Secret Mother Eps 26 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Secret Mother Ep 26 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek Episode sebelumnya disini

Yoon Jin dan Eun Young pergi ke kantor Fix Data. Mereka menunjukkan foto Jae Yeol pada si empunya kantor. Si empunya kantor lantas bertanya, apa Eun Young seketarisnya.

Eun Young mengiyakan. Eun Young bilang dia disuruh mengambil flashdisk itu karena tertinggal di sana.

“Sudah kubilang kepadanya kemarin, butuh waktu dua hari. Flashdisk ini sebenarnya cacat, dan karena benturan dari luar, jadi, rusak parah. Aku harus membongkar memori kilat NAND-nya juga. jadi, mungkin butuh waktu beberapa hari lagi.”

“Boleh kami lihat flashdisk itu sebentar?”

“Tentu.”

Si empunya kantor menunjukkannya. Eun Young mencoba mengingat-ingat apa itu flashdisk yang di dapatnya dari pengawas Studio Rose. Tak lama kemudian, Eun Young ingat itu flashdisk yang sama. Melihat ekspresi Eun Young, Yoon Jin pun lemas. Dia beranjak keluar tanpa mengatakan apapun.

Eun Young memberikan si empunya kantor uang.

“Bisa hubungi aku lebih dahulu begitu selesai memperbaikinya? Tolong lakukan itu.”

“Tentu saja.”

Yoon Jin dan Eun Young di perjalanan kembali.

Yoon Jin : Ternyata kau benar. Aku paham kau ingin segera menangkapnya, tapi tahanlah sampai kita bisa memastikan klip video itu.

Eun Young : Pasti. Kita melakukan ini bukan cuma untuk mendapatkan lagi video itu.

Hwa Sook membawa Ji Ae menemui pengacara Lee.

Hwa Sook bilang pada Pengacara Lee ternyata suaminya yang selingkuh, bukan suaminya tapi suami Ji Ae.

Ji Ae langsung memelototi Hwa Sook.

Hwa Sook : Aku sudah salah sangka dan kemari untuk berkonsultasi dengannya. Dia mengetahui semua hal.

Pengacara Lee bertanya, apa perceraian yang Ji Ae inginkan.

Ji Ae dengan tegas berkata dia ingin bercerai.

Ji Ae : Dia berselingkuh, jadi, aku wajib memberitahunya aku ingin bercerai, bukan?

Pengacara Lee : Benar. Tapi untuk bisa sepakat soal hak properti dan hak asuh, perjuangan anda tidak akan mudah.

Ji Ae : Aku yang akan membesarkan anak kami. Aku tidak butuh uang.

Hwa Soo memukul Ji Ae, apa maksudmu?

Hwa Sook memberitahu Pengacara Lee bahwa harta suaminya Ji Ae banyak karena suami Ji Ae pemilik perusahaan penyewaan. Tapi Ji Ae berkeras akan membesarkan Chae Rin sendiri dan tidak butuh harta Byung Hak.

Pengacara Lee : Anda tidak seharusnya bereaksi seemosional itu. Mungkin anda menikah karena fantasi, tapi anda harus realistis jika ingin bercerai. Anda harus membuat rencana mendetail setidaknya demi kepentingan anak dan anda sebagai ibunya. Kuusulkan melakukan itu dahulu sebelum menuntutnya.

Byung Hak ke rumah selingkuhannya, membawa beberapa belanjaan. Dia melihat ada kotak berukuran sedang bertuliskan ‘art printing’ di dekat pintu.

Melihat itu, Byung Hak bertanya-tanya, apa selingkuhannya tak ada di rumah.

Byung Hak memencet bel, tapi karena tak ada yang membuka pintu, Byung Hak pun akhirnya masuk sendiri.

Byung Hak membawa belanjaannya beserta kotak itu ke dalam. Dia menaruh semuanya di atas meja, lalu membuka kotak itu.

Isinya, setumpuk sertifikat penghargaan.

Byung Hak : Ini semua apa? Kenapa dia membuat semua ini?

Si pelakor datang dan terkejut melihat sertifikat itu ada di tangan Byung Hak. Byung Hak meminta penjelasan soal sertifikat itu.

Si pelakor mendekat dan membuat penjelasan.

“Bagaimanapun, Seung Hoon akan memenangkannya, jadi, kutunjukkan itu kepadanya agar dia termotivasi.”

“Dia baru kelas dua, tapi ini untuk anak kelas enam.”

“Aku mengatakan yang sebenarnya. Seung Hoon sudah melakukannya dengan baik, tapi dia harus lebih baik lagi di masa mendatang. Jadi, aku membuatkan itu untuk memotivasinya secara langsung. Cuma untuk motivasi.”

“Kau yakin?”

“Tentu saja. Kau tidak percaya kepadaku? Kau tahu betapa keras upayaku untuk pendidikannya. Itu belum semua. Aku membuatkan sup ayam dengan herba obat untukmu. Kau tidak tahu, bukan? Cepat cuci tanganmu.”

Si pelakor beranjak menuju dapur sambil mengirimi pesan untuk seseorang.

Tiba-tiba, seorang pria masuk membawa belanjaan.

“Sudah kubilang untuk naik bersama. Kenapa kau…”

Dan pria itu terkejut melihat Byung Hak.

“Siapa kau?”

“Begini, aku kemari untuk mengantar barang. Akan kutaruh di sini.”

Pria itu mau pergi tapi langsung ditarik Byung Hak.

“Tidak ada kurir yang mengetahui kode sandi rumah pelanggan mereka! Siapa kau sebenarnya?”

Byung Hak mau menghajar pria itu tapi dicegah si pelakor.

“Ada apa denganmu? Pikirkan tekanan darahmu.”

