Red Shoes Eps 80 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 80 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini….

Jin A bilang pada Hee Kyung, kalau seseorang seperti Hee Kyung harusnya tidak masuk ke dunia politik. Bukan cuma Hee Kyung, tapi Anggota Dewan Son juga tidak pantas.

Jin A : Bangsa tidak bisa dipermainkan dengan sampah yang menjijikkan, yang jauh lebih hina daripada pencuri atau perampok mana pun. Jadi aku harus menghentikannya.

Hee Kyung tertawa remeh.

Hee Kyung : Sungguh patriot. Apa? Haruskah aku bernyanyi lagu kebangsaan untukmu?

Jin A : Jangan remehkan aku. Menurutmu, ini semua bukti yang aku miliki? Baiklah. Aku akan merilis semua bukti yang sudah aku kumpulkan seperti air terjun yang menyegarkan ke masyarakat.

Sontak lah Hee Kyung langsung diam.

Jin A : Ini sedikit cuplikannya.

Jin A mengirimkan video ke Hee Kyung.

Hee Kyung terkejut menonton video kiriman Jin A. Itu adalah video ketika Hee Kyung dan Anggota Dewan Son menyakiti Yu Kyung.

Flashback…

Yu Kyung ketahuan merekam pembicaraan Anggota Dewan Son dan Hee Kyung melalui ponselnya.

Hee Kyung marah dan merebut ponsel Yu Kyung.

Hee Kyung : Buka kuncinya. Atau haruskah kita pergi ke kantor polisi? Tidakkah kau tahu siapa dia? Apakah kau tidak tahu siapa aku? Kami bisa menguncimu sekarang. Jadi katakan padaku sekarang. Siapa yang membuatmu melakukan ini?

Anggota Dewan menampar Yu Kyung, hingga perut Yu Kyung membentur meja

Hee Kyung terkejut melihat Yu Kyung ditampar, tapi dia diam saja.

Anggota Dewan Son : Apakah kau tidak tahu siapa aku? Dunia politik Korea ada di telapak tanganku! Kau cacing kecil. Apakah kau pikir kau bisa mengobati seorang anggota dewan dengan cara ini? Min Daepyo, berikan teleponnya.

Anggota Dewan Son merusak ponsel Yu Kyung.

Flashback end…

Jin A memberitahu Hee Kyung, Yu Kyung keguguran bayi yang sudah dikandungnya 4 bulan karena hal itu.

Jin A : Kau menjadi seorang pembunuh lagi terhadap bayi yang belum lahir. Kau dan Son Young Ho.

Hee Kyung : Jadi itu benar?

Jin A : Musuhmu selalu sangat dekat. Kau tahu pepatah.”Kau tidak akan pernah bisa melihat sesuatu itu tepat di bawah hidungmu.”

Jin A beranjak keluar.

Hee Kyung stress. Dia berteriak sambil memegangi kepalanya.

Jin A menemui Ju Hyung. Saat Ju Hyung tengah fokus dengan laptopnya.

Ju Hyung : Bagaimana dia bereaksi? Apakah kau pikir dia akan mundur?

Jin A : Seharusnya ya. Dia akan dikucilkan dari masyarakat jika dia tidak mundur. Bagaimana reaksi Ketua Kwon? Apakah kau pikir dia akan membuatnya mengundurkan diri?

Ju Hyung : Fifty-fifty. Karena itu akan menjadi setengah bermanfaat dan setengah merugikan dia. Dari apa yang kudengar, sepertinya dia berpura-pura untuk membantunya sekarang dan melihat bagaimana keadaannya. Jika dia tidak menjadi menteri, dia berencana untuk menyingkirkan Lora Shoes dan menceraikannya. Itulah yang kupikirkan.

Jin A tertawa, tidak percaya.

Jin A : Perceraian? Dia membunuh ayahku untuk menjadikannya istrinya, tapi dia ingin menceraikannya sekarang?

Ju Hyung : Uang mengalahkan cinta dan kepercayaan di dunia ini. Hal-hal canggung di antara kau dan Ki Seok, kan?

Jin A : Bonbujang-nim, aku akan menghargainya jika kau berhenti mencampuri urusan pribadiku.

Ju Hyung : Baik. Aku akan keluar dari masalah itu.

Di ruangannya, Ki Seok tengah menatap foto Jin A.

Dia merindukan Jin A.

Ki Seok lantas menghubungi Jin A.

Ki Seok : Hai. Kau ada di mana?

Jin A : Sedang bekerja.

Ki Seok : Kau baik-baik saja, kan?

Jin A : Maaf karena pergi seperti itu sebelumnya. Ini seperti yang kau katakan. Aku masih tidak nyaman.

