Red Shoes Ep 59 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 59 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini….

Di mobilnya, Hye Bin berusaha menghubungi Hyun Seok.

Dia pun kesal Hyun Seok susah dihubungi.

Ponsel Hyun Seok terus berbunyi. Hyun Seok nya masih di toilet. Jin A hanya diam menatap nama Hye Bin di laayr ponsel Hyun Seok.

Tak lama kemudian, Hyun Seok kembali. Ponselnya sudah berhenti berbunyi.

Jin A : Apakah baik-baik saja?

Hyun Seok : Aku bisa langsung mencucinya.

Hyun Seok lalu melihat gelasnya sudah diisi lagi.

Hyun Seok : Kau yang mengisinya?

Jin A mengangguk, ya.

Hyun Seok : Pelayanan yang baik.

Hyun Seok mau minum, tapi dia curiga melihat warna birnya.

Jin A mulai tegang dong, takut ketahuan Hyun Seok.

Hyun Seok terus menatap warna birnya. Tapi setelahnya dia bilang warna birnya cantik.

Jin A lega mendengarnya.

Hyun Seok mau minum, tapi dia menatap Jin A dan menaruh lagi gelasnya di meja.

Hyun Seok : Jemma-ssi, aku tahu ini topik sensitif tapi, apa yang terjadi dengan kakakku? Apakah kalian berdua putus?

Jin A : Ya. Aku kira kami memang ditakdirkan. Kami sudah tahu sejak awal tapi kami terlalu takut untuk mengatakannya.

Hyun Seok : Apa maksudmu? Jelaskan padaku dengan sederhana.

Jin A : Untuk membuatnya lebih sederhana, kita putus karena kami tidak cocok.

Hyun Seok : Apa kakakku setuju? Aku meragukan itu.

Hyun Seok lalu menatap Jin A.

Hyun Seok : Baiklah. Jangan memikirkannya terlalu serius. Jangan terluka juga, oke? Begitulah hubungan. Bertemu, lalu putus. Kemudian kau bertemu dan putus lagi. Selamat sudah sendiri lagi.

Dia lalu mengajak Jin A bersulang.

Hyun Seok : Baiklah kalau begitu. Ini untuk cinta yang berakhir.

Hyun Seok minum sampai habis.

Jin A dalam hati, minta maaf pada Hyun Seok.

Hyun Seok : Ini manis. Bir terasa lebih manis hari ini.

Jin A : Hyun Seok-ssi, kau mencintai Kwon Hye Bin?

Hyun Seok : Hye Bin? Cinta? Orang yang aku cintai adalah…

Hyun Seok menatap Jin A. Ya, orang yang sebenarnya Hyun Seok cintai adalah Jin A.

Tapi kemudian, Hyun Seok tersenyum dan berkata tidak semua orang menikah dengan orang yang mereka cintai.

Tiba-tiba, Hyun Seok merasa ngantuk. Obat tidur yang diberikan Jin A mulai bereaksi.

Hyun Seok bertanya-tanya, apakah dia semabuk itu.

Hyun Seok berdiri. Tapi kemudian dia terjatuh dan tak sadarkan diri.

Hye Bin masih terus menghubungi Hyun Seok.

Tak lama, Hyun Seok menjawab.

Hye Bin marah, kenapa kau tidak menjawab teleponmu! Aku bilang aku disini!

Namun yang menjawab bukanlah Hyun Seok. Tapi Jin A.

Jin A : Ini aku.

Sontak lah Hye Bin kaget, Kim Jemma? Dimana Hyun Seok?

Jin A sendiri duduk di kursi dan hanya memakai dalaman.

Dia duduk membelakangi ranjang.

Jin A : Dia denganku.

Hye Bin : Berikan teleponnya padanya. Tidak. Kau ada dimana? Aku akan kesana.

Jin A : Aku pikir kau tidak akan bisa.

Hye Bin marah, katakan kau dimana! Berikan teleponnya!

Jin A : Dia tidak bisa berbicara di telepon sekarang, jadi aku akan menunjukkannya padamu lewat video.

Jin A memutus panggilan Hye Bin.

Tak lama kemudian, Hye Bin kembali dihubungi Jin A.

Hye Bin menjawab panggilan video dari Jin A. Dia syok melihat Hyun Seok tertidur pulas di ranjang hanya memakai selimut.

Jin A duduk di kursi, mengarahkan kamera belakangnya ke Hyun Seok.

Jin A : Hye Bin-ah, apa kau masih berpikir Hyun Seok milikmu? Kau menyuruhku merayunya.

