Secret Mother Eps 24 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Secret Mother Ep 24 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek Episode sebelumnya disini

Yoon Jin meminta barang2 Hyun Chul pada perawat yang bertugas di meja resepsionis. Ini kayaknya perawat yang ditanyai Jung Wan tadi malam, sebelum Hyun Chul tewas. Perawat menunjukkan barang2 Hyun Chul.

“Karena keadaannya tidak baik, dia tidak punya banyak barang di kamar rumah sakit.”

Yoon Jin melihat barang2 Hyun Chul. Dia melihat foto Hyun Chul dan Ye Eun.

Lalu Yoon Jin melihat ponsel Hyun Chul. Dia mau mengambilnya. Untuk mengalihkan perhatian perawat, dia terus mengajak si perawat mengobrol tapi tetap saja tak punya kesempatan untuk mengambil ponsel Hyun Chul.

Yoon Jin bertanya, apa Hyun Chul punya anggota keluarga lain. Si perawat bilang tidak ada siapa pun di rumah duka.

“Putrinya dirawat di rumah sakit dalam waktu lama, tapi hampir tidak ada yang menjenguk. Karena dia ditangkap, pemakaman tidak bisa dilanjutkan. Kasihan sekali.”

Yoon Jin melihat ponsel Hyun Chul. Lalu seorang keluarga pasien datang, meminta perawat mengganti infus di kamar 207. Saat perawat sibuk meladeni keluarga pasien, Yoon Jin memakai kesempatan itu untuk mengambil ponsel Hyun Chul.

Si perawat lalu kembali pada Yoon Jin setelah selesai meladeni keluarga pasien tadi.

“Anda sudah memeriksa semuanya?”

“Sudah. Terima kasih.”

Yoon Jin bergegas pergi.

Sekarang di mobilnya, Yoon Jin tengah mendengarkan rekaman di ponsel Hyun Chul.

Dia syok. Kayaknya itu rekaman pembicaraan Jae Yeol dan Hyun Chul.

Yoon Jin ingin mendengar rekaman yang lain, tapi dia terlalu takut untuk itu.

Ponsel Yoon Jin kemudian berdering. Dia meraih tasnya dan mengambil ponselnya. Telepon dari Jae Yeol.

Jae Yeol : Nanti sore kau juga datang?

Yoon Jin : Ke mana?

Jae Yeol : Aku akan ke sekolah pukul 13.00.

Yoon Jin kaget, pergi ke mana?

Yoon Jin yang ketakutan, melarang Jae Yeol ke sekolah Min Joon.

Jae Yeol : Tadi pagi gurunya memastikan denganku. Aku akan pergi dahulu.

Panik, Yoon Jin bergegas ke sekolah Min Joon. Mungkinkah dia takut Jae Yeol melukai Min Joon? Kalau bener, fix mah ini Jae Yeol yang nabrak Min Ji.

Jae Yeol di kelas Min Joon sekarang, dia memakai seragam polisi.

Jae Yeol mengenalkan dirinya.

Jae Yeol : Halo. Senang berjumpa dengan kalian. Aku Han Jae Yeol, ayahnya Min Joon. Aku seorang polisi. Kalian tahu tugas polisi?

Min Joon tersenyum lebar menatap ayahnya.

Jae Yeol : Zaman sekarang, tugas polisi lebih banyak dan membantu orang yang mengalami kesulitan. Di sekolah kalian ini juga ada polisi yang bertugas. Jika kalian menghadapi kesulitan selama di sekolah, langsung beri tahu guru kalian Dengan begitu, guru kalian akan memberi tahu polisi dan kami akan berusaha menyelesaikan masalah kalian.

Yoon Jin datang dan terdiam melihat Jae Yeol dengan sorot mata sedih.

Lalu dia teringat rekaman tadi yang dia dengar dari ponselnya Hyun Chul. Benar saja! Itu rekaman pembicaraan Jae Yeol dan Hyun Chul.

Hyun Chul memberitahu Jae Yeol bahwa Eun Young ke Hotel Eastern.

Jae Yeol menyuruh Hyun Chul mengikuti Eun Young dan mengambil barang2 serta tas Eun Young.

Hyun Chul : Pada hari itu aku berusaha mengambil tasnya, tapi gagal.

Jae Yeol : Lantas? Kau tidak mau melakukannya? Bukankah kau butuh uang untuk operasi Ye Eun?

Hyun Chul : Bagaimana jika wanita itu terluka?

Jae Yeol : Jangan mencemaskan dia. Lakukan sesuai perintahku.

Hyun Chul : Kau menyuruhku melakukannya. Katamu jika aku memercayaimu, tidak akan terjadi hal buruk.

