Red Shoes Ep 6 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 6 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.

Sebelumnya…

Demi adiknya, Jin A terpaksa ke rumah mewah ibunya.

Bersamaan dengan itu, Hee Kyung baru saja tiba dengan Hyeok Sang. Mereka hendak masuk rumah. Jin A mendekati mereka.

Jin A : Apa kau Min Hee Kyung, CEO Lora?

Hyeok Sang dan Hee Kyung menoleh.

Hee Kyung tanya, apa kau mengenalku?

Merasa tak mengenal Jin A, Hee Kyung mengabaikannya dan berniat masuk rumahnya.

Tapi Jin A bilang, dia ingin bertemu sang ibu.

Sontak Hee Kyung terkejut.

Jin A : Jin Ho. Kim Jin Ho.

Hee Kyung pun menoleh, menatap Jin A.

Hee Kyung tanya, apa maksud Jin A.

Jin A bilang, Jin Ho ingin bertemu ibunya.

Hee Kyung mau mendekati Jin A, tapi dilarang oleh Hyeok Sang.

Hyeok Sang menyuruh Hee Kyung masuk.

Hee Kyung terdiam menatap Hyeok Sang.

Sambil menangis, Jin A menjelaskan, kalau Jin Ho mungkin akan meninggal.

Tapi Hyeok Sang tak peduli dan menyuruh Hee Kyung masuk.

Dan, Hee Kyung memilih Hyeok Sang.

Hee Kyung bilang dia tak mengenal Jin Ho.

Hyeok Sang juga bilang kalau Jin A salah orang.

Jin A marah, Toko Sepatu Jin A, Kim Jin Ho. Kau benar-benar tidak tahu? Dia anakmu!

Hee Kyung : Sudah kubilang aku tidak mengenalnya!

Hee Kyung masuk.

Jin A memohon. Dia bilang Jin Ho sakit. Tapi Hyeok Sang meneriakinya dan menyuruhnya pergi juga mengancam akan melaporkan Jin A ke polisi.

Hyeok Sang masuk dan menutup pintu gerbangnya.

Jin A berlari mendekati gerbang dan terus memohon sambil menangis.

Di kamarnya, Hee Kyung duduk di depan cermin.

Dia gelisah.

Hyeok Sang masuk dan menatap Hee Kyung.

Hyeok Sang : Kau sudah memutuskan hubungan dengan mereka. Jangan rusak semuanya. Tetap kuat.

Hyeok Sang keluar.

Hee Kyung menggenggam sisirnya kuat2. Dia marah, tapi tak bisa melawan.

Jin A masih menunggu di depan gerbang.

Tak lama kemudian, ponselnya bunyi.

Telepon dari Gun Wook. Gun Wook memberitahu Jin A bahwa kondisi Jin Ho kembali memburuk.

Jin A terkejut.

Jin A pun langsung ke RS.

Dan begitu sampai di ruang ICU, Jin Ho sudah tiada!

Tangis Jin A pun pecah.

Jin A sendirian di rumah abu ayah dan adiknya.

Jin A sangat terpukul dengan kematian sang adik. Dan yang paling memukul Jin A adalah, dia tidak di sisi Jin Ho saat Jin Ho pergi.

Jin A terus menangis.

Jin A : Appa, Jin Ho pergi menemuimu sekarang. Katakan pada Jin Ho, aku baik-baik saja. Tidak perlu mencemaskanku. Katakan padanya aku menyesal tidak ada di saat terakhirnya.

Ki Seok di bengkel, memperbaiki goresan di mobilnya.

Sambil menunggu mobilnya selesai diperbaiki, Ki Seok menghubungi Jin A tapi tidak dijawab.

Ki Seok kesal, sudah berapa lama ini? Itulah kenapa mereka bilang tidak ada orang yang bisa dipercaya.

Ki Seok sampai nyariin Jin A ke toserba, tapi dia tak menemukan Jin A.

Ki Seok pun tanya ke kasir yang bertugas hari itu. Tapi si kasir gak tahu karena dia baru mulai bekerja minggu ini.

-Gedung KSBC *Plesetan KBS-

Ok Kyung tampak duduk melamun. Sepertinya masih berduka atas kematian Jin Ho.

Lalu Sun Hee datang dan tanya, berapa lama lagi dia harus melakukan semua pekerjaan sendirian.

