Red Shoes Ep 60 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 60 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini….

Hyun Seok minta maaf pada Jin A atas perbuatannya. Dia bilang dirinya sampah.

Jin A : Akulah yang sampah. Ini tidak akan pernah terjadi jika aku tidak menyembunyikan perasaanku dari awal. Yang benar adalah, aku menganggapmu seperti teman pada awalnya. Namun seiring berjalannya waktu, aku terus melihatmu sebagai seorang pria. Aku rasa, kita saling melihat satu sama lain karena pekerjaan.

Sontak lah Hyun Seok terkejut mendengar pengakuan Jin A.

Jin A : Jadi jangan merasa bersalah karena aku.

Hyun Seok tanya apa terjadi sesuatu semalam.

Dia mengaku tak bisa mengingat apapun.

Jin A terdiam menatap Hyun Seok.

Gun Wook terkejut pamannya datang bawa cewek ke tempat kerjanya.

Tae Gil ngode-ngode Gun Wook dengan matanya. Gun Wook ngerti.

Tae Gil minta Gun Wook merekomendasikan pakaian yang bagus dipakai oleh Soo Yeon.

Mereka bersikap layaknya pembeli dan penjual.

Soo Yeon bilang dia tak butu apa-apa.

Soo Yeon : Aku punya banyak pakaian.

Tae Gil : Soo Yeon. Ini dari hatiku. Mohon diterima.

Gun Wook : Pacarmu sangat romantis. Kalian berdua bersama, bukan?

Soo Yeon senyum-senyum dengernya.

Gun Wook memilihkan satu pakaian. Dia bilang, Soo Yeon sudah cantik jadi akan cantik memakai apapun.

Gun Wook menyuruh Soo Yeon mencobanya. Soo Yeon pergi kamar PAS.

Gun Wook memuji pamannya, paman, kau hebat.

Tae Gil : Rahasiakan ini dari keluarga. Oke?

Hyun Seok baru kembali ke mejanya.

Tak lama ponselnya berbunyi.

Hyun Seok : Halo?

Hye Bin : Ini aku.

Mereka bicara di ruang meeting.

Hyun Seok terkejut saat Hye Bin bilang memaafkannya.

Hye Bin : Seperti yang kau katakan. Itu sebuah kesalahan. Jadi aku akan memaafkanmu. Mari kita lupakan semuanya. Kau bisa membuat kesalahan ketika kau sedang mabuk. Aku mengerti. Tetapi… jangan terlibat dengan Kim Jemma lagi. Kau lega kan sekarang? Kau mengerti?

Hyun Seok : Maaf karena mengatakan ini tapi beri waktu untuk berpikir. Semuanya agak membingungkan.

Hye Bin : Apa? Apa yang membingungkan? Itu adalah sebuah kesalahan, jadi aku akan memaafkanmu.

Hyun Seok : Mari kita tunda pernikahan.

Hye Bin : Menunda pernikahan? Pernikahan kita 3 minggu lagi!

Hyun Seok : Mari kita pikirkan tentang itu untuk satu bulan lagi…

Hye Bin : Tidak. Aku menolak. Bagaimana sama nenek? Orang tuaku? Undangan sudah terkirim, dan aku sudah memesan bajuku. Kita tidak bisa menundanya. Ini karena Jemma, kan? Apa dia menyuruhmu untuk tidak menikahiku?

Hyun Seok : Hye Bin-ah.

Hye Bin : Jangan katakan apapun. Menikah saja denganku. Jemma akan berangkat ke AS.

Hyun Seok kaget, apa?

Hee Kyung memberikan Jin A formulir untuk belajar diluar negeri.

Tak hanya itu, dia juga memberikan Jin A uang dan menyuruh Jin A pergi diam-diam.

Jin A menolak.

Jin A : Beri aku Lora, lalu aku akan pergi.

Hee Kyung : Kau menantangku? Haruskah kau melakukan ini? Meskipun itu menghancurkan hidupmu?

Jin A : Apa yang kulakukan dengan hidupku, itu urusanku.

Hee Kyung makin geram sama Jin A.

Jin A : Kenapa? Apakah itu terlalu menyakitkan melihat Hye Bin menangis? Apakah itu menghancurkan hatimu?

Hee Kyung : Jika kau menghancurkan hati orang lain, hatimu akan hancur. Jadi…

Jin A berdiri dan marah, aku menangis karena patah hati setiap hari! Dia menangis sambil merengek karena tidak mendapatkan keinginannya! Hye Bin juga perlu tahu. Tidak. Bukan hanya Hye Bin. Kau harus tahu bagaimana rasanya menangis karena patah hati.

Hee Kyung : Kau pikir aku tidak tahu rasanya patah hati?

