Secret Mother Ep 27 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Secret Mother Ep 27 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek Episode sebelumnya disini

Eun Young mengambil ponsel Yoon Jin. Hyeon Joo mengaku tak tahu ada dimana.

Telepon terputus.

Eun Young berusaha menelpon lagi, tapi ponsel Hyeon Joo sudah tak aktif.

Tangis Eun Young menyeruak.

Yoon Jin : Dia mengaku bernama Hyeon Joo?

Jae Yeol di ruang kerjanya, sedang minum-minum. Tak lama, dia mendapat telepon dari ibunya.

Direktur Park memberitahu, bahwa Hyeon Joo menelpon Yoon Jin dan menyuruh Jae Yeol memeriksa.

Jae Yeol menghela nafas. Dia mulai lelah dengan semua kebohongannya.

Jae Yeol lalu ingat saat dia menghampiri Hyeon Joo di basement parkir Studio Rose.

Jae Yeol datang2 langsung menampar Hyeon Joo, sampai Hyeon Joo jatuh. Hyeon Joo terkejut diperlakukan seperti itu.

Eun Young menelpon Hyeon Joo lagi tapi ponselnya tak aktif.

Yoon Jin : Dia mengaku bernama Hyeon Joo? Bagaimana menurutmu?

Eun Young : Aku hanya mendengar dia tidak tahu keberadaannya. Jika ini Kak Hyeon Joo… Jika ini sungguh dia, kenapa dia mengatakan itu?

Yoon Jin : Karena sudah tahu nomornya, kita bisa mencari atau menemukan dia. Kita bisa melakukan sesuatu.

Yoon Jin menghubungi Jung Wan.

Jung Wan sendiri lagi di warnet.

Jung Wan mengerti, baiklah. Aku mengerti. Aku akan segera memeriksanya.

Jung Wan tengah memeriksa CCTV.

Jung Wan lalu menelpon Chi Yeol.

Jung Wan : Chi Yeol-ah, aku akan memberimu nomor. Cari lokasi ponselnya dan kabari aku.

Yoon Jin dan Eun Young tiba di lokasi tempat Hyeon Joo menghubungi Yoon Jin.

Jung Wan memberitahu Yoon Jin sebelumnya bahwa ponsel itu dipakai dan dinonaktifkan di stasiun utama yang sama.

Jung Wan : Stasiun utama itu di Balai Kota Gyeonggi-do.

Yoon Jin : Dia bilang stasiun utamanya ada di gedung ini.

Yoon Jin menunjuk ke arah gedung di depan mereka.

Eun Young lalu melihat ada telepon umum.

Eun Young : Telepon umum itu. Telepon yang kau terima di kantormu.

Yoon Jin : Mungkin saja ada petunjuk di sekitar sini terkait hilangnya Hyeon Joo.

Eun Young : Ponsel itu milik siapa?

Yoon Jin : Dia akan mengabariku begitu mengetahuinya.

Eun Young : Tidak ada kamera CCTV yang bisa merekam dia.

Yoon Jin : Kita akan menemukan sesuatu jika melacak ponsel yang dia pakai.

Eun Young : Aku tidak pernah membayangkan akan mencari kakakku bersamamu.

Yoon Jin : Begitu juga aku. Aku mencari Hyeon Joo bersamamu saat larut malam di tempat yang aneh.

Eun Young : Jika sudah menemukan kakakku, apa yang akan kau lakukan?

Yoon Jin : Entahlah. Untuk saat ini, aku hanya berharap dia masih hidup. Walau bukan untuk alasan yang sama dengan alasanmu.

Jung Wan menelpon Yoon Jin.

Jung Wan sekarang di mobilnya, bersama Chi Yeol.

Jung Wan : Ponsel yang dipakai oleh Hyeon Joo milik Park Yeon Soo, usia 32 tahun. Alamatnya di Daejeon. Anda mengenal orang ini?

Yoon Jin : Tidak.

Jung Wan : Hanya itu yang bisa kuperiksa. Aku meminta operator jaringan ponsel untuk mengabariku lokasi mereka. Jadi, kita akan tahu begitu ponsel itu diaktifkan. Baiklah. Kabari aku jika terjadi sesuatu.

