Red Shoes Eps 91 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 91 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini

Hee Kyung ke dapur dan melihat Hyeok Sang lagi minum.

Hee Kyung : Kau bilang minum untuk membantumu tidur. Kau berencana minum sebotol?

Hee Kyung mengambil gelas dan meminta Hyeok Sang menuangkan miras untuknya.

Hyeok Sang : Ju Hyung bertemu dengan Direktur Kim Nam Jun. Dia bertanya bagaimana ibunya meninggal. Apa penyebab kematiannya.

Hyeok Sang : Idiot bodoh itu.

Hee Kyung mau pergi, tapi ditahan Hyeok Sang.

Hyeok Sang : Apa kau tidak merasa bersalah, Hee Kyung?

Hee Kyung tak menjawab dan pergi ke kamar.

Hyeok Sang menyusulnya.

Hyeok Sang : Kau harus hati-hati untuk saat ini jika kau tidak menginginkan Ju Hyung untuk menangkapmu.

Hee Kyung : Apa yang kau katakan?

Hyeok Sang : Kau tahu persis apa yang kukatakan.

Hee Kyung : Kau mau bilang aku membunuh ibunya, kan? Aku? Bukan. Kau. Jika ada yang membunuhnya, itu pasti kau, bukan aku. Karena kau lah yang paling diuntungkan dari kematiannya. Kau, bukan aku, mewarisi seluruh kekayaannya kalau dia mati.

Hyeok Sang : Bagaimanapun juga dia akan mati. Yang harus aku lakukan hanyalah menunggu. Mengapa aku harus mengotori tanganku?

Hee Kyung : Karena kau tergila-gila padaku saat itu. Karena kau gugup kalau-kalau aku bisa meninggalkanmu. Karena kau tidak bisa bercerai. Itu sebabnya kau membunuhnya.

Hyeok Sang : Kau membunuhnya. Kau meracuni makanannya ketika kau mengunjunginya di panti jompo.

Hee Kyung : Sudah kubilang, itu vitamin!

Hyeok Sang : Apa? vitamin?

Narasi Hee Kyung : Kau tidak percaya? Aku mengerti. Aku sangat baik padanya. Karena aku merasa tidak enak padanya sebagai sesama wanita. Karena aku kasihan padanya. Ibu mertua? Dia benar-benar membenciku. Dia memanggilku penyihir, ular berbisa, dan segala macam hal buruk. Tapi aku juga merasa kasihan padanya. Apakah itu dosa menjadi seorang wanita?

Sekarang, Hee Kyung sudah tidur. Hyeok Sang terdiam menatap Hee Kyung.

Hyeok Sang : Dia benar. Ini salah paham. Hee Kyung berbeda saat itu. Dia mungkin terobsesi untuk sukses tapi dia tidak cukup keji untuk membunuh seseorang. Dia tidak bersalah. Dia menjadi seperti ini karena Kim Jemma. Mimpi buruknya tentang masa lalu muncul kembali. Jika Jemma tidak muncul, Hee Kyung tidak akan berubah seperti ini. Kalau saja bocah itu, Kim Jemma, belum muncul.

Ponsel Hyeok Sang berbunyi.

Telepon dari pengawalnya.

“Pak. Kau tahu itu sidangnya besok jam 11 ya? Tapi dia meminta setoran sebelum jam 10 pagi. Satu juta dolar. Dia mengancam untuk mengatakan kau mempekerjakannya jika kau tidak membayarnya.”

“Itu benar-benar konyol. Aku bilang aku akan membayarnya setelah sidang selesai.”

“Dia bilang dia tidak bisa mempercayaimu dan menginginkannya sebelum persidangan.

“Sidangnya jam 11 siang. Satu juta dolar pada pukul 10 pagi? Dia setidaknya harus memberiku waktu untuk mengumpulkan uang. Dia mencoba main-main denganku. Tidak. Dia mengatakan dia akan melaporkanku ke polisi.”

