Red Shoes Eps 97 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 97 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini

Hyeok Sang menemui Hye Bin. Dia melihat Hye Bin lagi menggambar.

Hyeok Sang : Hye Bin-ah.

Hye Bin diams aja dan fokus mendesain. Hyeok Sang mendekati Hye Bin.

Hyeok Sang : Hye Bin-ah.

Hye Bin mendongak. Dia senang melihat ayahnya. Sang ayah mendadak memeluknya.

Hyeok Sang : Hye Bin-ah, kau tahu kan bahwa kau adalah duniaku?

Hye Bin : Tentu aku tahu.

Hyeok Sang melepas pelukannya dan duduk di depan Hye Bin.

Hyeok Sang : Aku tidak akan memaafkan siapapun yang menyakiti anakku. Aku akan menghukum Kim Jemma untukmu.

Hye Bin terkejut, kenapa? Itu salahku, bukan salahnya. Ayah, Jemma adalah kakakku. Ibu yang melahirkannya.

Hyeok Sang : Dia bukan kakakmu.

Hye Bin : Aku tahu kau tidak menyukainya tapi jika ibu yang melahirkannya, maka dia kakakku.

Hyeok Sang : Aku bilang bukan.

Hye Bin : Ayah.

Hee Kyung masih minum-minum. Hyeok Sang masuk dan memintanya berhenti minum. Hee Kyung bilang hanya minum yang bisa dia lakukan. Dia tak punya apa-apa lagi. Min Hee Kyung sudah meninggal katanya.

Hyeok Sang : Tidak. Kau masih memilikinya. Aku akan memastikannya.

Hee Kyung : Bagaimana? Semuanya sudah berakhir.

Hyeok Sang : Aku akan menyeret Jemma keluar dari sana. Aku akan memastikan dia tidak pernah muncul lagi. Jangan khawatir. Kau tidak perlu berurusan dengan gadis yang tak henti-hentinya itu lagi. Karena aku akan menyingkirkannya selamanya. Selama kau baik-baik saja.

Hee Kyung kaget, jangan bodoh.

Hyeok Sang : Mengapa? Apakah tiba-tiba cintamu sebagai seorang ibu ada untuknya? Aku pikir kau hanya peduli tentang tidak ada seorang pun kecuali dirimu sendiri.

Hee Kyung mencoba menahan Hyeok Sang.

Hyeok Sang bilang dia tak bisa diam lagi dan dia diam selama ini karena Jin A putri Hee Kyung.

Hee Kyung : Yeobo, Jemma adalah…. dia adalah… putrimu.

Hyeok Sang : Tentu. Dia juga anakku sejak kau melahirkannya. Tapi Jemma adalah bukti yang harus aku singkirkan.

Hee Kyung : Yeobo, biarkan dia. Atau takuti dia sedikit.

Hyeok Sang : Tentu. Demi kebaikanmu.

Hyeok Sang beranjak pergi.

Hee Kyung mulai cemas. Dia menenangkan dirinya dengan minum lagi.

Gun Wook dikejutkan dengan kedatangan Ki Seok ke tokonya.

Ki Seok bilang dia mau memberikan karyawannya pakaian hangat, karena karyawannya sudah lelah bekerja untuk restoranya jadi dia butuh sesuatu yang hangat yang bisa dipakai sehari-hari.

Gun Wook langsung memilihkan koleksi terbaik di tokonya.

Dia menyuruh Ki Seok mencobanya. Ki Seok setuju membeli jaket pilihan Gun Wook setelah mencobanya.

Nosang lagi ramai-ramainya. Yu Kyung dan rekannya sibuk melayani pelanggan yang silih berganti. Lalu Ki Seok datang. Yu Kyung dan kedua rekannya memberitahu respon positif orang-orang di media sosial terhadap restoran mereka.

Ki Seok memberikan mereka hadiah jaket. Dia bilang, itu hadiah kecil karena mereka sudah bekerja keras dan dia ingin mereka tetap hangat.

Sontak karyawannya senang.

Lalu dua orang datang. Mereka bertanya, dimana mereka bisa membuka lokasi rantai restoran.

Ki Seok pun langsung mengajak dua orang itu ke ruangannya.

Ki Seok : Aku CEO nya.

Jin A lagi rapat dengan ketiga karyawannya. Jin A mengajak mereka untuk berkolaborasi lagi dengan Lora Shoes.

Mereka setuju.

So Bin : Sebuah kasur, tempat anda bisa berjalan dengan nyaman bahkan dengan sepatu hak.