Pembicaraan mereka selesai.

Chi Yeol : Kau melacak lokasi Kim Hyeon Joo?

Jung Wan : Dia menelepon dengan ponsel ini. Dia juga menelepon dari telepon umum beberapa hari lalu.

Jung Wan melihat kertas tentang lokasi Hyeon Joo yang diberikan Chi Yeol.

Chi Yeol : Wanita yang diduga bunuh diri?

Chi Yeol tertawa tidak percaua, apa ini semacam lelucon?

Jung Wan : Bagaimana progres pencarian di waduk?

Chi Yeol : Tim pencarian bawah air akan beraksi besok. Mereka tidak menemukan apa pun. Mungkin kasus itu akan disimpulkan sebagai kasus bunuh diri.

Jung Wan : Kita juga tidak punya petunjuk.

Chi Yeol : Omong-omong, soal Kang Hyun Chul, kenapa kau meminta rekaman CCTV dari sekitar rumah sakit? Kau punya tersangka atas kematiannya?

Jung Wan : Aku hanya menghabiskan waktu luang. Bagus jika aku menemukan sesuatu. Pertahankan kinerjamu.

Chi Yeol : Kalau begitu, sampai jumpa.

Chi Yeol turun dari mobil Jung Wan.

Jae Yeol menuju suatu tempat.

Tak lama kemudian, dia menepikan mobilnya di tepi jalan. Seorang pria berlari ke mobilnya. Jae Yeol menurunkan jendelanya. Pria itu memberikan sebuah ponsel. Pria itu kemudian pergi. Jae Yeol melihat ponsel yang diberikan pria itu. Casingnya bermotif bunga.

Yoon Jin termenung memikirkan telepon dari Hyeon Joo tadi.

Yoon Jin lantas berusaha menelpon Hyeon Joo kembali tapi ponsel itu sudah tak aktif.

Eun Young di kamarnya, juga resah. Dia menghubungi Hyeon Joo juga tapi tak ada aktif.

Eun Young berinisiatif mengirimi pesan ke ponsel itu.

“Ini Kim Eun Young, adiknya Kim Hyeon Joo. Tolong hubungi aku.”

Jae Yeol masuk ke kamar diam-diam. Yoon Jin tidak di kamar. Hanya ada ponsel Yoon Jin yang tergeletak di kasur. Jae Yeol memeriksa riwayat panggilan Yoon Jin. Tapi riwayat panggilan Yoon Jin kosong.

Jae Yeol menaruh lagi ponsel Yoon Jin di kasur. Dia mau keluar tapi Yoon Jin datang. Yoon Jin habis mandi.

Jae Yeol : Maaf soal tadi. Izinkan aku meminta maaf mewakili ibuku.

Yoon Jin : Kau dari mana?

Jae Yeol : Aku keluar untuk mencari angin. Beristirahatlah.

Jae Yeol beranjak keluar. Dia menaiki tangga, menuju ruang kerjanya.

Tapi Eun Young mendadak muncul dan mengajaknya bicara.

Mereka bicara di ruang kerja Jae Yeol.

Eun Young memperdengarkan rekaman suara Hyeon Joo yang menghubungi Yoon Jin. Dia sudah menyimpan rekaman itu di ponselnya juga.

“Ini Kim Hyeon Joo. Tolong aku. Aku tidak tahu keberadaanku.”

Eun Young lalu tanya pendapat Jae Yeol.

Eun Young : Bukankah ini seperti suara kakakku? Kupikir kau akan tahu benar. Kau mengenalnya selama lebih dari 10 tahun.

Jae Yeol kesal, Kim Eun Young-ssi.

Eun Young : Orang yang kita pikir telah bunuh diri menelepon. Kau tidak akan meminta nomornya?

Jae Yeol beranjak ke mejanya.

Jae Yeol : Saat sedang diselidiki, kami menjadi kebal dari telepon iseng seperti itu.

Eun Young : Kenapa kau sangat yakin ini panggilan iseng? Apa kau membunuh kakakku?

Jae Yeol marah, keluar!

Eun Young : Jangan marah. Beberapa orang mungkin menganggap itu benar.

Eun Young beranjak keluar.