Dan pria itu kabur.

Byung Hak marah besar, selama ini kau menipuku dan membawa berandal muda itu ke rumah ini! Penghargaan itu bohong juga, bukan? Teganya kau mengkhianatiku begini! Buang sampah itu dari rumahku!

Byung Hak menurunkan piagam penghargaan Seung Hoon dari dinding tapi tiba-tiba, dartingnya kumat.

Byung Hak berakhir di RS. Si pelakor menemani Byung Hak.

Byung Hak bangun, aku tidak ingin melihat wajahmu. Pergilah.

Si pelakor bilang hanya Byung Hak yang dia punya.

“Astaga, aku enggan mendengar semua omong kosongmu! Keluarkan semua barangmu dari rumahku lalu bawakan hasil tes DNA-ku dan Seong Hoon.”

Ji Ae datang.

Ji Ae kesal melihat si pelakor.

Ji Ae : Ini tidak serius. Kenapa kau harus menghubungi kami berdua?

Byung Hak mengusir si pelakor.

Setelah itu, Ji Ae mendekati Byung Hak. Dia memberikan surat cerai pada Byung Hak.

Byung Hak kaget.

Byung Hak : Chae Rin eomma, maafkan aku untuk semuanya.

Ji Ae : Kenapa? Dukunglah putramu yang pintar itu dan hidup bahagia selagi melihat semua penghargaan yang dia menangkan.

Ji Ae pergi.

Byung Hak mau mengejar Ji Ae tapi dihalangi perawat. Perawat bilang Byung Hak masih harus menjalani beberapa tes.

Hwa Sook dan Seung Soo di bank.

Teller menjelaskan bahwa Seung Soo mengambil pinjaman hipotek sampai jumlah maksimal.

“Dia setuju melunasi dalam 7 tahun dengan masa tenggang tiga tahun.”

“Jika aku meninggalkan apartemenku dan melunasi sebagian pinjaman dengan deposit itu…” ucap Seung Soo.

“Pelunasan cepat tidak akan menyelesaikan semuanya. Ada penalti untuk pelunasan lebih awal.” jawab Hwa Sook.

Hwa Sook lalu tanya, berapa penalti pelunasan lebih awal.

“0,7 persen.”

Seung Soo memberitahu teller bahwa Hwa Sook dulunya bekerja di bank.

Hwa Sook : Bisa periksa apakah dia mengambil pinjaman jenis lain?

Seung Soo : Tidak ada lagi.

Hwa Sook menatap galak Seung Soo. Si teller langsung memeriksa.

Hwa Sook pun teringat masa lalunya saat Seung Soo datang menjemputnya di tempat kerja.

Flashback…

Hwa Sook tampak keluar dari bank, tempat dia bekerja. Dia terlihat lelah. Lalu dia dikejutkan dengan kedatangan Seung Soo.

Seung Soo : Hari yang sulit lagi di tempat kerja?

Hwa Sook : Ya, aku menjajakan pinjaman seharian ini karena ada evaluasi kinerja. Tangan dan punggungku sakit. Suaraku bahkan sekarang serak.

Seung Soo : Kau berharap bisa keluar, bukan?

Hwa Sook : Ya. Aku ingin menjadi ibu rumah tangga, tapi kita butuh uang lebih untuk membesarkan Ji Ho.

Seung Soo : Keluar saja. Aku akan mengurus semuanya.

Seung Soo memberikan Hwa Sook sebuket bunga.

Seung Sook : Hwa Sook, kau bisa keluar dari pekerjaan dan tinggal di rumah selagi melihat bunga uang.

Hwa Sook : Apa maksudmu?

Seung Soo : Tiga tahun lalu, aku berinvestasi di saham asing. Harganya sudah naik 20 kali lipat. Kau tidak perlu menjadi ibu pekerja lagi.

Hwa Sook kaget, benarkah?

Hwa Sook senang, itu bagus, Sayang! Jika aku menjadi ibu rumah tangga, akan kubesarkan Ji Ho dengan baik.

Hwa Sook memeluk Ji Ho. Mereka berteriak2 kegirangan di pinggir jalan.

Flashback end…

Hwa Sook tertawa mengingat semua itu.

Si teller menyadarkannya dari lamunannya.

“Untungnya, dia tidak mengambil pinjaman lain.”

Hwa Sook dan Seung Soo beranjak.

Seung Soo : Sudah kubilang aku tidak mengambil pinjaman lain dari bank ini. Aku terlalu tamak. Seharusnya aku tidak mengambil pinjaman itu untuk investasi.

Hwa Sook : Tidak ada gunanya menyesali masa lalu. Yang penting itu memikirkan rencana.

Seung Soo : Kita harus mendaftarkan lagi pernikahan kita dan kembali bersama. Aku akan pindah dari apartemenku.

Hwa Sook : Tetaplah di sana untuk sekarang.

Seung Soo : Aku mengambil pinjaman hipotek dan pinjaman pribadi. Untuk melunasinya, kita harus menjual rumah. Mari kembali hidup bersama dan pindah ke…

Hwa Sook : Kau tidak dengar? Tetap di sana untuk sekarang. Tetap di sana sampai aku memikirkan rencana.

Bersambung ke part 2…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

Hometown Cha-Cha-Cha Ep 5

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hometown Cha-Cha-Cha Episode 5, Jika Kalian ingin melihat full recapnya tersedia lengkap di tulisan tulisan…
Read More

Red Shoes Ep 72 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 72 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…
Read More

Idol: The Coup Ep 6

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Idol: The Coup Episode 6, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang…
Penthouse Ep 18 Part 1
Read More

Penthouse Ep 18 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Penthouse Episode 18 Part 1, Simak bagian yang lalu pada link Episode sebelumnya baca di…