Red Shoes Eps 79 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 79 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini….

Di episode sebelumnya, Ju Hyung menyuruh Hee Kyung minta maaf kepada Manajer Yeo. Manajer Yeo bilang dia tidak apa-apa dan beranjak ke pintu.

Ju Hyung marah dan menyuruh Manajer Yeo berhenti. Sontak lah, Manajer Yeo langsung menghentikan langkahnya.

Ju Hyung : Cepat minta maaf.

Ju Hyung lalu menatap Manajer Yeo dan meminta maaf padanya. Dia bilang, karena dia, Manajer Yeo jadi ditampar Hee Kyung.

Ju Hyung kembali menatap Hee Kyung.

Ju Hyung : Dia bukan hanya seseorang, dia tangan kananmu. Kenapa kau sedikit kejam? Atau kau marah karena tangan kananmu membantuku?

Terpaksalah Hee Kyung minta maaf.

Hee Kyung : Maaf Manajer Yeo. Aku berlebihan. Aku minta maaf.

Manajer Yeo yang merasa tidak enak, langsung beranjak keluar.

Ju Hyung tertawa sambil tepuk tangan.

Ju Hyung : Kerja bagus. Sekarang, tidak akan ada karyawan yang mengeluh. Ini akan mencekik lehermu jika yang lain berbicara kau menamparnya. Inilah kesetiaanku terhadapmu, Ibu Tiri.

Ju Hyung beranjak keluar.

Hee Kyung kesal, ular licik itu. Tunggu saja. Aku akan segera menjadi anggota dewan.

Hee Kyung lalu bertanya-tanya dimana diary itu.

Jin A menatap diary itu, yang menyembul keluar dari tasnya.

Lalu Ju Hyung datang dan Jin A bergegas menyembunyikan diary itu.

Ju Hyung mengajak mereka meeting.

Mereka pergi duluan.

Manajer Yeo datang, membawakan beberapa majalah desain yang Ju Hyung minta.

Ju Hyung tersenyum menatap Manajer Yeo, gomawo.

Manajer Yeo beranjak pergi.

Hyeok Sang sudah pulang dan langsung melihat Hye Bin.

Hye Bin sudah tidur. Hyeok Sang tampak sedih menatap putrinya yang terbaring sakit.

Hee Kyung memeriksa brankasnya, di kamarnya. Dia juga tidak menemukan diary itu di sana.

Hee Kyung heran. Dia yakin menaruh diary itu di brankas di kantornya.

Hee Kyung : Apakah seseorang masuk dan mengambilnya? Mereka menemukan brankasku?

Hee Kyung mau pergi, tapi Hyeok Sang masuk ke kamar. Dia terkejut.

Hyeok Sang heran Hee Kyung pulang cepat.

Hee Kyung bilang dia membutuhkan beberapa dokumen untuk sidang nanti.

Hyeok Sang : Kau sudah melihat Hye Bin?

Hee Kyung : Tentu saja. Dia tidur setelah minum obat.

Hee Kyung tiba-tiba minta tolong Hyeok Sang. Hyeok Sang terkejut, apa maksudmu? Apa yang Anggota Dewan Son lakukan? Kalian sering bertemu diam-diam.

Hyeok Sang : Apakah kau tidak memiliki rencana darurat?

Hee Kyung : Itu akan menghancurkan kita berdua jika terungkap. Berpihaklah padaku. Aku tidak akan lupa apa yang kau lakukan untukku. Tolong bantu aku. Tolong?

Hyeok Sang : Tentu. Aku akan memberitahu seseorang untuk menyiapkan dokumen real estate kita, pengajuan pajak, catatan pendidikan, dan yang lainnya. Mereka mungkin mengulasnya untukmu besok.

Hee Kyung langsung memeluk Hyeok Sang.

Hee Kyung : Terima kasih.

Hyeok Sang tersenyum, penuh kemenangan. Dia bicara dalam hatinya.

Hyeok Sang : Tepat sekali. Kau tidak dapat melakukan apa pun tanpaku. Dan berkat itu, aku akan dapat menemukan kelemahanmu.