Lalu Jin A menyalakan kamera depannya.

Jin A : Maaf, tapi kau tidak bisa menikah dengannya. Itu tidak akan menjadi pernikahanmu. Ini akan menjadi milikku.

Hye Bin : Kau ada di mana? Katakan kau dimana!

Jin A memutus video call nya.

Hye Bin panic dan menelpon balik ke ponsel Hyun Seok, tapi tak dijawab.

Jin A berdiri di depan cermin sink sambil menatap Hyun Seok yang masih tidur.

Tak lama kemudian, sosok Hyun Seok berubah menjadi Ki Seok.

Ki Seok duduk di ranjang dan tersenyum kepadanya.

Tentu saja itu hanya bayangan Jin A.

Jin A menghela nafas. Lalu kemudian dia menangis.

Dia tertekan. Sangat tertekan oleh keadaannya.

Ok Kyung dan keluarganya lagi sarapan.

Sun Hee : Tae Gil dongsaeng, kudengar kau punya pacar? Apa pekerjaannya?

Ok Kyung : Dia bukan penggali emas, kan?

Tae Gil : Dia penggali emas.

Sontak lah semuanya kaget mendengarnya.

Tae Gil : Dia sangat imut dan cantik dan sukses sebagai penggali emas.

Yu Kyung tanya apa pekerjaannya.

Tae Gil bilang pacarnya direktur dari sebuah panti jompo.

Ok Kyung : Kau membuang-buang waktumu lagi. Kenapa dia menyukai orang sepertimu?

Tae Gil : Itu tidak benar. Kami saling mencintai.

Gun Wook : Jika itu benar, kau menjadi cinderella dalam kehidupan nyata.

Tae Gil : Tunggu saja, akan segera kuperkenalkan dia pada kalian.

Yu Kyung : Apa kalian akan menikah tahun ini?

Tae Gil : Kenapa kau membahas pernikahan?

Tapi kemudian, Tae Gil bilang tentu saja.

Gun Wook dan Yu Kyung senang mendengarnya.

Ok Kyung dan Sun Hee masih terkejut.

Hyun Seok terbangun dan memijit kepalanya yang masih terasa pusing.

Dia kemudian terkejut mendapati dirinya tak berbusana.

Dan dia semakin terkejut melihat Jin A yang tidur disampingnya, juga tanpa busana.

Hye Bin keluar dari lift dan mencari-cari kamarnya Hyun Seok.

Hyun Seok sudah beranjak dari tempat tidur dan memakai baju handuk.

Tak lama kemudian, dia mendengar bunyi bel yang dipencet berkali-kali.

Hyun Seok membuka pintu. Dia terdiam melihat Hye Bin yang datang.

Hye Bin pucat melihat Hyun Seok.

Dia lalu marah dan mau mencari Jin A. Tapi dihalangi Hyun Seok. Hye Bin memaksa masuk. Dia beranjak ke kamar.

Emosinya langsung meledak melihat Jin A duduk di tempat tidur.

Hye Bin mengamuk. Hyun Seok menghalangi Hye Bin yang coba menyakiti Jin A.

Hye Bin : Kau wanita gila! Bagaimana bisa kau melakukan ini! Beraninya kau!

Jin A nya diam saja menatap Hye Bin.

Hyun Seok membela Jin A. Dia bilang Jin A tak salah.

Hye Bin makin emosi, dia tidak melakukan kesalahan? Aku baru saja menangkap basah kalian tapi kau bilang dia tidak bersalah?

Hye Bin kembali ngamuk ke Jin A. Dia mengatai Jin A sampah dan berniat membunuh Jin A.

Jin A diam saja mendengar kemarahan Hye Bin.

Hye Bin membawa Hyun Seok ke dermaga.

Hye Bin menangis dan berkata kalau dia ingin mati saja dan ingin membunuh Jin A.

Hyun Seok minta maaf dan menjelaskan kalau dia mabuk saat itu jadi dia tak bisa ingat apapun.

Hye Bin : Karena kau mabuk? Bagaimana kau bisa mengatakan itu padaku! Bagaimana bisa! Sudah aku bilang, kan? Aku bilang kalian berdua tidak boleh datang ke sini! Apa kekacauan ini? Lihat dirimu!

Hyun Seok : Maafkan aku, Hye Bin.

Hyun Seok lalu berkata kalau Jin A tak bersalah.

Hye Bin makin emosi mendengarnya.