Byung Hak diam-diam masuk ke rumahnya. Dia berpikir Ji Ae udah tidur, karena semua lampu udah padam. Byung Hak membawa beberapa barang.

Tapi tiba-tiba, terdengar suara Ji Ae.

Ji Ae : Siapa kau?

Byung Hak menyalakan lampu. Ternyata Ji Ae yang duduk di kursi pemijat.

Byung Hak langsung menaruh barang2 yang dibawanya ke dekat kaki Ji Ae.

Byung Hak : Pertama, lihatlah semua ini. Lalu lihatlah aku. Maka kita bisa melanjutkan dan berbicara…

Ji Ae beranjak dari kursi pemijat dan duduk di sofa.

Ji Ae lalu membaca buku yg judulnya “‘Bercerai Tidak Menjadi Masalah'”.

Byung Hak menjelaskan, kalau dia tidak sengaja membangun dua keluarga. Dia terseret dalam keadaan ini. Dia juga korban. Bahkan putra wanita itu bukan anaknya.

Byung Hak : Aku akan menuntut dia atas semua kerugian. Jadi, mari menganggap hal ini tidak pernah terjadi. Maukah kau memikirkannya lagi demi kepentingan putri kita?

Ji Ae : Jika kau sungguh memikirkan Chae Rin, kenapa membandingkan anugerahnya dengan milik anak laki-laki itu, lalu menyuruhku mengurangi biaya lesnya?

Byung Hak : Saat itu aku tidak tahu dia bukan putraku. Andai tahu, aku tidak mungkin melakukannya. Selain itu, kau ingin membiarkan Chae Rin melakukan semua yang dia inginkan. Bagaimana caramu membesarkannya setelah bercerai denganku?

Ji Ae menunjukkan buku yang dibacanya.

Ji Ae : Itulah sebabnya aku mengatur rencana. Aku akan membuat rencana baru untuk hidupku.

Byung Hak : Kedengarannya saja mudah. Pikirmu mudah membesarkan dia sendirian? Itu tidak akan mudah.

Ji Ae : Aku masih bertahan setelah semua yang terjadi karena aku tahu itu tidak mudah.

Ji Ae menaruh bukunya di meja dan beranjak pergi.

Byung Hak melihat buku yang dibaca Ji Ae tadi. Dia kesal.

Byung Hak : Kenapa mereka menerbitkan buku seperti ini? Sial.

Ji Ae masuk ke kamar Chae Rin. Chae Rin sudah tidur.

Ji Ae : Tidak mudah bagi wanita untuk membesarkan seorang anak sendirian.

Ji Ae ingat masa kecilnya. Saat itu, ia memberikan penghargaan yang diterimanya pada ibunya. Ternyata Ji Ae sudah pintar dari dulu. Sang ibu minum2 dan frustasi melihat penghargaan Ji Ae. Tak lama kemudian, sang ibu merobek penghargaannya dan berkata bahwa dia tak punya suami yang menghasilkan uang jadi tak bisa membiayai pendidikan Ji Ae. Ji Ae hanya terdiam menahan kesedihannya.

Flashback end…

Ji Ae menahan tangisnya yang nyaris keluar. Lalu dia tersenyum menatap Chae Rin.

Ji Ae : Aku tidak akan melakukannya kepada putriku.

Hye Kyung menghampiri Sung Hwan di ruang tengah usai mengurus Soo Min.

Mereka tak bisa saling bicara dan terlihat kikuk.

Sung Hwan memulai pembicaraan dengan meminta maaf.

Sung Hwan : Rumah itu terjual lebih cepat daripada dugaanku.

Hye Kyung : Kau akan tetap menjualnya. Itu lebih baik daripada dibiarkan begitu saja.

Sung Hwan : Bisakah kau memberiku selimut? Aku akan tidur di sofa.

Hye Kyung : Kau akan tidur di sini?

Sung Hwan : Aku tidak bisa tidur di tempat lain.

Hye Kyung : Bagaimana jika Soo Min melihatmu?

Sung Hwan : Kau benar. Kalau begitu, aku akan tidur di ruang kerja.

Hye Kyung : Di sana sangat berdebu karena sudah lama tidak kubersihkan.

