Secret Mother Eps 11 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Secret Mother Ep 11 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek Episode sebelumnya disini.

Yoon Jin berjalan bersama Hwa Sook, Hye Kyung dan Ji Ae.

Yoon Jin : Aku mendadak menyarankan ini. Terima kasih sudah mau ikut.

Hwa Sook : Tidak masalah karena aku janda tanpa suami. Apa yang kalian katakan kepada suami kalian? Akhir pekan tanpa istri dan anak-anak bagaikan surga di Bumi bagi pria.

Ji Ae : Apa maksudmu? Suamiku geram karena aku tidak mengunjunginya di Pulau Jeju.

Hye Kyung : Suamiku juga. Kami biasa menghabiskan akhir pekan bersama keluarga.

Yoon Jin : Mereka bisa beristirahat. Kemarin suamiku menghadiri pemakaman, jadi, mungkin sekarang dia tidur pulas.

Tapi Min Joon memberitahu ibunya, bahwa ayahnya datang.

Min Joon : Bu, itu mobil ayah.

Hwa Sook : Astaga. Suamimu memang mau datang?

Yoon Jin : Tidak, dia tidak bilang apa pun.

Hye Kyung : Kau bilang dia menghadiri pemakaman.

Ji Ae : Benar. Dia pasti lelah. Kenapa dia di sini?

Yoon Jin pergi ke dalam.

Saat itulah dia melihat Eun Young tengah bersama suaminya.

Ji Ae, Hwa Sook dan Hye Kyung masuk. Mereka terkejut melihat Eun Young dan Jae Yeol.

Yoon Jin : Kalian berdua sedang apa?

Jae Yeol dan Eun Young menoleh.

Sekarang, Ji Ae, Hwa Sook dan Hye Kyung duduk di taman. Mereka menatap Yoon Jin yang tengah bersama Eun Young.

Jae Yeol yang lagi menelpon, menatap Eun Young.

Ji Ae, Hwa Sook dan Hye Kyung membicarakan Eun Young.

Ji Ae : Apa yang dilakukan Bu Kim di halaman belakang tadi? Kenapa dia terjatuh begitu Pak Han datang?

Hye Kyung : Waktu memang penting untuk tiap pertemuan menentukan.

Hwa Sook : Apa maksudmu? Dia bilang membantu Bu Kim karena itu berbahaya. Tangganya menimpa dia. Kalian juga melihat.

Hye Kyung : Tapi mereka berdua sangat berdekatan tadi.

Hwa Sook : Yoon Jin tidak akan marah karena hal itu.

Ji Ae : Tetap saja, sikapnya terlalu tidak acuh.

Hye Kyung : Begitu menghadapinya, pikiran kita akan kosong.

Ji Ae dan Hwa Sook langsung menatap Hye Kyung.

Hwa Sook : Apa itu berdasarkan pengalaman?

Hye Kyung : Tidak. Rasanya pasti seperti itu.

Ji Ae : Mungkinkah Bu Kim kembali menjadi guru privat Min Joon untuk…

Hwa Sook langsung memukul Ji Ae.

Hwa Sook : Berhenti mengarang cerita, Sayang. Sepertinya Pak Han bukan tipe seperti itu.

Ji Ae : Kita tidak pernah tahu. Semua tidak seperti kelihatannya. Bukankah semua orang punya satu atau dua rahasia?

Ji Ae : Soo Min eomma, kau tidak punya rahasia?

Hye Kyung : Kenapa kau menunjukku? Aku tidak punya rahasia.

Yoon Jin mengantarkan Eun Young ke mobil.

Eun Young minta maaf, tapi Yoon Jin bilang tidak apa-apa karena Eun Young pergi karena merasa tidak seahat.

Eun Young : Karena pergi di tengah-tengah, aku takut merusak acara untuk semua orang.

Yoon Jin : Tidak. Terima kasih sudah datang di hari liburmu.

Eun Young : Soal tadi, mungkin kau salah paham.

Yoon Jin : Jika tidak memercayaimu, tidak mungkin aku mempekerjakanmu lagi. Begitu aku kembali bekerja, kau akan lebih sering bersama Min Joon daripada aku. Aku harus memercayaimu. Sebaiknya kau berangkat sebelum terlalu larut.

