Secret Mother Eps 13 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Secret Mother Ep 13 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek Episode sebelumnya disini.

Yoon Jin menemui Hyun Chul sendirian. Hyun Chul bilang, entah apa yang diberikannya akan memberi petunjuk atau tidak, tapi dia memungut barang itu di tempat Min Ji kecelakaan pada hari itu.

Yoon Jin terkejut. Hyun Chul melemparkan tas kecilnya ke Yoon Jin.

Hyun Chul : Semoga kau menemukannya. Meski aku memang tidak berhak berkata begitu. Maaf.

Hyun Chul mengambil amplop di tas Yoon Jin dan langsung pergi.

Bersamaan dengan itu, Jung Wan datang sambil berlari dan menabrak Hyun Chul.

Sontak, uang yang di amplop beserakan keluar.

Begitu melihat uang itu, Jung Wan pun sadar siapa yang ditabraknya.

Hyun Cheol terkejut melihat yang ditabraknya Jung Wan.

Hyun Cheol menggerutu, sial! Hyun Cheol pun kabur.

Jung Wan langsung mengejar Hyun Cheol.

Hyun Cheol menaiki keretanya. Dia bergegas, melajukan keretanya. Tapi dia hampir ditabrak oleh mobil yang tiba-tiba datang. Ternyata mobil Chi Yeol.

Jung Wan menyuruh Chi Yeol mengikuti Hyun Cheol.

Yoon Jin melihat isi tas yang diberikan Hyun Chul.

Dia terkejut, isinya sepatu wanita.

Ponsel Yoon Jin berbunyi. Telepon dari Jung Wan.

Yoon Jin pun lari menghampiri Jung Wan.

Yoon Jin : Kau mengenal pria yang barusan ada di sini?

Jung Wan : Dia saksi, bukan?

Yoon Jin mengangguk.

Jung Wan : Sudah kuduga pasti bedebah itu.

Yoon Jin : Kau sudah tahu?

Jung Wan : Aku melewati lokasi kecelakaan itu tahun lalu karena Kang Hyun Chul. Ada laporan pencurian mobil dan aku mengejarnya.

Yoon Jin : Kau juga mengira dia saksi? Dia pasti menyaksikan seseorang.

Jung Wan : Dia sedang diburu, akan sulit mendapat kesaksiannya sampai dia ditahan.

Jung Wan lalu tanya, apa Yoon Jin mendapatkan bukti dari Hyun Chul.

Yoon Jin terdiam.

Jung Wan dihubungi Chi Yeol.

Jung Wan : Ada apa? Kau menangkapnya?

Chi Yeol : Dia menghilang. Mobil patroli di Jembatan Yeongdong mulai melacaknya. Mereka bergerak ke arah kami.

Jung Wan : Baik, terus kabari aku.

Yoon Jin lantas pamit. Jung Wan tanya, apa Yoon Jin yakin bisa menyetir sendiri. Yoon Jin mengangguk, lalu pergi.

Setelah Yoon Jin pergi, Jung Wan juga pergi tapi kemudian dia melihat Eun Young berdiri di tepi jalan.

Jung Wan ingat CV Eun Young. Jung Wan lalu melihat Eun Young menaiki taksi.

Jung Wan pun bergegas mengikuti Eun Young.

Yoon Jin pulang. Min Joon langsung memeluk Yoon Jin. Di sana juga ada Joo Hee dan Direktur Park.

Min Joon : Ibu baik-baik saja.

Jae Yeol : Kau dari mana saja? Kami sangat mencemaskanmu.

Yoon Jin : Sayang, ada yang harus kukatakan.

Direktur Park dengan nada kesal, menyuruh Joo Hee membawa Min Joon ke kamar.

Joo Hee yang paham ibunya marah, menegur ibunya.

Joo Hee : Eomma.

Direktur Park : Jika tidak hari ini, ibu tidak akan punya waktu lagi untuk bicara.

Joo Hee membawa Min Joon ke kamar.

Direktur Park memarahi Yoon Jin.

Direktur Park : Kau masih mengira pasien yang kau rawat hari itu menculik Min Ji? Katakan yang sejujurnya. Yoon Jin-ah, kau melakukan apa kepadanya di hari itu hingga masih mencurigainya sampai sekarang?

Yoon Jin : Ibu, maafkan aku. Nanti akan kujelaskan.