Hee Kyung melemparkan beberapa lembar uang ke wajah Jin A.

Hyun Seok masuk dan membela Jin A. Dia bilang, Jin A tak melakukan kesalahan.

Hee Kyung tambah marah. Dia menampar Hyun Seok.

Hee Kyung : Beraninya kau membelanya di depanku!

Hyun Seok : Aku tidak membelanya, aku…

Hee Kyung : Tutup mulutmu! Jangan berani-beraninya kau bilang kau mabuk dan membuat kesalahan.

Hyeok Sang masuk.

Dan dia heran sendiri melihat sikap Hee Kyung ke Hyun Seok dan Jin A.

Hyeok Sang masuk ke ruangannya, disusul oleh Hee Kyung.

Hyeok Sang : Kenapa kau begitu keras di kantor? Berapa kali aku memberitahumu untuk tetap tenang di kantor?

Hee Kyung : Maaf, tapi mereka pantas mendapatkannya.

Hyeok Sang : Tetap saja kau tidak bisa…

Hee Kyung bilang ini tentang mengirim Jin A ke NY. Dia

Hyeok Sang kaget, NY? Apakah dia ingin pergi?

Hee Kyung : Tidak tapi…

Hyeok Sang : Siapa kau untuk mengirimnya bertentangan dengan keinginannya? Ini adalah penyalahgunaan kekuasaan. Aku bilang jangan melewati batas.

Hee Kyung berdalih kalau dia hanya memberikan Jin A kesempatan.

Hee Kyung : Dia desainer perusahaan kami. Tapi resumenya terlalu lemah. Aku menyarankan dia pergi ke New York untuk mendapatkan pengalaman dan belajar bahasa Inggris.

Hee Kyung juga mau Jin A bekerja di cabang mereka di NY.

Hyeok Sang memperingatkan Hee Kyung agar tidak mengganggu Jin A.

Hee Kyung : Kenapa kau begitu protektif padanya?

Hyeok Sang : Bagaimana denganmu? Kenapa kau selalu mengejarnya? Menurut mu aku tidak tahu alasannya?

Hyeok Sang memegang tangan Hee Kyung dan menatap Hee Kyung dengan senyum penuh ancaman.

Hyeok Sang : Sepertinya kau tidak cemburu lagi padaku. Aku akan mencari tahu semuanya jika aku menggali lebih dalam. Bukan begitu, Hee Kyung? Tinggalkan Jemma. Dia karyawanku.

Hee Kyung terdiam mendengar kata-kata Hyeok Sang.

Hyun Seok dan Jin A bicara di koridor. Hyun Seok tanya, kenapa Jin A diam saja dimarahi Hee Kyung. Haruskah Jin A mengatakan yang sebenarnya.

Jin A : Bagaimana wajahmu? Kita tidak berhak mengeluh.

Hyun Seok : Apa yang kita lakukan sekarang? Apa yang harus kita lakukan? Katakan padaku. Aku akan jujur. Aku tidak peduli. Tapi saat aku memikirkan Ki Seok… Bahkan jika kalian berdua putus …

Jin A : Aku sangat menyukainya. Perasaanku sangat sakit saat itu dan aku butuh bahu untuk bersandar. Ki Seok muncul dan aku salah mengartikannya sebagai cinta. Malam itu, mungkin jauh di lubuk hati, aku sangat ingin bersamamu.

Hyun Seok kaget mendengarnya.

Jin A : Aku tidak akan berbohong lagi. Aku tidak akan menyembunyikan perasaanku. Hye Bin benar. Aku penyihir jahat. Tolong lupakan semuanya. Seolah tidak terjadi apa-apa. Dan kau harus menikah dengan Hye Bin.

Hyun Seok : Bagaimana dengan Ki Seok? Apakah kalian berdua benar-benar putus? Dia masih…

Jin A : Sudah kubilang aku salah.

Hyun Seok : Kau yakin kau mencintaiku?

Jin A terdiam menatap Hyun Seok.

Hye Bin di ruangan ibunya. Hee Kyung bilang Hye Bin harus kuat jika itu keputusan Hye Bin.

Hee Kyung : Setelah kalian bersama untuk sementara, sesuatu seperti itu bukan masalah besar. Kau tahu itu kan?

Hye Bin : Jangan khawatir. Aku sudah memutuskan.

Hyun Seok datang. Hye Bin terkejut melihat Hyun Seok.

Hyun Seok bilang dia perlu bicara dengan Hee Kyung.

Hee Kyung : Aku senang kau di sini. Aku ingin bicara denganmu secara pribadi.

Hyun Seok menyerahkan amplop putih. Dia bilang, dia mau menyerahkannya ke Hyeok Sang tapi dia pikir lebih baik dia menyerahkannya ke Hee Kyung.

