Red Shoes Ep 56 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 56 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini….

Soo Yeon yang baru bangun tidur, memeriksa ponselnya. Dia membaca pesan yang baru masuk. Pesan yang isinya ucapan selamat ulang tahun, dari staf Soo Yeon.

Soo Yeon senang membacanya.

Soo Yeon yang tengah berbahagia karena hari itu hari ulang tahunnya, turun ke bawah dengan senyum lebar. Tapi, dia tak melihat ada sup rumput laut di atas meja makan.

Ditambah lagi tak ada yang ingat ulang tahunnya.

Sontak lah Soo Yeon kesal.

Hye Bin : Apa kau terjaga sepanjang malam? Kau memiliki lingkaran hitam di bawah matamu.

Soo Yeon : Kenapa kau peduli aku punya lingkaran hitam atau tidak? Urus dirimu sendiri. Kenapa kau memiliki begitu banyak kerutan halus di usiamu? Astaga. Kau akan terlihat seperti wanita tua di pernikahanmu pada tingkat itu.

Hye Bin sewot, komo!

Hye Bin membalas, mereka mengatakan menopause membuatmu lebih gila dari pubertas.

Hyeok Sang menegur Hye Bin, Kwon Hye Bin!

Soo Yeon : Baik. Aku wanita gila yang mengalami menopause!

Soo Yeon pergi tanpa makan.

Hee Kyung mencibir, setidaknya dia tahu.

Soo Yeon di kantornya, berduka karena tak ada yang ingat ulang tahunnya.

Soo Yeon : Eomma, aku merindukanmu. Keluargaku bahkan tidak tahu bahwa ini adalah hari ulang tahunku.

Soo Yeon menatap ponselnya, Tae Gil-ssi, dari semua orang, harusnya kau tahu. Bahkan jika aku tidak memberitahumu. Kau bilang aku amor mio, tapi kau tidak tertarik padaku.

Tiba-tiba, terdengar ketuka di pintu ruangannya. Sontak ia kaget.

“Amor mio?”

Tapi yang datang Jin A, dia membawa sebuket bunga dan cake.

Jin A : Apa kau sibuk? Aku mengganggumu?

Soo Yeon : Tidak, tidak sama sekali. Apa yang membawamu? Aku tidak tahu kau akan datang.

Jin A : Aku datang untuk melihat ayahku dan aku teringat padamu.

Soo Yeon : Ayahmu?

Jin A : Kolumbariumnya ada di dekat sini. Aku ingat apa yang kau katakan tentang ibumu juga disini.

Jin A lalu meletakkan bunga dan cake yang dibawanya ke atas meja.

Jin A : Aku melihat alarm berbunyi hari ini di aplikasi messenger untuk ulang tahunmu.

Soo Yeon terharu Jin A tahu itu hari ultahnya.

Soo Yeon : Astaga. Terima kasih banyak. Aku terharu. Ayo keluar denganku. Makan kue nya denganku.

Mereka pergi ke bar.

Soo Yeon : Minum anggur bersamamu telah menghiburku. Apa kau sering kolumbarium?

Jin A : Aku ingin datang setiap hari, tapi itu tidak mudah.

Soo Yeon : Aku yakin ayahmu mengerti.

Soo Yeon lalu tanya bagaimana ayah Jin A meninggal.

Jin A bilang, ayahnya meninggal dalam kecelakaan tabrak lari.

Soo Yeon terkejut, omo…

Jin A : Bagaimana dengan ibu mu? Bagaimana dia meninggal?

Soo Yeon : Ibuku? Kata dokter karena usianya sudah tua, tapi aku mengingat kembali dan aku berpikir tidak seperti itu. Penyihir jahat, penyihir itu membunuhku. Dia meracuni makananku. Dia membunuhku. Itulah apa yang ibuku katakan padaku saat dia meninggal. Ibuku terus datang padaku dalam mimpiku baru-baru ini.

Sontak Jin A terkejut mendengarnya.