Ki Seok : Tentu. Aku mengerti. Aku juga sama. Tapi Jemma-ya, ayo kita bertemu. Jika kita bertemu dan berbicara…

Jin A : Tidak, aku tidak bisa menghadapimu. Setelah semuanya berakhir. Nanti.

Jin A memutus panggilannya.Ki Seok.

Jin A terdiam menatap layar ponselnya.

Jin A bicara dalam hatinya, oppa, ini hampir selesai. Tunggulah sebentar lagi. Aku akan segera menemuimu. Aku merindukanmu.

Di ruangannya, Hee Kyung mondar mandir mikirin perkataan Jin A.

Jin A : Kau pikir hanya ini bukti yang kumiliki? Aku akan merilis semua bukti yang telah aku kumpulkan, seperti air terjun yang jatuh.

Hee Kyung kesal, kau ingin menghancurkan karirku? Tidak ada kesempatan.

Hee Kyung menghubungi Jin A.

Hee Kyung membukakan pintu ruangannya untuk Jin A. Begitu Jin A masuk, dia langsung meminta ponsel Jin A. Dia takut kalau2 Jin A merekam pembicaraan mereka. Jin A pun memberikan ponselnya. Hee Kyung memeriksa ponsel Jin A tapi Jin A tak menyalakan alat perekam. Hee Kyung lantas mengembalikan ponsel Jin A.

Hee Kyung lalu menunjukkan brankasnya yang dia biarkan terbuka.

Di mejanya, ada beberapa gepok uang dan juga emas batangan.

Hee Kyung : Lihat lah. Ini brankasku. Ini terbuka lebar, jadi ayo lihat.

Jin A : Apa yang kau lakukan?

Hee Kyung : Membuat kesepakatan. Ini semua yang aku miliki saat ini. Jika kau mau, aku bisa memberimu lebih banyak setelah aku menjadi menteri.

Jin A : Karena kau akan menjadi orangnya disuap kiri dan kanan?

Hee Kyung : Itu masalahmu. Mengapa kau begitu sinis tentang hidup?

Jin A : Karena sudah jelas kehidupan rendah yang busuk sepertimu, akan melakukan itu.

Hee Kyung : Kau salah. Aku akan menjadi menteri yang baik. Aku tahu aku bisa. Tidak bisakah kau melihat dari cara aku menyukseskan Lora?

Jin A : Tentu saja aku bisa. Kau mencuri desain orang lain di kiri dan kanan. Kau diam-diam mencuri desain dari mahasiswa untuk membangun perusahaan. Kau membuat kebohongan tentang kuliah di luar negeri dan mengarang romansa dan menipu bangsa. Itu yang kau lakukan sebagai CEO perusahaan, Tapi apa? Seorang menteri? Tidak sembarang orang bisa menjadi menteri.

Hee Kyung : Kau benar. Aku tidak memiliki pendidikan yang layak. Aku adalah anak yang miskin yang selalu kelaparan. Apakah itu mendiskualifikasiku dari menjadi menteri? Haruskah aku pergi ke sekolah top … dan berbicara bahasa Inggris untuk menjadi menteri yang cerdas? Aku lebih pintar dari orang lain. Aku lebih semangat daripada orang lain. Lihat aku. Aku Lora Min Hee Kyung, lebih sukses dari orang lain. Di Sini. Ini semua milikmu. Ambil. Dan tetap di bawah batu sampai aku menjadi menteri. Lalu aku akan memberimu apa pun dan semua yang kau inginkan. Maukah kau menerima tawaranku?

Jin A : Aku tidak butuh kesepakatan dengan iblis.

Hee Kyung : Aku berkata untuk berhenti menjadi bodoh. Berhentilah menjadi begitu sombong, Kau pikir kau siapa?

Jin A : Kau seorang pembunuh dan idiot penuh dengan kemunafikan dan tipu daya. Kau dapat menyimpan uang kotormu dan emas. Aku hanya ingin melihatmu jatuh dan mundur dari pencalonan. Kau punya waktu sampai besok siang. Jika kau tidak menarik diri saat itu, siapa yang tahu apa yang akan aku lakukan? Kau harus tahu bahwa aku benar-benar di luar kendali.

Jin A memberitahu Yu Kyung bahwa dia akan mengirimkan semua bukti ke media.

Yu Kyung coba membujuk Jin A.

Yu Kyung : Jemma-ya, bukankah seharusnya kau… pikirkanlah…

Jin A langsung menjawab, tidak. Sekarang atau tidak sama sekali. Jika dia menjadi menteri, dia akan menjadi lebih kuat. Lalu partainya, akan menutupi kesalahannya karena dia bagian dari mereka dan semua yang dia lakukan mungkin akan terkubur selamanya.

