Red Shoes Eps 74 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 74 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini….

Ki Seok menyuruh Jin A memberitahu Hyun Seok semuanya. Dia bilang, dia akan menerima pernikahan Jin A dan Hyun Seok jika Jin A melakukan itu. Tapi jika Jin A tak memberitahu Hyun Seok, maka dia akan menghentikan pernikahan mereka, demi kebaikan Hyun Seok, Nyonya Choi dan Jin A sendiri.

Jin A : Oppa, tolong mengertilah. Aku yakin, dia akan terluka pada awalnya.

Ki Seok : Bagaimana bisa kau mengatakan itu? Kau bilang akulah yang kau cintai, jadi kenapa harus Hyun Seok? Jemma-ya, ini kesempatan terakhirmu. Tinggalkan semuanya dan pergilah denganku. Ayo…

Jin A: Jangan lakukan ini. Kau tahu aku tidak bisa. Kau tahu maksudku. Tolong, maafkan aku.

Ki Seok : tidak. Beritahu Hyun Seok semuanya. Buat dia menerimamu apa adanya. Itulah satu-satunya cara agar aku bisa memaafkanmu. Hyun Seok adikku. Aku tidak bisa membiarkannya dimanfaatkan tanpa tahu apa-apa.

Hyun Seok di kamarnya berusaha menghubungi Jin A, tapi ponsel Jin A tidak aktif.

Hyun Seok resah. Tak lama kemudian, Jin A menghubunginya.

Hyun seok : Kenapa kau susah sekali dihubungi?

Jin A : Maaf, ada sesuatu yang harus kuurus.

Hyun Seok : Hye Bin bilang kau kembali ke Lora hari ini. Itu benar?

Jin A : Ya, ini hari pertamaku bekerja di Lora sebagai Kepala Pemasaran. Kau tahu Kwon Ju Hyung, putra Pimpinan Kwon Hyeok Sang? Dia menghubungiku dan berkata ingin bekerja sama denganku.

Hyun Seok : Harusnya kau katakan dulu itu padaku. Aku akan menjadi suamimu. Aku tidak mencoba mengatur atau ikut campur….

Jin A : Aku tahu.

Hyun Seok : Kau tahu itu karena aku cemas. Min Daepyo, Kwon Hyeok Sang Hoejangnim dan Kwon Hye Bin bertekad menyakitimu. Kenapa kau kembali…

Jin A : Oppa, bisakah kita bertemu? Ada yang ingin kukatakan.

Hyun Seok : Sekarang?

Hyun Seok pergi menemui Jin A. Mereka bertemu di sebuah balkon kafe.

Hyun Seok mengaku senang bisa melihat Jin A seperti ini. Hyun Seok lalu bertanya pada Jin A, haruskah mereka masuk ke dalam. Dia bilang ada kafe unik di dekat sana. Atau haruskah mereka pergi ke bar di dekat sana.

Jin A bilang tidak perlu.

Jin A : Disini keren dan bagus.

Hyun Seok percaya diri. Dia bilang, Jin A pasti merindukannya setelah mendengar suaranya di telepon. Dia bilang dia tahu itu.

Hyun Seok : Kau tahu, tidak baik memiliki suara yang terlalu bagus. Itu terlalu menarik perhatian banyak gadis.

Hyun Seok memasukkan tangan Jin A ke sakunya.

Jin A terus menatap Hyun Seok. Hyun Seok sadar dan minta maaf karena dia banyak bicara.

Jin A : Kau benar. Itulah kenapa aku ingin menemuimu. Aku ingin melihatmu juga.

Jin A lalu menarik tangannya dari saku Hyun Seok. Hyun Seok kebingungan.

Jin A : Hyun Seok-ssi, dengarkan baik-baik apa yang akan kukatakan kepadamu. Aku tidak apa-apa jika kau bilang tidak akan menikah denganku.

Sontak lah Hyun Seok heran Jin A ngomong gitu.

Dan Hyun Seok baru paham saat Jin A mengatakan kebenaran itu.

Jin A : Ibu kandungku adalah Min Hee Kyung.

Sekarang, Hyun Seok minum-minum di dapurnya.

Dia terluka dengan pengakuan Jin A.

Jin A : Aku…. aku bekerja di Lora untuk membalaskan dendamku pada ibuku yang membuangku dan aku merayumu untuk merusak pernikahanmu dengan Hye Bin. Aku tidak punya pilihan. Itu alasan agar aku bisa bertahan.