Jae Yeol : Biarkan mereka menangkapmu dahulu. Aku akan mengurus sisanya.

Hyun Chul : Bagaimana aku bisa memercayaimu?

Jae Yeol : Kau tidak memikirkan Ye Eun? Bukankah kau butuh uang untuk operasi Ye Eun? Jika kau bersedia ditangkap, aku akan bertanggung jawab dan melunasi sisa biaya operasi.

Jae Yeol selesai dengan pidatonya.

Min Joon lari memeluk Jae Yeol.

Jae Yeol yang tengah memeluk Min Joon, akhirnya melihat Yoon Jin di depan pintu. Yoon Jin juga menatap Jae Yeol. Tapi kemudian, dia beranjak pergi.

Yoon Jin ke kantor polisi, membawa ponsel Hyun Chul! Sepertinya dia mau melaporkan Jae Yeol! Bersamaan dengan itu, Jung Wan berlari ke arah pintu keluar sambil membaca dokumen. Yoon Jin yang tengah kalut, berlari ke dalam dan menabrak Jung Wan. Ponsel Hyun Chul yang dipegangnya pun jatuh saat dia menabrak Jung Wan.

Seisi kantor polisi kaget. Kepala Park berdiri dari duduknya dan bertanya ada apa. Dia memberitahu Yoon Jin bahwa Jae Yeol sedang pergi. Yoon Jin terdiam.

Jung Wan mengambil ponsel Hyun Chul di lantai dan mengembalikannya ke Yoon Jin tanpa tahu itu ponsel siapa.

Jung Wan : Anda baik-baik saja?

Yoon Jin : Tidak apa-apa.

Yoon Jin pun beranjak pergi.

Jung Wan menyusul Yoon Jin. Dia melihat Yoon Jin di mobil, tengah menangis.

Ya, Yoon Jin menangis menatap ponsel Hyun Chul.

Jung Wan lalu teringat kata-kata Yoon Jin saat mereka bertemu di taman. Buat yang lupa, ini scenenya pas Jung Wan lagi memeriksa keaslian video Eun Young. Sementara Yoon Jin lagi melihat Eun Young yang dia sembunyikan di vila wakil direktur. Terus pas Jung Wan udah tahu itu video editan, Jung Wan dihubungi Yoon Jin dan mereka bertemu di taman.

Yoon Jin : Jika ingin tahu apa yang ada di bawah permukaan air tenang, kita harus melompat ke dalamnya, bukan?

Jung Wan pun kembali ke dalam kantornya. Dia tak mau mengganggu Yoon Jin yang lagi terluka.

Eun Young di panti asuhan. Direktur Lee menunjukkan foto di koran lama pada Eun Young.

Di koran itu, ada artikel tentang ulang tahun Panti Asuhan Dongbaek yang ke-20. Dan ada foto-foto di sana. Dan salah satu dari foto-foto itu, adalah foto Jae Yeol dan Hyeon Joo!

Eun Young kaget, apa ini?

Direktur Lee : Pria di samping Hyeon Joo. Dia bekerja di kantor polisi di Busan.

Eun Young melihat tanggal koran itu diterbitkan. Tanggal 18 Mei 2005.

Sontak Eun Young tambah kaget.

Eun Young : 2005… Kalau begitu, berapa lama mereka saling mengenal?

Direktur Lee : Selagi mengencani Hyeon Joo, kudengar dia menikahi wanita dari keluarga baik-baik. Aku menyuruh Hyeon Joo melupakannya, tapi tidak tahu jika mereka tetap saling bertemu. Saat bertemu dengan dokter itu, kupikir aku mengenalinya. Dia ada di majalah yang disimpan oleh Hyeon Joo. Dengan cara itulah aku mengenalinya. Dia suaminya dokter itu, bukan?

Eun Young : Kenapa kakak bertahan begitu lama?

Direktur Lee : Menurutmu bagaimana perasaannya? Selain tidak punya apa-apa, dia juga kehilangan kekasihnya. Mungkin itu penyesalan seumur hidupnya. Jika dengan pemikiran itu dia melakukan hal buruk kepada anak mereka, masuk akal jika dia bersembunyi di suatu tempat. Aku tidak mau berpikir seperti itu, tapi…

Eun Young : Selama ini aku berpegang pada keyakinanku bahwa dia tidak mungkin melakukannya dan pasti ada kesalahpahaman, tapi bersikeras soal itu bukanlah solusinya. Jika dia terluka dalam waktu lama, mungkin saja dia sudah merencanakan semua ini.

Eun Young menghela nafas, entah apa lagi yang harus kulakukan.

