Secret Mother Eps 17 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Secret Mother Ep 17 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek Episode sebelumnya disini

Hwa Sook duduk di ranjangnya dengan tatapan tajam. Tak lama, Seung Soo masuk, membawakannya segelas air putih dan obat.

Seung Soo : Hwa Sook-ah, minum ini dan tenangkan dirimu.

Tapi Hwa Sook memasukkan obat itu ke mulut Seung Soo.

Hwa Sook : Kurasa kau juga harus minum ini, Sekretaris Yoon.

Seung Soo cengengesan.

Seung Soo : Tapi aku tidak berselingkuh.

Hwa Sook menatap tajam Seung Soo.

Hwa Sook : Kenapa kau keluar masuk rumah Ji Ae? Kau mengerjakan apa di sana sebagai sekretaris suaminya?

Seung Soo : Astaga, bukan apa-apa. Pak Lee sudah tidak muda. Aku cuma mampir di rumah mereka, membantu istrinya sebagai tukang. Seperti kerja sukarela saja.

Hwa Sook : Bagaimana dengan rumah di Jamsil?

Seung Soo kaget Hwa Sooh tahu, apa? Bagaimana kau tahu soal itu?

Hwa Sook : Itu tidak penting.

Ponsel Seung Soo berbunyi.

Seung Soo meraih ponselnya.

Tapi Hwa Sook melarang Seung Soo melihat ponsel.

Seung Soo mengatakan itu pesan spam.

Hwa Sook tidak percaya dan memeriksa ponsel Seung Soo.

Ada pesan masuk dari Byung Hak.

Byung Hak : Sekretaris Yoon, kau harus merahasiakan rumah di Jamsil.

Hwa Sook memelototi Seung Soo, apa dia tahu rahasiamu?

Panic, Seung Soo mengalihkan pembicaraan.

Seung Soo : Astaga, Ji Ho bisa bangun.

Hwa Sook : Kau juga tidak butuh uang. Kenapa kau bekerja dengannya sebagai sekretaris…

Hwa Sook lalu menyadari sesuatu, yeobo, kau kehilangan sahammu?

Seung Soo kaget Hwa Sook bisa tahu.

Seung Soo masih bohong, aku tidak yakin.

Seung Soo beranjak ke pintu.

Seung Soo : Baik, aku akan pulang dan memeriksanya. Kita bicara lagi nanti setelah aku memeriksanya.

Hwa Sook : Chagiya, stop.

Seung Soo pun menatap Hwa Sook.

Hwa Sook mulai berdiri dan menatap tajam Seung Soo.

Seung Soo makin panic, aku harus memastikannya dahulu. Kita bicarakan lagi nanti.

Saat Hwa Sook beranjak ke arahnya, dia pun membuka pintu. Ji Ho muncul sambil ngucek-ngucek matanya.

Ji Ho : Aku mendengar suara ayah. Apakah ini mimpi lagi?

Hwa Sook menatap galak Seung Soo dibalik pintu. Dia menyuruh Seung Soo sembunyi.

Tapi Seung Soo nya malah menunjukkan dirinya di depan Ji Ho.

Seung Soo menggunakan kesempatan itu untuk menghindari amukan Hwa Sook.

Seung Soo lalu membawa Ji Ho pergi. Hwa Sook cuma bisa menatap Seung Soo dengan kesal.

Hwa Sook : Menimbang reaksinya saat melihat Ji Ae, kurasa dia memang tidak berselingkuh dengannya. Lantas ada apa dengan rumah di Jamsil itu?

Ji Ae melemparkan gaun merahnya ke kasur. Byung Hak sewot melihat gaun merah itu rusak.

Byung Hak : Tidak. Aku menghabiskan banyak uang untuk membeli gaun-gaun ini. Sangat mahal. Bagaimana bisa kau merusaknya padahal baru sekali memakainya?

Ji Ae : Ada promo beli satu gratis satu. Masih ada satu lagi. Kita bisa buang yang ini.

Byung Hak : Kau tahu betapa mahalnya gaun ini?

Ji Ae : Katakan yang sebenarnya. Kau memangkas pengeluaran pendidikan Chae Rin bukan karena keuanganmu sedang seret. Kenapa kau membeli dua gaun mahal yang persis sama dan kenapa Hwa Sook bisa memakai gaun yang satunya?