Tae Ha : Sepatu yang nyaman bahkan untuk berjalan di atas kasur.

Jin A : Pikirkan strategi pemasaran sehingga produk dapat memiliki efek sinergi.

Ketiganya mengerti dan rapat selesai.

Ponsel Jin A berbunyi. Telepon dari Soo Yeon. Soo Yeon mengajak Jin A bertemu sepulang kerja.

Jin A bilang dia ada janji.

Soo Yeon : Jadi kau tidak bisa?

Jin A : Aku selesai pukul delapan karena ini wawancara TV.

Soo Yeon kaget, wawancara TV?

Jin A : Reporter dari KSBC yang mewawancaraiku sebelumnya karena kasur ajaib, ingin bertemu. Aku berasumsi kami selesai pukul delapan. Aku akan menelponmu lagi nanti.

Soo Yeon : Oke, aku menunggu.

Jin A sudah di restoran, menunggu si pewawancara. Dia heran karena si pewawancara sangat terlambat. Si pewawancara juga tidak menghubunginya. Jin A meraih ponselnya.

Seorang pelayan datang, menuangkan air putih ke gelasnya, tapi pelayan itu menatap Jin A dengan tatapan aneh, seolah tahu apa yang akan terjadi pada Jin A ke depannya.

Jin A merasa aneh dengan tatapan pelayan itu. Si pelayan kemudian pergi. Jin A terus melihatnya.

Tak lama, dia melihat semua pelayan beranjak keluar dari restoran.

Lalu dia melihat Hyeok Sang dan para pengawalnya datang.

Soo Yeon di ruangannya heran Jin A belum menghubunginya juga.

Dia mencoba menghubungi Jin A, tapi ponsel Jin A tak aktif.

Soo Yeon : Apa yang terjadi?

Ponselnya berbunyi. Soo Yeon fikir itu Jin A, ternyata Ju Hyung.

Ju Hyung : Kenapa? Kau menunggu telepon dari Jemma?

Soo Yeon : Ada apa?

Ju Hyung : Aku ingin mengajakmu makan malam.

Soo Yeon pun cerita, kalau dia berencana menemui Jin A.

Soo Yeon : Dia bilang dia selesai sekitar jam delapan tapi ponselnya mati.

Jin A : Ponselnya mati?

Soo Yeon : Reporter KSBC yang mewawancarainya sebelumnya karena kasus ajaib, memintanya bertemu. Dia ingin mewawancarainya untuk program special ‘People of The Year’.

Manajer Yeo masuk. Menyadari ada yang tidak beres, Ju Hyung langsung menyudahi teleponnya dengan Soo Yeon.

Ju Hyung : Yeo Timjang, kau tahu siapa yang mewawancarai Kim Jemma tentang kasur ajaib?

Manajer Yeo : KSBC? Itu Reporter Lee.

Ju Hyung : Hubungi dia dan cari tahu apa mereka punya program People of The Year.

Manajer Yeo menghubungi Reporter Lee.

Sementara Ju Hyung mencoba menghubungi Jin A.

Ju Hyung tiba di rumah dan mendapat telepon dari Manajer Yeo.

Ju Hyung : Apa? Tidak ada program itu dan Reporter Lee tak pernah menghubunginya?

Manajer Yeo : Menurutmu Pimpinan Kwon memancingnya keluar?

Khawatir, Ju Hyung langsung teriak mencari ayahnya. Hee Kyung keluar dari dapur membawa miras.

Ju Hyung : Dimana ayah? Dia belum pulang?

Hee Kyung : Mana aku tahu. Kau dari kantor, harusnya kau tahu lebih baik.

Hee Kyung beranjak ke kamar.

Ju Hyung bergegas ke kamarnya. Dia mengunci pintu kamar dan mendengarkan percakapan lewat alat penyadapnya yang masih dia pasang di ruangan Hee Kyung yang sekarang menjadi ruangan Jin A.

Dia mendengar percakapan Hyeok Sang dan Jin A.

Dari situ dia tahu, ayahnya mengancam Jin A.

Dia juga mendengar percakapan Hyeok Sang dan Hee Kyung di kamar. Hyeok Sang bilang dia akan menghancurkan Jin A selamanya.

Cemas, Ju Hyung pun menerobos masuk ke kamar Hee Kyung.

Hee Kyung : Ju Hyung-ah, dimana sopan santunmu? Kau tidak tahu caranya mengetuk pintu?

Ju Hyung : Dimana ayah! Ayah membawa Jemma dan dia tak menjawab ponselnya. Telepon dia sekarang!

