Red Shoes Ep 48 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 48 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini….

Besoknya, Ok Kyung lagi memasak. Tiba-tiba, Tae Gil datang dan memberitahu Ok Kyung bahwa kemarin Hyeok Sang datang menemuinya. Ok Kyung kaget, Kwon Hyeok Sang?

Tae Gil minta Ok Kyung memelankan suara.

Ok Kyung : Lalu?

Tae Gil : Jemma melihat kami.

Ok Kyung : Dia tahu semuanya?

Tae Gil : Dia bertanya bagaimana kami mengenal satu sama lain, jadi aku bilang dia pelanggan tetap di restoran Jepang. Apa menurutmu dia tahu semuanya?

Ok Kyung : Kau tahu betapa gesitnya dia. Kau harus menjaga sikapmu.

Tae Gil : Aku mengerti.

Tae Gil lalu menyuruh Ok Kyung minggir. Dia bilang mau membuat tteokbokki.

Ok Kyung heran, tteokbokki? Wae tteokbokki?

Tteokbokki nya untuk siapa lagi kalau bukan Soo Yeon. Tae Gil masuk ke ruangan Soo Yeon pas Soo Yeon lagi sama seketarisnya.

Soo Yeon berusaha jaim di depan seketarisnya. Dia bilang Tae Gil gak memberi kabar kalau mau datang.

Tapi seketarisnya yang udah tahu, senyam-senyum dan beranjak pergi.

Tae Gil duduk dan meletakkan bawaannya di atas meja.

Soo Yeon : Apa ini?

Tae Gil : Tteokbokki So Tae Gil.

Soo Yeon : Ya ampun, aku sangat menyukai yang kau bawa terakhir kali.

Tae Gil : Kali ini aku juga membawa sumpit.

Soo Yeon malu-malu, aku tidak punya sumpit terakhir kali, jadi…

Tae Gil memberikan sumpitnya ke Soo Yeon. Pas Soo Yeon mau membagi sumpitnya jadi dua, Tae Gil berteriak, tunggu!

Tae Gil : Mari kita bertaruh. Jika aku melepas sumpitnya dengan sempurna….

Soo Yeon senyum-senyum. Dia mengira Tae Gil akan mengajaknya melakukan sesuatu kayak di film-film.

Tapi ternyata Tae Gil mengajak ciuman.

Soo Yeon kaget, orang ini gila. Dia melompat ke depan beberapa langkah.

Tae Gil mulai membagi sumpitnya.

Soo Yeon menatapnya dengan wajah penuh harap, tapi sumpitnya patah.

Soo Yeon yang kesal, merebut sumpit itu dan langsung makan tteokbokki nya.

Tae Gil : Pelan – pelan. Kunyah dengan seksama.

Tae Gil mengambil sumpit yang satu lagi di dalam tas. Dia membawa dua pasang sumpit rupanya.

Kali ini, Tae Gil melepas sumpitnya dengan sempurna.

Soo Yeon yang melihat itu kaget, bahkan sampai keselek.

Soo Yeon menepuk-nepuk dadanya karena tteok nya nyangkut di tenggorokan.

Tae Gil pun bingung harus gimana, lalu dia ingat siaran TV yang ditontonnya, tentang pertolongan pertama untuk orang yang tersedak makanan.

Maka Tae Gil langsung membantu Soo Yeon berdiri. Dia menekan-nekan perut Soo Yeon dari belakang. Dan tteok nya pun keluar dari mulut Soo Yeon.

Tae Gil : Kau baik-baik saja?

Lalu Tae Gil memberi Soo Yeon air.

Habis minum, Soo Yeon mencium Tae Gil.

Sontak Tae Gil kaget dicium Soo Yeon.

Tapi tak lama, dia memeluk Soo Yeon dan mencium Soo Yeon.

Di ruangannya, Hyeok Sang yang tengah menikmati kopinya, teringat kata-kata Hee Kyung semalam. Hee Kyung bilang kalau dia ingin membalas dendam. Hee Kyung juga berkata, kalau Hyeok Sang telah menghancurkan hidupnya.

Hyeok Sang pun marah. Dia berdiri dan melempar cangkirnya ke lantai. Bersamaan dengan itu, Hye Bin membuka pintu dan terkejut melihat ayahnya melempar cangkir.

Hye Bin : Appa.

Hyeok Sang terkejut melihat Hye Bin datang.