Eun Young ingin menanyakan sesuatu. Sepertinya soal sepatu. Dia membuka mobilnya dan berniat mengambil sepatu, tapi Jae Yeol datang. Eun Young pun tak jadi bertanya.

Jae Yeol : Kau mau pulang? Tadi kau terluka?

Yoon Jin : Dia merasa kurang sehat.

Jae Yeol : Hati-hati di jalan.

Yoon Jin : Bu Kim, kau bilang ingin bertanya kepadaku.

Yoon Jin : Bukan apa-apa. Aku akan bertanya di lain waktu.

Eun Young pergi. Setibanya di rumah, Eun Young menatap sepatu yang dia ditemukan di halaman belakang vila Yoon Jin.

Lalu Eun Young ingat kata-kata Yoon Jin saat menghampirinya di halaman belakang.

Yoon Jin : Sedang apa kau disana? Datanglah ke halaman. Di sekitar gudang berbahaya.

Dia juga ingat kata-kata Jae Yeol saat menyelamatkannya.

Jae Yeol : Itu bisa berbahaya.

Eun Young lalu melihat foto kakaknya.

Eun Young yang curiga, akhirnya menghubungi seseorang.

Eun Young : Aku butuh klip video di hari kakakku menghilang. Bisa di rumah sakit atau di tempat lain. Aku hanya perlu memeriksa kemunculan kakakku. Apa ada cara? Kau harus menemukannya. Aku harus memeriksa sesuatu.

Ji Ae memanasi Yoon Jin. Dia tanya, apa Yoon Jin gak keberatan soal kejadian di halaman belakang tadi.

Ji Ae : Seandainya aku, pasti merasa sangat buruk.

Yoon Jin : Aku memercayainya. Suamiku dan guru privat itu yang akan menjaga anakku.

Hwa Sook : Aku juga tidak pernah mencurigai mantan suamiku. Mana bisa hidup bersama tanpa rasa percaya? Orang yang tidak percayalah yang selalu cemas.

Ji Ae : Astaga. Kupikir dia mengkhianatimu, lalu kau menceraikan dia.

Hye Kyung : Dia benar. Jika terlalu memercayai seseorang, kita akan sangat terluka.

Ji Ae : Min Joon eomma, pernahkah kau mencurigai suamimu?

Yoon Jin : Aku akan mencurigainya jika dia melakukan hal mencurigakan. Dia belum melakukan hal semacam itu.

Hye Kyung : Aku tidak memercayai Bu Kim.

Ji Ae : Dia bukan guru privat Soo Min. Kau tidak perlu memercayainya.

Hye Kyung : Aku hanya asal bicara. Melihatnya terasa memusingkan. Kenapa dia tidak bisa jujur? Jika menginginkan sesuatu, dia harus berkata jujur.

Hwa Sook : Dia mabuk.

Yoon Jin : Sepertinya dia hendak mengatakan sesuatu kepadaku.

Mendengar itu, Hye Kyung tegang.

Hye Kyung : Seperti apa?

Yoon Jin : Entahlah. Dia tampak agak ragu-ragu, tapi aku tidak bisa bertanya lebih dahulu kecuali soal Min Joon.

Ji Ae : Jika ingin mengatakan sesuatu, tapi tidak bisa, artinya dia sangat ingin mengatakannya.

Hye Kyung : Apa yang hendak dia katakan kepadamu selain urusan Min Joon?

Hwa Sook : Aku yakin dia tidak mungkin menggosipkan kita. Dia sudah tahu bahwa kita sangat akrab. Yoon Jin juga tidak mungkin mendengarkan dia meski dia begitu. Benar, bukan?

Hwa Sook mengajak mereka bersulang.

Besoknya, Yoon Jin tengah belajar buku-buku psikolog.

Ponselnya berbunyi. Telepon dari Eun Young.

Eun Young : Maaf, tapi hari ini aku merasa kurang sehat.

Yoon Jin : Semoga kau tidak sakit parah.

Eun Young sendiri ada di studio rose.

Eun Young minta satpam bertanya lagi. Satpam bilang, wanita dari unit 802 pindah lebih dari setahun silam.

“Kami tidak menyimpan rekaman CCTV-nya selama itu.”

“Kau yakin tidak ada cara untuk mengembalikan datanya?”

