Red Shoes Eps 79 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 79 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini….

Jin A tengah membaca katalog di mejanya. Yang lain belum datang. Manajer Yeo datang, mengambil buku catatan di meja Ju Hyung.

Jin A langsung berdiri.

Manajer Yeo : Kau datang lebih awal.

Jin A : Terima kasih untuk kemarin. Untuk tidak melaporkanku pada Min Daepyo. Kudengar kau ditampar.

Manajer Yeo : Itu bukan karenamu jadi jangan salah paham.

Manajer Yeo beranjak pergi.

Seorang pria membawakan Hee Kyung banyak dokumen. Tentu saja Hee Kyung bingung.

Hee Kyung : Kenapa aku membutuhkan banyak dokumen?

Pria itu bilang kesemua dokumen itu tentang pajak penghasilan, pajak properti, pajak tanah, catatan kriminal dan daftar kekayaan yang harus disubmit untuk sidang nanti.

Hee Kyung berkata, dia sudah sakit kepala.

“Tentu saja. Tapi itu akan hilang secara ajaib setelah anda menjadi menteri. Juga, anda harus menyerahkan bukti pendidikan dan pengalaman anda seperti yang mungkin anda ketahui.”

“Tentu saja aku tahu.”

Pria itu memberi dokumen lain.

“Beritahu aku jika ada sesuatu yang harus saya urus. Dan di sini. Ini pertanyaan dan jawaban untuk sidang konfirmasi.”

Setelah itu, pria itu langsung menemui Hyeok Sang.

“Menurutmu itu mungkin?” tanya Hyeok Sang.

“Ada beberapa hal yang menjadi perhatian saya. Ini akan memakan banyak waktu untuk membersihkan semuanya. Baik dari segi uang maupun waktu. Apa yang harus kita lakukan? Jika kita terus seperti ini, kau mungkin juga terluka.”

“Proses. Aku harus berurusan dengan sebanyak itu jika aku ingin mencopotnya sebagai CEO dan menceraikannya.”

“Baik, Pak.”

Pria itu beranjak keluar.

Hyeok Sang : Hee Kyung. Kau telah meremehkan dunia. Kau akhirnya harus menerima pelajaran.

Nyonya Choi ke PulseKrill56. Sun Hee dan Tae Gil kaget Nyonya Choi datang.

Sun Hee menawarkan kopi tapi Nyonya Choi menolak.

Nyonya Choi : Maaf aku tidak bisa menghadiri pemakaman ibunya Jemma.

Tae Gil : Jangan begitu. Kami tidak berhak berbicara apapun padamu.

Nyonya Choi : Sebenarnya aku datang untuk meminta sesuatu. Pastikan Jemma tidak menemui Ki Seok lagi. Suruh dia untuk menjauh dari restoran ayamku juga. Seperti inilah akhir hubungan kami. Jika dia punya kesadaran, dia akan setuju. Aku permisi.

Nyonya Choi pergi.

Sun Hee : Pemakaman hanya alasan. Dia datang untuk menyuruh kita memastikan Jemma menjauh.

Soo Yeon dan seketarisnya tengah mencoba dry sauna mereka.

“Bagaimana menurutmu? Tidakkah menurutmu? harus lebih panas?” tanya Soo Yeon.

“Ini akan mulai menjadi lebih dingin. Mari kita membuatnya lebih panas. Orang tua lebih suka itu.” jawab seketarisnya.

“Oke, kita akan melakukannya. Juga, itu tampak seperti mereka suka mendengarkan orang bernyanyi atau memainkan alat musik. Mengapa kita tidak menghubungi organisasi yang merelakan bakat mereka?” ucap Soo Yeon.

“Itu ide yang bagus. Aku akan mempostingnya di situs web kami.”

“Anda bisa pergi dulu. Aku akan tinggal lebih lama.”

Seketarisnya pergi.

Tak lama, Tae Gil datang. Soo Yeon kaget melihat Tae Gil.

Tae Gil : Amor mio. Aku mencoba dan mencoba, tapi aku tidak bisa menahan diri. Aku terlalu mencintaimu, jadi aku baik-baik saja jika aku mati. Itu sebabnya aku datang untuk melihatmu. Juliet.

Soo Yeon : Apa?