“Apa yang harus kita lakukan? Haruskah aku membunuhnya saja? Tidak ada yang akan menjadi lebih bijaksana. Aku punya perasaan dia akan terus-menerus mencekik leher anda.”

“Tunggu sampai pagi. Aku akan memutuskan kemudian.”

Tanpa sadari, Hee Kyung tak benar-benar tidur.

Dia membuka mata dan mendengar semuanya.

Soo Yeon merasa terganggu dengan dengkuran Sun Hee.

Ditambah lagi, Sun Hee tidurnya lasak.

Sun Hee akhirnya pindah keluar. Dia tidur disamping Tae Gil.

Baru berbaring, Tae Gil yang tak sadar ada Soo Yeon disampingnya, memeluk Soo Yeon.

Tapi kemudian, Tae Gil merasa dia memeluk seseorang. Dia terkejut dan bangun.

Soo Yeon membekap mulut Tae Gil agar tidak berisik.

Soo Yeon : Ini aku. Aku tidak bisa tidur dengan kakakmu. Dia sangat aktif.

Tae Gil : Kalau begitu, tidur disini dan kembali ke sana sebelum dia bangun.

Mereka berbaring.

Soo Yeon : Tae Gil-ssi.

Tae Gil : Ya?

Soo Yeon : Jangan melewati batas. Mengerti?

Tae Gil : Oke.

Tae Gil memunggungi Soo Yeon dan tidur.

Soo Yeon : Tae Gil-ssi, kau sudah tidur?

Tae Gil gak jawab. Soo Yeon pun kesal melihat Tae Gil sudah tidur.

Sun Hee yang baru bangun, heran Soo Yeon tak ada disampingnya. Dia menduga Soo Yeon lagi bikin sarapan. Tapi pas keluar, dia kaget melihat Tae Gil dan Soo Yeon tidur berpelukan.

Gun Wook dan Yu Kyung juga melihat mereka.

Sun Hee pun teriak membangunkan mereka.

Jin A keluar kamar mendengar teriakan Sun Hee. Dan dia kaget melihat Tae Gil dan Soo Yeon tidur bersama.

Sun Hee teriak lagi, menyuruh mereka bangun. Mereka pun bangun dan terkejut menjadi tontonan keluarga.

Sun Hee menatap sengit keduanya dan menyuruh mereka masuk ke kamarnya.

Jin A, Gun Wook dan Yu Kyung tertawa geli.

Sun Hee : Tae Gil-ah, siapa aku di keluarga ini?

Tae Gil : Anggota tertua. Pemimpin.

Sun Hee : Jadi bagaimana bisa kau melanggar aturan rumah dan tidur bersama? Kalian pria dan wanita.

Soo Yeon dan Tae Gil menjelaskan, kalau mereka tidak melakukan apapun dan hanya tidur saja.

Sun Hee : Ini tidak benar! Mulai hari ini, kalian…. tidur disini.

Sontak lah Tae Gil dan Soo Yeon terkejut disuruh pindah ke kamar Sun Hee.

Hyeok Sang tengah memakai dasinya.

Hee Kyung : Berapa yang kau butuh? Aku tahu kau tidak tidur sekejap pun tadi malam setelah mendapat panggilan itu. Katakan padaku. Berapa banyak yang kau butuhkan?

Hyeok Sang : Apa yang kau tahu? Mengapa kau menjadi nakal?

Hee Kyung : Aku tahu dari pengalaman, jadi singkirkan harga dirimu dan katakan padaku. Namun, bertanya dengan baik.

Hyeok Sang : Tanya baik-baik? Urus bisnismu sendiri. Aku akan menanganinya.

Hyeok Sang beranjak keluar.

Hee Kyung menyombong.

Hee Kyung : Kau terlalu bangga. Itu sebabnya kau di bawahku. Kau terlalu kaku untuk ditekuk ketika kau perlu membungkuk. Kau bersikeras untuk mematahkan menjadi dua.

