Red Shoes Ep 77 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 77 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini….

Di kamarnya, Sun Hee menangis sambil menatap seragam hanbok yang akan dia kenakan ke pernikahan Jin A.

Ya, Jin A akan menikah hari itu.

Sun Hee tak percaya dia akan mengenakan hanbok yang cantik itu sendirian.

Sun Hee menatap foto Ok Kyung.

Sun Hee : Ok Kyung-ah, otak burung. Akan menyenangkan jika kita memakai hanbok serasi.

Yu Kyung tiba-tiba menerobos masuk. Dia bilang Jin A pergi.

Sun Hee tanya apa maksud Yu Kyung. Yu Kyung bilang dia tidak tahu dimana Jin A dan Jin A tidak menjawab teleponnya.

Diluar, Gun Wook dan Tae Gil gak bisa menebak Jin A kemana. Sun Hee keluar dan bertanya apa mereka bisa menebak Jin A kemana.

Sun Hee panic, dia akan menikah hari ini. Kemana dia pergi?

Menurut Gun Wook, Jin A mungkin ke spa atau sesuatu.

Tae Gil berkata kalau dia melihat Jin A pergi tadi malam, tapi dia tidak melihat Jin A pulang karena terlalu lelap.

Tak lama kemudian, Jin A pulang.

Sun Hee : Darimana saja kau?

Jin A minta maaf dan beranjak ke kamarnya.

Yu Kyung menyusul Jin A. Jin A melarang Yu Kyung bertanya apapun kepadanya.

Yu Kyung paham. Dia beranjak keluar tapi sebelum keluar, dia mengucapkan selamat untuk pernikahan Jin A.

Jin A sendiri nampak tertekan. Itu jelas, karena dia tidak mencintai Hyun Seok sama sekali.

Hanya sedikit yang menyaksikan pernikahan Hyun Seok dan Jin A.

Ju Hyung, Pak Hong, Tae Ha, Ye Eun, So Bin dan juga keluarga Jin A.

Jin A berjalan, menuju Hyun Seok yang menunggunya di altar. Tapi tidak ada rona bahagia di wajah Jin A.

Hye Bin di kamarnya, tersenyum melihat foto-fotonya dengan Hyun Seok.

Hingga akhirnya senyumnya menghilang dan dia marah.

Dia membuka lemarinya dan mengambil gaun pengantinnya dan gunting.

Dia menggunting gaun pengantinnya.

Ki Seok datang.

Dia memberanikan dirinya untuk melihat wanita yang dicintainya menikah dengan adiknya.

Hye Bin tengah merias dirinya.

Omo… dia memakai gaun pengantinnya sudah habis dia guntingi.

Hye Bin lalu tersenyum menatap wajahnya di cermin, dengan sorot mata penuh luka.

Hee Kyung masuk ke kamar Hye Bin. Dia heran melihat Hye Bin tidak ada di kamar.

Lalu dia melihat ada gunting di meja rias.

Khawatir, Hee Kyung bergegas ke kamar mandi. Dia terkejut menemukan Hye Bin tak sadarkan diri di dalam bathup penuh air.

Tangis Hee Kyung pecah. Dia coba menyadarkan Hye Bin.

Hee Kyung : Hye Bin-ah! Hye Bin-ah!

Hye Bin akhirnya membuka mata. Hee Kyung bergegas memeluk Hye Bin. Hye Bin nampak lemas.

Di detik terakhir, Hyun Seok membatalkan pernikahannya dengan Jin A.

Dia tersenyum pada Jin A setelah menyadari bahwa yang dicintai Jin A adalah kakaknya.

Jin A mengerti.

Hyun Seok menatap ke arah Ki Seok. Dia tersenyum.

Sontak Ki Seok terkejut.

Hyun Seok menarik napasnya, lalu beranjak keluar dengan sangat yakin.

Nyonya Choi menunggu di ruang tengah. Tak lama, Bibi Ma datang membawakannya obat.

Nyonya Choi : Jam berapa sekarang?

Bibi Ma bilang sudah jam dua.

Nyonya Choi : Pernikahannya harusnya sudah berakhir sekarang, kan?

Bibi Ma : Kau tidak tidur semalaman. Mungkin kau harusnya pergi.

Nyonya Choi : Kenapa harus aku? Hyun Seok bukan cucuku lagi. Jangan pernah menyebut namanya.