Soo Yeon menangis, tapi kemudian dia menghapus tangisnya dan minta maaf sudah mengatakan itu pada Jin A.

Hee Kyung ke dapur. Dia mengambil minum, tapi kemudian, dia terkejut melihat Soo Yeon mabuk, pulang diantar Jin A.

Jin A menjelaskan, kalau dia mengantar Soo Yeon karena Soo Yeon terlalu mabuk.

Soo Yeon marah-marah melihat Hee Kyung.

Soo Yeon : Kau pulang lebih awal. Aku yakin pulang lebih awal bukan untuk memasak makan malam ulang tahun untukku. Sudah jelas. Tidak ada seorang pun di rumah ini peduli atau ingat bahwa ini adalah hari ulang tahunku.

Malas mendengar ocehan Soo Yeon, Hee Kyung menyuruh Bibi Ahn membawa Soo Yeon ke kamar.

Jin A membantu Bibi Ahn membawa Soo Yeon ke kamar.

Hee Kyung menyusul Jin A.

Hee Kyung : Apa yang coba kau lakukan? Kenapa kau minum dengannya?

Jin A : Kau takut? Ini tidak seperti dirimu. Ini mendebarkan dan lucu bagiku.

Hee Kyung : Keluar dari rumahku! Cepat!

Jin A beranjak ke pintu, tapi kemudian dia berbalik lagi dan tersenyum menatap Hee Kyung.

Jin A : Direktur Kwon adalah orang yang sangat baik. Dia menceritakan beberapa cerita menyenangkan yang tidak pernah aku ketahui. Tentang ibunya. Kata-kata terakhirnya saat dia meninggal sangat berkesan. Penyihir jahat. Menantu perempuanku membunuhku. Dia meracuni makananku. Aku mendengar dia menulis tentang itu dalam buku hariannya juga. Aku tidak tahu siapa yang memiliki buku harian itu, tapi aku berharap aku bisa melihatnya.

Hee Kyung : Berhenti bermain-main. Kau pikir aku akan jatuh karena itu?

Jin A : Permainan? Mendiang ibu mertuamu sepertinya bukan tipe orang yang suka bermain. Lalu siapa yang bermain game? Apakah itu Direktur Kwon? Tapi dia ingat semuanya begitu jelas.

Jin A beranjak keluar. Dia turun ke bawah. Hee Kyung menyusul Jin A.

Hee Kyung : Tutup mulutmu. Beraninya kau bertingkah di rumahku. Kau sampah.

Jin A : Kaulah yang membuat sampah itu berubah menjadi ular berbisa.

Hee Kyung : Jika kau melakukan ini padaku lagi, aku akan membuatmu menyesal.

Jin A : Bagaimana? Apa yang akan kau lakukan?

Hee Kyung : Beraninya kau mengancamku berdasarkan kata dari seorang wanita mabuk?

Jin A : Mengancam? Apakah kau mengatakan kau benar-benar melakukannya? Kau mengakui itu benar. Benar. Apa yang tidak bisa penjahat paling jahat lakukan? Aku harus menggalinya.

Hee Kyung : Tetap diam. Atau aku akan membuatmu membayarnya.

Jin A : Apa yang akan kau lakukan kali ini? Kau akan membuat kebakaran lagi? Jangan khawatir. Aku akan menjaga diriku sendiri.

Hee Kyung : Tapi aku memberimu tubuh itu. Aku menciptakan tubuhmu. Aku adalah penciptamu. Dengan kata lain, terserahku.

Jin A : Bagus. Silakan lakukan. Bunuh aku atau lepaskan aku. Aku tidak peduli apa yang terjadi ke tubuh ini yang penuh dengan darah kotor.

Jin A mau pergi tapi mereka terdiam karena Hyeok Sang pulang.

Hyeok Sang : Kenapa kau disini pada jam ini?

Jin A : Direktur Kwon sedikit mabuk, jadi aku membawanya pulang.