Lalu seketaris Hyeok Sang masuk membawa sapu dan serokan. Hyeok Sang berkata, dia tak sengaja memecahkan cangkirnya dan menyuruh seketarisnya membersihkannya.

Seketarisnya mulai menyapu beling, setelah itu, dia beranjak keluar.

Hye Bin masuk. Hyeok Sang menyuruh Hye Bin duduk.

Hyeok Sang minta maaf soal kemarin. Dia mengaku mudah tersinggung karena telah melalui banyak hal. Hyeok Sang juga bilang, karena Lora Shoes dan dia yang gagal masuk ranah politik, membuatnya merasa seperti Hee Kyung dan Hye Bin punya rahasia yang dia tidak tahu.

Hye Bin tanya, apa Hyeok Sang dan Hee Kyung benar-benar bertemu di Italia. Hye Bin bilang, itulah yang Hee Kyung bilang saat wawancara di TV.

Hyeok Sang bingung menjelaskannya, Hye Bin, itu…

Hye Bin : Aku tahu. Itu adalah kebohongan untuk membuat hubungan kalian terlihat baik.

Hyeok Sang : Aku tahu hal-hal tidak baik sekarang dengan ibumu, tapi itu akan segera membaik. Jangan khawatir tentang itu, oke? Hanya kau yang aku miliki sekarang, Hye Bin-ah.

Hye Bin : Kau memiliki Kak Ju Hyung juga. Kau selalu membicarakan dia.

Hye Bin lalu pamit. Dia bilang mau kembali bekerja.

Hyeok Sang : Kau mau pergi begitu saja?

Hye Bin pun memeluk Hyeok Sang.

Hyeok Sang : Kau tidak bisa meninggalkanku, Hye Bin-ah. Aku menyayangimu.

Hye Bin : Aku juga.

Hee Kyung menunjukkan desain Hye Bin ke tim nya. Dia minta pendapat jujur tim nya.

Tim nya memuji desain Hye Bin. Mereka bilang tinggi tumitnya sempurna. Di atas segalanya, memiliki garis-garis yang indah dan dengan warna yang tepat, mereka akan tampak cantik.

Hee Kyung bilang, mereka akan merilis desain Hye Bin untuk musim ini.

Manajer Yeo : Aku pikir kita tidak akan merilis apapun musim ini. Anda berubah pikiran?

Hee Kyung : Sebuah pelanggaran yang baik adalah pertahanan terbaik. Kita akan melakukannya.

Di toko, Sun Hee senang karena barang mereka terjual satu ton lagi.

Sun Hee : Kita akan kaya dalam waktu singkat.

Tak lama kemudian, ponsel Ok Kyung berbunyi.

“Apakah ini So Ok Kyung? Ini aku. Min Hee Kyung dari Lora.”

Ok Kyung langsung kesal, apa itu?

Hee Kyung : Aku ingin memesan. Bisakah kau mengirimnya padaku?

Ok Kyung pun langsung ke Lora membawa pesanan Hee Kyung. Di lorong, dia bertemu Hyun Seok.

Hyun Seok tanya, apa Ok Kyung mau menemui Jin A. Hyun Seok bilang Jin A di dalam.

Ok Kyung bilang tidak dan langsung pergi.

Hyun Seok pun memberitahu Jin A bahwa tadi dia melihat Ok Kyung.

Jin A tak percaya. Tapi Hyun Seok bilang dia melihatnya.

Jin A pun menghubungi ibunya tapi tak dijawab.

Ok Kyung mau langsung pergi setelah mengantarkan pesanan Hee Kyung. Tapi Hee Kyung ngajak dia minum teh.

Hee Kyung bilang teh nya berasal dari Inggris. Aroma nya enak.

Ok Kyung yang kesal, tanya, kenapa Hee Kyung mau bertemu dengannya.

Hee Kyung : Kau tidak sabaran seperti biasa. Kita bisa bicara perlahan sambil minum teh.

Ok Kyung : Aku terburu-buru. Aku di sini bukan untuk hang out karena aku punya waktu untuk membunuh.

Hee Kyung : Aku memanggilmu untuk memberitahumu untuk tutup mulut. Kudengar kau saksi kecelakaan itu. Kudengar kau bilang aku ada di dalam mobil. Aku tidak ada di sana.

Ok Kyung : Aku melihatmu.