Direktur Park : Kau tahu yang dibicarakan orang di rumah sakit? Sudah setahun kau tidak menunjukkan wajahmu di rumah sakit. Mereka pikir itu karena kau gila usai kehilangan anakmu. Dia terbunuh dalam kecelakaan tabrak lari. Kenapa kau harus mendengarkan hal-hal semacam itu?

Jae Yeol : Ibu, kita bicara nanti.

Jae Yeol membawa Yoon Jin ke kamar.

Sampai di kamar, Yoon Jin memberikan sepatu itu ke Jae Yeol.

Jae Yeol : Apa ini?

Yoon Jin : Ini membuktikan bahwa wanita yang menculik putri kita adalah pasien itu.

Jae Yeol terkejut.

Yoon Jin : Sudah pasti dia yang menculiknya. Aku harus menemukan Kim Eun Young.

Jae Yeol : Dari mana kau mendapatkan ini?

Yoon Jin : Dari saksi.

Jae Yeol kaget ada saksi.

Yoon Jin : Tadinya aku enggan memberitahumu, tapi aku dihubungi dan sudah pernah menemuinya sekali. Dia cuma bilang pelaku tabrak lari adalah seorang wanita, tapi kali ini, dia memberiku bukti ini.

Jae Yeol : Siapa pria ini? Kau punya nomor kontaknya?

Yoon Jin : Dia menghubungiku dari telepon umum. Dia sedang diburu. Aku mengetahuinya dari Detektif Ha.

Jae Yeol : Detektif Ha? Ha Jung Wan? Kau habis bersama Letnan Ha?

Yoon Jin : Keadaannya terjadi seperti itu. Detektif Ha selama ini mengejar si saksi. Kita harus memeriksa identitasnya dahulu.

Jae Yeol langsung mengambil jasnya.

Jae Yeol : Aku akan ke kantor polisi dan bicara dengan Letnan Ha.

Yoon Jin : Kita harus memastikan apakah sepatu hak itu memang milik pasien. Aku harus menelusuri rekaman video di rumah sakit.

Jae Yeol : Jangan terlalu cemas.

Eun Young turun dari taksi. Dia sempat berhenti melangkah sejenak ketika seseorang memanggilnya dengan nama Eun Young. Tapi kemudian, dia meneruskan langkahnya. Tapi langkahnya dihalangi seseorang. Ternyata Jung Wan. Jung Wan menunjukkan CV Eun Young sebagai Lisa di ponselnya.

Eun Young terkejut. Jung Wan meminta kartu identitas Eun Young.

Eun Young : Siapa kau?

Jung Wan menunjukkan tanda pengenalnya sebagai detektif, sambil mengenalkan dirinya adalah detektif divisi pembunuhan dari Kepolisian Gangnam.

Eun Young terdiam mengetahui itu.

Lalu Mi Seon datang menyelamatkan Eun Young.

Mi Seon : Eun Young-ah, ada apa? Dia ingin bersenang-senang?

Eun Young langsung percaya diri, aku tidak yakin.

Mi Seon merangkul lengan Jung Wan.

“Hei tidak perlu memasang ekspresi datar seperti itu.” ucapnya ke Jung Wan.

Lalu Mi Seon memperingatkan Eun Young untuk tidak merayu polisi.

Mi Seon menggandeng Eun Young. Eun Young tersenyum pada Jung Wan, sambil beranjak masuk ke Kafe Blue Moon.

Mi Seon : Kau mendapat masalah selagi mencari Hyeon Joo? Kenapa ada polisi mengejarmu?

Eun Young menunjukkan sepatu itu ke Mi Seon.

Eun Young : Omong-omong, apakah ini milik Kak Hyeon Joo?

Mi Seon : Ini sepatu hak dengan hiasan. Hyeon Joo menyukainya. Tapi kenapa kotor sekali?

Eun Young : Maksudmu dahulu ini milik Kak Hyeon Joo?

Mi Seon : Di mana kau menemukannya? Kenapa kotor sekali?

Eun Young : Sepatu ini dikubur di vila seseorang.

Mi Seon : Mustahil. Aku yakin banyak orang yang memiliki sepatu seperti ini. Belum tentu ini miliknya.

Eun Young : Aku juga berharap firasatku salah.

Jung Wan baru kembali ke kantornya, tapi dia langsung dihampiri Jae Yeol yang juga baru datang.

Jae Yeol : Kudengar saksi ini buronan. Kau tahu perkiraan keberadaannya?

Jung Wan : Aku meminta tim patroli terdekat untuk mengejarnya. Tapi mereka kehilangan jejak.