Ok Kyung dan Sun Hee bekerja sebagai cleaning service di sana.

Sun Hee bilang dia kelelahan.

Tapi Ok Kyung diam saja dengan tatapan kosong.

Sun Hee pun menyentuh pipi Ok Kyung dengan telunjuknya.

Sun Hee : Hei…

Tiba-tiba, Ok Kyung yang kesal, mengigit telunjuk Sun Hee.

Ok Kyung marah, kenapa kau menyentuh wajahku dengan tanganmu yang habis membersihkan toilet!

Sun Hee pun senang Ok Kyung sudah marah-marah kayak dulu lagi.

Sun Hee menasihati Ok Kyung. Dia bilang hidup harus terus berjalan.

Ok Kyung menghela nafas. Dia tanya, apa Sun Hee tahu sekeras apa Jin A bekerja agar Jin Ho menjadi dokter.

Ok Kyung bilang Jin A sampai gak makan, atau mengenakan hal yang Jin A inginkan. Setiap kali Jin A dapat uang, dia menghabiskan uangnya untuk membayar biaya kuliah Jin Ho. Jin A juga punya hutang.

Sun Hee tanya apa Ok Kyung belum mendengar kabar Hee Kyung.

Ok Kyung pun berteriak kesal, siapa yang peduli! Dia kabur dengan pria lain dan meninggalkan suami dan anak-anaknya!

Ok Kyung juga bilang wanita cantik selalu membuat masalah.

Sun Hee malah menggoda Ok Kyung.

Dia bilang, Ok Kyung sudah menyinggung perasaan orang cantik yang sedang mendengarkannya.

Ok Kyung dan Sun Hee lalu dipanggil seseorang, disuruh bekerja.

Ok Kyung dan Sun Hee sama-sama membersihkan lantai koridor.

Tiba-tiba, Hee Kyung lewat bersama para staf KSBC.

Hanya Sun Hee yang melihat Hee Kyung.

Sun Hee lalu memberitahu Ok Kyung bahwa itu Jin Ho eomma.

Ok Kyung kaget, Jin Ho eomma?

Sun Hee memanggil Hee Kyung dengan panggilan ‘Jin Ho eomma’.

Hee Kyung sempat berhenti. Dia kaget tapi kemudian berjalan lagi tanpa menoleh ke belakang.

Ok Kyung langsung menarik Sun Hee untuk sembunyi.

Setelah Hee Kyung pergi, dia mendorong Sun Hee keluar dari balik dinding tempat mereka sembunyi.

Ok Kyung memarahi Sun Hee, apa yang kau lakukan?

Sun Hee : Aku benar-benar merasa itu ibunya Jin Ho.

Ok Kyung : Kau pembuat masalah. Ada yang banyak orang yang mirip.

Hee Kyung mulai diwawancara.

Si pewawancara bertanya, dia tidak berlebihan kan menyebut Hee Kyung mengabdikan seluruh hidup Hee Kyung untuk mendesain sepatu.

Hee Kyung berkata, itu sedikit berlebihan. Lalu Hee Kyung menjelaskan, bahwa konsep desain sepatu tidak diterima publik saat itu.

Hee Kyung : Namun, aku selalu bermimpi suatu hari seseorang akan meng-appreciate desainnya.

Si pewawancara tanya, apa orang yang menghargai desain Hee Kyung pertama kali adalah Hyeok Sang, suami Hee Kyung.

Hee Kyung pun memberikan jawaban dengan tersenyum.

Si pewawancara ingin tahu, cinta atau desain yang hadir duluan.

Hee Kyung mengaku tidak tahu.

Si pewawancara tanya, apa itu rahasia?

Hee Kyung sedikit terdiam, tapi kemudian dia tersenyum lagi dan berkata, seorang penyair bernama Yi Sang mengatakan ‘orang dengan banyak rahasia itu kaya’.

Si pewawancara lalu membahas pendidikan dan kehidupan asmara Hee Kyung.

“Kau meninggalkan universitas bergengsi untuk belajar di Italia. Kau bertemu dengan pimpinan di sana dan memulai bisnismu saat kau kembali.”

Hee Kyung agak terdiam mendengarnya.

Si pewawancara memuji. Dia bilang hidup Hee Kyung seperti kisah di dalam dongeng.