Hee Kyung : Kau punya bukti?

Ok Kyung : Aku dan adikku adalah buktinya. Bukti hidup.

Hee Kyung : Jadi kenapa kau tidak pergi ke polisi? Kenapa tidak melaporkannya? Kenapa tutup mulut? Untuk bersikap ramah padaku?

Sontak Ok Kyung terdiam mendengarnya.

Hee Kyung : Aku mengerti. Karena kau dibayar. Pemerasan juga merupakan kejahatan. Bukannya melaporkan kecelakaan itu, kau memerasnya dan mengambil uangnya sebagai gantinya. Itu semua di masa lalu. Tidak ada pihak yang akan diuntungkan dengan membawanya sekarang. Jadi tutup mulutmu tidak peduli apa yang orang katakan. Atau kau akan membayarnya juga.

Ok Kyung : Kau hama menjijikkan.

Hee Kyung : Lihat siapa yang berbicara.

Jin A berkeliaran di lorong mencari ibunya sambil terus berusaha menghubungi ibunya.

Saat berbalik, dia melihat Hyeok Sang.

Hyeok Sang : Kim Jemma-ssi. Aku minta maaf untuk kemarin. Aku sedang terburu-buru.

Jin A lalu tanya, apa Hyeok Sang pelanggan tetap di restoran hotel tempat pamannya bekerja.

Hyeok Sang : Ya, itu benar. Steak Chef So benar-benar memenangkanku.

Setelah mengatakan itu, Hyeok Sang pergi.

Jin A menatap tajam Hyeok Sang dan berkata dalam hatinya, kalau pamannya bilang itu restoran Jepang tapi Hyeok Sang mengatakan restoran hotel.

Dia pun penasaran bagaimana mereka benar-benar mengetahui satu sama lain?

Malamnya, Nyonya Choi dihubungi Hee Kyung.

Hee Kyung : Aku ingin tahu jika kau memiliki kesempatan untuk meninjau proposal yang kuberikan.

Nyonya Choi : Yah, aku bertanya pada CEO Moguns untuk meninjaunya, tapi aku belum mendengar kembali.

Hee Kyung : Mogun itu terkenal karena sulit. Aku ragu kau akan mendapat jawaban yang baik. Tolong percaya Hye Bin dan aku dan berinvestasi. Kau tidak akan kecewa.

Nyonya Choi : Jangan menempatkanku dalam posisi yang canggung. Bisnis adalah bisnis, dan pernikahan adalah pernikahan. Selamat tinggal!

Hee Kyung lantas menyuruh Hye Bin menemui Nyonya Choi.

Hye Bin tanya kenapa.

Hee Kyung bilang, untuk memenangkan hati Nyonya Choi agar mau berinvestasi.

Maka Hee Kyung dan Hye Bin menemui Nyonya Choi.

Nyonya Choi : Aku yakin aku mengatakan tidak.

Hee Kyung : Aku mengakuinya. Lora sedang berjuang sekarang. Tapi aku tidak bisa mundur seperti ini. Kau tahu bahwa Lora seperti hidupku.

Hye Bin pun memberikan desainnya.

Hye Bin : Ini proposal desainku. Aku ingin kau melihatnya.

Nyonya Choi melihatnya.

Lah si Hee Kyung dalam hati, ngatain Nyonya Choi. Dia bilang Nyonya Choi wanita tua yang kikir.

Di dapur, Ok Kyung bicara dengan Tae Gil. Tae Gil kaget tahu Ok Kyung menemui Hee Kyung.

Tae Gil tanya kenapa Ok Kyung kesana.

Ok Kyung : Bukannya aku ingin pergi. Aku ingin menjual produkku.

Tae Gil : Jadi? Apa yang dia katakan?

Ok Kyung : Dia berkata untuk tutup mulut. Dia bersikeras dia tidak di dalam mobil pada malam kecelakaan. Dia bilang aku salah lihat.

Tak lama kemudian, mereka dikejutkan dengan Jin A yang tahu-tahu udah berdiri di depan dapur.

Jin A tanya, apa maksud Ok Kyung. Apanya yang salah lihat.

Tae Gil dan Ok Kyung terdiam kaget.

Bersambung…….

22 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

The Penthouse 3 Ep 25

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse Season 3 Episode 25, Jika Kalian ingin tahun daftar spoilernya langsung di tulisan…