Hyun Seok pulang. Nyonya Choi terkejut Hyun Seok tiba-tiba datang. Hyun Seok duduk di depan neneknya dan berusaha tegar.

Hyun Seok : Nenek, aku pikir aku harus pergi ke Spanyol. Aku melihat ke dalamnya, dan ada penerbangan keluar malam ini.

Hyun Seok meminta Bibi Ma membawakan pakaiannya yang sudah dicuci.

Nyonya Choi tak mengerti maksud Hyun Seok.

Hyun Seok : Aku pikir jiwa pengembaraku muncul lagi. Aku ingin menetap dan menjalani kehidupan yang tenang, tapi aku tidak bisa. Aku harus berkeliaran seperti orang gila agar aku bahagia. Aku akan datang setiap kali kau menelepon. Aku cucu yang lebih baik daripada penampilanku. Kau tahu itu kan? Pertama, aku akan menjelajahi seluruh Spanyol. Lalu… Mungkin aku akan pergi ke Jerman. Aku menyayangimu, Nek.

Hyun Seok mencium pipi neneknya dan beranjak ke kamarnya.

Ki Seok pulang. Nyonya Choi tanya apa yang terjadi pada Hyun Seok.

Nyonya Choi : Kenapa dia tiba-tiba mau melakukan perjalanan? Pernikahannya sudah berakhir? Apa maksudnya dia mau pergi bulan madu?

Ki Seok : Nenek, Hyun Seok tidak jadi menikah.

Nyonya Choi kaget, apa?

Hyun Seok tengah memasukkan pakaiannya ke dalam koper ketika Ki Seok datang.

Ki Seok : Hyun Seok-ah.

Hyun Seok : Aku sibuk, jangan bicara padaku.

Ki Seok : Hyun Seok-ah.

Hyun Seok : Baik, pukul aku jika kau mau. Aku akan menerimanya sebagai caraku mengucapkan selamat tinggal.

Hyun Seok menyodorkan pipinya, tapi Ki Seok minta maaf.

Hyun Seok : Kenapa kau minta maaf?

Tapi kemudian Hyun Seok berkata, mungkin Ki Seok sedikit merasa bersalah kepadanya.

Hyun Seok bicara lagi, bahwa dialah yang salah.

Hyun Seok : Memang benar aku menyukai Jemma sejak pertama kali kita bertemu. Dari pertama kali kita bertemu, tapi aku pikir aku ingin membawanya jauh darimu ketika aku mendengar kalian saling menyukai. Karena keinginanku untuk mengalahkanmu adalah lebih besar dari apa pun.

Ki Seok : Apa maksudmu?

Hyun Seok : Kau tidak tahu, bukan? Berapa banyak? Aku selalu ingin mengalahkanmu. Sejak kita masih anak-anak, aku telah memainkan biola kedua untukmu. Nenek hanya peduli tentang cucu tertuanya juga. Kau mendapat nilai yang lebih baik, kau adalah pejuang yang lebih baik, kau lebih tinggi dari aku, kau bersih dan orang bilang kau lebih tampan daripada aku. Aku berpikir tentang mengapa aku mengambil kesempatan itu saat Jemma mendekatiku, meskipun aku tahu dia tidak mencintaiku. Dan aku menyadari, aku ingin merasakan kegembiraan mengalahkanmu sekali saja. Karena aku ingin mengalahkanmu. Karena aku ingin melihatmu kesakitan. Aku tahu Jemma mencampakkanmu meskipun dia mencintaimu dan memilihku, menggunakanku untuk balas dendamnya, tapi aku tidak ingin melepaskannya. Kenapa tidak? Karena itu berarti aku akan mengalahkanmu dengan cara yang paling mematikan. Selama-lamanya. Astaga. aku seorang yang memalukan, pecundang curang. Aku minta maaf. Aku layak dipukuli,

Ki Seok memeluk Hyun Seok.

Hyun Seok terus meminta maaf.

Setelah itu, Hyun Seok berkata sudah cukup.

Hyun Seok : Aku akan pergi malam ini. Tolong hibur nenek untukku. Dan beritahu Jemma bahwa aku sangat menyesal.

Ki Seok : Hyun Seok-ah.

Hyun Seok : Aku tidak bisa menetap disini karena terlalu memalukan. Posisikan dirimu menjadiku.

Nyonya Choi masuk dan Hyun Seok langsung memeluknya.