Hye Bin : Kim Jemma adalah wanita yang akan menikah dengan kakakmu! Dia calon kakak iparmu!

Hyun Seok : Aku tahu. Itu sebabnya ini salahku, bukan dia.

Hye Bin lalu mencoba menenangkan dirinya dan berkata ini bukan salah Hyun Seok tapi salah Jin A. Jin A lah yang merayu Hyun Seok.

Hyun Seok masih kekeuh itu salahnya.

Hye Bin : Apa yang salah denganmu! Bagaimana bisa kau masih memihaknya! Keluar! Aku tidak tahan melihatmu. Keluar sekarang!

Hyun Seok keluar. Begitu Hyun Seok turun, Hye Bin langsung pergi.

Hee Kyung lagi meeting sama Hyeok Sang dan Manajer Yeo saat ponselnya berbunyi.

Telepon dari Bibi Ahn.

Bibi Ahn menyuruh Hee Kyung segera pulang.

Hee Kyung lantas terkejut mendengar teriakan Hye Bin.

Hee Kyung terpaksa pulang. Bibi Ahn mengantar Hee Kyung ke kamar Hye Bin.

Hye Bin mengunci diri dan berteriak-teriak di dalam kamar.

Hee Kyung terkejut mendengarnya. Ditambah lagi Hye Bin gak mau buka pintu.

Hye Bin : Pergilah! Tinggalkan aku sendiri! Aku tidak membutuhkan kalian!

Hee Kyung minta kunci cadangan ke Bibi Ahn.

Hye Bin mengamuk dan membanting semua isi di kamarnya.

Hee Kyung masuk dan terkejut melihat kondisi Hye Bin.

Hee Kyung : Hye Bin-ah! Ada apa! Hye Bin-ah, tenanglah!

Hee Kyung semakin terkejut melihat telapak tangan Hye Bin yang berdarah.

Hye Bin nangis. Dia bilang hatinya sangat sakit. Saking sakitnya, sampai akan membunuhnya.

Hee Kyung memeluk Hye Bin.

Setelah itu dia berkata, kalau Hye Bin punya dia.

Hyun Seok nganterin Jin A ke toko Ok Kyung. Mereka baru saja kembali dari Busan.

Hyun Seok tanya, apa yang bisa dia lakukan.

Dia bilang dia akan melakukan apapun yang Jin A mau.

Jin A langsung meminta Hyun Seok menikah dengannya.

Hyun Seok jelas kaget.

Jin A : Aku bercanda. Aku merasa seperti kau dan aku benar-benar saling mengerti dan merupakan pasangan yang cocok. Lupakan apa yang terjadi tadi malam. Aku juga.

Hyun Seok : Kakakku…

Jin A : Sudah kubilang aku dan dia sudah putus. Jangan cemaskan itu dan aku harap kau bahagia dengan pernikahanmu.

Jin A masuk ke dalam. Hyun Seok pun pusing.

Ok Kyung terkejut Jin A datang. Ok Kyung bilang harusnya Jin A langsung pulang, bukannya datang ke toko.

Jin A bilang dia hanya merindukan Ok Kyung.

Melihat wajah murung Jin A, Ok Kyung tanya ada apa.

Lalu Yu Kyung datang bawa sesuatu.

Yu Kyung melihat wajah murung Jin A.

Yu Kyung : Apa yang salah? Kau menangis?

Yu Kyung sudah duduk lagi di meja kasirnya.

Dia melamun, memikirkan Jin A.

Tak lama Ki Seok datang dan dia langsung berdiri memberi hormat.

Ki Seok mau nanya sesuatu tapi gak jadi dan melangkah menuju ruangannya tapi baru beberapa langkah dia berbalik lagi menatap Yu Kyung dan tanya kabar Jin A.

Yu Kyung bilang beberapa menit lalu dia melihat Jin A di toko Ok Kyung.

Ki Seok langsung ke toko Ok Kyung.

Ok Kyung terkejut Ki Seok datang.

Sun Hee menyambut Ki Seok dengan senang hati.

Ok Kyung mencubit Sun Hee.

Sun Hee : Mereka mendapatkan izin neneknya dan akan segera menikahi Jemma.

Ki Seok menatap Ok Kyung.

Ki Seok : Kudengar ada Jemma disini.

Ok Kyung : Maaf. Dia baru saja pulang.

Bersambung ke part 2…

2 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Layangan Putus Ep 5A

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Layangan Putus Episode 5A, Jika Kalian ingin melihat full recapnya tersedia lengkap di tulisan tulisan…