tae Hwan ingin bertemu.

Lah Tae Hwan tiba-tiba meminta maaf. Sontak Hye Kyung bingung, untuk apa.

Tae Hwan : Foto-foto itu. Aku yang mengirimnya.

Hye Kyung : Yoo Jin Hee adalah orang yang mengirimkan foto-foto itu ke…

Hye Kyung lalu ingat saat Jin Hee bilang dia tidak mengirimkan foto-foto itu ke Sung Hwan.

Hye Kyung kaget, kau yang mengirimkan foto-foto itu ke suamiku? Tega sekali. Bagaimana bisa kau melakukan itu? Aku bahkan menyuruhmu memastikan apakah Bu Kim yang mengirim. Kenapa? Kenapa kau melakukan itu kepadaku? Tidak mungkin karena aku membayarmu untuk pekerjaan ini. Apakah karena uang?

Tae Hwan pun berkata karena dia merindukan Hye Kyung.

Hye Kyung terkejut.

Tae Hwan : Saat anda bilang ingin berhenti menemuiku di taman itu, aku kesal dan mengirimkan foto-foto itu saat pikiranku sedang kalut. Awalnya tujuanku ingin memakai foto itu untuk memeras anda. Tapi setelah beberapa waktu, melihat wajah anda saja membuatku bahagia. Saat aku tahu anda memiliki masalah dengan suami anda, aku mengasihani anda. Itu membuatku sedih. Aku ingin membuat anda melupakan semua masalah itu meski cuma sebentar.

Hye Kyung : Aku tersenyum dan menangis di hadapanmu tanpa mengetahui bahwa kau yang melakukannya. Aku bodoh.

Tae Hwan : Maafkan aku, tapi aku sama sekali tidak menyesalinya. Saat bersama anda, aku bahagia. Anda memang seperti itu. Saat bersama dengan seseorang, anda membuat mereka merasa hangat dan bahagia. Jadi, aku berharap anda akan bahagia juga. Jangan menyesal usai anda kehilangan dia.

Hye Kyung berdiri, apa maksudmu?

Tae Hwan : Tunggu.

Tae Hwan beranjak pergi. Tak lama, Sung Hwan datang. Sung Hwan terkejut melihat Hye Kyung. Hye Kyung juga. Sung Hwan bilang dia datang karena disuruh oleh Tae Hwan.

Lalu pelayan datang membawakan mereka makan malam.

Sung Hwan mulai menuangkan wine ke gelas Hye Kyung.

Sung Hwan : Maafkan aku karena sudah bersikap picik.

Mereka bersulang. Tapi dengan kikuk.

Dari luar kafe, Tae Hwan memperhatikan mereka dengan tatapan sedih.

Yoon Jin tengah bersama pasiennya.

Yoon Jin : Akan kuresepkan obat. Cobalah dan kembali sepekan lagi.

Si pasien berterima kasih dan beranjak pergi.

Yoon Jin melirik teleponnya. Menunggu telepon Hyeon Joo. Karena teleponnya tak bunyi juga, Yoon Jin menghubungi pihak operator RS.

“Ini Kim Yoon Jin. Apakah mungkin meneruskan panggilan kantorku ke ponselku? Cuma selama di luar jam sibuk. Ya. Tolong lakukan itu untukku.”

Direktur Park dan Se Yeon membahas rencana pemecatan Yoon Jin dengan dua dokter senior.

Dokter2 itu bertanya, apa benar rumor yang mereka dengar selama ini. Mereka mendengar Yoon Jin berulah karena stres psikologis selama hari acara yayasan itu.

Mereka juga bilang ada banyak cerita soal Yoon Jin juga saat dia pingsan terakhir kali.

Se Yeon menunjukkan diagnosanya terhadap Yoon Jin.

Melihat diagnosa itu, kedua dokter itu merasa Yoon Jin tidak akan mampu melakukan tugas sebagai dirut.

Se Yeon : Kesimpulanku dia trauma karena pasiennya, jadi, hal itu jelas memengaruhi cara dia menangani calon pasiennya.

Direktur Park : Dokter Kim adalah keluargaku sebelum menjadi direktur utama di sini. Tolong jaga dan pastikan rumor soal pemecatannya tidak tersebar sampai rapat dewan.

Kedua dokter itu mengerti dan beranjak pergi.

Direktur Park menatap Se Yeon.

Direktur Park : Aku baru saja menimbulkan masalah. Kau penentu langkah berikutnya, jadi, perbaiki keadaan ini sebelum rapat dewan.