Sung Hwan : Kalau begitu, aku akan tidur di kamar tamu.

Hye Kyung : Kamar itu dipenuhi baju yang tidak kita pakai. Tidak ada tempat.

Sung Hwan : Astaga. Begitu rupanya. Bagaimana ini? Aku harus tidur di mana?

Hye Kyung dan Sung Hwan tidur sekamar. Hye Kyung tidur di kasur, Sung Hwan di lantai.

Sung Hwan : Hye Kyung.

Hye Kyung : Apa?

Sung Hwan : Kau sudah tidur?

Hye Kyung : Aku berusaha tidur. Ada apa?

Sung Hwan : Ada yang ingin kukatakan.

Hye Kyung : Katakanlah.

Sung Hwan : Aku…

Hye Kyung tampak berharap Sung Hwan mengatakan seperti yang ada di pikirannya. Hye Kyung pengen rujuk.

Tapi Sung Hwan bilang dia akan dipindahtugaskan ke AfSel.

Sontak Hye Kyung kaget. Dia langsung bangun dan menatap Sung Hwan.

Hye Kyung : Benarkah kau akan pergi?

Sung Hwan : Aku tidak bisa lagi membohongi Soo Min. Daripada berpura-pura hidup bersama, hidup terpisah karena aku bekerja di luar negeri sepertinya jauh lebih baik.

Hye Kyung ngambek dan langsung menarik selimutnya.

Gantian Sung Hwan yang menatap Hye Kyung. Dia berharap dicegah. Tapi Hye Kyung nyuruh dia mengambil pekerjaan itu.

Paginya, Eun Young mencoba menghubungi Hyeon Joo lagi di depan Yoon Jin. Lalu Eun Young bilang pada Yoon Jin, ponsel itu masih tak aktif.

Lantas Yoon Jin menghubungi Jung Wan.

Jung Wan masih di warnet sejak semalam.

Jung Wan : Aku tidak bisa melacaknya sejak tadi malam. Tidak ada hal lain yang kutemukan selain detail yang sudah kuberikan. Aku akan segera menelepon anda jika menemukan ponsel itu.

Jung Wan menyudahi pembicaraannya dan kembali memeriksa satu per satu rekaman CCTV. Dia tak kenal lelah.

Tak lama kemudian, dia menemukan rekaman CCTV Jae Yeol. Kalau gak salah ingat, baju yang dipakai Jae Yeol di CCTV itu sama dengan baju yang dipakai Jae Yeol saat kembali ke rumah subuh2 di hari kematian Hyeon Cheol.

Jae Yeol lagi rapat bersama para petinggi.

“Aku akan menjadwalkan rapat mengenai ketertiban umum bersama pejabat pekan depan.”

Tak lama, Jung Wan menerobos masuk. Sontak pejabat yang lagi rapat sama Jae Yeol, memarahi Jung Wan.

“Di mana sopan santunmu?”

“Aku harus berbicara dengan Pak Inspektur.”

“Beraninya kau asal masuk padahal sedang ditangguhkan?”

“Tidak apa-apa. Sepertinya itu mendesak. Kalian boleh pergi.” jawab Jae Yeol

Mereka pergi. Jung Wan mendekati Jae Yeol.

Jung Wan : Kang Hyun Chul tewas pukul 00.50. Di mana anda pada saat itu?

Jung Wan menunjukkan foto Jae Yeol dari rekaman CCTV itu.

Jung Wan : Anda mengenali tempat ini?

Jae Yeol melihat foto itu.

Dia kaget. Tapi kemudian dia ngeles.

Jae Yeol : Aku ada di tempat yang tidak seharusnya? Mungkin aku memberi hormat kepada mendiang putrinya Hyun Chul. Apa itu masalah?

Jung Wan : Jika aku memberi anda alasan lain, maukah anda mengakuinya?

Jae Yeol : Begini, entah kenapa kaau melakukan ini kepadaku.

Jung Wan : Sebaiknya anda tidak menarik kembali ucapan anda. Aku sungguh berharap anda tidak pernah melakukannya.

Jung Wan keluar.

Jae Yeol pun meremas foto itu dan kesal.

Bersambung ke part 2…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like