Red Shoes Eps 81 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 81 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini….

Hee Kyung terbangun dari tidurnya dan langsung resah. Dia memegang ponselnya dan turun dari kasurnya dan berjalan mondar-mandir.

Tak lama, ponselnya berbunyi. Telepon dari Anggota Dewan Kim.

Anggota Dewan Kim : Ada apa? Anggota Dewan Son panik dan mengatakan kau harus mundur dari pencalonan? Apa terjadi sesuatu?

Hee Kyung : Tidak, tentu saja tidak. Sesuatu yang mendesak terjadi.

Anggota Dewan Kim mengerti dan menyudahi pembicaraan mereka.

Lalu Anggota Dewan Joo menelpon.

Anggota Dewan Joo : Kau sudah mendengar berita? Mereka mengadakan rapat darurat. Anggota Dewan Son mengatakan, dia membatalkan pencalonanmu sebagai Menteri Kesetaraan Gender dan Keluarga. Bagaimana dia bisa melakukan itu? Ada apa?

Hee Kyung syok. Dia melemparkan ponselnya ke kasur dan terduduk lemas di kasur.

Hee Kyung menyalahkan Jin A, ini salahmu. Kim Jemma, semua ini kesalahanmu.

Hyeok Sang menemani Hye Bin mendesain. Hyeok Sang senang putrinya sudah membaik.

Hyeok Sang : Kau menjadi lebih baik dan baik, putriku.

Hye Bin bilang, dia mendapatkannya dari Hee Kyung. Bakat mendesainnya.

Hyeok Sang : Aku juga pandai membuat sepatu.

Hye Bin : Kau membuat sepatu juga?

Hyeok Sang : pertama kali bertemu ibumu di sebuah pabrik sepatu. Dia baik dengan tangannya dan bermimpi menjadi seorang desainer sepatu. Dia adalah seorang wanita muda yang cantik. Ayah sangat mencintai ibumu.

Hyeok Sang turun ke bawah dan mendapati Hee Kyung duduk di dapur, memegang botol wine.

Hyeok Sang pun menuangkan wine itu untuk Hee Kyung. Hee Kyung meminum wine nya.

Hyeok Sang : Sudah membuat keputusan? Kau harus memutuskan besok pagi.

Hee Kyung : Bagaimana jika aku menolak untuk mundur?

Hyeok Sang : Para wartawan akan mencium baunya dan berkerumun seperti lebah. Kemudian mereka akan mengungkap semua perbuatan korupmu di masa lalu. Kau harus menarik diri dari pencalonanmu dan mundur sebagai CEO Lora Shoes. Dan kita akan bangkrut. Untungnya, dia belum mengirimnya ke media, jadi kau harus menyerah.

Dengan tangan bergetar, Hee Kyung mengangkat gelas wine nya. Dia minum wine nya sambil menahan tangis.

Hyeok Sang : Badai akan datang. Kau tidak bisa hanya berdiri di sana dan terkena pukulan.

Tangis Hee Kyung pecah.

Hyeok Sang mendekati Hee Kyung, jangan menangis, Hee Kyung-ah. Kau menghancurkan hatiku.

Hee Kyung berdiri dan menatap Hyeok Sang.

Hee Kyung : Yeobo, aku tidak pernah mengkhianatimu. Aku hanya memanfaatkan Anggota Dewan Son. Percayalah kepadaku. Aku mencintaimu.

Hyeok Sang memeluk Hee Kyung.

Hee Kyung terus berkata, kalau ini salah Jin A.

Hee Kyung : Semua ini tidak akan terjadi jika dia tidak ada. Aku akan menjadi Menteri Kesetaraan Gender dan keluarga. Min Hee Kyung Lora akan menjadi menteri. Mengapa aku yang harus menjadi korban? Apa kesalahan yang telah aku perbuat? Ini semua salah Jemma. Yeobo, kita harus hukum dia. Salah dia juga Hye Bin jadi seperti itu. Tapi dia kembali ke perusahaan. Bagaimana dia bisa begitu tak tahu malu? Aku ingin Jemma pergi. Aku ingin membunuhnya. Semuanya kacau karena dia.

Kamera menyorot mata Hyeok Sang.

Omo…. Jin A dalam bahaya!! Dari mata Hyeok Sang, kita bisa tahu apa yang akan dilakukan Hyeok Sang pada Jin A.

Ju Hyung muncul.

Dia menatap keduanya dengan sorot mata tajam.

Paginya, Hee Kyung yang baru tiba, didampingi Manajer Yeo, dikerubungi para reporter.

Para reporter bertanya, apa benar Hee Kyung mundur dari pencalonan. Apa Hee Kyung mundur dari pencalonan untuk menghilangan kecurigaan terhadapnya. Apa Hee Kyung akan menggelar konferensi pers.

Hee Kyung diam saja.

Melalui laptopnya, Hyeok Sang menonton permintaan maaf Hee Kyung, yang disiarkan secara live.

Hee Kyung meminta maaf kepada partainya dan juga publik atas kekhawatiran yang ditimbulkannya. Dia juga berterima kasih kepada Presiden yang telah mencalokannya sebagai Menteri Kesetaraan Gender dan Keluarga.

Hee Kyung : Aku ingin memanfaatkan semua bakatku untuk membantu bangsa dengan cara apapun yang aku bisa tapi aku pikir aku masih terlalu tidak memadai untuk mengabdi pada bangsa. Aku percaya ini masih prematur, itulah mengapa aku membuat keputusan yang sulit ini. Inilah mengapa aku menarik diri.

Dibantui Manajer Yeo, Hee Kyung bergegas ke lift.

Para reporter berusaha mengejar Hee Kyung.

Jin A yang baru datang, meyaksikan itu semua dengan tatapan dingin.

Hee Kyung masuk ke ruangannya.

Dia berjalan gontai, menuju kursi sofanya. Dia nangis. Lalu dia menyalahkan Jin A lagi. Dia bilang Jin A sudah merenggut harapannya, kebahagiaannya, mimpinya. Dia bilang Jin A sudah menginjak-injaknya.

Ju Hyung membuat Jin A kopi. Dia memberi Jin A ucapan selamat karena Hee Kyung mengundurkan diri dari pencalonan seperti yang Jin A inginkan. Tapi Jin A tak terlihat senang sama sekali. Jin A bilang, ini juga berkat Ju Hyung.

Ju Hyung setuju, karena mereka melakukannya bersama. Ju Hyung mengajak Jin A bersulang.

Lalu So Bin dan Ye Eun datang. Mereka segan melihat Ju Hyung dan mau pergi tapi Ju Hyung bilang tidak ada apa.

Ye Eun menjelaskan mereka tak bisa fokus pada pekerjaan karena semua yang terjadi.

Ju Hyung : Hibur dirimu dengan kopi.

Tae Ha datang, semua disini?

Tae Ha lalu bilang dia merasa sedikit down.

Tae Ha : Kau tidak dengar? Min Daepyo-nim pingsan.

Ju Hyung dan Jin A kaget mendengarnya.

Ju Hyung langsung ke ruangan ayahnya. Dia memberitahu ayahnya bahwa Hee Kyung pingsan dan menyuruh ayahnya memeriksa Hee Kyung.

Hyeok Sang menatap kesal Ju Hyung.

Hyeok Sang : Ju Hyung-ah, apa pikirmu ini lucu?

Ju Hyung : Apakah aku menganggapnya lucu? Para direktur terus menelepon, jadi aku harus mematikan teleponku. Harga saham kita akan anjlok, dan kita akan memiliki rapat pemegang saham darurat. Aku memiliki hampir sepertiga dari perusahaan ini. Bagaimana aku bisa menganggap ini lucu? Hal ini tidak lucu sama sekali. Aku takut, bagaimana ini akan mempengaruhi perusahaan kita. Meskipun, jika kau akan membuat keputusanmu sekarang, hal-hal mungkin berbeda.

Hyeok Sang : Apa maksudmu?

Ju Hyung : Turunkan Min Hee Kyung sebagai CEO mulai hari ini dan tutup Lora Shoes.

Ju Hyung juga mau Hyeok Sang menarik saham Hee Kyung dan menceraikan Hee Kyung. Menurutnya, akan lebih baik jika Hee Kyung tidak memiliki saham.

Ju Hyung : Pikirkan baik-baik tentang ini. Jika kau melakukan itu, kau dapat meminimalkan risiko yang harus kau ambil.

Ju Hyung pamit dan beranjak keluar.

Soo Yeon dan Bibi Ahn memegangi Hee Kyung yang terbaring lemah. Perawat tampak memasang infus untuk Hee Kyung.

Hee Kyung berontak, dia bilang dia ingin mati.

Perawat bilang, Hee Kyung harus diinfus, kalau tidak, maka Hee Kyung harus ke rumah sakit.

Perawat meminta Soo Yeon memastikan supaya Hee Kyung tidak mencabut infusnya.