Jae Yeol : Kau mengejarnya usai mengetahui dia saksi kecelakaan putriku?

Jung Wan : Dia berada di sekitar TKP saat dalam pelarian. Aku terbuka untuk semua kemungkinan.

Jae Yeol : Tapi kita bisa terus mencarinya karena sudah tahu. Kudengar saat itu kau bersama istriku di TKP.

Jung Wan : Aku menghubunginya untuk bertanya beberapa hal soal Kim Eun Young. Tapi kemudian dia membahas soal seorang saksi.

Jae Yeol : Mulai sekarang, langsung kabari aku jika hal seperti ini terjadi lagi.

Jae Yeol hendak masuk, tapi Jung Wan bertanya bukti apa yang diberikan Hyun Chul ke Yoon Jin.

Jung Wan : Tampaknya dia mendapat sesuatu saat mereka bertemu.

Jae Yeol : Benda yang Kang Hyun Chul temukan di TKP. Tapi kita harus mengumpulkan kesaksian lagi. Setidaknya kita membutuhkan saksi untuk membandingkan bukti.

Jung Wan : Akan kupanggil saksi begitu menemukan Kim Eun Young.

Jae Yeol : Kau belum mengetahui keberadaannya?

Jung Wan : Aku akan segera mengetahuinya.

Jae Yeol : Kirimkan dokumen terkait saksi sekarang juga.

Jung Wan mengerti. Jae Yeol masuk ke dalam. Bersamaan dengan itu, Kepala Tim keluar sambil ngedumel di telepon. Dia kaget melihat Jae Yeol.

Jung Wan ikut masuk.

Kepala Tim menghentikan Jung Wan.

Kepala Tim : Sedang apa Pak Kepala di sini?

Di ruangannya, Jae Yeol gelisah memikirkan tentang saksi kecelakaan putrinya.

Tak lama, Kepala Tim datang membawakan Jae Yeol berkas saksi.

Kepala Tim : Anda pasti sangat cemas.

Jae Yeol : Aku ingin kau menahan Kang Hyun Chul secepat mungkin.

Kepala Tim bilang Jung Wan sedang berusaha menemukan Hyun Chul.

Jae Yeol : Aku sudah memintanya mencari saksi terkait kecelakaan itu. Jadi, aku ingin kau yang memimpin proses penahanannya.

Kepala Tim : Anda ingin aku yang memimpin?

Jae Yeol : Aku ingin kau menemukannya sebelum saksi memberi kesaksian.

Kepala Tim mengerti dan beranjak pergi.

Jae Yeol kembali melihat berkas yang dibawakan Kepala Tim.

*Berkas Hyun Chul? Apa berkas Eun Young ya? Atau keduanya?

Di rumahnya, Eun Young kembali menatap foto sang kakak, sambil teringat cerita Yoon Jin tentang kakaknya penculik Min Ji.

Eun Young lalu masuk ke kamarnya dan memeriksa dus yang isinya barang2 sang kakak.

Eun Young mengambil tanda terima perbaikan.

Lalu dia mencocokkan nomor seri sepatu yang dia temukan di vila Yoon Jin dengan nomor seri sepatu yang tertera di tanda terima perbaikan.

Yoon Jin sendiri di perpustakannya, tengah menatap sepatu Hyeon Joo.

Dia teringat kata-kata Hyun Chul saat memberikan sepatu itu padanya.

Hyun Chul : Aku memungutnya di tempat putrimu ditemukan. Semoga kau menemukannya.

Yoon Jin lantas menyimpan sepatu itu di lacinya.

Ponselnya berbunyi.

Telepon dari Jung Wan.

Ji Ae menemani putrinya belajar.

Chae Rin lalu cerita tentang Soo Min yang masuk kelas belajar aksara Mandarin yang lebih tinggi.

Ji Ae menghibur Chae Rin dengan memuji Chae Rin. Dia bilang Chae Rin juga pintar.

Ji ae : Apakah menurutmu kau bisa berhenti belajar di tempat les matematika? Ibu dengar anak lain kesulitan karena mereka mengikuti banyak pelajaran di banyak tempat les. Tapi kau sudah cukup pintar.

Chae Rin : Tapi aku ingin lebih baik. Aku juga ingin belajar menulis aksara Mandarin. Semua anak pintar belajar di tempat les itu. Jika bisa belajar di sana, aku akan merasa bangga. Aku ingin mengikuti ujian masuk tempat les itu. Kapan aku bisa mulai les privat?