Direktur Lee : Kau sudah cukup berjuang. Kau harus menjalani hidupmu. Saat situasinya sudah tenang Hyeon Joo juga akan menampakkan dirinya.

Eun Young duduk di taman, di tempat dia dan kakaknya biasa menghabiskan waktu. Eun Young menatap kalung pemberian sang kakak dan memikirkan kata-kata Direktur Lee tadi.

Eun Young menoleh ke sampingnya dan teringat kenangannya bersama sang kakak.

Hye Kyung ke kantor polisi. Dan dia melihat Sung Wan dan Tae Hwan duduk di sana dengan wajah babak belur dan hidung disumbat tisue karena berdarah.

Tae Hwan senang melihat Hye Kyung, Bu Kang.

Sung Hwan marah, kenapa kau menyapa istriku!

Tae Hwan : Aku tidak boleh memanggilnya dengan “Bu Kang”?

Sung Hwan : Astaga, kau…..!

Hye Kyung : Yeobo.

Pertengkaran mereka berhenti.

Sung Hwan : Maaf sudah membuatmu kemari. Aku melakukan kesalahan besar.

Hye Kyung memarahi Tae Hwan, kau membuatnya melakukan ini? Kau membuat wajah suamiku menjadi seperti ini?

Tae Hwan : Aku…

Hye Kyung membenarkan kacamata Sung Hwan.

Hye Kyung : Dia terlihat sangat kesakitan. Astaga, hidungmu pasti patah. Kacamatanya tidak bisa menempel.

Sung Hwan : Selama ini hidungku memang begini.

Tapi kemudian Sung Hwan meringis sambil memegangi hidungnya. Dia membenarkan perkataan Hye Kyung kalau hidungnya mungkin patah.

Hye Kyung : Hidungnya berdarah.

Tae Hwan : Hidungku juga berdarah.

Hye Kyung : Ini pasti karena aku. Kalian bertengkar karena aku?

Polisi memanggil Hye Kyung, anda wali mereka?

Hye Kyung : Ya, aku istrinya Jung Sung Hwan.

Polisi menjelaskan kalau keduanya melakukan penyerangan.

Hye Kyung : Maafkan aku. Ada alasan atas penyerangan itu.

Polisi bilang, penyerangan itu dua lawan satu.

Hye Kyung : Dua lawan satu?

Polisi menunjuk ke arah pria berbadan besar yang duduk di kursi di depan Tae Hwan dan Sung Hwan.

“Dia duduk di sebelah meja mereka di bar. Jung Sung Hwan dan Min Tae Hwan yang memulai pertengkaran, tapi mereka yang terluka. Jadi, kurasa anda harus membuat kesepakatan.”

Hye Kyung melirik pria itu.

“Jadi, mereka berdua tidak saling melawan, tapi dipukul olehnya?”

“Ya.”

Hye Kyung menatap galak keduanya.

Hye Kyung keluar dari kantor polisi dengan wajah kesal.

Sung Hwan dan Tae Hwan mengikutinya. Hye Kyung berbalik, menatap mereka. Keduanya langsung memalingkan muka.

Hye Kyung : Kenapa kalian memanggilku? Kalian bisa membuat kesepakatan sendiri.

Hye Kyung beranjak pergi.

Sung Hwan memperingatkan Tae Hwan, agar tak muncul lagi di depannya.

Lalu Sung Hwan pergi mengejar Hye Kyung.

Tae Hwan memperhatikan mereka dengan tatapan sedih.

Di rumah, Hye Kyung ngasih obat ke Sung Hwan. Tapi melihat Sung Hwan yang kesulitan, akhirnya Hye Kyung mengobati luka di wajah Sung Hwan.

Melihat Hye Kyung, Sung Hwan mau memegang wajah Hye Kyung tapi ponsel Hye Kyung keburu bunyi, membuat Sung Hwan dan mengalihkan tangannya ke arah lain.

Hye Kyung mau pergi.

Sung Hwan : Pesan dari Pak Min?

Hye Kyung : Bukan.

Sung Hwan : Pesan itu dari dia. Kenapa? Katanya dia lebih terluka?

Hye Kyung : Kenapa kau menemui dia?

Sung Hwan : Andai kau tidak pulang diantar oleh dia dalam keadaan mabuk, aku tidak mungkin menemuinya.

Hye Kyung : Aku sungguh tidak tahu itu dia.

Hye Kyung yang kesal, akhirnya mengakui itu salahnya dan dia menyesal.

Hye Kyung : Aku bersalah.