Flashback…

Dengan berderai air mata, Jin A memberitahu Hyun Seok bahwa mereka juga menabrak ayahnya dan meninggalkan ayahnya begitu saja.

Jin A : Setelah aku mengetahuinya, mereka mencoba membunuhku juga untuk menutupi kejahatan mereka. Ibuku, dibunuh oleh Kwon Hyeok Sang. Harusnya aku yang dibunuh, tapi ibuku yang menjadi korban. Bagaimana aku bisa memaafkan orang-orang kejam itu? Aku harus menghukum mereka.

Hyun Seok syok mendengarnya : Bagaimana bisa?

Jin A : Aku minta maaf.

Hyun Seok : Itukah alasanmu mau menikah denganku?

Jin A : Hye Bin adalah yang terpenting bagi mereka. Menyakiti Hye Bin adalah jalan bagiku untuk balas dendam pada mereka. Aku minta maaf. Sungguh-sungguh minta maaf. Apa yang harus aku lakukan? Aku juga tidak tahu apa yang aku lakukan. Aku juga takut. Aku ingin kabur. Tapi mereka membunuh ayahku dan ibuku yang membesarkanku. Aku harus menghukum mereka.Tapi mereka terlalu kuat untukku. Bagaimana aku bisa menyerah? Bagaimana aku bisa menyerah dan melarikan diri? Aku pergi ke kantor polisi dan melaporkan mereka tapi mereka sangat kuat.

Hyun Seok lanjut minum-minum di kamarnya.

Dia minum-minum sampai tersedak.

Tangisnya pecah. Dia menangis hebat.

Ju Hyung di kamarnya, menyeruput secangkir minumannya sambil memikirkan Ki Seok dan Jin A.

Ju Hyung : Dia putus dengan pria yang dicintainya dan menikahi adiknya untuk membalas dendam. Kim Jemma wanita luar biasa.

Besoknya Tim Pemasaran rapat. Mereka membahas bed cover yang dirilis baru-baru ini.

Jin A : Ini dirilis paling baru.

Ju Hyung :Bukankah Kwon Hye Bin terpilih dari karyawan menjadi model untuk produk ini?

Ju Hyung menatap Hye Bin.

Hye Bin kesal, jangan menatapku seperti itu. Aku terpilih secara adil dan jujur menjadi modelnya.

Ju Hyung : Nah, itu contoh utama dari hati yang bercerita.

Sontak lah So Bin, Ye Eun dan Tae Ha menahan tawa mereka mendengar ucapan Ju Hyung.

Jin A memberitahu Ju Hyung bahwa iklannya positif dan diterima dengan baik di publik. Penjualan juga naik. Tapi Ju Hyung bilang baik tidaknya penjualan, itu hanya masa lalu.

Ju Hyung : Bukankah kita harus datang dengan rencana pemasaran baru? Aku akan memberi kalian bertiga seminggu. Datang dengan ide inovatif. Baik itu desain, rencana publisitas, atau ide tentang produk.

So Bin, Ye Eun dan Tae Ha kaget.

So Bin : Kita?

Tae Ha : Apakah itu mungkin? Tampaknya menakutkan.

Ye Eun : Seminggu terlalu singkat. Tidak bisakah kita mendapatkan sedikit lebih banyak waktu?

Ju Hyung : Dunia berubah dengan cepat. Jika kau menunggu, itu akan terlambat. Anggap ini sebagai peluang untuk mengembangkan keterampilanmu dan kerjakan itu seperti kau sedang mempersiapkan perang.

Ju Hyung beranjak keluar.

So Bin, Ye Eun dan Tae Ha langsung lemas.

Mereka keluar.

Jin A berdiri dan menyuruh Hye Bin mempersiapkan ide juga.

Hye Bin menolak dan bertanya kenapa harus dia.

Jin A : Lupakan saja. Kau bisa tetap menjadi manajer selamanya dan tidak pernah dipromosikan. Kartu orang tua hanya berguna jika kau mendukungnya dengan usaha.

Jin A keluar.

Hye Bin kesal banget.

Hee Kyung menemui Hyeok Sang. Hee Kyung bilang, Hyeok Sang selalu pulang terlambat jadi dia tidak pernah bisa bicara.

