Rose Mansion Eps 7 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Rose Mansion Episode 7 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. YUK Cek episode sebelumnya DISINI…..

Forensik tengah melakukan autopsi pada jasad ibunya Charlie.

Dan, mereka menemukan sebuah kunci dari dalam tenggorokan ibu Charlie.

Di depan ruang autopsi, Detektif Jang menunggu bersama Detektif Bae. Tak lama, dokter forensik keluar.

Detektif Jang langsung bertanya, apa itu kasus pembunuhan.

Dokter : Dia masih hidup ketika dia masuk.

Detektif Jang : Oke. Tenggelam. Seseorang mungkin telah mendorongnya atau dia tergelincir.

Dokter : Ya, tapi… Aku menemukan ini.

Dokter menunjukkan kunci yang ditemukan di tenggorokan ibu Charlie tadi.

Detektif Jang : Dimana?

Dokter : Di tenggorokannya.

Detektif Jang : Apakah dia menelannya atau didorong masuk?

Dokter : Sepertinya dia menelannya sendiri. Tidak ada kerusakan di tenggorokannya. Jika seseorang memasukkannya, itu akan rusak.

Dokter juga mengatakan, bahwa mantel yang dipakai ibu Charlie saat ditemukan adalah milik Ji Hyun. Ada DNA Ji Hyun dan darah Ji Hyun di sana.

Detektif Jang : Apa artinya itu? Mantel itu milik Song Ji Hyun tetapi mengapa nenek memakainya ketika dia meninggal? Dan apa kunci ini?

Dokter : Tubuh tidak pernah berbohong. Kehidupanlah yang berbohong. Itulah kebenaran yang dikatakan tubuhnya.

Dokter beranjak pergi.

Detektif Bae : Kapten. Menurutmu apa ini?

Detektif Jang : Aku tidak tahu.

Detektif Bae : Bukankah itu terlihat seperti kunci apartemen?

Detektif Jang : Aku pikir nomor unit telah dihapus.

Detektif Bae : Apakah aku harus memeriksa setiap rumah? Rose Apartment memiliki akses koridor. Ini memiliki begitu banyak rumah tangga. Kau tidak akan melakukannya, bukan?

Detektif Jang : Kau akan melakukannya.

Detektif Bae : Tapi, Kapten….

Tangki air masih dipasangi garis polisi.

Ji Na nekat masuk, untuk mencari sesuatu.

Dan dia menemukan gelang kakaknya di tangga menuju ke bawah.

Tiba2, dia dikejutkan dengan kedatangan Min Soo.

Ji Na lega itu Min Soo.

Min Soo kaget melihat Ji Na.

Min Soo : Ji Na, apa yang kau lakukan di sini?

Ji Na : Biarkan aku naik dulu.

Ji Na memberikan gelang kakaknya ke Min Soo. Dia bilang dia menemukan itu di tangga tangki air.

Ji Na : Itu gelang kakakku. Aku tahu karena itu kenang-kenangan ibu. Dia selalu memakai itu.

Min Soo : Kau pikir dia ada di sana?

Ji Na : Tidak.

Min Soo : Tapi kau bilang itu milik kakakmu.

Ji Na : Seseorang mengambilnya darinya. Kakakku tidak akan mencopotnya sendiri. Wanita itu mencoba mengambil kalungku sebelumnya.

Flashback…

Ji Na yang mau masuk unitnya, dikejutkan dengan kemunculan ibu Charlie yang tiba-tiba.

Ibu Charlie : Unit 809 ada. Tahukah kau? Aku melihatnya.

Ji Na : Apa?

Ibu Charlie mendekati Ji Na. Dia mencoba mengambil kalung Ji Na.

Flashback end…

Ji Na : Sekarang aku berpikir tentang hal itu, Aku pikir dia berbicara tentang kakakku.

Min Soo : Dimana itu? 

Ji Na : Aku tidak tahu. Dia tidak memberitahuku. Aku seharusnya mendengarkan apa yang dia katakan. Siapa yang tahu.

Ji Na lalu berkata ada sesuatu yang harus dia tunjukkan.

Ji Na menunjukkan video kakaknya menari erotis.

Dia bilang, mereka harus memeriksa video itu asli apa palsu.

Mereka pun membawa video itu ke temennya Min Soo.

Temennya Min Soo mulai memeriksa. Dan tak lama, dia pun berkata, video itu palsu. Itu bukan Ji Hyun.