Hee Kyung : Dia minum berlebihan. Kurasa mereka minum bersama.

Jin A : Aku akan pergi kalau begitu. Selamat malam.

Di kamarnya, Hee Kyung memikirkan kata-kata Jin A. Dia resah.

Hee Kyung : Buku harian?

Hee Kyung lantas keluar dari kamarnya. Bersamaan dengan itu, Hyeok Sang masuk dan dia heran sendiri melihat sikap Hee Kyung.

Disaat Soo Yeon tidur karena mabuk, Hee Kyung sibuk memeriksa lemari dan laci Soo Yeon. Dia mencari diary Nyonya Kwon.

Tapi dia tak bisa menemukannya.

Hee Kyung : Dimana dia menaruhnya?

Hyeok Sang muncul di pintu dan memergoki Hee Kyung mencari-cari sesuatu.

Paginya di dapur, Sun Hee memberikan uang pada Jin A.

Sun Hee : Ini mungkin cukup. Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan, tapi kau benar-benar tidak bisa terluka. Jika sesuatu terjadi padamu, aku akan menyesal melakukan ini untuk sisa hidupku. Kau tahu itu kan?

Jin A : Jangan khawatir. Dan terima kasih.

Jin A mengirimkan pesan pada seseorang.

Jin A : Aku sudah mentransfer uangnya. Mohon konfirmasi.

Tak lama, balasan pun datang.

“Konfirmasi.”

Ki Seok menghubungi Jin A.

Jin A ke Nosang, dia dan Ki Seok bicara di ruangan Ki Seok.

Ki Seok : Kudengar kau pulang kerja lebih awal. Apakah ada yang salah?

Jin A : Kenapa kau ingin bertemu? Ada apa kali ini?

Ki Seok : Kau sangat defensif. Aku merindukanmu. Aku ingin bersamamu. Apakah kau tidak merindukanku? Aku ingin mengatakan ini padamu. Tidak peduli apa yang terjadi, tidak peduli apa yang orang katakan, cintaku padamu tidak akan pernah berubah.

Jin A : Bahkan jika perasaanmu berubah, aku paham.

Ki Seok : Tidak. Mereka tidak akan pernah berubah. Jadi tolong, jangan dorong aku pergi. Dulu aku berpikir, cinta itu tidak ada. Bahwa semua yang orang sebut cinta adalah ilusi dan bisnis. Tapi aku sadar aku salah ketika aku bertemu dengan mu. Aku sangat mencintaimu.

Jin A : Jangan mencintaiku. Aku orang jahat.

Ki Seok : Bahkan orang jahat pun suka. Aku juga orang jahat.

Ki Seok memeluk Jin A. Jin A semakin sesak. Dia tidak tahu harus bagaimana. Dia mencintai Ki Seok tapi Ki Seok terlalu baik untuknya, ditambah ada yang harus dia lakukan.

Hee Kyung yang sudah terlelap, terbangun karena haus. Tapi gelasnya kosong. Akhirnya dia beranjak keluar membawa gelasnya. Tapi saat mau ke dapur, dia menoleh ke belakang karena merasa ada seseorang di sana.

Hee Kyung : Apakah ada seseorang di sana?

Tapi tak ada siapa-siapa.

Hee Kyung lalu perlahan beranjak ke dapur.

Tiba-tiba, seseorang dengan pakaian ninja muncul dan membekapnya dari belakang.

Hee Kyung terkejut dan menjatuhkan gelasnya.

Hee Kyung ketakutan.

Bersambung…..

Next episode :

Hee Kyung menuduh Jin A yang menerobos masuk rumahnya.

Hye Bin terpilih sebagai model Lora Mattress.

Di tempat parkir, Hyeok Sang diserang seseorang yang sebelumnya masuk ke rumahnya.

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Mr Queen Ep 9
Read More

Mr Queen Ep 9

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Mr Queen Episode 9, Gaes kalian bisa baca Episode sebelumnya baca di sini. Sementara itu…