Malamnya, Hee Kyung menonton wawancara bersama Hyeok Sang, Hye Bin dan Soo Yeon.

Hye Bin merasa si pewawancara benar, kalau hidup ibunya seperti di dongeng.

Hye Bin lalu tanya, apa ibunya pernah belajar di Italia.

Hye Bin : Kenapa tidak memberitahuku? Universitas mana?

Hee Kyung terdiam dengan pertanyaan Hye Bin.

Soo Yeon tersenyum sinis.

Hyeok Sang mematikan televisinya dan menyuruh Hye Bin mengerjakan tugas.

Hye Bin memuji ibunya sebagai wanita hebat.

Hye Bin : Tidak heran semua wanita ingin menjadi sepertimu.

Hye Bin lalu bilang kalau dia ingin berhenti kuliah dan bekerja dengan ibu.

Soo Yeon : Hei, Kwon Hye Bin. Kau bilang mimpimu menjadi istri yang hebat.

Hye Bin : Menikah tidak buruk, tapi aku ingin bekerja juga.

Hyeok Sang : Jangan bodoh. Selesaikan kuliahmu.

Hye Bin : Appa, kau tahu aku benci belajar. Aku ingin secepatnya menikah dan hidup bahagia setelahnya atau masuk TV seperti ibu dan menjadi populer.

Hye Bin lalu mengajak yang lain merayakan kesuksesan Hee Kyung.

Dia memanggil pembantu dan meminta wine, lalu lari ke dapur.

Soo Yeon memberikan Hee Kyung ucapan selamat. Dia dengar, produk terbaru Hee Kyung sukses besar.

Soo Yeon : Kau akhirnya menunjukkan keahlianmu yang kau dapatkan selama belajar di Italia.

Hee Kyung terdiam mendengarnya.

Ok Kyung baru saja pulang.

Gun Wook keluar dari kamar Jin A, membawa nampan berisi makanan.

Gun Wook tanya, kapan ibunya datang.

Ok Kyung melihat mangkuk yang dibawa Gun Wook sudah kosong.

Ok Kyung : Bagaimana Jin A? Dia tidak mau minum seteguk pun, tapi setidaknya dia menghabiskan buburnya.

Di dekat mulut Gun Wook, ada sisa-sisa bubur.

Gun Wook pun mengaku dia yang makan buburnya.

Ok Kyung memarahi Gun Wook. Ok Kyung bilang dia membuat itu untuk Jin A.

Gun Wook bilang itu bubur kacang pinus favoritnya.

Gun Wook : Kenapa anakmu tidak boleh makan? Kau selalu membuatnya untukku saat aku masih kecil. Sekarang kau tidak membiarkanku makan bubur bodoh ini.

Ok Kyung : Dewasalah, dewasalah!

Gun Wook : Aku sudah dewasa. Itulah kenapa aku membawakan bubur ini untuk Kak Jin A.

Ponsel Gun Wook berdering. Gun Wook pun langsung lari ke kamarnya.

Ok Kyung ke kamar Jin A.

Jin A masih berduka.

Ok Kyung menyuruh Jin A bangun. Tapi Jin A bergeming.

Ok Kyung pun marah, Jemma-ya. Kau tidak mau menyapa ibumu!

Jin A akhinya bangun.

Ok Kyung : Kau terlihat mengerikan. Kau seperti hantu. Berapa lama lagi kau akan hidup seperti ini? Apa melakukan ini akan membuat Jin Ho bangkit dari kematiannya? Sadarlah, kumohon!

Jin A mulai nangis, aku minta maaf.

Ok Kyung : Jangan minta maaf. Pergilah keluar dan cari uang. Kau menggunakan semua tabunganmu untuk membayar tagihan rumah sakit Jin Ho. Kau tidak punya sepeser pun. Bagaimana dengan uang yang kau pinjam dari bank dan rentenir untuk membayar biaya sekolahnya? Apa yang akan kau lakukan dengan itu? Kau harus cari uang untuk bertahan.

Gun Wook masuk dan minta ibunya berhenti memarahi Jin A.

Gun Wook bilang Jin A sedang di masa sulit.

Ok Kyung memarahi Gun Wook juga.

Ok Kyung : Diam! Kau juga keluarlah dan cari uang! Kau sudah dewasa tapi semua yang bisa kau lakukan hanyalah mengejar para gadis.

Gun Wook bilang para gadis yang mengejarnya.