Byung Hak : Itu… Aku menghadiahkannya kepada Sekretaris Yoon. Dia melakukan banyak hal selagi aku pergi. Jadi, kuberikan gaun itu sebagai ucapan terima kasihku.

Ji Ae : Lalu ke mana lagi dia biasa bekerja selain di sini?

Byung Hak keceplosan, kau menyuruhnya membuang sampah tiap kali dia datang. Juga memperbaiki leding dan membersihkan kamar mandi. Kau menyuruhnya melakukan banyak pekerjaan. Dia selalu lelah.

Ji Ae : Siapa? Yang dia lakukan untukku cuma memindahkan pot bunga dan mengantarkan pakaian. Sebenarnya siapa yang menyuruhnya melakukan hal yang kau sebut tadi?

Byung Hak yang sadar keceplosan, mengganti topic pembicaraan.

Byung Hak : Apa yang sudah kau lakukan sampai harus berakhir di sel? Apa yang terjadi pada gaun ini?

Ji Ae : Apakah ini penting sekarang? Semua terjadi karena aku berkelahi akibat gaun ini.

Ji Ae beranjak pergi.

Setelah Ji Ae pergi, Byung Hak menelpon Seung Soo.

Seung Soo sendiri di kamar Ji Ho. Dia duduk, menjawab telepon Byung Hak, disamping Ji Ho yang sudah tidur.

Byung Hak : Sekretaris Yoon, kenapa kau tidak membalas? Jangan pernah memberi tahu siapa pun soal rumahku di Jamsil.

Seung Soo : Tapi aku tidak bisa menjamin sanggup merahasiakannya. Aku lebih takut kepada istriku dibandingkan dengan…

Seung Soo langsung pura-pura tidur pas mendengar suara pintu dibuka.

Hwa Sook membuka pintu dan melihat Seung Soo sudah tidur dengan Ji Ho.

Hye Kyung dan Sung Hwan di taman. Tapi mereka tak saling bicara.

Sung Hwan yang mulai lelah, berniat pergi. Tapi ditahan Hye Kyung.

Hye Kyung : Tadi itu soal apa? Soal memanggil Yoo Jin Hee untuk diselidiki.

Sung Hwan : Kenapa tiba-tiba kau ingin tahu soal aku? Jangan mencemaskan hal itu.

Sung Hwan mau pergi tapi lagi dan lagi ditahan Hye Kyung.

Sung Hwan pun akhirnya duduk lagi.

Sung Hwan : Sudah setahun sejak terakhir kau menanyakan apa pun soal diriku. Aku melaporkan Yoo Jin Hee karena dia menguntitku.

Sung Hwan memberikan surat aduannya pada Hye Kyung.

Hye Kyung kaget, apakah dia penguntit?

Sung Hwan : Kuakui aku memang melakukan kesalahan tahun lalu. Dia memanfaatkan itu untuk menjatuhkanku dan mengancam akan melaporkannya ke perusahaan jika aku tidak memberi nilai tinggi dalam evaluasi pegawai. Dia terus menemuiku. Kudengar dia juga mendekatimu.

Hye Kyung : Kenapa baru memberitahuku sekarang?

Sung Hwan : Kau selalu enggan mendengarkanku. Sejak kita mulai tinggal terpisah, menatap mataku saja kau tidak mau. “Maaf, itu salah paham.” “Hanya terjadi sekali.” Aku berulang kali mengatakan itu kepada diriku. Kau tidak perlu memercayaiku.

Sung Hwan mau pergi tapi dia masih ditahan Hye Kyung.

Hye Kyung : Soal foto itu.

Sung Hwan : Hye Kyung-ah, aku tidak pernah melihat hal semacam itu.

Hye Kyung terdiam. Sung Hwan lalu beranjak pergi.

Seorang pria masuk ke dalam ruangan tempat Eun Young dirawat.

Pria itu lantas mencekik Eun Young.

Dan pria itu, adalah Han Jae Yeol!

Yoon Jin terbangun. Itu hanya mimpi Yoon Jin.

Yoon Jin lalu menatap Min Joon yang tidur disampingnya.

Yoon Jin tidur di kamar Min Joon.

Yoon Jin kemudian bangkit dari kasur dan beranjak keluar.

Dia membuka pintu kamarnya dan menatap Jae Yeol yang tidur dengan tatapan marah.

Lalu Yoon Jin kembali menutup pintu kamarnya.

Jae Yeol membuka matanya.

Bersambung….

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like