Red Shoes Ep 9 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 8 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.

Sebelumnya…

Jin A sudah di kamarnya. Tapi dia tak bisa tidur, pikirannya terus tertuju pada kata-kata Ki Seok. Ki Seok bilang dia serius dan akan membayar Jin A, sesuai dengan yang Jin A minta. Ki Seok bilang dia membutuhkannya. Ki Seok mengatakan, bahwa transplantasi ginjal adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan neneknya. Ki Seok memohon pada Jin A untuk menyelamatkan neneknya.

Ki Seok : Jika kau mau, kau tetap berencana untuk melakukannya…

Jin A syok dan melangkah mundur.

Ki Seok : Jemma-ssi.

Jin A pun pergi.

Jin A lari ke stasiun bawah tanah.

Dia berhenti berlari dan jatuh terduduk.

Tangis yang sedari tadi ia tahan akhirnya pecah.

Flashback end…

Jin A memikirkan tawaran Ki Seok. Lalu, dia menghela nafas berkali-kali.

Dia pun akhirnya mencoba untuk tidur.

Besoknya di restoran, Jin A ke ruangan Ki Seok.

Ki Seok yang memanggil Jin A. Dia menyuruh Jin A duduk, tapi Jin A bilang kalau dia baik-baik saja.

Ki Seok minta maaf atas kejadian semalam. Ki Seok bilang dia putus asa dan marah jadi dia berbicara tanpa berfikir.

Ki Seok : Aku membuat kesalahan besar. Maaf jika aku menyinggungmu.

Ki Seok lalu bilang Jin A bisa kembali bekerja.

Jin A mengangguk, lalu beranjak ke pintu tapi Ki Seok memanggilnya lagi.

Ki Seok : Beritahu aku jika kau membutuhkan uang. Aku akan menaikkan gajimu.

Jin A tak menjawab, hanya mengangguk, kemudian pergi.

Sun Hee dan Ok Kyung terkejut saat mereka disuruh resign.

Kepala mereka bilang itu karena mereka selalu bersama dan tidak pernah melakukan pekerjaan apapun.

Kepala juga mengatakan bahwa kebersihan lantai dua tanggung jawab Sun Hee. Ada seorang wanita yang terus-terusan komplain. *Pasti Hee Kyung nih.

Ok Kyung tanya, apa mereka melakukan kesalahan.

Sun Hee : Benar, kami tidak melakukan kesalahan.

Kepala bilang, Sun Hee harusnya melakukan pekerjaan Sun Hee sendiri bukannya malah bergabung dan membantu Ok Kyung.

Kepala : Ada banyak orang yang membutuhkan pekerjaan. Jadi mereka bilang, kalian harus berhenti bekerja mulai hari ini.

Tak punya pekerjaan, Ok Kyung dan Sun Hee akhirnya membuat boneka untuk dijual.

Ok Kyung lantas memarahi Sun Hee.

Ok Kyung : Kenapa kau selalu mengikutiku! Inilah kenapa kita dipecat! Seperti saat kita menjual kopi, kau terus mengikutiku kemana pun dan mencuri semua pelangganku!

Sun Hee membela diri, dia tanya kapan dia melakukan itu.

Sun Hee : Kau menggoyangkan pantatmu seperti ini dan menggoda dan mencuri semua pelangganku!

Ok Kyung : Kapan? Kapan aku melakukannya!

Sun Hee pun marah karena Ok Kyung tidak mengaku dan melempari Ok Kyung dengan boneka.

Ok Kyung balas melempar.

Sun Hee : Kau otak burung!

Ok Kyung : Kau otak sapi!

Sun Hee : Kau penyihir jahat! Astaga! Aku menganggapmu seperti adikku sendiri.

Ok Kyung : Astaga! Aku selalu baik padamu! Kau bukan kakakku! Bersikaplah sesuai usiamu!

Sun Hee nangis, aku sangat marah!

Ok Kyung juga nangis, oh, Tae Gil-ah.