Ok Kyung kembali menatap Jin A.

Ok Kyung : Jemma-ya, dengarkan baik-baik. Jin Ho sudah meninggal. Lupakan dia. Aku tahu ini berat tapi itulah kenyataannya.

Tangis Jin A makin pecah.

Ok Kyung : Jangan menangis. Aku sakit melihatmu menangis. Kau harus mendapatkan uang dan tetaplah kuat. Tersenyumlah saat kau bekerja. Itulah satu-satunya cara bagimu untuk hidup. Itulah yang diinginkan Jin Ho. Jadi bangun dan makanlah. Singkirkan foto Jin Ho dari sana.

Gun Wook malah bilang dia lapar.

Gun Wook : Beri aku makan.

Ok Kyung : Apa?

Gun Wook : Pergilah keluar dan masaklah. Jangan ganggu dia.

Gun Wook juga bilang Jin A bisa makin sakit denger ocehan Ok Kyung.

Ok Kyung tambah marah dan memukuli Gun Wook.

Ok Kyung masak, dia mulai memotong sayuran.

Tapi dia masih sedih karena Jin A. Dia mengerti perasaan Jin A.

Tak lama, Jin A keluar dan membantu Ok Kyung masak.

Dia tanya, apa yang harus mereka masak.

Jin A : Apa kita punya tofu, eomma?

Ok Kyung pun memeluk Jemma.

Ok Kyung : Lupakan semuanya.

Ok Kyung bilang pada akhirnya, hari yang baik akan datang.

Jin A pun mengangguk.

Di kamar, Hyeok Sang memikirkan sesuatu.

Lalu Hee Kyung datang membawa buah dan teh.

Hyeok Sang menatap Hee Kyung.

Hee Kyung tanya, ada apa.

Hyeok Sang : Kau tidak takut? Kau berbohong di TV tentang pendidikanmu. Jika ketahuan kau berbohong tentang pendidikanmu….

Hee Kyung : Bukan aku yang mengatakannya. Mereka menyebarkan rumor yang mereka dengar. Bagaimana keadaan di Yeouido?

Hyeok Sang : Aku bertemu Anggota Dewan Son secara singkat.

Hyeok Sang lalu tertawa.

Hyeok Sang : Astaga, politik adalah sebuah lelucon. Dia berpikir dia adalah segalanya sekarang karena dia anggota dewan. Pikirkan semua usahaku membuatnya menjadi anggota dewan.

Hee Kyung ikut tertawa sinis. Dia bilang dia tahu. Itu menghabiskan banyak uang.

Hyeok Sang lantas tanya, apa Hee Kyung meminjam uang dari Nyonya Choi.

Hee Kyung bilang dia akan segera membayarnya jadi Hyeok Sang tak perlu cemas.

Hyeok Sang : Kenapa kau meminjam uang darinya tanpa bertanya dulu padaku? Kau tahu wanita iblis itu membunuh beberapa perusahaan. Kau harusnya tanya padaku dulu jika ingin meminjam uang.

Hee Kyung bilang itu karena Hyeok Sang tak punya banyak uang.

Hee Kyung : Jika kita ingin masuk ke Pasar Eropa…

Hyeok Sang : Jangan serakah. Keserakahan adalah racun.

Hee Kyung bilang Hyeok Sang lah yang menyuruhnya menjadi serakah.

Hyeok Sang : Aku tidak menyuruhmu menjadi rakus. Terlalu cepat masuk ke Pasar Eropa.

Hee Kyung : Yeobo, kau bilang kau ingin masuk dunia politik, kan? Kau ingin menjadi anggota dewan. Seseorang dengan ambisi seperti itu, memiliki toko sepatu kecil? Tidak akan ada kesempatan. Menurutmu kenapa perusahaan selalu berkembang?

Hee Kyung lalu mendekati Hyeok Sang dan berkata akan membiarkan Hyeok Sang masuk ke dunia politik.

Hee Kyung : Akan kubuat kau menjadi anggota dewan.

Hyeok Sang tanya, apa Hee Kyung masih mencintainya? Dia bilang, dia merasa Hee Kyung yang sekarang berbeda dengan Hee Kyung yang dulu.

Bersambung ke part 2…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Red Shoes Ep 70 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 70 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…
Read More

Red Shoes Ep 8 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 8 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…