Di ruangannya, Hyeok Sang masih berpikir. Dia belum membuat keputusan. Dia lalu melirik jam. Sudah jam setengah sepuluh.

Hyeok Sang kembali berpikir. Tak lama, dia membuat panggilan.

“Bunuh dia.”

Sun Hee dan Tae Gil di toko. Tae Gil melirik ponselnya dan menghela napas.

Sun Hee : Belum ada kabar?

Tae Gil : Sidangnya mulai jam 11, jadi kita akan segera mendapatkan vonis.

Sun Hee : Mereka tidak akan membiarkannya pergi begitu saja karena dia mengaku, bukan?

Tae Gil : Mereka tidak bisa melakukan itu. Seseorang meninggal. Jika mereka melakukannya, aku akan protes dan menuntut mereka untuk membawa kakakku kembali.

Sun Hee : Teleponlah Gemma. Tanyakan apakah detektif itu menelepon.

Jemma sendiri lagi bicara dengan Detektif Oh di telepon.

Ju Hyung datang.

Jin A : Dia tidak muncul di pengadilan? Kau bilang sidangnya jam 11 pagi.

Detektif Oh : Aku akan memeriksa di pusat penahanan. Aku akan meneleponmu kembali.

Ju Hyung : Apa yang salah? Apakah ini tentang persidangan untuk kasus ibumu?

Jin A : Sidangnya mulai jam 11, tapi tersangka masih belum tiba.

Ju Hyung : Apa yang sedang terjadi?

Detektif Oh menelpon lagi.

Detektif Oh : Mereka bilang dia meninggal.

Jin A : Apa itu tadi? Katakan sekali lagi.

Detektif Oh : Pria yang menyerahkan dirinya karena membunuh ibumu ditemukan tewas di pusat penahanan.

Jin A : Itu tidak masuk akal.

Detektif Oh : Mereka bilang itu bunuh diri, tapi aku tidak percaya itu.

Ju Hyung tanya ada apa. Jin A memberitahu Ju Hyung bahwa pria penabrak ibunya bunuh diri.

Ju Hyung kaget, mereka menemukan catatan bunuh diri di dekatnya yang mereka pikir dia tulis. Park Soo Yeon ada di tempat kejadian.

Nyonya Choi dan Bibi Ma mengetahui berita itu lewat televisi.

Bibi Ma merasa tidak mungkin pria itu bunuh diri.

Jin A melabrak Hyeok Sang.

Jin A : Pembunuh. Bagaimana kau bisa pergi sejauh ini? Kau melakukan kecelakaan untuk membunuh ibuku, dan sekarang kau membunuh pria itu yang akan diadili? Mengapa? Apakah kau takut mereka akan tahu kau berada di belakangnya? Kau monster. Pembunuh!

Hyeok Sang : Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan. Aku tidak memiliki kekuatan khusus. Bagaimana aku bisa melakukan sesuatu pada seorang pria dikurung di balik jeruji besi?

Jin A : Aku melihatnya, ketika aku menunjukkan fotomu padanya. Dia terkejut saat dia melihat wajahmu. Tadi dia ketakutan.

Hyeok Sang mendorong Jin A, jaga mulutmu! Kau akan terluka.

Singkat cerita, Hyeok Sang bilang Jin A mirip seperti Hee Kyung.

Jin A marah pas Hyeok Sang bilang Hee Kyung ibunya.

Jin A : Dia bukan ibuku! Kau membunuh ibuku!

Hyeok Sang : Menolaknya tidak mengubah DNA Anda.

Jin A menarik kerah Hyeok Sang.

Jin A : Diam, kau pembunuh.

Hee Kyung dan Manajer Yeo datang.

Hee Kyung menyuruh Manajer Yeo membawa Jin A keluar.

Manajer Yeo dan Jin A keluar.

Hee Kyung mendekati Hyeok Sang.

Hee Kyung : Kau mengatakan kepadaku untuk bermartabat, tapi lihat kau. Betapa memalukan.

Bersambung…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

Red Shoes Ep 19 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 19 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…