Dia pun penasaran siapa yang menyebarkan video itu.

Min Soo : Kita bisa menangkap pelakunya meskipun itu akan memakan waktu. Hukumannya cukup berat. Dulu, kau dikenakan biaya untuk pencemaran nama baik dan menyebarkan materi seksual. Tapi sekarang kau bisa berakhir di penjara hingga tujuh tahun.

Ji Na : Jika itu palsu, itu dilakukan dengan sengaja. Mengapa seseorang melakukan sesuatu yang begitu vulgar?

Mereka lantas membahas hal itu sambil makan ice cream.

Temen Min Soo : Itu bisa menjadi konspirasi. Mungkin bukan hanya pria di CCTV, tetapi beberapa orang.
Min Soo : Apakah kau akhirnya mendapatkan firasat? Maksudku, beberapa penduduk terlalu memperhatikan kasus ini. Dan mereka terlalu memperhatikan dan memusuhimu.

Ji Na : Mungkin ada hubungannya dengan pembangunan kembali? Kita harus memeriksanya.

Sook Ja tengah bicara dengan beberapa wanita penghuni apartemen. Dia bilang, ibu Charlie mengumpulkan beberapa barang bekas hingga membuat apartemennya bau.

Ji Na lewat dan langsung memanggil Sook Ja. Wanita2 tadi pergi.

Ji Na : Apa kau masih memiliki pengobatan? Aku stress dengan kasus kakakku. Bahu dan punggungku sakit. Aku rasa aku mengalami kram otot.

Sook Ja : Kau memiliki masalah sirkulasi darah. Perawatanku sempurna untuk itu.

Ji Na : Bisakah aku mendapatkan perawatan sekarang?

Sook Ja : Ikuti aku. Tapi aku hanya menerima uang tunai.

Sook Ja membawa Ji Na ke unitnya. Tadinya, para pelanggan Sook Ja lagi membahas kematian ibu Charlie. Mereka bilang, mereka jadi takut untuk keluar rumah malam-malam, tapi pas Ji Na masuk, topic mereka berganti ke Ji Na.

“Sook Ja, dia sedang apa disini?”

“Aku tidak pernah menolak pelanggan.”

Sook Ja menyuruh Ji Na duduk di kursi pijat sambil menunggunya menyiapkan perlatan.

Para wanita kembali membahas Charlie. Mereka curiga Charlie yang membunuh ibunya karena Charlie selalu membicarakan warisan.

Sook Ja datang dan memarahi mreka.

Sook Ja : Jaga mulutmu. Begitulah rumor dimulai. Kau tidak harus mengatakan itu.

Sook Ja lalu menyuruh Ji Na berbaring. Dia juga minta Ji Na membuka baju.

Ji Na malu, disini?

Sook Ja : Lihatlah sekelilingmu. Tidak ada laki-laki di sini.

Ji Na : Aku hanya membutuhkannya di pundakku.

Sook Ja : Baik. Buka hanya bagian atasnya.

Ji Na pun membuka bajunya bagian atas dan mulai berbaring dengan wajah terpaksa.

Sook Ja mulai melakukan perawatan.

Sook Ja : Tidak mudah untuk menjadi cantik. Lihat kulitmu. Aku pernah memiliki kulit yang cerah. Pacarmu pasti bahagia.

Selesai dipijat, Ji Na langsung pulang.

Pas mau tidur, dia mendengar suara berisik lagi di lantai atas.

Wanita di Unit 909, yang letaknya tepat di lantai atas unit Ji Na, bertengkar lagi dengan suaminya.

“Kenapa kau tidak bisa memberitahuku? Siapa dia!”

“Dia bukan siapa-siapa. Dia dari pekerjaan!”

“Apakah kau sangat menyukai perempuan?”

Ji Na yang merasa terganggu, menutup pintu kamarnya dan lanjut tidur.

Kamera menyorot ke laptop Ji Na.

Seseorang berpakaian hitam2, terekam CCTV mendekati kamera CCTV Ji Na.

Dia lantas menyemprot CCTV dengan sesuatu, hingga kamera CCTV menghitam.

Bersambung………..

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

The Law Cafe Ep 7

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Law Cafe Episode 7,Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya di tulisan yang ini. Episode…
Read More

Snowdrop Ep 11

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Snowdrop Episode 11, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Untuk…