Red Shoes Eps 100 Part 1 (Eps Terakhir)

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 100 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini

Jin A bersama Ju Hyung, menerobos masuk ke ruangannya. Mereka terkejut melihat Hee Kyung duduk di kursi Jin A.

Ju Hyung : Sedang apa kau disini?

Hee Kyung : Kenapa? Tidak bolehkah aku berada disini? Aku datang untuk bicara dengan Jemma.

Ju Hyung : Tolong pergi.

Ponsel Ju Hyung berdering.

Ju Hyung bilang ke Jin A kalau itu telepon dari Bank Soonjin.

Jin A : Jangan cemas, urus urusanmu.

Sebelum pergi, Ju Hyung memperingatkan Hee Kyung. Dia bilang, demi kebaikan Hee Kyung, sebaiknya Hee Kyung pergi dengan tenang.

Ju Hyung pergi. Jin A menghela nafas dan mendekati Hee Kyung.

Jin A : Apa yang kau lakukan? Ini bukan ruanganmu lagi.

Hee Kyung : Bagaimana rasanya duduk di kursi ini, setelah merebutnya dariku? Aku yakin rasanya seperti memakai mahkota. Setidaknya harus terasa seperti memakai ban lengan. Kau akan segera tahu rasanya, karena semua orang mengikuti perintahku, menciumku, dan sujud di hadapanku. Tapi sayangnya gelar yang didambakan semua orang datang dengan tanggung jawab berat. Beratnya tanggung jawab itu selalu menyiksaku. Aku ingin tahu apakah kau bisa bertahan kali ini.

Jin A : Setidaknya, aku tidak akan menjadi orang yang tidak tahu malu yang mencuri desain orang lain. Aku tidak akan dibutakan oleh kesuksesan dan kekuatanku untuk melakukan kejahatan seperti yang dilakukan beberapa orang lain.

Hee Kyung : Tentu. Tekadku juga berharga dan cantik seperti milikmu, Jin A-ya.

Jin A : Jin A? Siapa? Aku bukan Kim Jin A, aku Kim Jemma!

Hee Kyung : Kim Jemma? Aku tahu. Tapi kau mewarisi darahku dan kau putriku.

Jin A : Sudah kubilang aku bukan putrimu! Aku tidak memiliki ibu sepertimu!

Hee Kyung : Aku tahu karena kebenaran harus diceritakan. Aku tidak ingin mengakuimu sebagai putriku juga.

Jin A : Lalu kenapa kau melahirkanku? Kau bahkan tidak pernah mengakuiku sebagai putrimu, jadi kenapa kau malah punya aku? Kau membutuhkan cinta untuk memiliki anak. Semua orang mengatakan anak-anak mereka adalah buah cinta mereka. Kau menikah dengan ayah kami, dan memiliki Jin Ho dan aku. Itu artinya kalian saling mencintai. Mengapa kau memiliki kami jika kau akan lari dengan Kwon Hyeok Sang! Kenapa kau menikahi ayah kami!

Hee Kyung : Kau ingin tahu? Baiklah, kau harus tahu.

Hee Kyung berdiri di depan Jin A.

Hee Kyung : Aku tidak pernah dicintai oleh Kim Jung Guk bahkan untuk sesaat. Kutu itu mungkin ayah yang baik untukmu, tapi bagiku, dia adalah monster. Seolah-olah dia mencoba menyelamatkanku, dia membawaku ke rumahnya saat aku sakit dan menginjak-injak seluruh tubuhku. Dia merobek pakaianku hingga hancur dan menutup mulutku saat aku berteriak.

Jin A tak percaya, pembohong! Pembohong! Berhenti berbohong! Ayahku tidak seperti itu!

Hee Kyung : Aku tahu kau ingin mempercayainya, tapi itu mimpi buruk dan aku tidak pernah bisa bangun dari itu.

Jin A : Maka kau bisa saja menceraikannya. Jangan membuat alasan konyol.

Hee Kyung : Jika perceraian semudah itu, mengapa aku tidak melakukannya? Dia tidak akan membiarkanku pergi. Tidak ada yang bisa mengerti kecuali mereka yang pernah mengalaminya. Bagaimana rasanya terikat oleh rantai tak terlihat, hidup dengan seorang pria yang memperkosaku dan menginjak-nginjak saat-saat berhargaku. Aku selalu ingin melarikan diri. Tidak. Aku ingin mati saja. Orang yang memegang tanganku pada saat itu adalah Kwon Hyeok Sang.

Jin A : Walaupun demikian, Jin Ho dan aku tidak melakukan kesalahan. Kami hanya… Hanya… anak-anak Kim Jung Guk dan Min Hee Kyung.

Hee Kyung : Bagaimana jika kau bukan anak Kim Jung Guk? Kau bukan anak Kim Jung Guk. Hanya Jin Ho. Ayahmu bukan Kim Jung Guk, tapi Kwon Hyeok Sang.

Jin A tak percaya, kau sudah gila?

Hee Kyung : Aku tidak mengada-ada. Aku bahkan mencuri sikat gigimu dan menjalankan tes DNA. Beberapa kali. Percayalah padaku!

Jin A : Omong kosong apa yang kau bicarakan kali ini? Tidak. Tidak mungkin.

Hee Kyung : Aku juga tidak tahu. Aku pikir kau putri Kim Jung Guk. Itu sebabnya aku tidak mau untuk menerimamu sebagai anakku. Di satu sisi, aku merindukanmu seperti orang gila dan ingin melihatmu, tapi di sisi lain, aku harus melupakanmu karena kau adalah sisa dari masa laluku yang memuakkan.

Jin A : Tidak! Ini tidak mungkin! Orang itu… Pria itu bukan ayahku!

Hee Kyung : Menurutmu kenapa dia secara sukarela menyerahkan diri? Kenapa dia menyelamatkanmu setelah mencoba membunuhmu? Mengapa?

Jin A menolak percaya, tidak! Tidak!

Ki Seok yang tengah bekerja, dihubungi Hee Kyung.

Hee Kyung meminta Ki Seok mencari Jin A.

Jin A melamun di tepi sungai. Dia memikirkan kata-kata Hee Kyung tadi.

Flashback…

Hee Kyung : Aku tidak pernah membayangkan dalam mimpi terliarku bahwa aku hamil kau saat aku bertemu Jung Guk. Seandainya aku tahu, Hyeok Sang mungkin tidak meninggalkanku untuk menikahi ibu Ju Hyung.

Jin A : Tidak. Ini tidak mengubah apa pun. Ayahku adalah Kim Jung Guk dan suamimu membunuh ayahku dalam tabrak lari. Hal yang sama berlaku untuk ibuku. Suamimu masuk penjara, dan kamu… kamu juga akan jatuh… ke dalam lubang api.

Hee Kyung : Jangan khawatir. Aku sudah hidup di sel tanpa jendela dari saat aku bertemu Jung Guk sampai sekarang yang telah aku ciptakan dengan dosa-dosaku. Penjara yang menakutkan yang tak bisa kuhindari bahkan jika aku mati.

Hee Kyung beranjak pergi.

Setelah Hee Kyung pergi, pertahanan Jin A goyah. Dia terjatuh karena tak sanggup lagi untuk berdiri.

Tangisnya pecah.

Flashback end…

Jin A nangis.

Ki Seok datang, Jemma-ya.

Jin A menoleh, aku harus bagaimana?

Ki Seok memeluk Jin A.

Ki Seok : Min Daepyo memberitahuku.

Jin A : Apa yang harus kulakukan? Aku harus bagaimana sekarang?

Besoknya, Jin A ke Penjara Hansong, tempat Hyeok Sang ditahan.

Hyeok Sang : Sudah lama, Kim Jemma. Aku pikir, aku harus memanggilmu Kim Daepyonim mulai sekarang.

Jin A : Bagaimana kabarmu disini?

Hyeok Sang : Aku seharusnya tidak melakukannya dengan baik karena aku telah melakukan begitu banyak dosa yang tak termaafkan. Waktu merangkak ketika kau terkunci. Tapi aku bisa banyak merenung. Apa dan di mana ada yang salah. Seandainya aku tidak pernah meninggalkan Hee Kyung di tempat pertama. Seandainya aku tidak dibutakan uang dan ambisi dan mengkhianatinya, mungkin kita tidak akan ada disini, saling memandang seperti ini.

Mata Jin A mulai berkaca-kaca. Dia bicara dalam hatinya, melanjutkan kata-kata Hyeok Sang tadi.

Jin A : Kau dan aku… kita akan… saling menyayangi sebagai ayah dan anak.

Hyeok Sang : Terima kasih sudah datang.

Jin A masih bicara dalam hatinya.

Jin A : Kenapa kau tidak mengatakannya bahwa aku putrimu? Bahwa kau menyesal karena mencoba membunuh putrimu. Dan untuk memaafkanmu. Kenapa kau tidak bisa mengatakannya?

Hyeok Sang meminta Jin A memaafkannya.

Hyeok Sang kemudian berdiri. Dia mau balik ke selnya.

Jin A sontak berdiri, jaga dirimu.

Dan dalam hati, dia memanggil Hyeok Sang ‘ayah’.

Hyeok Sang menoleh sedikit, lalu beranjak pergi.

Tangis Jin A akhirnya pecah.