Tae Gil : Kita seperti Romeo dan Juliet, Soo Yeon-ssi. Betapa hebatnya itu jika kau bukan Kwon Soo Yeon tetapi memiliki nama belakang yang berbeda?

Soo Yeon sedih mendengarnya.

Tapi kemudian, mereka dikejutkan dengan salah satu lansia yang melihat mereka dari luar jendela sauna.

“Aku tahu Romeo dan Juliet. Aku bermain Juliet kembali pada hari ketika aku digunakan untuk bertindak dalam drama. Juliet.” ucap si lansia.

Ju Hyung menuangkan wine untuk Hyeok Sang dan Hee Kyung.

Tepat saat itu, Soo Yeon pulang.

Ju Hyung menuangkan wine untuk Soo Yeon juga.

Ju Hyung : Meskipun terlambat, kita seharusnya masih merayakannya. Uri Min Hee Kyung Daepyo-nim, ibu tiriku yang cantik dan bertalenta, ditunjuk menjadi Menteri Kesetaraan Gender dan Keluarga.

Hee Kyung : Aku belum dipilih. Namaku baru dinominasikan.

Hyeok Sang mengajak mereka minum.

Mereka bersulang.

Hee Kyung ngajak ribut.

Hee Kyung : Komo, siapa nama dokter itu? Zi Kang Soe? Kau masih menemuinya?

Soo Yeon : Bagaimana kau kenal dia?

Hee Kyung : Aku punya mata dan telinga dimana-mana. Aku mendirikan bisnis selama bertahun-tahun.

Soo Yeon : Kau bercanda? Kenapa kau menggali kehidupan pribadiku?

Hee Kyung : Yah, dia berbeda dari preman yang memeras orang demi uang. Berhentilah bermain keras untuk mendapatkannya. Dia berasal dari keluarga yang baik. Kau akan mendapatkan banyak remah jatuh dari meja nanti juga.

Ju Hyung : remah-remah? Memiliki remah-remah jatuh dari meja membuat mu menjadi keluarga yang baik saat ini? Itu selalu sangat menyenangkan mendengarkan bibi dan ibu tiri berbicara.

Ju Hyung tertawa.

Hee Kyung : Ju Hyung-ah, mau sampai kapan kau memanggilku ibu tiri? Kenapa tidak panggil aku ibu?

Ju Hyung : Ibu kandungku sudah meninggal dan semua orang tahu kau ibu tiriku. Jadi apa salahnya?

Ju Hyung menatap Hyeok Sang.

Ju Hyung : Ayah juga ayah tiri. Tapi aku memanggilnya ayah.

Hyeok Sang : Kwon Ju Hyung!

Ju Hyung : Maaf ayah. Ah, benar juga. Kim Jemma kehilangan kedua orang tuanya. Keduanya meninggal dalam kecelakaan tabrak lari. Dan yang luar biasa, pembunuhnya tidak pernah tertangkap sampai saat ini.

Sontak lah Hyeok Sang dan Hee Kyung langsung tegang mendengarnya.

Hyeok Sang lalu bilang apa hubungannya masalah itu dengan mereka.

Soo Yeon yang juga tahu semuanya, mengatakan tidak perlu membahas itu dan merusak perayaan.

Lalu terdengar musik dansa dari kamar Hye Bin.

Mereka semua bergegas masuk ke kamar Hye Bin dan mendapati Hye Bin lagi berdansa seperti orang gila.

Hee Kyung mematikan musiknya dan menghentikan Hye Bin.

Hee Kyung : Hye Bin-ah, ada apa denganmu? Aku pikir kau tidur.

Hye Bin : Apa? Apa aku menghancurkan malammu? Aku kira aku bukan keluarga. Kalian menghabiskan waktu bersama dan tidak memanggilku.

Soo Yeon : Kami kira kau tidur. Kau marah, Hye Bin-ah?

Hye Bin : Bibi, kau tahu kan aku gila? Aku gila. Aku gila. Aku wanita gila! Bunuh aku! Bunuh saja aku!

Hye Bin memukul-mukul dirinya.

Hyeok Sang langsung memegangi Hye Bin.

Hee Kyung syok melihatnya.

Jin A masih terjaga. Pikirannya terus tertuju pada diary itu. Kayaknya ini diary Hee Kyung, bukan diary neneknya Ju Hyung.

Jin A bertanya-tanya apa Hee Kyung beneran ngebunuh mamanya Ju Hyung.

Lalu Jin A teringat kata-kata Soo Yeon.

Soo Yeon : Penyihir jahat. Penyihir itu membunuhku. Dia meracuni makananku. Dia membunuhku. Itulah yang dikatakan ibuku sebelum dia meninggal.

Jin A : Ibu mertuanya juga? Dia membunuh keduanya? Tidak. Dia tidak mungkin melakukannya. Tidak. Dia lebih mampu melakukan itu. Dia mencoba membunuhku juga.

Besoknya, Hee Kyung lagi bicara dengan Anggota Dewan Son di telepon.

Hee Kyung bilang dia akan menyiapkannya tanpa halangan.

Hee Kyung : Bagaimana respon partai? Itu berkatmu.

Jin A masuk dan Hee Kyung langsung menyudahi teleponnya.

Hee Kyung terkejut melihat diarynya di tangan Jin A.

Hee Kyung : Jadi kau? Kau membuka brankasku?

Jin A : Seseorang yang akan masuk ke dunia politik, harusnya lebih berhat-hati. Kau lupa mengunci brankasmu.

Hee Kyung mau mengambil diarynya tapi Jin A bergegas menjauhkan diary itu dari Hee Kyung.

Jin A bilang dia penasaran apa yang ada di dalam diary itu. Kenapa diary itu begitu penting, sampai Hee Kyung menyembunyikannya diantara uang dan emas batangan.

Jin A : Dan walaupun seseorang membobol brankasmu, kau tidak bisa melapor polisi.

Jin A mengembalikannya.

Hee Kyung nyesel karena gak menjarain Jin A waktu itu.

Jin A : Tapi kau tidak bisa karena itu bukan diary mu.

Hee Kyung memeriksa diary nya. Isinya diary kosong.

Hee Kyung : Apa maumu? Beraninya kau mengacau denganku.

Jin A : Aku tidak berani mengacau dengan seseorang yang sibuk mempersiapkan diri untuk sidang konfirmasi. Tapi aku penasaran kalau sidang konfirmasi itu benar-benar akan terjadi. Anda akan menjadi bebek duduk.

Hee Kyung : Kau sedikit kurang ajar …

Jin A : Menteri Kesetaraan Gender dan Keluarga? Mundur dari pencalonanmu. Jika kau perlu berdamai dengan itu dan hubungi wartawan, sehari seharusnya cukup, bukan?

Hee Kyung tertawa, apa kau marah? Jaga sikapmu.

Jin A : Seseorang sepertimu seharusnya tidak pernah menginjakkan kaki ke politik. Bukan hanya kau, tapi Anggota Dewan Son yang busuk dan gengnya. Bangsa tidak bisa dipermainkan dengan sampah yang menjijikkan yang jauh lebih hina daripada pencuri atau perampok mana pun. Jadi aku harus menghentikannya.

Hee Kyung : Sungguh patriot. Apa? Haruskah aku bernyanyi lagu kebangsaan untukmu?

Jin A : Jangan meremehkanku. Menurut mu ini semua bukti yang aku miliki? Baik. Aku akan merilis semua bukti yang sudah aku kumpulkan seperti air terjun yang menyegarkan ke masyarakat. Tunggu saja. Ah, benar. Ini sedikit cuplikannya.

Jin A meraih ponselnya dan mengirimkan sesuatu ke Hee Kyung.

Ternyata yang Jin A kirim adalah video rekaman saat Hee Kyung dan Anggota Dewan Son menyakiti Yu Kyung, sampai Yu Kyung keguguran.

Hee Kyung terkejut melihatnya.

Jin A tersenyum puas melihat Hee Kyung sengsara.

Bersambung…..

Next epi : Hee Kyung menyuruh Hyeok Sang membunuh Jin A.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

Zombie Detective Ep 16

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Zombie Detective Episode 16, Nih gaes untuk spoiler lengkap disediakan pada recap di tulisan yang…
Vincenzo Ep 19
Read More

Vincenzo Ep 19

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Vincenzo Episode 19, Nih ya gaes untuk bagan recap lengkap juga tersedia di tulisan yang…