“Sekalipun polisi datang untuk menyelidiki, kami tidak bisa menemukan video dari tahun lalu.”

“Hubungi aku jika kau menemukan sesuatu.”

Eun Young beranjak pergi, tapi dia berpapasan dengan seorang pria. Pria itu terus ke meja satpam.

Satpam bertanya-tanya, siapa yang menyimpan rekaman CCTV dari setahun silam?

Pria itu memberitahu satpam bahwa pekan depan dia akan pindah ke unit 801. Kudengar kosbasnya meninggalkan dokumen di sini.

Hye Kyung ketemuan sama Tae Hwan di cafe. Hye Kyung menunjukkan lagi foto mereka ciuman di mobil.

Hye Kyung : Ini dia. Seharusnya aku menghapusnya dari ponsel Bu Kim saat kami berkemah.

Tae Hwan : Dia belum menghubungi sejak mengirim foto itu, bukan?

Hye Kyung : Dia belum mengatakan apa pun. Apa yang dia inginkan dariku? Dia bisa langsung meminta jika membutuhkan uang. Haruskah aku langsung bertanya?

Tae Hwan : Jangan. Sebaiknya kau tidak memancingnya. Sekalipun kau bertemu dengannya, jangan tampak bingung dan menghindarinya.

Hye Kyung : Kalau begitu, adakah cara agar aku bisa memeriksa benarkah Bu Kim yang mengirimiku foto itu?

Tae Hwan : Ada. Aku akan mencari caranya. Jika ini terekspos, aku juga akan merugi. Mendapatkan pekerjaan ini sangat sulit bagiku.

Hye Kyung : Maafkan aku, Pak Min. Semua ini karena aku. Bagaimana cara kita mencari tahu pengirimnya?

Tae Hwan : Sulit untuk melacaknya sendiri. Aku butuh bantuan dari tenaga ahli. Biayanya cukup mahal.

Hye Kyung : Jangan cemaskan hal itu. Berapa biayanya?

Tae Hwan : Upahnya saja…

Tae Hwan pun membuat angka 5 dengan jarinya.

Hye Kyung : Aku sudah menyiapkan sebanyak itu.

Hye Kyung mengambil amplop dari tasnya.

Tae Hwan mupeng melihatnya.

Hye Kyung memberikan dua lembar cek.

Tae Hwan : Jangan meminta maaf. Aku juga bertanggung jawab atas ini.

Hye Kyung lalu melihat kedatangan Eun Young.

Sontak dia panic dan membuat Tae Hwan menunduk bersamanya.

Hye Kyung menutupi wajahnya dengan tasnya.

Hye Kyung : Dia di sini. Dia Bu Kim.

Eun Young berjalan melewati Hye Kyung begitu saja dan duduk di belakang Hye Kyung.

Hye Kyung pamit, tapi sebelum pergi dia mengeluarkan buku dari tasnya dan memberikannya ke Tae Hwan.

Hye Kyung : Kau juga harus bersembunyi.

Hye Kyung bergegas penting.

Tae Hwan tertawa melihat kelakuan Hye Kyung.

Lalu dia melihat buku Hye Kyung.

Tae Hwan lalu menyusul Hye Kyung. Bersamaan dengan itu, Hye Kyung nyaris ditabrak pejalan kaki. Untung saja, Tae Hwan langsung menariknya. Makin dag dig dug jantung Hye Kyung menatap Tae Hwan dari jarak dekat.

Tae Hwan mengembalikan buku Hye Kyung.

Tae Hwan : Sepertinya ini penting. Jangan cemas. Aku akan secepatnya mencari jalan keluar.

Tae Hwan pergi.

Hye Kyung menatap kepergian Tae Hwan.

Hye Kyung : Tidak, berlama-lamalah.

Tapi kemudian dia tersadar dengan ucapannya barusan dan langsung pergi.

Eun Young menemui Perawat Choi di cafe itu.

Eun Young : Bisakah kau menggambarkan pasien itu?

Perawat Choi : Ungu. Aku mengingat pakaiannya. Kenapa kau bertanya?

Eun Young : Aku harus memeriksa sesuatu. Aku tidak peduli videonya saat dia di meja depan, lobi, atau di depan rumah sakit. Aku hanya perlu memeriksa penampilannya hari itu.

Perawat Choi : Pada hari itu, kamera CCTV-nya diganti. Sudah lebih dari setahun. Mana bisa kami menemukannya?

Eun Young : Kau mengenal siapa pun yang bekerja sebagai keamanan di hari itu?

Perawat Choi : Soal itu… sepertinya aku mengenal beberapa.

Eun Young mengerti. Dia memberikan Perawat Choi uang dan memohon bantuan Perawat Choi.

Seseorang datang. Dia masuk ke sebuah ruangan. Dia menyalakan laptop dan melihat video rekaman CCTV Hyeon Joo. Memang benar, Hyeon Joo menggunakan baju ungu hari itu.

Siapakah dia?

Jung Wan berjalan menyusuri jalanan yang sering dilalui Eun Young. Jalanan menuju ke sekolah Min Joon. Jalanan tempat terakhir kali Eun Young mengaktifkan ponsel Kanada nya.

Tak lama, Eun Young pun berjalan ke arahnya sambil mendorong koper Min Joon. Eun Young berjalan dengan wajah menunduk. Jung Wan terus memperhatikan Eun Young. Eun Young melewati Jung Wan.

Jung Wan berbalik, dan berniat mencocokkan Eun Young yang dilihatnya dengan Eun Young di ponselnya. Tapi Eun Young nya sudah hilang.

Jung Wan teringat kata-kata Chi Yeol.

Chi Yeol : Ini mal tempat Eun Young menyalakan ponsel Kanada-nya. Dia pindah ke Gangnam dari sana. Dia terekam kamera CCTV di Persimpangan Eonju, tapi kita belum menemukan dia ke mana dari sana.

Jung Wan melihat kamera CCTV yang mengarah ke SD Myongmoon.

Jung Wan kemudian melihat Yoon Jin.

Yoon Jin yang juga melihat Jung Wan, menghampiri Jung Wan.

Yoon Jin : Ada perlu apa kau kemari?

Jung Wan : Terjadi sesuatu di sekitar sini. Semua baik-baik saja?

Yoon Jin : Ya. Terima kasih atas bantuanmu tempo hari.

Yoon Jin mau pergi tapi Jung Wan membahas Eun Young.

Jung Wan : Soal Kim Eun Young, kau belum melihat dia, bukan? Atau kau melihat orang yang mirip dengannya?

Yoon Jin : Aku sudah tidak apa-apa. Kau tidak perlu mencemaskanku lagi.

Jung Wan : Aku berniat menyelidiki ulang kasus itu. Meski belum punya bukti, aku akan mengajukan permintaan penyelidikan ulang.

Yoon Jin terlihat cuek, semoga berhasil.

Yoon Jin pergi.

Setelah Yoon Jin pergi, Jung Wan kembali menatap ke arah kamera CCTV yang memang mengarah ke SD Myongmoon.

Maka Jung Wan mengejar Yoon Jin.

Jung Wan : Kau mau kemana?

Yoon Jin : Ke sekolah untuk menjemput putraku. Kenapa? Ada masalah?

Jung Wan : Tidak.

Min Joon : Hari ini Ibu menjemputku.

Yoon Jin : Sepertinya Bu Kim agak sakit hari ini.

Min Joon : Benarkah? Semoga dia lekas sembuh.

Yoon Jin : Dia akan lekas sembuh. Omong-omong, ibu sangat senang bisa menjemputmu hari ini.

Min Joon : Aku juga.

Jung Wan mengawasi Yoon Jin dari depan SD Min Joon.

Jung Wan lalu menghubungi Chi Yeol.

Jung Wan : Ada SD di dekat tempat terakhir kita menemukan Kim Eun Young. Periksa lokasi semua CCTV di dekat sekolah dan minta semua rekamannya.

Setelah itu, Jung Wan pergi.

Tepat setelah Jung Wan berlalu, Eun Young muncul di belakangnya dan menyebrangi jalan.

Bersambung ke part 2…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Live On Ep 4
Read More

Live On Ep 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Live On Episode 4, Apabila Km mencari daftar selengkapnya ada lengkap di tulisan yang ini.…
Read More

Second Husband Ep 10

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Second Husband Episode 10 , Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang…
Read More

Red Shoes Ep 55 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 55 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…