Red Shoes Ep38 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 38 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini….

Jin A tanya alasan Ki Seok datang. Dia menebak, untuk melihat pemandangan menyedihkannya.

Ki Seok : Apa aku datang untuk melihat itu? Aku sudah bilang. Aku datang untuk mengucapkan selamat padamu. Aku ingin memberi kejutan. Aku muncul tepat pada waktunya seperti seorang ksatria berbaju zirah. Apa yang akan kau lakukan jika aku tidak datang? Siapa tahu apa yang mungkin dia lakukan padamu?

Jin A : Aku yakin dia lebih takut padaku daripada aku takut padanya sekarang.

Lalu Ki Seok mendekat, dia mau memeluk Jin A. Sontak Jin A langsung menolaknya. Dia khawatir ada yang lihat.

Ki Seok : Aku tidak keberatan jika orang melihat dan membuatmu dipecat.

Jin A : Hei!

Ki Seok : Kau terlihat lebih cantik hari ini. Haruskah aku menculikmu? dan lari bersama?

Jin A : Terserah. Kau tidak punya nyali.

Ki Seok : Apa maksudmu? Aku akan melakukannya.

Jin A : Bagus. Kau sebaiknya pergi. Aku akan meneleponmu nanti.

Jin A beranjak pergi.

Ki Seok minta Jin A mampir nanti sepulang kerja. Dia bilang dia akan menunggu Jin A.

Jin A berbalik. Dia tersenyum dan mengangguk pada Ki Seok.

Jin A kembali berjalan dengan senyuman menghiasi wajahnya tapi senyumnya seketika hilang saat dia melihat Hye Bin. Dia menghela nafas, seolah malas meladeni Hye Bin.

Hye Bin menatap tajamnya.

Mereka bicara di pantry.

Jin A : Ada yang mau kau katakan?

Hye Bin : Jujurlah padaku. Kau benar-benar menyukai Ki Seok? Atau apa kau menyukai uangnya?

Jin A : Uang?

Jin A tersenyum.

Hye Bin : Aku tahu itu. Aku benar. Kau merayunya karena uangnya.

Jin A : Jadi? Apa itu ada hubungannya denganmu?

Hye Bin bilang dia hanya tak mau punya ipar yang brengsek.

Hye Bin bilang itu uang Nyonya Choi. Dia minta Jin A mengakui itu sekarang.

Hye Bin : Itu sebabnya kau mendekati Ki Seok dan bertindak nekat terhadap nenek. Bahwa kau melakukannya agar terlihat bagus.

Jin A : Aku akan mengakuinya. Bahwa semua ini bukan untuk uang, tapi untuk cinta.

Hye Bin : Itu untuk uangnya. Itulah mengapa aku tidak tahan dengan orang miskin. Kalian semua munafik.

Jin A : Kau sama munafiknya. Munafik yang sebenarnya adalah kau yang berbau uang busuk.

Jin A lalu berdiri.

Jin A : Kau harus menjaga bau uangmu dan cintamu.

Setelah itu, Jin A pergi.

Tanpa Jin A sadari, Hye Bin diam-diam merekam pembicaraan mereka.

Omo.. Jangan-jangan ntar rekamannya bakal diedit, terus dikasih ke Nyonya Choi dan Nyonya Choi salah paham sama Jin A.

Tae Gil bilang pada Yu Kyung dan yang lain kalau dia mau keluar dulu.

Yu Kyung dan yang lain terkejut melihat penampilan baru Tae Gil.

Yu Kyung : Omo, omo. Kau mau kemana?

Yang dua lagi mengatakan Tae Gil tampan.

Tae Gil senang, pikirkan tentang acara TV. Koki harus keren. Haruskah aku menumbuhkan janggut juga?

Yu Kyung tertawa, lalu tanya Tae Gil mau kemana.

Yu Kyung : Istirahat kita akan segera berakhir.

Tae Gil : Aku akan kembali sebelum itu, jadi tolong jangan khawatir, Manajer Jung.

Tae Gil pergi.

Di ruangannya, Soo Yeon tengah membaca majalah Jin A.

Soo Yeon : Astaga, dia luar biasa.

Lalu Soo Yeon lanjut menjahit.

Tiba-tiba, seseorang mengetuk pintunya. Dan Tae Gil pun masuk membawa setangkai mawar merah.

Tae Gil : Amor mio.

Soo Yeon menerima bunga Tae Gil.

Setelah bunganya diterima, Tae Gil langsung pergi.

Soo Yeon terkejut, ada apa dengan orang itu?

Tae Gil masuk lagi.

Tae Gil : Nama orang ini adalah So Tae Gil.

Tae Gil pun pergi.

Soo Yeon : Apa? So Tae Gil?

Jin A masih di kantor. Dia membuat desain kasur. Ponselnya berbunyi.

Dari sang ibu.

Ok Kyung : Kau masih di kantor?

Jin A bilang dia punya banyak pekerjaan belakangan ini.

Jin A : Sebenarnya, aku akan pulang sedikit terlambat.

Ok Kyung : Kau punya rencana? Jadi begitu. Oke.

Ok Kyung sedikit kecewa Jin A gak bisa pulang sekarang.

Dia memberitahu Sun Hee kalau Jin A punya rencana sama Ki Seok.

Sun Hee : Ini bisa dimengerti. Ini hari yang bahagia. Aku yakin mereka ingin berdua.

Ok Kyung : Baiklah. Ayo makan sampai perut kita meledak.

Mereka mulai menyantap ayam goreng di depan mereka.

Tae Gil, Yu Kyung dan Gun Wook pulang.

O Kyung heran mereka bisa pulang barengan seperti itu.

Yu Kyung memberitahu, kalau Ki Seok menutup restoran lebih awal karena ada urusan.

Sun Hee penasaran seberapa penting sampai restoran harus tutup lebih awal.

Ok Kyung : Bagaimana pun, itu bagus. Kita semua bisa makan bersama.

Tapi tiba-tiba Gun Wook sakit perut.

Sontak lah semua heran Gun Wook mendadak sakit. Gun Wook juga mual dan langsung lari ke kamar mandi.

Yu Kyung menyusul Gun Wook. Mereka di kamar sekarang.

Yu Kyung heran kenapa Gun Wook tiba-tiba mual seperti itu.

Gun Wook bilang, dia mual untuk Yu Kyung. *Hah? Yu Kyung hamil?

Jin A ke Yangsan, tapi begitu masuk, dia mendapati kelopak bunga dan lilin yang tertata rapi di lantai.

Jin A terkejut. Dia tahu apa maksudnya dan terus berjalan mengikuti kelopak bunga dan lilin.

Hingga akhirnya, dia melihat Ki Seok berdiri diluar menunggunya.

Jin A menghampiri Ki Seok.

Ki Seok : Ini canggung dan memalukan. Aku pecundang untuk hal-hal seperti ini. Jemma-ssi…

Jin A : Oppa, iterlalu cepat. Aku tidak mau membuatmu sengsara. Aku tidak mau menyeretmu ke dalam masalahku.

Ki Seok : Aku tidak menginginkanmu terluka dan merusak diri sendiri. Aku akan berdiri di sisimu sekarang. Aku akan melindungimu. Menikahlah denganku.

Ki Seok menunjukkan cincinnya.

Ki Seok : Beri aku jawaban.

Jin A : Oppa, tapi…

Ki Seok : Lupakan apa yang dia katakan. Jangan khawatir tentang nenek.

Jin A berkaca-kaca menatap Ki Seok. Dalam hati, dia bilang dia tidak bisa menyerah begitu saja atas dendamnya.

Ki Seok yang juga menatap Jin A, berkata dalam hati, kalau dia akan membuat Jin A melupakan dendam itu.

Ki Seok : Akan kuubah luka dihatimu menjadi kebahagiaan.

Ki Seok lantas menyematkan cincin itu ke jari Jin A.

Tangis Jin A perlahan menetes.

Ki Seok mencium kening Jin A.

Lalu dia menatap Jin A.

Ki Seok : Aku mencintaimu.

Jin A : Aku juga.

Ki Seok lalu mencium bibir Jin A.

Sampai di kamar, Jin A menatap cincin yang disematkan Ki Seok ke jarinya.

Lalu dia menatap foto Jin Ho.

Jin A : Jin Ho-ya, kakak tadi dilamar. Aku pikir aku akan bahagia, tapi rasanya aneh.

Setelah itu, Jin A mengambil foto ayahnya dari dalam lacinya dan menatapnya.

Jin A : Appa, dia ingin menikah. Apa yang harus aku lakukan?

Hyeok Sang minum wine. Sendirian di ruang makan.

Tak lama kemudian, Hee Kyung datang dan dia terkejut melihat Hyeok Sang.

Hyeok Sang : Halo, Nyonya Min. Waktu yang tepat. Aku kesepian minum sendiri. Minumlah denganku.

Hyeok Sang nuangin wine untuk Hee Kyung.

Hee Kyung terlihat kesal minum wine nya.

Habis minum wine, dia mau pergi tapi ditahan Hyeok Sang.

Hyeok Sang : Mengapa? Kau tidak suka minum wine denganku lagi? Jika aku terlalu keras tentang sepatu baru, maafkan aku. Kau benar. Kau ratunya sepatu, Lora Min Hee Kyung. Namun, eramu telah berakhir. Kau harus menerima itu.

Hee Kyung : Apa yang sedang coba kau lakukan? Kau mengejekku?

Hyeok Sang : Kau tidak pernah, aku hargai itu. Tapi kau harus menerima kenyataan untuk membuat perubahan. Apakah aku salah? Waktu tidak akan menunggumu. Jika terlambat, bus akan berangkat.

Hee Kyung mau pergi tapi masih ditahan Hyeok Sang.

Hyeok Sang : Katakan! Kapan kau akan berhenti keras kepala! Harus kah kau mencapai titik terendah dulu baru kau akan sadar!

Hee Kyung : Kenapa aku harus sampai pada titik terendah! Kau tidak tahu siapa aku?

Hyeok Sang tertawa mengejek, siapa kau? Kau benar-benar wanita yang menawan. Aku kasihan padamu dan kau menggemaskan. Kau dipenuhi dengan ambisi dan tidak pernah menyerah. Inilah mengapa aku mencintaimu.

Hee Kyung pun memilih pergi, ketimbang membalas kata-kata menyakitkan Hyeok Sang.

Tapi pas dia udah keluar dari dapur, dia mendengar ejekan Hyeok Sang lagi.

Hyeok Sang : Min Hee Kyung, kau sudah selesai! Lora Min Hee Kyung selesai!

Hee Kyung lari ke kamarnya dan nangis.

Lagi-lagi dia nyalahin Jin A atas semua kesialannya.

Paginya, Ki Seok memberitahu Nyonya Choi dan Hyun Seok bahwa dia akan menikah.

Nyonya Choi kaget dan tanya dengan siapa.

Ki Seok bilang dengan Jin A.

Hyun Seok tanya, apa Ki Seok sudah melamar Jin A.

Ki Seok bilang tadi malam.

Hyun Seok memberi Ki Seok ucapan selamat.

Tapi Nyonya Choi marah, selamat apa?

Hyun Seok : Dia lebih tua dariku. Lebih baik dia menikah sebelum aku.

Nyonya Choi berdiri. Lalu dia pergi ke kamarnya tanpa mengatakan apapun.

Hyun Seok menyuruh Ki Seok menyusul Nyonya Choi.

Ki Seok menyusul Nyonya Choi. Dia ingin membahas tentang Jin A tapi Nyonya Choi menentang.

Nyonya Choi bilang, Jin A tidak bisa menjadi pasangan Ki Seok.

Ki Seok bingung, nenek, kau juga menyukainya. Kau bahagia tinggal bersamanya.

