Red Shoes Ep 51 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 51 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini….

Soo Yeon langsung mencari Hee Kyung. Dia ke kamar Hee Kyung. Dia merasa tidak enak sama sikapnya tadi malam, tapi belum sempat minta maaf, Hee Kyung sudah menceramahinya.

Hee Kyung : Jika kau ingin gila, lakukan dengan tenang. Ada hal-hal yang kau bisa dan tidak bisa katakan saat mabuk dan tidak bisa dimaafkan. Kau harusnya merasa buruk, bukan menyebabkan masalah karena mabuk.

Soo Yeon kesal.

Hee Kyung : Apa aku salah? Aku membunuh ibumu? Aku seorang pembunuh? Baiklah. Kau bisa berpikir semaumu. Cukup sulit untuk bertahan hidup bahkan dengan kepala tegak, tapi kau mabuk dan berbicara omong kosong.

Hee Kyung keluar.

Soo Yeon : Mendiang ibuku yang malang akan mati lagi di akhirat karena stress karenamu. Kau pikir aku tidak tahu? Aku tahu isi hatimu! Aku hanya tidak punya bukti. Itu saja.

Hee Kyung mendadak masuk lagi. Soo Yeon kaget.

Hee Kyung : Apa yang kau lakukan di kamarku? Keluar.

Soo Yeon : Aku pergi. Jangan khawatir. Apakah kau menyembunyikan emas di sini? Apakah kau takut aku akan mencurinya?

Soo Yeon keluar.

Di kantor, Jin A gelisah dan terus menatap ponselnya.

Hyun Seok melihat itu, langsung mendekati Jin A.

Hyun Seok : Astaga, Kim Jemma-ssi. Kenapa kau terus menatap ponselmu? Kau menunggu telepon? Apa kau menunggu telepon dari kakakku? Nenek bertanya mengapa kau tidak datang tadi malam. Seluruh keluarga kami telah berkumpul. Itu tampak seperti Ki Seok sudah menunggumu. Apakah dia tidak menelepon?

Jin A : Tidak.

Hyun Seok : Apakah kalian berdua berkelahi? Atau…

Jin A minta Hyun Seok tak mencampuri urusan pribadinya.

Hyun Seok : Oke. Aku cenderung menjadi orang yang sibuk.

Hyun Seok lalu memberitahu Jin A bahwa Hyeok Sang mengajak mereka makan malam. Kata Hyun Seok, Hyeok Sang ingin membahas pekerjaan dengan santai.

Hyun Seok : Aku akan membuat alasan untukmu. Jangan pergi kalau kau tidak mau.

Jin A : Tidak apa-apa. Aku akan pergi.

Hye Bin yang kesal, mengajak Jin A bicara berdua. Dia bilang, tentang kerjaan. Dia mengajak Jin A bicara di ruang rapat.

Tapi di ruang rapat, Hye Bin tidak membicarakan pekerjaan. Dia dengan wajah senang memberitahu Jin A bahwa Nyonya Choi memberikannya satu set perhiasan sebagai hadiah pernikahan.

Jin A tersenyum mendengarnya, kenapa kau memberitahuku itu?

Hye Bin : Aku takut kau akan beralih ke Hyun Seok karena hubunganmu dengan Ki Seok sedang memburuk. Aku tidak tahu apa yang ada di kepala licikmu itu.

Jin A : Kau merasa terancam?

Hye Bin : Bukannya aku merasa terancam. Kenapa aku harus merasa terancam dengan rubah licik sepertimu. Jangan membicarakan masalah pribadi dengan Hyun Seok lagi. Dia milikku sepenuhnya sekarang.

Lalu Hyeok Sang masuk. Keduanya langsung berdiri.

Hyeok Sang : Aku mendengar suara wanita, jadi aku bertanya-tanya siapa itu. Ternyata suara dua wanita cantik milik perusahaan kami.

Hye Bin beralasan lagi membicarakan pekerjaan, lalu dia mengajak Jin A pergi.

Hye Bin keluar duluan. Jin A mau keluar, tapi dia tak sengaja menjatuhkan kartu nama Jin Sub.

Hyeok Sang mengambilnya. Jin A langsung tegang melihatnya.

Hyeok Sang : Detektif? Seorang detektif swasta? Sangat menarik.

Hyeok Sang mengembalikannya ke Jin A.

Jin A : Kau mendapatkan banyak kartu nama seperti ini di jalan.

Hyeok Sang : Itu benar. Kau akan datang malam ini, kan?

Jin A : Ya, Pak.

Ki Seok keluar dari ruangannya dan menghampiri Yu Kyung.

Ki Seok : Kau tahu ruang VIP sudah dipesan jam 6 sore ya? Pimpinan Lora, Kwon Hyeok Sang, dan beberapa karyawan datang.

Yu Kyung : Apa Jemma juga ikut?

Ki Seok : Aku tidak yakin. Kembali bekerja.

Ki Seok pergi.

Yu Kyung : Kau tidak akan pergi untuk hari ini! Kembalilah lebih awal!

Tae Gil keluar dari dapur, lihat dirimu. Ya ampun, apakah kau sudah dewasa. Kau bahkan mengomeli bos.

Yu Kyung lalu cerita kalau dia masih kesal sama Eun Cho.

Yu Kyung : Penyihir itu tidak akan kembali, kan?

Tae Gil : Tentu saja tidak. Kebohongannya terungkap semua. Dia tidak mungkin kembali.

Yu Kyung : Aku trauma.

Tae Gil : Astaga. GJemma gadis yang beruntung. Dia punya teman sepertimu yang mengkhawatirkannya.