Hee Kyung juga ngomong dalam hatinya.

Hee Kyung : Siapapun bisa mendapatkan dokumen-dokumen bodoh itu bersama-sama. Kau hanya seorang suami yang bisa kugunakan saat aku butuhkan.

Di ruangannya, Ju Hyung tengah mempelajari sesuatu.

Tiba-tiba, seseorang mengetuk pintunya dan dia langsung menutup dokumen yang lagi dipelajarinya.

Ju Hyung : Siapa?

Ternyata Jin A.

Ju Hyung langsung berdiri dan membukakan pintu.

Ju Hyung pun menunjukkan dokumen yang tadi dibacanya ke Jin A. Ternyata itu adalah neraca keuangan Lora Mattress and Lora Shoes 5 tahun lalu.

Jin A : Kenapa kau tunjukkan ini padaku?

Ju Hyung : Bukankah kita menunggangi kapal yang sama? Aku memintamu untuk bertarung bersamaku. Menyenangkan memilikimu sebagai tim. Walaupun aku tidak tahu bagaimana perasaanmu. Bagaimana pun, tidak buruk memiliki seseorang disampingku. Itu bagus memiliki seseorang disampingku. Karena kita memiliki tujuan yang sama. Lihat ini.

Ju Hyung berdiri disamping Jin A.

Ju Hyung : Seperti yang terlihat, Lora Mattress memiliki penjualan tinggi dan tanpa hutang. Aliran uangnya bagus. Tapi Lora Shoes memiliki setengah penjualan. Tapi mereka terus berinvestasi uang dalam jumlah besar. Di Sini. Lihat ini. Ada beberapa kali kapan dana Mattress dikirim ke Lora Shoes. Mereka dilunasi segera, tapi tetap saja.

Ju Hyung kembali duduk.

Jin A : Ini adalah tipu daya. Aku yakin itu karena mereka punya investor dengan kantong yang dalam.

Ju Hyung : Kau juga sangat mengenalnya. Nyonya Choi Sook Ja. Ki Seok halmeoni.

Jin A terdiam mendengarnya.

Ju Hyung lalu mengatakan bahwa dia lapar setelah cukup lama berbincang dengan Jin A.

Ju Hyung : Bagaimana dengan ayam dan bir? Ayo pergi ke suatu tempat. Aku perlu melakukan sesuatu di sana.

Ki Seok baru datang, dikasih tahu Yoo Kyung kalau dia memiliki tamu.

Ju Hyung mengajak Jin A bersulang.

Ju Hyung : Baiklah, bersulang, tangan kananku.

Jin A terkejut, apa?

Ki Seok masuk dan melihat Ju Hyung, sunbae.

Jin A langsung terdiam melihat Ki Seok. Begitu pun Ki Seok.

Ju Hyung : Kau darimana saja? Bos harus selalu berada di sini.

Ju Hyung kemudian berkata, kalau dia yakin Ki Seok sudah mengenal Jin A.

Ju Hyung memberitahu bahwa Jin A akan menjadi tangan kanannya mulai sekarang.

Ki Seok : Tangan kanan?

Ju Hyung : Semua orang memiliki tangan kanan dan tangan kiri. Aku ingin membuatmu menjadi tangan kananku, tapi setelah kupikirkan, Kim Jemma lebih cocok menjadi tangan kananku. Aku datang untuk meminta bantuanmu. Pertemukan aku dengan Nyonya Choi. Aku Direktur Utama Lora Network sekarang.

Ju Hyung lalu berdiri. Dia bilang dia harus ke toilet dan mereka akan membicarakan hal itu lebih lanjut setelah dia kembali.

Ju Hyung : Dengan tangan kananku (Jin A) dan tangan kiriku (Ki Seok).

Ju Hyung pergi.

Ki Seok menatap Jin A, kau baik-baik saja, kan?

Jin A : Ya.

Ki Seok : Ju Hyung pria yang baik.

Jin A : Ya.

Ki Seok : Ini sangat aneh. Kenapa kau terasa asing bagiku?

Jin A berkata, dia akan pergi sekarang.