Ji Ae : Apakah kau benar-benar ingin?

Chae Rin : Kenapa? Tidak boleh?

Ji Ae : Tentu saja boleh. Ibu akan mengizinkanmu melakukan semua yang kau mau. Aku ibumu.

Sekarang, Ji Ae terdiam di depan meja riasnya.

Tak lama kemudian, dia membuka laci meja riasnya dan mengambil kartu nama Mi Seon.

Cukup lama dia menatap kartu lama Mi Seon sembari berfikir. Sepertinya Ji Ae memutuskan kembali bekerja sebagai wanita penghibur demi biaya les Chae Rin.

Hye Kyung keluar dari rumahnya. Dia berdiri di teras, menghirup udara.

Lalu dia melirik ke rumah Sung Hwan yang berada tepat di sebelah rumahnya.

Dan dia teringat kata-kata Sung Hwan yang tak bisa menemui Soo Min malam ini karena ada reuni alumni SMA.

Hye Kyung kesal, kemarin kumpul dengan anggota klub. Hari ini ada reuni alumni SMA. Besok dia pergi mendaki gunung.

Hye Kyung hendak masuk. Tapi saat menoleh ke kiri, dia melihat Sung Hwan lagi ciuman sama perempuan di dalam mobil.

Sontak lah Hye Kyung terkejut dan langsung turun. Dia mau melabrak tapi gak jadi gara-gara keinget ciuman dia sama Tae Hwan.

Hye Kyung mau masuk ke rumahnya tapi dia dikejar Sung Hwan.

Sung Hwan : Yeobo, yang kau lihat barusan salah paham. Dia tadi menungguku di depan dan tiba-tiba masuk mobil…

Hye Kyung : Lupakan saja.

Sung Hwan : Kumohon jangan salah sangka seperti tempo hari. Ini tidak seperti yang kau pikirkan.

Hye Kyung : Setidaknya usahakan agar tidak ketahuan. Ketahuan selingkuh itu lebih buruk dibandingkan dengan selingkuh.

Selingkuhan Sung Hwan turun dari mobil.

Hye Kyung berlari meninggalkan mereka.

Sung Hwan memarahi selingkuhannya.

“Aku sudah melarangmu ke rumahku.”

“Baiklah. Kurasa sekian untuk hari ini.”

“Hei, sudah cukup. Yang benar saja.”

“Kau tahu? Begitu aku berkata jujur, hidupmu akan hancur.”

Si selingkuhan pergi.

Sung Hwan kesal.

Sung Hwan meraih ponsean suara.dalam saku jasnya dan menghentikan rekaman suara.

Hye Kyung menenangkan dirinya di taman.

Hye Kyung : Aku pasti sudah gila. Aku pasti sudah hilang akal. Aku tidak berhak mengatakan apa pun.

Tapi si pelakor datang.

“Jika memang sangat menderita, kenapa tidak minta bercerai? Kenapa mempertahankan pernikahan padahal sudah tinggal terpisah? Kudengar sudah setahun kalian mulai tinggal terpisah. Kenapa tidak menyerahkan dia kepadaku saja? Kau tidak kasihan dia harus tinggal sendirian? Kenapa tidak menceraikannya? Zaman sekarang, perceraian itu bukan masalah besar.”

Tae Hwan tiba-tiba datang dan melabrak si pelakor.

Tae Hwan : Pikirmu kau siapa bisa bicara begitu kepadanya? Mulutmu ingin kujahit?

Si pelakor pun memutuskan pergi.

Tae Hwan mendekati Hye Kyung.

Tae Hwan : Kenapa kau tidak bisa membantahnya?

Hye Kyung : Jangan ikuti aku. Nanti ada yang mengambil foto kita lagi.

Tae Hwan : Peduli amat. Tidak sengaja bertemu di taman bukan kejahatan. Dari yang kudengar, suamimu yang melakukan kesalahan.

Hye Kyung : Kirimi saja aku pesan jika kau butuh uang lebih.

Hye Kyung mau pergi tapi ditahan Tae Hwan.

Tae Hwan menaruh tisu di genggaman Hye Kyung.

Setelah itu Tae Hwan pergi.

Hye Kyung terdiam, menatap tisu dari Tae Hwan, dengan sorot mata pilu.

Bersambung ke part 2….

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Start Up Ep 4 Part 1
Read More

Start Up Ep 4 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Start Up Episode 4 Part 1, Silahkan simak Episode sebelumnya cek di sini. Dan juga…