Sung Hwan : Itu permintaan maaf? Aku tidak mengatakan apa pun, tapi kau…. Aku bersedia membiarkannya. Seharusnya kau berterima kasih, tapi sikapmu berkata lain.

Hye Kyung yang kesal, beranjak pergi.

Ji Ae tidur dengan Chae Rin. Tapi Ji Ae tak bisa tidur karena teringat perslengkian Byung Hak. Dia kesal.

Hwa Sook masih menghitung kerugian mereka.

Lalu dia teringat saat dia memilih strategi perceraian palsu agar bisa menyekolahkan Ji Ho dengan jalur khusus.

Hwa Sook : Benar. Kita selalu bisa membuat strategi baru. Aku akan membuat strategi ujian masuk dan strategi pemulihan itu berhasil. Tapi kenapa aku merasa sesak?

Hye Kyung pergi keluar dan bertemu Ji Ae.

Hye Kyung : Chae Rin eomma, kau mau kemana selarut ini?

Ji Ae : Aku perlu berjalan-jalan karena banyak makan saat makan malam. Bagaimana denganmu?

Hye Kyung : Aku hendak jalan-jalan karena suka udara di malam hari.

Hwa Sook datang, aku ikut. Aku harus berolahraga…

Tapi kemudian Hwa Sook mengaku kalau dia keluar rumah karena kesal.

Ji Ae : Saat kita marah, minum bir adalah solusi terbaik.

Hye Kyung dan Hwa Sook kaget menatap Ji Ae.

Ji Ae : Karena sekarang sudah larut, kita harus jalan-jalan saja.

Ji Ae beranjak duluan. Tapi Hwa Sook dan Hye Kyung setuju ide Ji Ae.

Ketiga emak-emak itu minum-minum di taman.

Hye Kyung : Aku tidak pernah minum-minum di rumah. Aku takut akan mendatangi rumah suamiku saat mabuk.

Hwa Sook dan Ji Ae kaget.

Hwa Sook Rumah suamimu?

Ji Ae : Benar, bukan? Rumah itu di depan rumahnya.

Hye Kyung : Sudah satu tahun sejak kami mulai tinggal terpisah.

Hwa Sook : Aku tidak tahu kau mengalami masalah itu. Kau tahu, belakangan ini nilai anak-anak mencerminkan martabat para ibu. Karena Soo Min menjadi murid terbaik tahun ini, kupikir hidupmu juga pasti yang terbaik. Tidak kusangka kau mengalami masalah.

Hye Kyung : Aku menyuruh Soo Min belajar sebab hanya itu yang bisa kulakukan. Aku membaca dan menyelesaikan soal bersamanya seakan-akan aku belajar dan menjemputnya dari sekolah. Saat sibuk seperti itu, aku tidak lagi merasa kesepian.

Ji Ae : Aku mengerti. Aku menyuruh Chae Lin giat belajar karena jika dia berhasil, orang-orang tidak akan membahas masa lalu atau pekerjaanku. Aku ingin mengubah statusku dari Song Ji Ae di masa lalu menjadi ibunya Chae Lin yang putrinya pandai belajar. Tapi suamiku tidak memahamiku dan dia…

Hwa Sook ngasih tahu Hye Kyung kalau Byung Hak selingkuh.

Hye Kyung kaget, lalu dia membuka satu kaleng bir lagi dan memberikannya ke Ji Ae.

Ji Ae : Hwa Sook-ah, kau tidak sungguh bercerai, bukan?

Hwa Sook : Semua orang pasti sudah tahu. Itu hanya demi dokumen. Aku ingin putraku menjalani kehidupan yang lebih baik daripada aku. Kini anak berkuliah berdasarkan nilai mereka di kelas 3 SD. Segiat apa pun belajar, mereka tidak bisa mengubah hidup mereka seperti kita. Tapi strategiku agak ekstrem.

Hye Kyung : Kau memanfaatkan status ibu tunggalmu demi kepentingan Ji Ho?

Hwa Sook : Itulah sebabnya aku hampir kehilangan semuanya.

Ji Ae : Sudah lama sejak kita mengutarakan perasaan kita. Saat bertemu sebagai orang tua, kita ibunya seseorang.

Hwa Sook : Sulit untuk berkata jujur. Aku ingin tahu bagaimana kabar Yoon Jin. Dia berbeda dengan kita dan tidak bisa bebas berbicara. Tapi sekalipun aku menanyakan masalahnya dengan Bu Kim, dia tidak akan memberitahuku. Dia tetap menutup diri. Itu hanya akan membuatnya makin kesulitan.

Bersambung ke part 2…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Bad and Crazy Ep 6

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Bad and Crazy Episode 6, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang…