Red Shoes Ep 51 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 51 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini….

Nosang lagi ramai. Yu Kyung dan lainnya sibuk melayani pengunjung. Lalu Nyonya Choi datang bersama Bibi Ma. Yu Kyung langsung mendekati Nyonya Choi.

Nyonya Choi : Terima kasih atas kerja kerasmu. Dimana Ki Seok?

Ki Seok pun datang. Yu Kyung langsung kembali bertugas.

Ki Seok : Nenek. Halo. Hyun Seok akan segera datang.

Mereka makan malam dengan Hye Bin juga. Hyun Seok bilang, harusnya Jin A ikut juga. Mereka belum pernah makan diluar bersama-sama seperti itu.

Hye Bin protes, kenapa harus dia? Dia bukan keluarga.

Nyonya Choi membela Jin A. Dia mengatakan Jin A adalah keluarga.

Sontak lah Hye Bin terkejut, nenek.

Nyonya Choi : Perhatikan apa yang akan kau ucapkan. Dia keluarga.

Lalu Nyonya Choi menyuruh Ki Seok menelpon Jin A.

Suasana langsung gak enak.

Ki Seok di ruangannya, mencoba menghubungi Jin A.

Tapi tak dijawab.

Hye Bin menunjukkan cincin yang akan dibelinya pada nenek.

Hye Bin bilang, itu dibuat sesuai pesanan jadi akan memakan waktu.

Hyun Seok : Permata hanyalah batu. Mengapa potongan batu begitu mahal? Aku benar-benar tidak mengerti.

Hye Bin : Kameramu sama mahalnya.

Nyonya Choi menyuruh Hye Bin ke rumahnya. Dia bilang akan memberikan sesuatu ke Hye Bin. Hye Bin langsung senang.

Sekarang, Hye Bin di rumah Nyonya Choi. Dia sedang menunggu Nyonya Choi ditemani Hyun Seok.

Hye Bin : Aku ingin tahu apa itu. Ruby? Berlian? Aku suka zamrud.

Hyun Seok : Kau sangat serakah. Jangan terlalu berharap.

Hye Bin : Aku tidak serakah. Ini spesial. Dia memberikannya kepadaku untuk menjadi cucu menantunya.

Hyun Seok : Astaga.

Tak lama kemudian, Nyonya Choi keluar membawa kotak perhiasan.

Nyonya Choi : Kau tumbuh tanpa kekurangan apa pun, jadi ini mungkin tidak akan membuatmu terkesan, tapi aku ingin memberimu hadiah yang berarti karena kau akan menjadi keluarga.

Hye Bin : Terima kasih, Nenek.

Nyonya Choi menyuruh Hye Bin membuka kotak itu.

Hye Bin membukanya tapi dia kecewa dengan isinya.

Hyun Seok tertawa melihat isinya, tapi kemudian dia menahan tawanya.

Isinya, kalung dan sepasang cincin kawin emas.

Nyonya Choi bilang, dulu dia memberikan itu pada mendiang ibunya Hyun Seok.

Nyonya Choi : Jika dia masih hidup hari ini, dia akan sangat senang melihat kalian berdua duduk berdampingan. Dia adalah gadis yang baik.

Hyun Seok mencoba cincin itu.

Hyun Seok : Ini bagus. Ini emas.

Hye Bin menatap Hyun Seok dengan kesal.

Hyeok Sang akhirnya tiba di gedung itu, tempat dia menyimpan mobilnya yang menabrak Pak Kim. Gedung yang mau dijual oleh Hee Kyung tapi ditentangnya.

Dia turun dari mobilnya dan masuk ke dalam gedung. Tanpa dia sadari, ada yang mengawasinya.

Jin Sub : Bingo.

Tak lama, Hyeok Sang keluar lagi. Jin Sub langsung mengambil foto Hyeok Sang.

Saat Hyeok Sang pergi, Jin Sub langsung menyembunyikan dirinya.

Setelah itu, Jin Sub menghubungi Jin A.

Jin Sub : Kau mau datang ke sini sekarang? Akan kukirimkan alamatnay padamu.

Sementara itu, Soo Yeon lagi sama Tae Gil di bar. Tae Gil mendadak jadi bartender untuk Soo Yeon.

Soo Yeon kagum melihat Tae Gil mengocok minuman untuknya.

Setelah selesai, Tae Gil menuangkan minumannya ke dalam gelas. Dia membuat koktail berwarna merah.

Soo Yeon : Ini sangat cantik. Disebut apakah itu?

Tae Gil : Kiss of Fire.

Soo Yeon : Bisakah aku minum ini? Aku harus menyetir.

Tae Gil : Kenapa kau khawatir? Kau punya aku.

Soo Yeon pun menghabiskan kiss of fire nya dalam sekali teguk.

Setelah itu, dia minta nambah. Tae Gil tak bisa berkata apa-apa. Soo Yeon bilang koktail nya enak.