Hee Kyung : Kau sudah bicara dengan Ju Hyung? Aku yakin dia tahu Jemma putriku. Aku yakin dia tahu semua yang kau lakukan dengan baik.

Hyeok Sang : Apa maksudmu?

Hee Kyung : Dia tahu tentang Jemma dan aku. Apa menurutmu dia tidak tahu apa yang kau lakukan sampai sekarang?

Hyeok Sang : Aku ayahnya. Kamu mungkin tidak berhubungan darah tapi dia tidak akan menghancurkanku. Ini berbeda dengan hubunganmu dan Jemma.

Hee Kyung : Jemma seperti itu karena dia putriku. Tapi Ju Hyung tidak akan menghancurkanmu? Walaupun ayah tirinya mencampakkan ibunya yang sakit dan mencari wanita lain? Tidak. Walaupun dia berpikir kau mencuri kekayaan ibunya?

Hyeok Sang : Aku baik padanya. Dia tidak tahu ayahnya dan ibunya sakit. Aku kasihan padanya. Itulah kenapa aku mengirimnya ke Amerika bersama Pak Hong. Aku yakin Ju Hyung tahu perasaanku. Itulah kenapa dia masih baik dan memanggilku ayah. Dia bilang akan tinggal bersama kita juga. Segitu percayanya dia kepadaku.

Hee Kyung : Jangan percaya dia.

Hyeok Sang : Jangan cemaskan aku. Cemaskan saja dirimu. Panas matahari membuat seseorang menanggalkan pakaian mereka. Angin kencang tidak bisa melakukan itu. Kau seperti badai es. Kau terlalu dingin. Kau bukan matahari yang panas seperti aku.

Hee Kyung : Cukup banyak orang yang tahu yang dimiliki matahari yang panas adalah racun yang mematikan.

Hyeok Sang : Tepat sekali.

Hee Kyung berdiri. Dia mau pergi, tapi Hyeok Sang ngasih tahu kalau mulai minggu depan, Tuan Hong secara resmi akan menjadi seorang eksekutif di sini.

Ponsel Hee Kyung bunyi. Telepon dari Manajer Yeo.

Manajer Yeo bilang dia membawa file tentang Pak Hong yang Hee Kyung minta.

Hee Kyung kembali ke ruangannya, bersama Manajer Yeo. Manajer Yeo memberikan file itu. Dia bilang tadinya dia mau mengirim lewat e-mail saja, tapi tidak jadi karena dia pikir dia tidak seharusnya melakukan itu.

Hee Kyung : Pemikiran bagus.

Hee Kyung membaca file Pak Hong. Di sana juga tertulis nama lain Pak Hong adalah Richard Hong.

Manajer Yeo berbisik, kalau dia mendengar bahwa Pak Hong yang membeli saham perusahaan mereka.

Hee Kyung mengerti dan langsung menyuruh Manajer Yeo keluar.

Hee Kyung menghubungi Hyeok Sang.

Hee Kyung : Kau tahu orang yang membeli saham kita adalah Hong Chul Soo?

Hyeok Sang nya sewot, kau pikir aku bodoh!

Hyeok Sang mutusin panggilan Hee Kyung.

Tae Gil menatap foto dirinya dengan Soo Yeon.

Lalu dia berkata, dia tulus mencintai Soo Yeon dan dia merindukan Soo Yeon.

Ternyata Soo Yeon juga merindukan Tae Gil.

Dia juga menatap fotonya bersama Tae Gil.

Lalu Soo Yeon menghidupkan radionya dan mendengarkan lagu Amor Mio.

Tae Gil juga melakukan hal yang sama.

Tapi tiba-tiba, Tae Gil mondar mandir dengan gelisah sambil terus memegangi ponselnya.

Tak lama, Sun Hee datang dan Tae Gil langsung bilang dia harus pergi ke suatu tempat.

Tae Gil ke kantor Soo Yeon. Dia sudah berdiri di depan ruangan Soo Yeon tapi ragu untuk masuk.

Soo Yeon di dalam, masih menatap ponselnya.

Tak lama kemudian, dia menghubungi Tae Gil. Tae Gil terkejut Soo Yeon menghubunginya.

Tae Gil ragu untuk menjawab, tapi mendadak Soo Yeon keluar dari dalam. Soo Yeon kaget lihat ada Tae Gil.

Mereka saling menatap, penuh cinta.

Soo Yeon : Tae Gil-ssi.