Hee Kyung di ruangan Hyeok Sang. Mereka minum teh bersama.

Hyeok Sang tanya, apa Hee Kyung masih belum mendengar kabar dari Anggota Dewan Son.

Hee Kyung bilang masih belum. Tiba-tiba, Hee Kyung pamit dan beranjak pergi.

Hee Kyung pergi menemui Anggota Dewan Son. Mereka bertemu di restoran Ki Seok.

Hee Kyung : Kau berjanji padaku sejak awal, jadi kenapa aku belum mendengar berita darimu? Bukankah seharusnya aku sudah mendengar berita terbaru darimu?

Anggota Dewan : Itu benar. Tapi sedikit…. Min Daepyeo, kenapa kau tidak memberitahu kebenarannya pada Pimpinan Kwon kalau kau ingin masuk Majelis Nasional?

Hee Kyung : Kenapa? Kau merasa tidak nyaman?

Anggota Dewan Son : Aku berakting dan berbohong di depannya sambil mendukungmu. Haruskah kita seperti ini? Aku anggota dewan, bukan aktor.

Hee Kyung tertawa.

Hee Kyung : Bukankah politikus berbohong dan bertindak sebanyak yang mereka hirup? Kau tidak nyaman dengan hal kecil seperti ini? Ini bukan dirimu.

Anggota Dewan Son : Jaga ucapanmu, Min Daepyeo!

Hee Kyung : Jika rice cooker yang kukirimkan terlalu kecil, aku akan mengirimkan yang besar. Berapa banyak yang kau inginkan?

Anggota Dewan Son tertawa, kau membunuhnya secara tidak langsung tanpa menyentuhnya.

Anggota Dewan Son lalu berkata, apa yang Hee Kyung minta sedikit sulit.

Hee Kyung mengerti dan bilang akan memberikan Anggota Dewan Son yang lebih besar tapi Anggota Dewan Son harus menghubungi Hyeok Sang pada hari terakhir pemilihan.

Hee Kyung : Katakan padanya partai memilihku.

Anggota Dewan Son : Kau benar-benar tahu bagaimana politik bekerja.

Anggota Dewan Son lalu mengajak Hee Kyung berjabat tangan.

Mereka berjabat tangan dan setelah itu Anggota Dewan Son pergi.

Setelah Anggota Dewan Son pergi, Hee Kyung langsung mengelap tangannya bekas dijabat Anggota Dewan Son.

Wajahnya berubah kesal, sampah memuakkan itu…

Tanpa Hee Kyung sadari, ada alat perekam yang menyala di dalam pot.

*Gak sabar menantikan pembalasan dendam Jin A. Kira-kira kapan dia akan merilis rekaman pembicaraan Hee Kyung dan Anggota Dewan Son?

Hari sudah malam.

Jin A berjalan kaki menuju rumahnya.

Sebenarnya Jin A hampir sampai… tapi dia merasa ada yang mengikutinya.

Saat menoleh ke belakang, tak ada siapa-siapa.

Jalan menuju rumah Jin A tidak terlalu terang.

Dan benar saja! Di jalan atas, ada dua pria yang mengawasi Jin A.

Jin A terus menoleh ke belakang. Kedua pria itu muncul dan membekapnya, lalu membawa dia ke tempat lain.

Mereka menyuruh Jin A memilih. Hati atau ginjal. Mereka bilang, dokter dari China sudah datang.

Mereka lalu bilang, sebaiknya mata Jin A saja.

Jin A ketakutan.

Ki Seok sedang menjaga neneknya saat dihubungi Jin A.

Ki Seok : Halo?

Dan Ki Seok pun langsung datang menjemput Jin A.

Ki Seok menemukan Jin A duduk di sendirian di emperan toko.

Jin A nangis.

Ki Seok : Jemma-ssi, apa yang terjadi?

Sambil menangis, Jin A bilang akan menjual organnya pada Ki Seok.

Besoknya dengan pakaian serba hitam, Jin A pergi ke rumah abu ayah dan adiknya.