Hee Kyung tertawa, kenapa harus aku? Kau saja, dia ayahmu.

Ju Hyung : Kau akan membiarkan dia membunuh putrinya? Kim Jemma putri kandung ayah!

Hee Kyung kaget Ju Hyung tahu. Ju Hyung bilang dia sudah melihat hasil tes DNA itu.

Hee Kyung kaget Ju Hyung tahu Jin A anak Hyeok Sang.

Ju Hyung : Ayah mencoba membunuhnya, dia dalam bahaya! Ayah akan melakukan sesuatu yang tidak termaafkan!

Hee Kyung : Jangan takut. Dia tidak akan membunuhnya. Dia bilang dia hanya akan menakutinya.

Ju Hyung : Dia akan membunuhnya!

Hee Kyung : Tidak! Dia bilang padaku hanya akan menakutinya. Jadi tunggu saja.

Ju Hyung : Apa yang dia lakukan terakhir kali? Dia mencoba membunuh Jemma tapi yang terbunuh ibu angkat Jemma! Jika kita tidak menghentikannya kali ini, dia akan benar-benar membunuhnya!

Hee Kyung kekeuh kalu Hyeok Sang gak bakal bunuh Jin A.

Hyeok Sang dan dua pengawalnya mendekati Jin A.

Hyeok Sang : Diluar dingin. Jangan khawatir, kau tidak akan merasakan dingin karena kau akan tidak lagi menjadi bagian dari dunia ini.

Jin A terkejut.

Hyeok Sang : Itu sebabnya kau harus tetap rendah dan tidak terlihat. Mengapa kau harus menjadi pengganggu seperti itu?

Jin A : Menurut mu kau akan aman setelah membunuhku?

Hyeok Sang : Aku sangat mengenal diriku sendiri. Lagipula aku pantas mati. Kalaupun aku akan mati, mungkin juga memiliki pendamping untuk perjalanan. Itu akan kurang kesepian.

Jin A : Kau adalah setan.

Hyeok Sang : Kau membuat ku seperti ini.

Ju Hyung menyuruh Hee Kyung menghubungi Hyeok Sang sekarang. Tapi Hee Kyung tetap aja keras kepala.

Ju Hyung : Kau dapat menyangkal sesukamu, tapi Kim Jemma adalah anakmu dan anak ayah. Apa kau akan membiarkan dia membunuh putrinya sendiri? Apakah ini yang kau inginkan? Membunuh ibu dan nenekku tidak cukup? Apakah kau benar-benar akan membiarkannya membunuh putrinya sendiri?

Hee Kyung : Tidak. Aku tidak membunuh mereka! Tidak!

Ju Hyung : Aku mohon, tolong dengarkan aku, ibu tiri!

Jin A berusaha kabur tapi diluar dia malah bertemu satu lagi orangnya Hyeok Sang.

Hyeok Sang dan dua pengawalnya tadi menyusulnya.

Hyeok Sang : Tidak ada gunanya berlari. Jangan berusaha terlalu keras. Ini melelahkan bagi kami berdua.

Jin A : Kau akan dibakar untuk selama-lamanya. Kau membunuh ibuku, bukan?

Hyeok Sang : Mengapa kau menanyakan yang sudah jelas?

Jin A : Kau pembunuh. Kau setan!

Hyeok Sang : Kau adalah iblis! Kami bahagia sebelum kau muncul. Kau menghancurkan putriku Hye Bin dan menghancurkan keluarga kami. Jemma-ssi, apakah kau masih percaya Hee Kyung mencoba membunuhmu? Dia hanya ingin menakutimu dan membuatmu jauh dari kami. Karena kau menghalangi jalannya.

Jin A : Dia mencoba membunuhku.

Hyeok Sang : Mengapa? Untuk apa? Dia melahirkanmu. Api? Kau pikir dia sedang mencoba membunuhmu dengan api kecil itu? Wanita yang tidak bisa tidur di malam hari karena bekas luka di lenganmu?

Hyeok Sang ingat saat Hee Kyung meminta saran padanya.

Hee Kyung : Yeobo, aku butuh beberapa saran bisnis. Apa yang harus aku lakukan jika ada seseorang yang harus aku singkirkan?

Hyeok Sang : Kau harus mengancam mereka. Seperti kau akan membunuh mereka jika mereka mendekat. Jika mereka mendatangimu tanpa peduli, beri mereka berdua wortel dan cambuk pada saat bersamaan. Tenangkan mereka dengan uang sambil mengancam mereka juga. Seorang CEO yang menjalankan bisnis perlu punya nyali. Kau harus bisa kejam untuk menghilangkan lintah yang mengganggu yang tidak akan meninggalkan kau sendirian.