Nyonya Choi : Kau menikah karena aku? Menikahlah untuk dirimu.

Ki Seok : Ini akan membuatmu dan Jemma bahagia.

Nyonya Choi : Aku tidak akan suka jika kau menikahi Jemma. Aku tidak akan senang.

Ki Seok : Apakah karena wawancaranya di majalah? Itu…

Nyonya Choi : Aku akan berbaring.

Nyonya Choi rebahan.

Dia bahkan membelakangi Ki Seok. *Kenapa gk setuju?

Jin A juga memberitahu keluarganya kalau dia sudah dilamar Ki Seok.

Semua kaget. Jin A menunjukkan cincinnya.

Ok Kyung tanya kapan mereka akan menikah.

Jin A : Segera?

Sun Hee : Kita harus meluangkan waktu kita.

Jin A : Untuk apa?

Ok Kyung : Kau akan segera menikah.

Jin A : Gun Wook harus menikah lebih dulu. Mereka sudah bersama selama bertahun-tahun.

Gun Wook : Aku bahkan belum melamar. Bagaimanapun, selamat.

Tapi Gun Wook mual-mual lagi.

Ok Kyung bingung, ada apa denganmu akhir-akhir ini?

Gun Wook pun lari ke kamar mandi.

Tae Gil mendatangi Soo Yeon lagi hanya untuk bilang ‘amor mio’.

Setelah itu dia pergi. Soo Yeon yang bingung dan heran, mengejar Tae Gil.

Soo Yeon : Apa yang salah denganmu? Mengapa kau melakukan ini? Mengapa kau datang ke kantorku dan mengganggu dua kali sehari? Amor mio? Kau tahu itu artinya apa?

Tae Gil : Cintaku.

Soo Yeon syok, aku tidak dapat berkata-kata. Siapa cinta siapa?

Tae Gil : Semoga harimu menyenangkan.

Tae Gil pergi.

Soo Yeon makin gemes, ada apa dengannya? Apa masalah dia? Dia penguntit total.

Di ruangannya, Hee Kyung bicara dengan seseorang melalui ponselnya. Dia meminta sedikit waktu.

Hee Kyung : Kau mengenalku. Kau tahu aku tidak akan menyerah. Oke. Semoga harimu menyenangkan.

Setelah itu, dia menghubungi Manajer Yeo.

Hee Kyung : Manajer Yeo, kau menghentikan produksi untuk produk baru, kan? Dapatkan desain baru dan… aku bilang jika kau tidak bisa mendesainnya, maka curi!

Di pantry, Hyun Seok ngasih tahu Hye Bin kalau Ki Seok melamar Jin A.

Hyun Seok : Jadi menurutku, kita harus menunda pernikahan kita. Dia lebih tua, jadi…

Hye Bin marah, tidak! Kau gila? Kita bertunangan. Ini bukan Era Joseon. Siapa yang peduli dengan usia?

Hyun Seok : Jangan marah.

Hye Bin : Bagaimana aku tidak marah? Menurutmu bagaimana perasaanku jika kau mengatakan itu?

Hyun Seok : Kau tidak suka Ki Seok menikah lebih dulu atau tidak suka Ki Seok menikahi Jemma?

Hye Bin : Dua-duanya!

Hye Bin beranjak pergi.

Hye Bin ngasih tahu Hee Kyung soal pernikahan Jin A.

Hye Bin bilang dia sangat marah dan tidak tahan dengan Jin A.

Hye Bin : Dia datang ke Lora dan mendepakku keluar dan sekarang dia mencoba untuk menjadi menantu perempuan terlebih dahulu.

Hee Kyung : Tenang.

Hye Bin : Dia bahkan dilamar.

Hye Bin lalu bilang, kalau sebenarnya dia punya cara untuk memisahkan Ki Seok dan Jin A.

Lalu dia mendengarkan rekaman pembicaraannya dengan Jin A di pantry tempo hari.

Bersambung….

*Nah bener kan… tu rekaman bakal dipakai buat misahin Ki Seok dan Jin A.

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like