Se Yeon : Jangan cemas, Direktur Park.

Direktur Park : Ya, pertahankan kinerjamu.

Se Yeon keluar.

Direktur Park menerima telepon dari Joo Hee.

Direktur Park kaget, apa? Cerai? Kau yakin? Baiklah.

Yoon Jin pulang dan melihat ada dua tamu di rumahnya, sedang duduk dengan Jae Yeol.

Salah satu dari mereka mengenalkan diri.

“Aku Editor Lee Soo Jin dari “Happy Life”.”

“Begitu. Ada apa kemari?”

“Kami melakukan serangkaian wawancara terhadap pasangan suami istri dan ingin mewawancarai kalian. Aku ingin bicara empat mata jika memang memungkinkan.”

“Katanya dia ingin membahas ini denganmu.” ucap Jae Yeol.

“Kurasa kali ini tidak bisa. Sudah kukatakan di telepon dua hari lalu.” jawab Yoon Jin.

Jae Yeol berkeras mau wawancara.

Jae Yeol : Tapi dia sudah datang jauh-jauh. Mari tentukan tanggal. Mereka orang yang sama yang mewawancaraimu tahun lalu.

Yoon Jin : Maaf. Kami sedang tidak ingin diwawancara.

Yoon Jin masuk ke kamarnya.

Jae Yeol minta maaf pada kedua reporter itu.

Jae Yeol : Istriku banyak pekerjaan sekarang ini.

Jae Yeol menyusul Yoon Jin ke kamar. Lah dia malah memarahi Yoon Jin.

Jae Yeol : Dia sudah kemari jauh-jauh. Sikapmu tidak sopan.

Yoon Jin : Kubilang aku tidak mau melakukannya.

Jae Yeol : Tidak ada alasan menolaknya.

Yoon Jin : Seberapa jauh kau akan berusaha? Apakah kau tidak tahu kenapa aku langsung pergi tanpa mengatakan apa pun di acara sekolah Min Joon? Baiklah. Biar langsung kutanyakan saja. Apakah Kang Hyun Chul mendorong Kim Eun Young dari atap karena kau yang menyuruh? Aku menanyakan itu langsung. Kini kau bisa menjawabnya dengan jujur.

Jae Yeol kaget Yoon Jin tahu tapi dia menolak menjawab.

Jae Yeol : Ada orang di luar. Kita akan bicara lagi usai menyuruh mereka pergi.

Yoon Jin : Aku sudah melarangmu melakukan apa pun. Sudah kubilang diam saja tanpa melakukan apa pun.

Kedua reporter itu mau pergi, tapi Direktur Park datang.

Direktur Park : Ada yang bisa kubantu?

Reporter Lee : Kami reporter dari “Happy Life”. Kami datang untuk menjadwalkan wawancara Bu Kim dan Pak Han, tapi sepertinya lebih baik kami kembali nanti.

Direktur Park : Kalian sudah datang kemari. Kenapa pergi begitu saja?

Mereka lalu mendengar pertengkaran Jae Yeol dan Yoon Jin.

Jae Yeol : Sudah kubilang jangan lakukan apa pun demi kebaikan Min Joon. Bagaimana kmu akan mempertanggungjawabkan semua ini?

Kedua reporter langsung pergi.

Jae Yeol memberikan Yoon Jin surat cerai yang sudah dia tanda tangani.

Jae Yeol : Bukankah ini yang kau inginkan? Kau ingin aku tetap diam dan tidak melakukan apa pun selagi Kim Eun Young berkeliaran di rumah ini melakukan yang dia mau. Jika ini yang kau inginkan, aku akan melepaskan semuanya. Aku sudah berusaha demi kepentingan Min Joon. Aku sudah berusaha yang terbaik untuk memberikan yang kau mau. Tapi… Tapi sekarang aku tidak tahu apa lagi yang bisa kulakukan. Jika kau ingin menceraikanku terlepas dari soal pencarian Kim Hyeon Joo, tidak ada alasan untuk menunda hal ini. Ini hanya akan mempersulit kita.

Yoon Jin marah, berani sekali kau ingin kabur! Belum ada yang selesai. Berani sekali kau ingin kabur?

Yoon Jin merobek surat cerai itu.

Direktur Park masuk dan menampar Yoon Jin.

Jae Yeol marah, ibu!

Direktur Park : Ini soal affair remeh itu? Sampai kapan kau menyusahkannya untuk sesuatu yang sudah berlalu?