Hee Kyung membuka amplop. Ternyata surat resign.

Hee Kyung : Apa ini yang kau inginkan?

Hye Bin mengambil surat itu dari tangan ibunya dan merobeknya.

Hye Bin marah, kau pikir apa yang kau lakukan! Kita akan menikah.

Hyun Seok kekeuh ingin pernikahan dibatalkan.

Hyun Seok bilang sejak awal dia tahu Hee Kyung hanya menginginkan uang neneknya.

Hyun Seok belum selesai bicara, Hee Kyung udah motong kata-kata Hyun Seok dengan arogan.

Dia bilang dia tak butuh penjelasan.

Hee Kyung : Pernikahan seharusnya antara keluarga sejenis.

Hyun Seok : Aku tahu. Itu sebabnya aku setuju untuk menikah dengan Hye Bin. Tapi maaf. Aku terus berpikir kalau ini salah.

Hee Kyung : Jadi kau mau bilang kau takkan menikahinya?

Hyun Seok : Maaf Hye Bin. Aku akan memberitahumu dulu setelah pengunduran diriku diproses.

Hye Bin : Oppa! Mengapa kau melakukan ini? Ini salah.

Hee Kyung : Kau orang bodoh. Kau mungkin mewarisi Lora. Tapi kau membuangnya?

Hyun Seok : Karena mewarisi Lora tidak sulit sama sekali. Aku dapat membeli beberapa perusahaan seperti ini dengan mudah dengan uang nenekku.

Hye Bin mengajak Hyun Seok bicara diluar.

Hee Kyung kesal, idiot bodoh itu…

Hye Bin membawa Hyun Seok ke ruang meeting.

Hye Bin : Kenapa kau melakukan ini? Kenapa kau memperburuk keadaan?

Hyun Seok : Maaf Hye Bin-ah.

Hye Bin : Itu benar! Kau harus menyesal! Tapi aku bilang tidak apa-apa. Jadi…

Hyun Seok : Aku ingin jujur dengan perasaanku. Mari kita batalkan pernikahannya.

Hye Bin : Apa karena Jemma?

Hyun Seok : Itu bukan karena apapun. Aku memutuskan untuk jujur tentang perasaanku.

Hye Bin : Apakah kau jujur tentang perasaanmu pada Jemma? Tidak. Aku akan menikahimu. Aku akan menikahimu apa pun yang terjadi. Apa masalahnya tentang menghabiskan malam bersamanya? Siapa yang peduli tentang itu saat ini? Tidak apa-apa. Aku tidak peduli. 10 malam? 20 malam? Aku tidak peduli.

Hyun Seok : Bukan itu.

Hye Bin : Apakah kau akan menghancurkan hidupmu untuk seorang wanita? Aku menolak. Aku tidak setuju!

Hyun Seok : Tolong Hye Bin! Biarkan aku melakukan apa yang aku inginkan. Oke?

Hyun Seok beranjak pergi.

Hye Bin terluka.

Seorang wanita memberikan Ok Kyung dan Sun Hee seragam baru. Dia bilang untuk merayakan produk baru mereka yang dirilis, HQ memutuskan untuk mengeluarkan seragam kepada karyawan masing-masing toko.

Ok Kyung dan Sun Hee senang.

Tak lama Yu Kyung datang membawakan mereka minuman.

Yu Kyung : Kalian berdua terlihat setidaknya sepuluh tahun lebih muda.

Yu Kyung lalu bilang kalau dia akan pulang terlambat hari itu.

Yu Kyung : Aku mungkin akan minum sedikit juga. Ini malam minggu.

Ok Kyung : Apakah kau akan berkencan dengan Gun Wook?

Yu Kyung : Tidak. Aku akan minum dengan Jemma.

Jin A ke Nosang. Yu Kyung senang melihat Jin A.

Jin A ngajak Yu Kyung minum di tempat lain.

Yu Kyung : Mengapa? Mari kita minum di sini. Tuan Yoon sudah pulang. Jangan khawatir. Sudah terlalu lama. Aku sangat gembira memikirkan akan minum soju. Haruskah kita minum sampai kita mabuk?

Yu Kyung mengajak Jin A duduk.

Tapi tak lama, Ki Seok datang.

Yu Kyung dan Jin A kaget.

Yu Kyung : Tuan Yoon, bukankah kau pergi hari ini? Bukankah kau sudah pulang lebih awal?

Lalu Hyun Seok yang datang.

Jin A makin tak nyaman. Hyun Seok juga.

Situasi berubah tak enak.

Jin A yang gak nyaman, akhirnya beranjak pergi.

Ki Seok mengejar Jin A.

Bersambung ke part 2….

9 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like