Hyun Seok : Nenek, aku akan sangat merindukanmu. Aku menyayangimu.

Hyun Seok bahkan juga menggendong neneknya. Nyonya Choi akhirnya tertawa lagi.

Begitu tiba di rumah, Jin A langsung masuk kamarnya.

Yu Kyung ingin menyusul Jin A tapi dilarang Gun Wook.

Jin A menatap foto ayahnya.

Jin A : Appa, aku tidak jadi menikah. Ini yang terbaik sebenarnya. Hyun Seok adalah orang yang baik. Dia tidak akan terseret ke dalam balas dendamku lagi, jadi itu hal yang sangat bagus.

Yu Kyung masuk membawakan Jin A jus jeruk.

Yu Kyung : Jemma-ya, minum ini. Ini akan membuatmu lebih baik.

Jin A : Terima kasih, Yu Kyung-ah.

Yu Kyung : Kau pasti sangat kesal.

Jin A : Kau benar. Aku seharusnya sudah mencerminkan dan bertanya pada diri sendiri bagaimana perasaanku. Aku berterima kasih kepada Hyun Seok. Yang benar adalah, aku juga ingin kabur. Bahkan jika dia bisa mengertiku, itu salah. Aku tidak ingin menempatkan bebanku pada dia juga, tapi aku kurang berani. Saat aku mendengarkan pendeta, aku tahu itu salah. Tapi aku mendapati diriku mengatakan ya. Aku yakin Hyun Seok merasakan hal yang sama. Aku mengerti. Itu salahku.

Yu Kyung : Ya, itu untuk yang terbaik.

Malamnya, Ju Hyung memberitahu keluarganya bahwa pernikahan Hyun Seok dan Jin A batal.

Ju Hyung bilang, ketika pendeta membesarkan suaranya, Hyun Seok malah beranjak pergi meninggalkan Jin A.

Hyeok Sang : Kenapa dia melakukan itu?

Ju Hyung : Siapa yang tahu? Aku tidak tahu. Aku rasa mereka tidak cocok.

Soo Yeon : Jemma pasti terluka.

Hee Kyung : Dia tidak akan peduli. Apa kau tidak mengenalnya sekarang?

Ju Hyung : Aku setuju. Dia tampak bahagia, sebenarnya.

Soo Yeon : Tetap saja, itu sangat meninggalkan bekas luka kepada seorang wanita apabila pernikahannya dibatalkan. Lihat Hye Bin, dia bahkan kehilangan akal sehatnya.

Hee Kyung tersinggung, komo!

Soo Yeon langsung diam.

Hee Kyung pergi ke kamar Hye Bin. Dia melihat Hye Bin tengah menggambar.

Hee Kyung : Keluarga sedang menikmati buah. Turunlah. Mari kita makan malam bersama.

Hye Bin : Tidak, aku tidak ingin buah apa pun.

Hee Kyung menatap Hye Bin.

Hye Bin marah, jangan kasihani aku. Aku akan baik-baik saja setelah beberapa saat.

Hee Kyung : Jangan seperti itu. Turun. Ayah dan bibimu ada di sana. Sudah lama karena seluruh keluarga…

Hye Bin emosi, apa aku aneh? Apakah aku seorang psiko? Jadi tolong tinggalkan aku sendiri! Tolong!

Hye Bin bahkan merobek gambarnya.

Ju Hyung bergegas ke kamarnya karena dia ditelepon Pak Hong. Pak Hong bilang, dia sudah menghubungi perawat yang merawat ibunya Ju Hyung.

Ju Hyung terkejut, kau melakukannya?

Pak Hong bilang dia belum bisa menghubungi dokter, tapi dia meminta perawat itu untuk menemuinya besok.

Ju Hyung lega dan berterima kasih pada Pak Hong.

Manajer Yeo di ruangan Hee Kyung. Dia memberikan dokumen yang harus ditandatangani Hee Kyung.

Hee Kyung : Apakah Kim Jemma masih belum masuk?

Manajer Yeo : Tidak. Ponselnya masih mati.

Hee Kyung : Sudah kuduga.

Manajer Yeo : Apakah kau pikir sesuatu terjadi? Semua orang berbisik.

Hee Kyung : Aku tidak peduli apa yang orang lain bicarakan. Terus cari tahu apa yang Kim Jemma lakukan.

Manajer Yeo beranjak pergi.