Yu Kyung mengerti dan memberikan flashdisk ke Jin A. Dia bilang, semua video dan audio yang dia kumpulkan, tersimpan di sana.

Jin A : Terima kasih, Yu Kyung-ah.

Hee Kyung pulang dalam keadaan mabuk. Bersamaan dengan itu, Ju Hyung turun.

Hee Kyung jatuh, Ju Hyung langsung menangkap Hee Kyung.

Ju Hyung memapah Hee Kyung ke sofa.

Hee Kyung marah dan mengelakkan tangan Ju Hyung dari bahunya.

Hee Kyung : Kau anak nakal.

Ju Hyung tersenyum mendengarnya.

Hyeok Sang tanya kenapa Hee Kyung minum begitu banyak. Hee Kyung bahkan tak punya waktu untuk menyiapkan sidang konfirmasi.

Hee Kyung : Sidang konfirmasi? Suruh mereka mencium punggungku.

Hyeok Sang : Ada yang salah? Apa yang terjadi?

Hyeok Sang membawa Hee Kyung ke kamar. Dia membaringkan Hee Kyung di kasur. Saat mau pergi, Hee Kyung bangun dan menyalahkan Jin A.

Hee Kyung : Hidupku akan segera mencapai klimaksnya. Aku hanya perlu mengambil satu langkah lagi. Kenapa dia menghalangi jalanku? Mengapa? Apakah dia berpikir aku akan menyerah? Apakah dia berpikir aku akan hancur dan jatuh? Bagus. Mari kita jalani ini semua dan lihat siapa yang keluar sebagai pemenang pada akhirnya.

Hyeok Sang : Yeobo.

Hee Kyung : Kim Jemma… Jemma mengatakan dia tidak akan menonton saja. Dia mengatakan untuk mundur atau dia akan merilis semuanya tentang semua yang telah aku lakukan.

Hyeok Sang : Apa maksudmu?

Hee Kyung : Aku akan bertarung dengan semua yang aku punya. Aku akan memastikan anak nakal itu tidak bisa mengintip. Aku akan membunuhnya!

Hyeok Sang : Benarkah itu? Apakah Jemma benar-benar mengatakan itu?

Hee Kyung : Mengapa? Kau takut? Bahkan Kwon Hyeok Sang yang perkasa takut pada Jemma.

Hyeok Sang : Jika Jemma benar-benar memiliki bukti yang kuat… Ini terlalu berisiko. Jika hal-hal pergi ke selatan, kita semua mungkin akan runtuh. Kau perlu menarik diri. Ini tidak akan menjadi satu-satunya kesempatanmu. Mundur untuk saat ini dan perhatikan bagaimana keadaannya…

Hee Kyung : Tidak. Aku akan melakukannya. Aku tidak akan melewatkan kesempatan ini, tidak peduli apa yang orang katakan.

Hyeok Sang : Yeobo!

Hee Kyung : Bocah itu tidak akan menyerah. Dia hanya akan mengumpulkan lebih banyak untuk mengancam kita. Lebih baik melakukan pemukulan terlebih dahulu. Mari kita bertarung secara langsung. Biarkan dia pergi ke publik.

Hyeok Sang : Ini bukan waktunya untuk keras kepala. Ini bisa menjadi berbahaya bagi kita semua.

Hee Kyung : Bunuh saja dia! Pastikan aku tidak pernah melihatnya lagi. Mengapa kau gagal seperti orang idiot! Bunuh dia. Bunuh dia. Tolong bunuh dia!

Ju Hyung yang menguping, terkejut.

Dia tak menyangka Hee Kyung bisa menyuruh Hyeok Sang untuk membunuh Jin A.

Soo Yeon senang jaket rajutannya akhirnya selesai.

Dia membayangkan saat Tae Gil memakai jaket buatannya. Ternyata jaket itu dia buat untuk yayang bebnya.

Lagi seneng-seneng ngelamunin Tae Gil, Kang Zoe menelponnya.

Dia kesal.

Soo Yeon dan Kang Soe ketemuan di Nosang.

Tak lama, Tae Gil datang. Tae Gil menyuruh Yu Kyung menyiapkan pesanan dua ayam goreng.

Tae Gil melihat Soo Yeon dan Kang Soe. Dia terdiam.

Soo Yeon langsung sok mesra sama Kang Soe. Dia menyuapi Kang Soe.

Tapi setelahnya, Soo Yeon terus menatap Tae Gil. Kang Soe menoleh ke belakang dan melihat Tae Gil.

Kang Soe pun balas menyuapi Soo Yeon.

Tae Gil terus menatap mereka.

Kang Soe kesal, aku kehilangan seleraku. Hei, tukang masak. Kenapa kau menataku tanpa henti, terus menerus, terus menerus, tanpa henti? Jika kau sangat ingin melihatku, minta izin dulu.