Soo Yeon mengerti. Perawat dan Bibi Ahn beranjak dari kamar.

Hee Kyung : Apa gunanya hidup? Biarkan aku mati.

Soo Yeon : Hye Bin sudah cukup buruk. Kau tidak bisa seperti ini juga.

Hee Kyung : Kau bertepuk tangan, kan? Semua orang terus menyerangku. Aku satu-satunya korban.

Yu Kyung menyusul Jin A ke kamar. Yu Kyung tanya keadaan di Lora. Apa sangat kacau. Apa media belum tahu.

Jin A : Tidak. Aku ingin mengirim materi ke setiap stasiun TV dan surat kabar, tapi aku tidak bisa. Aku tidak berpikir sudah waktunya.

Yu Kyung : Tapi kau melakukannya dengan baik. Setidaknya kau menghentikannya dari menjadi menteri.

Jin A : Aku ingin tahu apakah mungkin? Seharusnya aku meninggalkannya sendirian.

Yu Kyung : Apa? Mengapa?

Jin A : Dia akan pingsan sendiri bahkan jika aku tidak melakukan apa-apa. Dia melakukan begitu banyak hal mengerikan dan mengatakan begitu banyak kebohongan. Aku mulai berpikir mungkin sidang konfirmasi akan lebih baik. Dia pasti sudah ketahuan bahkan jika dia mencoba menyembunyikannya.

Yu Kyung : Bagaimana dengan Anggota Dewan Son. Dia tidak akan bisa terlibat terlalu mudah.

Jin A : Video yang kau kirim akan menahannya selamanya.

Yu Kyung : Itu bagus kalau begitu. Aku yakin bayi kami bisa beristirahat dengan tenang sekarang.

Jin A memegang tangan Yu Kyung.

Jin A : Terima kasih, Yu Kyung-ah. Aku melepaskannya dengan mudah kali ini. Mari kita tunggu sebentar lagi. Aku tidak akan membiarkan apa yang dia lakukan terkubur seperti ini. Sekali polisi dan jaksa menyelidiki, dia akan hancur untuk selamanya. Kau tahu bagaimana itu. Semakin tinggi kau mendaki, semakin keras kau jatuh. Kita hanya harus menunggu.

Paginya, Hee Kyung terbangun. Dia langsung duduk di meja riasnya. Dia menatap wajahnya di cermin.

Hee Kyung : Ada apa denganmu? Wajahmu terlihat mengerikan. Tapi jangan menyerah. Hee Kyung-ah, jangan lupa siapa kau. Kau Lora Min Hee Kyung.

Ju Hyung masuk dan ngajak ribut.

Ju Hyung : Bagaimana perasaanmu, ibu tiri?

Hee Kyung : Kenapa? Kau berharap aku mati?

Ju Hyung : Jangan seperti itu. Tidak semudah itu untuk mati. Tapi sekali lagi, mudah bagi sebagian orang. Seperti ibuku.

Hee Kyung : Apa?

Ju Hyung : Kau pasti masih memiliki banyak luka. Kau beradaptasi dengan sangat mudah sehingga aku pikir kau akan kembali normal setelah kau mendapatkan tidur malam yang baik.

Hee Kyung : Apa itu kau? Atau apa kau bekerja sama dengan Kim Jemma?

Ju Hyung : Ibu tiri.

Hee Kyung : Kalau aku jadi menteri, aku bisa menumbuhkan Lora untuk beberapa kali ukuran sekarang ini. Aku bisa mengubahnya menjadi sebuah perusahaan besar yang bisa diturunkan untuk generasi.

Ju Hyung : Untuk apa? Agar kau bisa mendepak aku dan ayah keluar, jadi kau bisa memilikinya sendiri? Makanan yang kau makan diam-diam sambil bersembunyi memang rasa yang terbaik.

Hee Kyung : Jaga mulutmu.

Ju Hyung berbisik, bahwa Hee Kyung lah yang harus menjaga mulut.

Ju Hyung : Kecuali jika kau ingin ditangkap karena membunuh ibuku.

Hee Kyung : Apa kau punya bukti? Tunjukkan padaku buktinya. Aku ingin bukti.

Ju Hyung terdiam.

Hee Kyung : Dari mana kau mendapatkan omong kosong seperti itu? Aku tahu kau tumbuh tanpa seorang ibu, tapi aku tidak mengharapkanmu untuk membuat hal-hal seperti itu. Aku membunuh ibumu? Kenapa aku harus melakukannya? Dia sudah gila. Mengapa aku harus membunuhnya? Lagipula dia akan mati sendiri. Mungkin ada yang salah dengan otakmu sama seperti ibumu.