Ju Hyung masuk.

Hee Kyung : Ada apa pagi-pagi begini?

Ju Hyung : Aku punya beberapa pertanyaan. Aku ingin bertanya padamu. Aku sedang mengulas laporan keuangan perusahaan dan ada yang mencurigakan. Aku merasa seperti ada banyak uang yang hilang.

Hee Kyung : Apakah kau mengatakan aku menggelapkan dana perusahaan?

Ju Hyung tertawa, kenapa kau begitu sensitif? Apakah itu hatimu yang bercerita? Aku akan mengulasnya lagi. Jangan salah paham. Aku hanya ingin memberitahu anda.

Hee Kyung : Jangan main-main tanpa bukti. Kau tidak tahu apa-apa.

Ju Hyung : Kau masih berpikir aku anak 13 tahun? Aku rasa aku berubah menjadi harimau. Anak kucing tumbuh menjadi seekor harimau. Jadi setidaknya berpura-puralah takut. Aku rasa kau bahagia pernikahan Kim Jemma batal. Selamat.

Hee Kyung : Kenapa kau membahas Kim Jemma denganku?

Ju Hyung : Aku mendengar rumor kau memiliki hubungan yang special dengan Kim Jemma.

Sontak lah Hee Kyung kaget mendengarnya.

Ju Hyung keluar.

Setelah Ju Hyung keluar, Hee Kyung langsung memanggil Manajer Yeo.

Ju Hyung balik ke divisinya. Tapi kemudian dia mendapat kiriman pesan dari Manajer Yeo.

Manajer Yeo : Min Hee Kyung meminta buku besar dan laporan keuangan. Dia takut.

Ju Hyung tersenyum senang.

Ju Hyung lantas duduk di kursi Jin A.

Ju Hyung : Siapa yang mau presentasi duluan?

Semua kaget.

Ju Hyung : Kenapa kalian semua terlihat terkejut?

Jin A di kamarnya, bingung harus bagaimana.

Pasalnya dia menerima 18 missed calls dari Ki Seok.

Jin A menatap foto ayahnya.

Jin A : Appa, apa yang harus kulakukan sekarang? Aku harus bagaimana?

Tak lama, dia menerima kiriman pesan dari Hyun Seok.

Hyun Seok : Jemma-ssi, aku di Frankfurt, Jerman. Kita tahu kita membuat keputusan yang salah. Aku merasa seperti pernikahan adalah salah. Aku tidak tahu bagaimana jika aku menyakitimu. Tapi aku yakin kau akan berterima kasih kepadaku dalam jangka waktu yang lama. Aku selalu antusias dan bersemangat saat bersamamu. Aku tidak bisa mengatakan aku mencintaimu karena Ki Seok benar-benar mencintaimu. Maaf tentang itu juga. Aku harap kau akan membuangnya dengan harga murah dan balas dendam yang tidak berguna. Kau terlalu cantik untuk itu. Itu tidak cocok untukmu. Kau satu-satunya yang bisa mengubah tragedi ke dalam kebahagiaan.

Setelah itu, Jin A mendapat telepon dari Ki Seok.

Jin A akhirnya menemui Ki Seok. Mereka bicara di Nosang, di ruangan Ki Seok.

Ki Seok : Kau baik-baik saja?

Jin A : Ya.

Ki Seok : Hyun Seok ke Jerman. Dia terbang tadi malam.

Jin A : Aku tahu, dia mengirimiku pesan. Kami berdua bodoh. Hyun Seok benar. Pernikahan adalah hal menakutkan. Semua orang terluka karena kami.

Singkat cerita, Jin A menegaskan bahwa dia tidak bisa kembali dengan Ki Seok. Dia sudah terlalu jauh. Meskipun dia ingin kembali, tapi tetap tidak bisa.

Jin A beranjak pergi. Diluar dia bertemu Yu Kyung.

Jin A : Yu Kyung-ah, aku akan ke rumah dan istirahat.

Yu Kyung : Jangan cemaskan apapun dan istirahatlah.

Tepat setelah Jin A pergi, Pak Hong datang. Pak Hong bilang dia sudah memesan tempat.

Yu Kyung bilang tamunya sudah datang dan bergegas mengantar Pak Hong ke ruang VIP.

Bersambung ke part 2….

5 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

The Law Cafe Ep 12

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Law Cafe Eps 12, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya di tulisan yang ini.…