Tae Gil : Soo Yeon-ssi.

Tae Gil memegang kedua tangan Soo Yeon.

Tapi pengganggu datang dan memisahkan mereka.

Kang Soe : Aku tidak bisa menghubungimu, jadi aku datang.

Kang Soe melihat Tae Gil.

Kang Soe : Tukang masak? Sedang apa kau disini? Pergilah mencabut bulu ayam.

Tae Gil sewot, siapa kau!

Kang Soe : Aku? Doctor. Yang peduli pada Soo Yeon.

Tae Gil kesal, pergilah!

Kang Soe : Kau yang pergi.

Kang Soe menatap Soo Yeon.

Kang Soe : Soo Yeon-ssi, kau bilang akan membuatkanku teh jika aku datang.

Tae Gil melotot, apa? Teh? Di dalam?

Kirain Tae Gil bakal marah dan salah paham tapi ternyata Tae Gil juga minta teh.

Tae Gil menabrak Kang Soe dan masuk duluan ke dalam.

Kang Soe ikutan masuk.

Soo Yeon stres sendiri.

Soo Yeon membuatkan mereka berdua teh.

Kang Soe menatap kesal Tae Gil, lalu menyeruput tehnya dan langsung teriak.

Kang Soe : Panas.

Tae Gil tersenyum sinis, pria yang ceroboh.

Kang Soe : Kenapa tidak minum seteguk?

Tae Gil nyoba minum seteguk, tapi dia juga kepanasan.

Soo Yeon kaget, apa aku membuat teh terlalu panas?

Lalu Soo Yeon bilang dia suka yang panas-panas.

Kang Soe langsung bilang dia suka yang panas.

Tae Gil kesal.

Tae Gil : I love you, Soo Yeon-ssi.

Kang Soe gak mau kalah, I love Director Kwon Soo Yeon.

Tae Gil : I love your burning heart.

Kang Soe : Aku menyukai segalanya tentangmu.

Tae Gil memegang tangan Soo Yeon.

Tae Gil : Amor mio.

Kang Soe memegang tangan Soo Yeon yang satu lagi.

Kang Soe : Ich liebe dich.

Soo Yeon pusing dan menghempaskan tangan mereka berdua.

Soo Yeon : Ada apa dengan kalian! Keluar. Kalian berdua, keluar!

Tae Gil : Aku juga, So Tae Gil?

Kang Soe : Aku juga, Dokter Zi?

Soo Yeon mengusir mereka berdua.

Hee Kyung dan Hye Bin lagi nonton TV pas Ju Hyung datang bersama Pak Hong.

Hee Kyung kaget Pak Hong datang.

Hee Kyung : Apa yang membawamu kemari jam segini?

Ju Hyung bilang ada yang harus mereka lakukan. Karena tak mau mengganggu Hee Kyung, dia mengajak Pak Hong ke kamarnya.

Hye Bin kesal, eomma, apa masalah dia? Ju Hyung mungkin sudah kehilangan pikirannya. Dia pikir ini rumahnya. Kenapa dia membawanya kemari?

Ju Hyung bicara dengan Pak Hong di kamarnya.

Pak Hong : Aku tidak yakin apakah ini bijaksana.

Ju Hyung : Apa yang bisa dia lakukan? Semua orang tahu satu sama lain.

Pak Hong : Bagaimana jika kita tertangkap?

Ju Hyung : Kau tahu aku sudah siap untuk itu untuk sementara ini. Tak peduli apapun, aku harus mencari tahu apa yang terjadi dengan ibuku. Dan aku harus mendapatkan perusahaan kembali.

Ponsel Pak Hong berbunyi.

Telepon dari Manajer Yeo.

Manajer Yeo : Aku mendapat nomor untuk dokter dan perawat dari rumah sakit di mana ibu Ju Hyung berada. Mereka dari tahun lalu, jadi aku tidak yakin mereka masih menggunakan nomor yang sama.

Pak Hong : Tidak apa-apa. Hanya mendapatkan itu merupakan kesuksesan tersendiri. Kerja bagus.

Pak Hong memberitahu Ju Hyung bahwa Manajer Yeo sudah mendapat nomor dokter dan perawat yang merawat ibu Ju Hyung. Pak Hong bilang Manajer Yeo akan segera mengirimi mereka pesan.

Ju Hyung lega mendengarnya.

Bersambung ke part 2…

15 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like