Yu Kyung : Aku bukan hanya temannya, aku juga adik iparnya.

Di toko, Ok Kyung cerita pada Sun Hee kalau dia mimpi buruk tadi malam.

Ok Kyung : Pak Kim, ayah Jemma, dia memelukku dan terisak mengatakan dia merasa sangat buruk untuk Jin A.

Lalu Jin A datang bawa kue.

Ok Kyung : Jemma, apa yang kau lakukan di sini?

Sun Hee : Ada apa?

Jin A bilang, kalau dia akan menghadiri makan malam perusahaan di Nosang.

Sun Hee dan Ok Kyung terdiam pas Jin A bilang Hyeok Sang juga ikut.

Jin A : Di Sini. Aku punya ini untuk kalian berdua. Ini adalah toko roti yang terkenal. Cobalah. Ini seharusnya bagus.

Jin A berjalan kaki menuju Nosang yang jaraknya tidak jauh dari toko ibunya.

Di depan Nosang, dia bertemu Ki Seok yang sengaja menunggunya.

Ki Seok : Bagaimana kabarmu? Apakah semuanya baik-baik saja?

Jin A mengangguk.

Lalu ponsel Jin A berdering.

Ki Seok mengerti dan masuk lebih dulu.

Jin A menjawab teleponnya, ya, Detektif Park?

Jin Sub : Aku mendapatkan hasilnya. Darah di baju mendiang ayahmu dan darah di mobil Kwon Hyeok Sang cocok. Ini 100 persen cocok.

Jin A syok.

Jin Sub : Kim Jemma-ssi?

Jin A : Terima kasih. Aku akan meneleponmu kembali nanti.

Jin A ingin menangis.

Jin A : Itu dia. Dia membunuhnya.

Adegan selanjutnya, Hyeok Sang duduk di ruang VIP Nosang dengan badan terikat, mata tertutup dan mulut dilakban.

Lalu Jin A datang dan membuka penutup mata Hyeok Sang. Hyeok Sang kaget melihat Jin A.

Jin A : Itu kau! Pembunuh ayahku. Itu kau, Kwon Hyeok Sang! Kau harus mati juga.

Jin A mencekik Hyeok Sang, mati! Mati saja!

Tentu saja itu hanya lamunan Jin A.

Semua menunggu untuk cheers. Mereka heran Jin A diam saja.

Jin A kemudian tersadar dan mengangkat gelasnya.

Hyeok Sang : Tolong lakukan yang terbaik pada proyek ini juga.

Hyun Seok : Ya pak. Kami akan melakukan yang terbaik.

Hye Bin : Aku juga, Ayah.

Hyeok Sang : Panggil aku pimpinan.

Jin A terus menatap Hyeok Sang.

Tak lama kemudian, dia tak sengaja menjatuhkan gelasnya.

Ki Seok langsung masuk mendengar keributan.

Hyeok Sang menyuruh Jin A pulang agar Jin A bisa istirahat. Dia berpikir, Jin A sedang sakit.

Jin A lari ke toilet.

Di toilet, Jin A nangis.

Ki Seok mengantarkan Jin A pulang. Dia bahkan harus dipapah oleh Ki Seok saat masuk ke rumah.

Jin A : Terima kasih telah membawaku pulang.

Ki Seok ingin tahu apa yang terjadi, tapi Jin A langsung bilang dia mau sendiri.

Ki Seok paham dan beranjak pergi.

Setelah Ki Seok pergi, tangis Jin A langsung pecah.

Jin A : Ayah! Ayahku yang malang! Ayah! Bagaimana! Bagaimana!

Ki Seok masuk kamarnya dan memikirkan sikap aneh Jin A.

Dia penasaran kenapa Jin A seperti itu.

Lalu Hyun Seok masuk.

Hyun Seok : Kau sudah mengantar Jin A?

Ki Seok : Apakah ada sesuatu yang terjadi di tempat kerja?

Hyun Seok : Aku tidak tahu. Sikapnya aneh akhir-akhir ini. Apa menurutmu dia sakit parah?

Ki Seok : Berhenti bicara omong kosong dan keluar.

Hyun Seok : Bagaimanapun, ini benar-benar berakhir antara kau dan Jemma?

Jin A menghubungi Hee Kyung.

Jin A : Apakah kau sangat menyukai dia? Apa yang sangat kau sukai sampai kau meninggalkan aku dan Jin Ho? Aku sudah memberitahumu bahwa Jin Ho ingin bertemu denganmu sebelum dia meninggal. Aku memohon padamu untuk pergi menemuinya. Aku memintamu untuk membiarkan dia melihatmu. Hanya sekali! Jadi kenapa… kenapa! Seberapa besar kau menyukainya sampai kau tidak mengabulkan keinginan terakhir Jin Ho!

Hee Kyung : Tutup mulutmu!

Jin A : Pembunuh. Kau mencoba membakarku sampai mati. Kau telah membunuhku. Pada hari ayah meninggal, Jin A meninggal juga. Bahkan jika kau berlutut dan memohon, bahkan jika kau bertobat dan katakan kau akan berubah, kau tidak dapat menghidupkan kembali Kim Jin A. Kita tidak akan pernah bisa melihat Jin Ho lagi. Kau pembunuh!

Jin A memutus panggilannya.

Hee Kyung agak terguncang dengan kata-kata Jin A.

Hee Kyung : Tidak. Aku bukan pembunuhnya. Tidak. Tidak. Tidak!

Bersambung….

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

The Penthouse 3 Ep 33

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse Season 3 Episode 33, Jika Kalian ingin tahun daftar spoilernya langsung di tulisan…