Jae Yeol : Keluar. Ini masalah kami!

Direktur Park : Ibu tahu keadaan kalian sulit, tapi tidak sadar seburuk ini. Apa yang kalian lakukan dengan orang-orang di luar itu?

Yoon Jin emosi, affair remeh itu?

Direktur Park : Ya, affair remeh itu.

Yoon Jin : Benar. Keadaan akan jauh lebih baik jika ini cuma soal affair remeh. Tapi bukan itu. Putriku tewas karena affair remeh itu!

Direktur Park : Putrimu? Min Ji bukan cuma putrimu saja. Kau tidak melihat suamimu di sini? Dia juga putrinya, cucu ibu, dan adiknya Min Joon. Kau pikir cuma kau yang menderita. Kau cuma memikirkan dirimu saja. Kenapa kau tidak memikirkan orang-orang di sekitarmu? Itulah alasan orang membicarakanmu.

Yoon Jin : Apa yang orang bicarakan tentang diriku?

Jae Yeol : Kalian berdua bisa bicara nanti.

Direktur Park : Orang bilang kau sudah gila karena perilakumu ini.

Jae Yeol : Bisa tolong hentikan?

Eun Young masuk dan membela Yoon Jin.

Eun Young : Jika berada di posisimu, aku juga tidak akan waras. Kenapa kau berdiri saja dan mendengarkan dia?

Eun Young membawa Yoon Jin pergi.

Jae Yeol marah, Kim Eun Young-ssi, apa yang kau lakukan!

Yoon Jin dan Eun Young bicara di taman.

Eun Young : Seharusnya dahulu aku juga menyeretnya seperti ini.

Yoon Jin : Kapan?

Eun Young : Saat aku tahu kakakku bekerja di bar untuk mencari uang demi membiayai kuliahku. Aku ingin menyeretnya keluar, tapi tidak bisa. Aku takut melihat sisi dirinya yang belum pernah kulihat.

Yoon Jin : Kau pasti selalu merasa ingin minta maaf kepada kakakmu.

Eun Young : Itulah alasanku berusaha keras mencarinya.

Yoon Jin : Tapi kenapa kau sempat mundur?

Eun Young : Karena ketakutan itu. Kau tahu, aku sangat… Aku sangat merasa bersalah soal ini, tapi kakakku sudah lama berhubungan dengan suamimu. “Siapa Kak Kim Hyeon Joo yang dahulu aku kenal?” Alih-alih merasa kesal dan membencinya, aku marah kepada diriku sendiri.

Yoon Jin : Tidak ada yang mengetahui isi pikiran orang lain yang sudah aku nikahi selama 10 tahun.

Eun Young : Kau sudah dikhianati oleh suamimu, tapi masih tampak tenang sekali.

Yoon Jin : Ibuku sangat menderita saat aku masih kecil. Bibiku mendadak meninggal karena kecelakaan dan ibuku hampir gila. Jadi, aku tidak ingin menunjukkannya. Saat merelakan Min Ji pergi, aku berusaha keras untuk tidak menangis.

Eun Young : Terkadang kau harus meluapkan perasaan.

Yoon Jin : Aku memilih untuk abai terhadap hal yang tidak ingin kuakui atau kuhadapi. Aku takut, jadi, aku menutup mata dan telingaku. Hanya karena aku tidak bisa melihat atau mendengar, kukira segalanya sempurna. Sekarang kesempurnaan palsu itu akhirnya terlucuti.

Ponsel Yoon Jin berbunyi. Dari nomor tak dikenal.

“Ini aku, Hyeon Joo.”

Sontak Yoon Jin kaget.

Hyeon Joon : Kumohon tolong aku.

Yoon Jin : Kau dimana?

Melihat itu, Eun Young pun sadar siapa yang menelpon. Dia merebut ponsel Yoon Jin.

Eun Young : kak Hyeon Joo?

Hyeon Joo : Aku tidak tahu aku di mana.

Telepon terputus.

Bersambung….

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

Jirisan Ep 16

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Jirisan Episode 16, Jika Kalian ingin melihat full recapnya tersedia lengkap di tulisan tulisan yang…
Read More

High Class Ep 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis High Class Episode 4, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini.…
Let Me Off The Earth Ep 3
Read More

Let Me Off The Earth Ep 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Let Me Off The Earth Episode 3, Untuk melihat spoiler-spoiler lengkap daftarnya ada di tulisan…