Soo Yeon masuk ke kamar Ju Hyung. Dia mengambil beberapa buku dan memasukkannya ke dalam kardus yang dibawanya.

Lalu dia menemukan album lamanya.

Soo Yeon : Ya ampun. Aku tidak dapat menemukan ini di mana pun sebelumnya.

Soo Yeon mengeluarkan album dari dalam kotaknya. Disana, dia menemukan diary ibunya.

Soo Yeon langsung membaca diary ibunya. Dia kaget.

Maka Soo Yeon bergegas menemui Ju Hyung.

Ju Hyung kaget Soo Yeon tiba-tiba merangsek masuk ke ruangannya.

Soo Yeon : Ju Hyung-ah, aku menemukan buku harian ibuku. Aku pergi untuk mendapatkan album lama dari kamarmu. Lihat baik-baik.

Soo Yeon pergi.

Ju Hyung mulai membacanya.

“Hee Kyung pergi mengunjungi ibunya Ju Hyung dan kembali dengan bekas gigitan di lengannya seperti milikku. Mengapa dia berusaha begitu keras ketika dia disebut wanita simpanan dan dianiaya? Apa yang gadis gila itu tahu? Hal yang malang. Dia pasti ingin melakukan yang terbaik yang dia bisa untuk ibu Ju Hyung, tapi dia disebut wanita simpanan dan tidak diperlakukan dengan baik di mana pun. Setidaknya aku harus baik padanya. Vitamin yang Hee Kyung dimasukkan ke dalam bubur sangat baik. Aku merasa sangat energik, sampai rasanya aku bisa membuat kimchi.”

Ju Hyung terkejut.

Dia terus membacanya.

“Kami menguburkan ibu Ju Hyung. Hee Kyung berusaha sangat keras. Aku harap kai menemukan kedamaian di tempat yang bahagia, anakku.”

Sontak lah tangis Ju Hyung pecah setelah dia mengetahui semua kebenaran itu.

Di rumahnya, Jin A dan keluarganya tengah merayakan kesuksesannya, di malam Natal. Mereka bersulang.

Gun Wook : Aku tidak tahu betapa besar dan menakjubkan penghargaan itu. Kakakku benar-benar luar biasa.

Yu Kyung : Aku benar-benar bahagia untukmu.

Tae Gil : Aku akan memenangkan penghargaan itu juga, jika aku terus membuat sepatu. Aku sangat baik dengan tanganku.

Soo Yeon : Aku tidak tahu tentang hal lain, tapi harus aku akui tteokbokki-nya adalah yang terbaik.

Semua tertawa dan bahagia.

Ponsel Jin A berbunyi.

Jin A : Halo?

Jin A menemui Ki Seok di taman. Ki Seok mengajak Jin A menikah.

Tapi Jin A bilang dia ingin belajar desain di luar negeri.

Ki Seok terkejut, Jemma-ya?

Jin A : Maafkan aku. Aku masih kurang sebagai seorang desainer. Aku mungkin egois, tapi saat ini…

Ki Seok memeluk Jin A dan berkata akan menunggu Jin A.

Hee Kyung tengah menyisir rambutnya tapi tiba-tiba dia melihat pantulan wajahnya di cermin tengah mencemoohnya.

Hee Kyung di cermin, sudah berakhir sekarang. Ini sudah berakhir, untukmu.

Hee Kyung marah, omong kosong! Aku Min Hee Kyung. CEO Lora Shoes, Min Hee Kyung yang abadi.

Hee Kyung di cermin, lupakan dirimu. Kau sudah selesai. Berharap kecantikanmu dan karir akan bertahan selamanya hanyalah keinginan yang buruk. Kau jelek.

Hee Kyung : Aku jelek? Aku? Min Hee Kyung?

Hee Kyung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Lagi-lagi, dia melihat wajahnya di kaca spion tengah mencemoo padanya.

“Hidupmu sudah berakhir.”

“Aku naik ke puncak di Korea. Semua orang tahu siapa aku. Aku sudah berhasil. Aku mengorbankan segalanya untuk mimpiku. Aku akan pergi jauh-jauh. Aku akan naik di atas langit.”

Hee Kyung yang ada di kaca, terus mencemoohnya.

Hee Kyung pun menambah laju mobilnya.

Hee Kyung : Pergi! Pergi!

Hee Kyung kecelakaan.

Bersambung ke part 2…

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

Adamas Eps 2 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Adamas Episode 2 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang…
Read More

Dear.M Ep 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Dear.M Episode 3, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini.Baca episode…
Read More

Jirisan Ep 15

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Jirisan Episode 15, Jika Kalian ingin melihat full recapnya tersedia lengkap di tulisan tulisan yang…
Read More

Golden Spoon Ep 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Golden Spoon Episode 4, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini.…