Flashback end…

Hyeok Sang : Aku belajar, yang dia butuhkan adalah menyingkirkanmu.

Jin A : Jangan beri aku sampah itu. Kalian adalah pembunuh. Aku tidak akan mati sampai aku mengekspos semua hal yang jahat yang kalian lakukan!

Ju Hyung masih berusaha membujuk Hee Kyung.

Ju Hyung : Jika kau tidak meneleponnya, aku akan menelepon polisi.

Tapi Hee Kyung tetap aja gak mau menghubungi Hyeok Sang.

Ju Hyung : Haruskah kuhubungi polisi? Aku melakukan ini untuk Ayah. Tolong, sebelum terlambat. Tolong! Hubungi dia sekarang Ibu tiri!

Ponsel Ju Hyung berdering. Telepon dari Manajer Yeo.

Manajer Yeo : Saya akhirnya menemukannya. Janji temu Jemma di Taman Sansung di depan Gunung Udae.

Ju Hyung pun bergegas pergi.

Jin A teriak meminta dilepaskan.

Hyeok Sang : Teriaklah sesukamu. Bisakah kita melihat apakah ada yang mendengarmu?

Hyeok Sang mengkode orang suruhannya, untuk membunuh Jin A.

Orang suruhannya mengerti. Dia mendekat ke Jin A dan menusuk Jin A.

Jin A langsung terkapar.

Tapi tepat setelah itu, ponsel Hyeok Sang berbunyi.

Hee Kyung : Apa kau bersama Jemma?

Hyeok Sang : Bagaimana kau tahu? Aku ingin mengurusnya dengan tenang tanpa memberitahumu.

Hee Kyung : Apa yang terjadi dengannya?

Hyeok Sang : Dia meninggal. Semuanya sudah berakhir sekarang.

Hee Kyung : Tidak! Dia tidak bisa mati. Jemma putrimu! Pesan teks yang kau lihat soal tes DNA bukan untuk Hye Bin, tapi Gemma. Kau ayah Jemma!

Hyeok Sang kaget, apa maksudmu?

Hee Kyung : Itu semua benar. Maafkan aku. Jemma adalah putrimu.

Hyeok Sang : Apa yang kau bicarakan? Katakan itu lagi.

Hee Kyung : Jemma adalah putrimu! Aku tidak tahu. Aku benar-benar tidak tahu.

Sontak lah Hyeok Sang syok. Dia langsung terduduk lemas, menatap Jin A yang sekarat.

Soo Yeon tak bisa tidur di saat yang lain sudah tidur. Dia ke dapur dan menelpon Ju Hyung.

Soo Yeon : Apakah kau menemukan Gemma?

Ju Hyung : Kami menemukannya. Dia di rumah sakit.

Soo Yeon : Rumah Sakit?

Ju Hyung : Ayah pasti membawanya ke rumah sakit.

Soo Yeon mengerti dan menyudahi teleponnya.

Tapi kemudian dia kaget Tae Gil masuk ke dapur.

Tae Gil : Jemma di rumah sakit? Maksudmu apa?

Hyeok Sang tengah mendonorkan darahnya sambil memikirkan kata-kata Hee Kyung bahwa Jin A putrinya.

Dokter tengah memeriksa Jin A. Jin A masih belum siuman.

Hyeok Sang melihat Jin A dari balik pintu usai memberikan darahnya.

Lalu dokter keluar.

“Sungguh melegakan bahwa kau dan putrimu memiliki golongan darah yang sama. Kami kehabisan darah O negatif. Kau ayahnya, kan? Dia tidak baik-baik saja sejak dia terluka sebelum dia sembuh total dari operasi otaknya yang saya lihat di catatan medisnya. Bagaimanapun, dia mendapat transfusi pada waktunya, jadi yang terburuk ada di belakang kita. Anda tidak perlu terlalu khawatir.”

Dokter pun pergi.

Hyeok Sang kembali melihat Jin A.

Dia menatap Jin A dengan tatapan berkaca-kaca.

Bersambung ke part 2…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
The Penthouse 3 Ep 4
Read More

The Penthouse 3 Ep 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse Season 3 Episode 4, Untuk tahu alur cerita lengkap khusus dari drakor ini…
Read More

Pachinko Ep 6

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Pachinko Episode 6, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. EPISODE…
Read More

Blue Birthday Ep 8

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Blue Birthday Episode 8, Nih gaes untuk spoiler lengkap disediakan pada recap di tulisan yang…