Jin Sub mondar mandir menunggu Jin A.

Tak lama, Jin A datang dengan taksi.

Jin Sub : Ada mobil disana.

Jin Sub lalu mengambil peralatannya.

Jin A : Apa itu?

Jin Sub : Sebuah peralatan laboratorium. Mungkin masih ada darah di mobil.

Jin Sub masuk duluan ke dalam, diikuti oleh Jin A. Mereka menemukan mobil Hyeok Sang.

Jin Sub : Ini dia. Model dan tahun mobilnya sama. Plat nomornya sudah dilepas, tapi menurutku itu mobil yang dilaporkan dicuri 22 tahun yang lalu.

Jin Sub langsung bekerja melacak darah di mobil Hyeok Sang.

Sementara Jin A membeku, menatap mobil Hyeok Sang di depannya, mobil yang menabrak ayahnya.

Tak lama kemudian, tangisnya pecah.

Hyeok Sang kembali ke rumah.

Bersamaan dengan itu, Bibi Ahn keluar dari dapur dan melihat Hyeok Sang.

Bibi Ahn menyapa Hyeok Sang, tapi Hyeok Sang diam saja dan terus ke ruang kerjanya.

Tak lama, Bibi Ahn mendengar teriakan Soo Yeon minta dibukakan pintu.

Bibi Ahn bergegas membukakan pintu dan memapah Soo Yeon ke dalam.

Bibi Ahn meletakkan Soo Yeon ke sofa.

Soo Yeon minta segelar air.

Bibi Ahn langsung ke dapur.

Hee Kyung keluar dan terkejut melihat Soo Yeon mabuk.

Hee Kyung menegur Soo Yeon, kau mabuk?

Soo Yeon ngegas, terus? Itu benar, aku minum.

Di ruang kerjanya, Hyeok Sang menelpon seseorang. Dia menyuruh orang itu untuk mengambil mobilnya besok di dalam gedung. Hyeok Sang bilang, hancurkan mobilnya.

Orang itu tanya biayanya. Hyeok Sang bilang akan mengirimnya sekarang dan dia akan membayar lebih karena dia terburu-buru.

Setelah itu, Hyeok Sang duduk di kursinya. Dia bilang seharusnya dia menyingkirkan mobil lebih cepat.

Hyeok Sang lalu membaca kembali pesan ancaman itu.

“Kwon Hyeok Sang, bagaimana mobilmu yang berlumuran darah?”

Hyeok Sang kesal dan pusing.

Hee Kyung memapah Soo Yeon ke kamar, tapi malah dijambak Soo Yeon. Soo Yeon mengatain Hee Kyung penyihir jahat.

Soo Yeon : Kau monster berhati dingin!

Hye Bin datang dan menjauhkan ibunya dari Soo Yeon.

Soo Yeon : Kau adalah monster! Kau membunuh ibuku! Kau membunuhnya! Ini salahmu!

Hye Bin : Bibi! Apa yang kau bicarakan? Apa yang salah denganmu?

Soo Yeon : Apa kau senang? Kau membunuh ibu mertuamu.

Hye Bin : Kenapa kau mabuk?

Lalu Hye Bin mengajak ibunya keluar, tapi Soo Yeon menarik Hee Kyung.

Soo Yeon : Kau tidak akan kemana-mana. Aku belum selesai.

Hee Kyung mendorong Soo Yeon ke kasur.

Hee Kyung : Jika kau mabuk, diam dan tidur! Jangan membuat keributan.

Hee Kyung dan Hye Bin keluar.

Soo Yeon marah, kau membunuh ibuku! Kau pikir aku tidak tahu! Kau membunuhnya! Kau membunuh ibuku!

Lalu Soo Yeon menangis memanggil-manggil ibunya.

Hye Bin membawa ibunya ke dapur.

Dia lantas mengambilkan air minum dingin untuk ibunya.

Tapi, Hee Kyung gemetaran memegang cangkir.

Lalu dia teringat tuduhan Soo Yeon tadi, kalau dia membunuh Nyonya Kwon.

Hee Kyung kaget dan menjatuhkan cangkirnya.

Lalu dia menatap ke bawah dan melihat air yang tumpah di lantai berubah menjadi darah.

Sontak Hee Kyung kaget.

Hye Bin bingung, ibu, kau baik-baik saja?

Hee Kyung tersadar dan bilang pada Hye Bin kalau dia baik-baik saja. Lalu dia beranjak ke kamarnya.

Paginya, Soo Yeon yang baru bangun, teringat kelakuannya tadi malam pada Hee Kyung.

Soo Yeon : Aku harus bagaimana? Aku sudah kehilangan akal.

Bersambung ke part 2…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Red Shoes Ep 19 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 19 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…
Read More

Soundtrack #1 Eps 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Soundtrack #1 Episode 3, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini…