Secret Mother Ep 32 Part 2 (Epi Terakhir)

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Secret Mother Ep 32 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek Episode sebelumnya disini

Ji Ae membuka restoran Mi. Di depan resto, Byung Hak sibuk menyuruh Seung Soo membagikan brosur mi Ji Ae.

Byung Hak : Aku akan memberitahumu soal mi ini. Aku hendak mematenkan ini, tapi tidak mungkin menjelaskan soal pembuatan dan perbandingannya. Mi itu hanya bisa dibuat secara ajaib oleh istriku. Dia menolak resepnya dipatenkan. Ini semangkuk mi yang punya prinsip seperti itu.

Seung Soo : Anda ingin aku mengatakannya saat membagikan selebaran ini?

Byung Hak : Tepat sekali. Jika memungkinkan, bagikan hanya kepada wanita. Jika terlalu banyak pria kemari karena mendengar pemiliknya cantik, itu akan mempersulit hidupku.

Seung Soo : Bukankah bagus jika punya banyak pelanggan?

Byung Hak : Astaga, Temanku. Restoran harus dikenal karena kelezatan hidangannya.

Seung Soo : Pak Lee, Hwa Sook memberitahuku bahwa kalian sudah berpisah. Anda yakin boleh berada di sini?

Byung Hak : Sekarang masih periode mediasi. Harus kudapatkan kembali hatinya sebelum kesempatan ini habis.

Hwa Sook datang dan menatap kesal Byung Hak.

Hwa Sook : Yeobo, aku memikirkan alasanmu bergegas pergi setelah telepon itu. Rupanya Pak Lee yang meneleponmu.

Seung Soo : Dia meminta bantuanku.

Hwa Sook melihat brosur itu sejenak.

Setelah itu dia mengatakan bahwa Seung Soo bukan lagi seketaris Byung Hak.

Hwa Sook lantas mengembalikan brosur itu ke Byung Hak.

Hwa Sook : Semoga berhasil, Pak Lee.

Byung Hak jadi kesal, kau sangat konsisten dengan watakmu, Bu Myung.

Hwa Sook mengajak Seung Soo masuk.

Seorang pria datang meminta selebaran. Dia mengaku sebagai pemilik gedung tempat Ji Ae membuka resto.

“Aku ingin mencicipinya karena restorannya baru saja buka. Pemilik restoran ini pasti putri anda dan anda membagikan selebaran. Anda ayah yang hebat.”

Byung Hak gak terima dibilang ayahnya Ji Ae.

Byung Hak : Hei, Pemilik Gedung. Berapa harga yang kau inginkan untuk gedung ini?

Ji Ae yang melihat Byung Hak dari dalam, kesal.

Ji Ae : Dia sangat merepotkan.

Ji Ae menghampiri Hwa Sook dan Seung Soo.

Hwa Sook : Karena punya kehidupan sendiri, mungkin kau bisa hidup dengan percaya diri tanpa bercerai.

Ji Ae : Astaga. Kini sikapmu menjadi terlalu lembut. Kau melihat adegan yang mengerikan itu bersamaku.

Seung Soo : Setelah hal yang dia lalui karena aku, dia menjadi lebih santai. Semua itu berkat aku.

Hwa Sook : Sayang, membahas soal itu hanya akan menyakitimu.

Hye Kyung dan Sung Hwan datang. Sung Hwan membawakan sesuatu untuk Ji Ae.

Sung Hwan : Terimalah ini. Selamat.

Hye Kyung : Selamat, Ji Ae.

Ji Ae : Kubilang jangan membawa apa-apa.

Ji Ae melihat hadiah yang dibawa Sung Hwan dan Hye Kyung.

Ji Ae : Aku menyukainya. Terima kasih.

Sung Hwan menarikkan kursi untuk Hye Kyung.

Hwa Sook jadi curiga melihat perlakuan manis Sung Hwan ke Hye Kyung.

Hwa Sook : Hye Kyung, kau tampak lebih baik daripada tempo hari.

Hye Kyung : Hanya aku yang tersisa di lingkungan itu. Tidak ada yang berubah.

Hwa Sook dan Ji Ae terus menatap mereka. Mereka menyadari ada perubahan dalam diri Hye Kyung.

Sung Hwan pun memberitahu bahwa Hye Kyung tengah hamil.

Mendengar itu, Hwa Sook dan Ji Ae senang.

Lah Seung Soo juga pengen kasih adik buat Ji Ho.

Hwa Sook : Sulit mendapatkan pekerjaan paruh waktuku. Aku tidak mau berhenti.

Hye Kyung : Kau pasti senang bisa bekerja lagi di bank. Aku sungguh iri kalian menemukan tempat untuk memulai kembali hidup kalian.

Sung Hwan memegang tangan Hye Kyung.

Sung Hwan : Jika dipikir-pikir, kita juga memulai kembali hidup kita. Kita seperti pengantin baru lagi.

Ji Ae : Jika iri, artinya aku kalah. Aku akan berhenti menjalani hidupku dengan memikirkan opini orang lain. Aku harus menjalani hidupku sendiri.

Hwa Sook : Aku akan mencari guru privat yang dipekerjakan para ibu untuk anaknya, lalu berusaha mempekerjakan mereka juga. Aku tidak menyesali hidupku di lingkungan itu, tapi kalau dipikir-pikir, kehidupan itu melelahkan.

Hye Kyung : Benar. Kau bisa sukses dengan hidupmu sendiri. Tidak ada yang benar atau salah.

Ponsel Hye Kyung berbunyi. Sebuah pesan masuk.

“Kelas rahasia soal sejarah Korea. Bisa diselesaikan dalam lima pekan.” bunyi pesan itu.

Hwa Sook dan Ji Ae tertarik.

Hwa Sook : Akan selesai dalam lima pekan?

Tapi melihat tatapan Seung Soo dan Sung Hwan, Hwa Sook langsung diam.

Ji Ae gak ikut2an, hampir lupa. Aku akan membuat mi.

Hye Kyung : Benar. Jangan sampai minya lembek.

Saat hendak ke dapur, kurir datang mengantarkan tanaman kiriman dari Yoon Jin.

Ji Ae menyuruh kurir menaruh tanaman itu di tempat yang mudah terlihat. Kurir pergi.

Ji Ae menatap tanaman dari Yoon Jin.

Ji Ae : Baru-baru ini aku bertelepon dengan Yoon Jin. Sepertinya dia sibuk bekerja dan mengurus Min Joon.

Hye Kyung : Syukurlah kabarnya baik.

Hwa Sook : Kudengar Bu Kim sudah kembali ke Kanada. Semoga dia melupakan semua hal buruk dan sukses.

Yoon Jin tengah menangani pasiennya.

“Syukurlah kau tampak lebih baik saat kita melanjutkan sesi. Bagaimana insomniamu?”

“Mungkin berkat resep obatnya, aku merasa jauh lebih baik. Sesuai saran anda, aku mulai berolahraga serta tubuh dan perasaanku terasa lebih lega.”

“Mungkin bukan hanya karena obatnya, tapi karena kauu cukup berani untuk kemari dan menjalani pengobatan. Hal yang bisa membuatmu keluar dari rasa takut bukanlah keluargamu atau dokter, tapi dirimu sendiri.”

Yoon Jin selesai dengan pasiennya.

Yoon Jin bersiap pergi tapi perawat masuk.

“Anda sudah tidak ada janji temu.”

“Ya, aku sudah memeriksanya.”

“Anda akan pergi? Satu jam lagi ada rapat komite operasi.”

“Aku tidak akan hadir karena harus menjemput putraku.”

“Bukankah dia punya guru privat?”

“Dia mendadak berhenti untuk menikah. Putraku ada di sekolah sendirian.”

“Baiklah. Silakan pergi.”

Tapi saat mau pergi, ponsel Yoon Jin berbunyi.

Telepon dari agen pendidikan.

“Kau ingat hari ini adalah pertemuanmu?”

“Tentu saja, aku tidak lupa. Kaumemberi tahu mereka sesuai permintaanku kepadamu? Ya. Baiklah.”

Jung Wan mendapat penghargaan sebagai polisi terpuji atas kegigihannya memecahkan kasus Min Ji.

Begitu kembali ke ruangannya, rekan-rekannya langsung memberinya ucapan selamat.

Jung Wan berterima kasih dan bilang itu sudah cukup.

Jung Wan : Aku tidak melakukan ini sendirian.

Teman2nya minta ditraktir.

Jung Wan : Baiklah. Aku akan segera memesan tempat di restoran.

Jung Wan beranjak ke mejanya.

Chi Yeol : Aku ingin melihat lencana yang kau dapat, tapi kau sudah berganti baju.

Jung Wan : Kau tidak perlu melihatnya. Kau bisa mendapatkannya sendiri.

Chi Yeol : Apa karena kau belum merasa tenang? Peristiwa yang menimpa Pak Han bukanlah salahmu. Kita hanya menjalankan tugas.

Jung Wan mengalihkan topik pembicaraan.

Jung Wan : Bagaimana dengan tersangka dalam penyerangan di Banpo-dong?

Chi Yeol : Aku baru saja menemukan alamat rumahnya. Kami akan melakukan penyamaran.

Telepon di meja mereka berbunyi. Chi Yeol menjawabnya.

Chi Yeol : Halo? Apa? Secepat ini?

Chi Yeol lalu memberitahu Jung Wan bahwa mobil tersangka terlihat di sekitar Teheran-ro.

Jung Wan : Mari kita berpencar.

Jung Wan dan Chi Yeol bergegas.

Jung Wan yang tengah menyetir, memburu pelaku, terus berkomunikasi dengan Chi Yeol.

Jung Wan : Mari kita mengepungnya sebelum persimpangan. Aku akan meneleponmu setibanya di sana.

Yoon Jin juga tengah menyetir sambil bicara dengan Min Joon di telepon.

Yoon Jin : Min Joon-ah, kau sudah selesai? Ibu akan tiba di sana 10 menit lagi. Tunggu di kelas sedikit lebih lama. Ibu akan menelepon jika sudah tiba.

MinJoon : Baiklah.

Tapi Yoon Jin mengerem mendadak. Ada mobil yang tiba-tiba muncul di depannya.

Yoon Jin turun dan mengetuk kaca mobil itu.

Yoon Jin : Permisi, ini jalan satu arah. Bisakah kau mundur?

Tapi si pengendara diam saja.

Yoon Jin : Kau salah jalan dan harus mundur.

Si pengendara menurunkan kacanya.

Yoon Jin kaget melihat si pengendara. Dia Jung Wan!

Jung Wan lantas turun. Ponselnya berbunyi.

Chi Yeol : Kami sudah menangkapnya. Kauboleh kembali.

Jung Wan : Baiklah.

Jung Wan menyudahi teleponnya.

Yoon Jin : Kali ini bukan aku. Kau yang salah jalan.

Jung Wan : Anda menjadi lebih berani dalam beberapa bulan terakhir. Anda seperti hendak menyeretku keluar dari mobil.

Yoon Jin : Tentu saja. Aku harus mengatakan hal yang harus kukatakan.

Klakson berbunyi. Mereka menoleh dan sudah banyak mobil mengantri di belakang mobil Yoon Jin.

Yoon Jin : Kau harus meminggirkan mobilmu. Hati-hati di jalan.

Jung Wan : Rasanya menyenangkan bisa melihat anda tersenyum. Semoga mulai sekarang, anda akan selalu tersenyum.

Yoon Jin : Begitu juga denganmu.

Mereka pun bergegas kembali ke mobil masing2.

Eun Young sudah kembali ke Korea. Dia tengah berbicara dengan seseorang di telepon.

Eun Young : Ya, aku sudah tiba dan menunggu. Kenapa kau belum mengirimiku informasi latar belakangnya? Aku harus tahu perangai muridnya.

Agensi menyuruh Eun Young bicara langsung dengan si wali murid.

Tak lama Yoon Jin datang. Eun Young sontak kaget melihat Yoon Jin.

Eun Young : Ada perlu apa kau di sini?

Yoon Jin : Aku orang tua yang kemari untuk bertemu.

Eun Young langsung minta maaf.

Eun Young : Maafkan aku. Seharusnya aku tidak menemuimu seperti ini. Aku tidak mendengar soal murid itu sebelum kemari. Kali ini aku tidak sengaja mencarimu setelah pemeriksaan latar belakang. Jangan salah paham.

Yoon Jin bilang dia tahu. Yoon Jin paham Eun Young masih merasa bersalah atas kasus Min Ji.

Yoon Jin : Kali ini aku yang memeriksamu.

Flashback…

Yoon Jin di agensi pendidikan. Dia tengah melihat beberapa formulir guru. Lalu dia melihat formulir Eun Young.

“Dia sudah kembali dari Kanada, bergabung dengan kami pekan lalu.”

“Mulai sekarang, dia akan bekerja di Korea?”

“Ya. Dia bilang sedang bersiap untuk mendalami bisnis pendidikan karena dia mengajar anak-anak.”

“Bisakah kau mempertemukanku dengan Bu Kim? Jangan memberikan informasi putraku kepadanya. Dia mungkin menolakku jika tahu kalau itu putraku.”

Flashback end…

Yoon Jin : Kali ini, aku yang memilihmu.

Eun Young : Aku selalu memikirkan kabarmu. Sesekali aku ingin mengunjungimu. Tapi sangat aneh bagi kita untuk bertemu lagi.

Yoon Jin : Kenapa aneh? Kita bisa memulai hubungan baru sebagai guru dan orang tua murid. Kita harus mengatasi masa lalu kita dan melangkah ke masa depan.

Eun Young : Sekarang, kau merekrutku?

Yoon Jin mengangguk.

Yoon Jin mengajak Eun Young berjabat tangan.

Eun Young menjabat tangan Yoon Jin.

SELESAI!!!!

Akhirnya selesai juga guys…. Happy ending..

Tapi. gw masih penasaran sama kabarnya Jae Yeol dan Hyeon Joo. Apakah Yoon Jin sudah memaafkan mereka? Terutama Jae Yeol.

Terus apa Min Joon udah tahu pembunuh adiknya adalah ayahnya sendiri? Gimana Yoon Jin dan Min Joon melalui semua itu.. Sayang gk diceritain.

5 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

Second Husband Ep 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Second Husband Episode 2 , Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang…
Read More

Jirisan Ep 5

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Jirisan Episode 5, Jika Kalian ingin melihat full recapnya tersedia lengkap di tulisan tulisan yang…