Tae Gil : Aku melihat apa yang aku inginkan dengan mataku sendiri. Aku mendapat izin dari mataku.

Kang Soe : Aku mendapat izin dari Soo Yeon. Untuk menikahinya.

Tae Gil terkejut. Kang Soe menyuruh Soo Yeon mengatakannya pada Tae Gil. Kang Soe bilang dia akan membelikan Soo Yeon cincin berlian sebagai cincin lamaran.

Soo Yeon setuju.

Tae Gil berusaha menahan rasa kesal dan cemburunya.

Dia lalu memberi ucapan selamat pada Soo Yeon dan beranjak pergi.

Soo Yeon langsung berdiri, Tae Gil-ssi!

Kang Soe : Soo Yeon-ssi, duduk. Kita perlu berdiskusi detail pernikahan kita.

Soo Yeon akhirnya marah saat Kang Soe bilang hal paling menyebalkan dan paling sial adalah bertemu dengan Tae Gil.

Soo Yeon : Bertemu anda adalah yang paling menyebalkan dan hal paling sial di dunia. Jangan telepon aku lagi. Ini adalah akhir bagi kita.

Soo Yeon memasukkan paha ayam goreng ke mulut Kang Soe.

Soo Yeon pergi.

Tae Gil ke toko. Sun Hee tanya dimana ayamnya. Ternyata Sun Hee lah yang memesan ayam.

Soo Yeon datang. Tae Gil pun mengkode, menyuruh Sun Hee keluar dulu.

Sun Hee paham dan pura2 perutnya sakit, lalu dia pergi.

Tae Gil : Selamat atas pernikahanmu.

Soo Yeon : Kau akan menyerah?

Tae Gil : Lalu? Pilihan apa yang kumiliki?

Soo Yeon ngajak Tae Gil nikah.

Tae Gil kaget, tapi kemudian Tae Gil bilang dia tidak punya apa-apa, dan tidak berpendidikan dan dia tidak cukup baik untuk Soo Yeon.

Soo Yeon : Kau mencintaiku. Itu membuatmu cukup baik.

Tae Gil : Tentu saja. Pastinya. Amor mio.

Tae Gil memeluk Soo Yeon.

Mereka lantas berciuman.

Pria suruhan Hyeok Sang kembali menemui Hee Kyung.

Hee Kyung : Apa maksudmu? Kau bilang kau akan mengurusnya. Kau bilang kau bisa mendapatkan saksi palsu. Aku bilang aku akan membayarmu untuk itu.

Pria itu minta maaf. Dia bilang itu tidak semudah yang dia pikirkan. Membuat saksi palsu akan berisiko dan mungkin akan menyakiti Hee Kyung.

Hee Kyung : Aku pastikan tidak. Setelah masa laluku dikonfirmasi, presiden akan memilihku. Lalu orang-orang akan kehilangan ketertarikan mereka. Jangan takut Song Bisseo. Percaya padaku.

Song Bisseo : Baik, Direktur. Aku akan melihat ke dalam.

Song Bisseo pergi.

Ponsel Hee Kyung berbunyi. Telepon dari Jin A.

Jin A : Kau belum memutuskan untuk mundur? Aku berharap untuk melihat atau mendengar berita tentang mundurnya anda pada pagi hari.

Hee Kyung : Apakah kau berpikir aku akan melakukan apa yang kau minta?

Jin A : Anda masih punya waktu. Sekarang jam 11:30, jadi perhatikan apa yang aku lakukan tepat setengah jam dari sekarang,

Jin A memutus panggilannya.

Hee Kyung bingung harus bagaimana.

Hee Kyung lantas menghubungi Manajer Yeo.

Manajer Yeo nya lagi sama Ju Hyung.

Manajer Yeo memberitahu Ju Hyung kalau Hee Kyung memanggilnya.

Ju Hyung : Lakukan apapun yang dia perintahkan. Ini jalan untuk memulihkan kepercayaannya padamu.

Manajer Yeo langsung ke ruangan Hee Kyung.

Hee Kyung : Cari Kim Jemma sekarang dan lakukan apapun untuk mengambil ponselnya. Aku yakin semuanya ada di ponselnya. Aku tidak punya waktu. Lakukan sekarang. Dapatkan ponsel anak nakal itu.

Manajer Yeo mengerti dan langsung bergerak.

Bersambung ke part 2…

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
The Penthouse 2 Ep 7
Read More

The Penthouse 2 Ep 7

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse 2 Episode 7, Untuk Kalian yang ingin simak daftarnya dari cerita di tulisan…
Replay: The Moment Ep 6
Read More

Replay: The Moment Ep 6

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Replay: The Moment Episode 6, Link untul full episode recap di tulisan yang ini. Sedangkan…