Malam pun tiba. Jin A membaca diary itu.

Disana, ada tulisan Hee Kyung.

Hee Kyung : Aku membunuh wanita itu. Aku membunuhnya. Tidak ada rahasia yang abadi? Omong kosong. Banyak rahasia yang terkubur, sampai mereka mati. Mereka tidak akan pernah bangun.

Jin A bingung, apa Min Hee Kyung benar-benar membunuh ibunya Ju Hyung.

Ponsel Jin A berdering, telepon dari Ju Hyung.

Ju Hyung sudah di kamarnya.

Ju Hyung : Kenapa kau pergi? Aku ingin menanyakan sesuatu.

Jin A : Aku minta maaf.

Ju Hyung : Seseorang masuk ke ruangan Min Hee Kyung. Ada keributan besar. Kau sudah mendengar? Dia menuduh Manajer Yeo mencurinya dan menamparnya.

Jin A : Aku tidak tahu.

Ju Hyung : Sudah kuduga. Kau selalu begitu, tak kenal takut, jadi aku pikir kau telah menyelinap masuk ke kantor Min Daepyo sebagai mata-mata.

Jin A : Apa Manajer Yeo bilang sesuatu?

Ju Hyung : Padaku? Tentu saja tidak. Dia adalah tangan kanan Min Hee Kyung.

Jin A terdiam dan teringat saat tadi Manajer Yeo memergokinya.

Ju Hyung : Halo? Kim Jemma-ssi, kau tertidur?

Jin A : Tidak.

Ju Hyung : Terlepas dari itu, sepertinya ada sesuatu yang menghilang dari kantornya. Aku bertanya-tanya apakah kau tahu sesuatu tentang itu. Itu sebabnya aku menelepon. Karena kau adalah tangan kananku. Sampai jumpa besok.

Ju Hyung mau menutup telepon, tapi Jin A mengajak Ju Hyung bertemu di kantor besok lebih awal.

Jin A bilang dia akan datang ke ruangan Ju Hyung.

Ju Hyung : Baik.

Ju Hyung teringat pas Manajer Yeo bilang kalau Jin A mengambil diary itu.

Manajer Yeo : Aku pikir Min Hee Kyung mencari diary.

Ju Hyung bertanya-tanya apa Jin A mau memberikan diary itu padanya.

Jin A memberikan diary itu ke Ju Hyung.

Ju Hyung tersenyum, kau benar-benar memilikinya? Kenapa kau memberikannya padaku?

Jin A : Mungkin alasan kenapa aku mencuri ini dari ruangan Min Hee Kyung sama dengan alasanmu membawaku kembali ke Lora dan menjadikanku Manajer Pemasaran.

Ju Hyung menegaskan bahwa dia membawa Jin A lagi karena kemampuan Jin A.

Ju Hyung lalu jual mahal. Dia bilang dia tidak merasa berhak membaca diary orang.

Tapi pas Jin A mau mengambil lagi diary itu, dia menahan diary itu.

Jin A mengerti dan beranjak keluar.

Ju Hyung mulai membaca.

Hee Kyung : Aku merasa tercekik hari demi hari. Orang2 brengsek ini mencoba membunuhku dengan menguras kehidupanku. Tidak ada kesempatan. Seseorang harus mati. Um Sang Mi. Ju Hyung eomma. Jika aku membunuhnya, apa aku akan menjadi pembunuh? Tidak. Aku memberinya kebebasan. Kau bukan seorang ibu, istri atau menantu. Kau hanyalah monster yang sakit. Sederhananya, aku membunuh seorang monster. Lebih baik kau mati. Wanita gila.

Ju Hyung merasa sesak setelah membaca diary itu.

Dia bahkan sampai melonggarkan dasinya agar bisa bernapas. Dia sangat marah.

Bersambung ke part 2…

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Mine Ep 11 Part 1
Read More

Mine Ep 11 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Mine Episode 11 Part 1, Jika Kalian ingin tahu daftar lengkap tersedia spoiler full di…
Read More

High Class Ep 12

Tentangsinopsis.com – Sinopsis High Class Episode 12, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini.…