Ju Hyung terdiam menahan marah.

Hee Kyung menyuruh Ju Hyung keluar karena dia mau ganti baju. Tapi pas Ju Hyung mau keluar, Hee Kyung ngajak ribut.

Hee Kyung : Aku sudah memikirkannya, dan Ketua Kwon berikutnya. Jika aku tidak bisa menjadi menteri, aku harus menjadikan suamiku satu. Apa kau setuju? Aku akan melobi dengan benar…

Ju Hyung : Kau sudah menghancurkan hidupmu dengan lobi burukmu! Jangan merusak milik orang lain.

Hee Kyung marah dan menarik kerah Ju Hyung.

Hee Kyung : Beraninya kau bertingkah di depanku? Suka atau tidak, aku ibumu. Dan aku supervisormu di tempat kerja. Tunjukkan rasa hormat dan jaga mulutmu.

Ju Hyung menghempaskan tangan Hee Kyung.

Ju Hyung : Kau bukan lagi ibu tiriku maupun CEO Lora Shoes. Kau harus mengundurkan diri sebelum kau terseret dan dipermalukan setelah rapat dewan darurat. Ini adalah bagian terakhirku, pertimbangan terhadapmu.

Ju Hyung keluar.

Hee Kyung : Rapat dewan darurat?

Hee Kyung teringat kata-kata Hyeok Sang semalam pas dia minum-minum.

Hyeok Sang : Para wartawan akan mencium baunya dan berkerumun seperti lebah. Kemudian mereka akan mengungkap semua perbuatan korupmu di masa lalu. Kau harus menarik dari pencalonanmu dan mundur sebagai CEO Lora Shoes. Dan kita akan bangkrut.

Flashback end…

Tak mau kehilangan Lora, Hee Kyung pun bergegas. Dia ke rumah Nyonya Choi.

Nyonya Choi kaget Hee Kyung datang sepagi itu.

Sambil menangis, Hee Kyung minta bantuan Nyonya Choi.

Hee Kyung nyaris jatuh, tapi dia langsung ditangkap Bibi Ma.

Nyonya Choi tanya ada apa. Mereka bicara di kamar Nyonya Choi.

Hee Kyung memohon-mohon, agar Nyonya Choi menolongnya. Dia bilang hanya Nyonya Choi yang bisa dia percaya sekarang.

Nyonya Choi : Pernikahan belum lama ini dibatalkan. Aku tidak berpikir itu pantas bagi kita untuk melakukan percakapan ini.

Hee Kyung : Apa yang mereka katakan di berita itu semua bohong. Aku harus mundur dari pencalonanku, tapi kau tahu bagaimana itu. Diberhentikan secara salah, terpaksa mengundurkan diri, dan bisnisku akan ditutup… Itu yang terjadi padaku sekarang. Mereka mencoba untuk menghapusku sebagai CEO Lora Shoes. Mereka ingin menyingkirkan Lora Shoes. Itu seperti hukuman mati bagiku. Tolong selamatkan aku, Bu. Tolong bantu aku. Tolong bantu aku. Anda akan menyelamatkan hidup. Aku bersumpah aku tidak akan melupakannya selama aku hidup. Hanya Anda yang bisa menyelamatkanku.

Nyonya Choi : Itu bukanku, tapi uangku.

Ki Seok turun dan mendapati Bibi Ma berdiri di depan kamar neneknya. Dia tanya ada apa.

Bibi Ma memberitahu bahwa ada Hee Kyung disini.

Bel berbunyi. Ki Seok bilang itu tamunya.

Ki Seok membukakan pintu. Ju Hyung masuk, membawa oleh-oleh.

Ju Hyung : Maaf untuk datang begitu awal. Itu adalah satu-satunya waktu yang aku miliki.

Ki Seok menyuruh Bibi Ma membawakan mereka dua cangkir kopi.

Ju Hyung : Tidak, sebenarnya. Maaf. Aku tidak punya waktu. Bolehkah aku melihat nenekmu dulu?

Bibi Ma : Aku minta maaf, tapi dia dengan tamu.

Ju Hyung : Seorang tamu?

Bibi Ma : CEO Lora, Min Hee Kyung.

Ju Hyung terkejut mendengarnya.

Bersambung ke part 2…

5 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Hello, Me! Ep 9 Part 2
Read More

Hello, Me! Ep 9 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hello, Me! Episode 9 Part 2, Untuk menemukan bagian lengkap link tersedia di tulisan yang…