Ji A : Appa, ini aku. Setelah kau meninggal, aku hidup sebagai putri Bibi Ok Kyung. Sekarang, aku akan menjadi putri adopsi orang lain. Tapi kau tahu, kan? Aku akan selalu menjadi putrimu.

Tangis Jin A menetes. Jin A lalu menatap foto Jin Ho.

Jin A : Jin Ho-ya, aku akan membuka lembaran baru.

Jin A lalu beranjak pergi.

Jin A : Aku tidak mau menjadi gadis baik lagi. Aku tidak akan hidup seperti itu lagi.

Jin A pun masuk ruang operasi.

Dokter mulai membius Jin A.

Sebelum tertidur karena obat bius, Jin A teringat masa kecilnya saat dia dan Jin Ho dibelikan sepatu oleh ayah mereka.

Dia juga teringat sama sang ibu.

Lalu dia ingat saat sang ibu memberikannya dan Jin Ho hadiah kalung sepatu.

Dia juga ingat kematian sang ayah.

Jin Ho mengingat Jin Ho juga yang mengatakan merindukan ibu mereka di detik2 terakhir sebelum Jin Ho meninggal.

Lalu dia ingat saat menemui sang ibu demi Jin Ho tapi sang ibu pura-pura tak mengenalnya.

Terakhir dia ingat kematian Jin Ho.

Jin A mulai tertidur karena obat bius.

Pagi akhirnya datang.

Ki Seok dan Bibi Ma menunggui Nyonya Choi yang belum siuman pasca operasi.

Nyonya Choi dirawat di RS Hankuk.

Tak lama, Nyonya Choi sadar.

Ki Seok lega, operasinya berjalan dengan baik.

Nyonya Choi nanyain Jin A.

Ki Seok bilang, Jin A baik-baik saja.

Perawat memeriksa Jin A.

Jin A sendiri sudah siuman dan duduk di ranjang sambil memeluk lututnya.

Perawat menunjukkan obat pada Jin A. Perawat bilang, Jin A bisa mulai minum obat malam ini.

Perawat : Kau sendirian sepanjang hari….

Ki Seok datang.

Ki Seok berterima kasih karena Jin A sudah membantu neneknya.

Jin A menanyakan kondisi Nyonya Choi.

Ki Seok bilang Nyonya Choi baru saja siuman dan nyariin Jin A begitu sadar.

Jin A pun nangis.

Ki Seok duduk dan menghapus tangis Jin A.

Ki Seok bilang Jin A sudah menyelamatkan neneknya.

Jin A mengangguk dan terus menangis.

Ok Kyung membuat boneka lagi, tapi sambil nyanyi.

Ok Kyung : Kesedihan yang aku rasakan seperti berjalan sendirian di tengah hujam. Dia tidak tahu yang kurasakan. Aku!

Ok Kyung lalu kesal.

Ok Kyung : Aku akan menangkapmu So Tae Gil. Aku sangat baik padamu tapi kau menikamku. Itulah kenapa mereka bilang kau tidak bisa mempercayai orang lain. Bahkan meskipun kita sudah saling mengenal 100 tahun.

Ok Kyung membuka laci dan mengambil foto. Fotonya bersama Gun Wook kecil dan Tae Gil.

Ok Kyung : Aku masih kakakmu satu-satunya. Tidak bisakah kau menelponku jika kau masih hidup? Lupakan itu. Kau brengsek.

Ok Kyung menyimpan lagi fotonya itu sambil ngomel-ngomel.

Ok Kyung : Bagaimana bisa kau mengambil semua uang itu dan melarikan diri? Tunggulah sampai aku menemukanmu. Aku akan mematahkan semua tulang dalam tubuhmu!

Bersambung ke part 2…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
The Penthouse 3 Ep 9
Read More

The Penthouse 3 Ep 9

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse Season 3 Episode 9, Cari sesuatu yang lengkap bisa Kamu baca di tulisan…