Red Shoes Ep 48 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 48 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini….

Hyeok Sang mencengkram Tae Gil lagi. Dia pingin tahu seberapa banyak yang Hee Kyung tahu dan apa yang Tae Gil katakan pada Hee Kyung.

Tae Gil bilang semuanya dan Hee Kyung terlihat seperti sudah tahu sejak awal.

Hyeok Sang kaget, apa?

Hyeok Sang lalu memikirkan kejadian malam itu, setelah dia menabrak Pak Kim. Hee Kyung menangis dan mengajak Hyeok Sang ke polisi. Hyeok Sang tak mau. Dia bilang, hidupnya akan berakhir kalau begitu.

Lalu Hyeok Sang meyakinkan Hee Kyung kalau tidak ada yang terjadi dan yang ia tabrak adalah kucing liar yang tengah lewat.

Hee Kyung : Apa kau melihat siapa pria itu?

Flashback end…

Barulah Hyeok Sang sadar kalau Hee Kyung sudah tahu saat itu yang ia tabrak adalah Pak Kim.

Tae Gil berkata, kalau Hee Kyung tidak mengedipkan mata saat ia bilang Hyeok Sang menabrak Pak Kim.

Hyeok Sang : Itu tidak mungkin.

Tae Gil sewot, kenapa aku harus berbohong sekarang!

Hyeok Sang bertanya-tanya, ada apa semua ini. Kenapa Hee Kyung diam saja dan pura-pura tidak tahu padahal tahu sejak awal.

Sementara itu, Yu Kyung mencegah Jin A yang ingin masuk ke dalam.

Jin A bilang dia harus tahu apa yang terjadi.

Lalu Tae Gil dan Hyeok Sang keluar. Tae Gil terkejut melihat ada Jin A di sana.

Jin A tanya, alasan apa yang membawa Hyeok Sang datang ke Nosang menemui Tae Gil.

Tae Gil berkata, dia sudah mengenal Hyeok Sang sebelumnya.

Tae Gil : Sudah lama aku tidak melihatnya, jadi aku ingin membelikannya minuman.

Hyeok Sang pun tanya bagaimana Tae Gil dan Jin A bisa saling mengenal.

Tae Gil bilang Jin A ponakannya.

Hyeok Sang : Betapa kecilnya dunia. Keponakanmu adalah Kim Jemma. Kenapa kau tidak memberitahuku?

Tae Gil : Yah… aku terlalu sibuk dan akhir-akhir ini sering lupa.

Hyeok Sang : Aku memiliki sesuatu yang mendesak untuk dilakukan, jadi mari kita minum lain kali.

Tae Gil : Baiklah kalau begitu. Semoga harimu menyenangkan, Pak.

Hyeok Sang pun pergi.

Tae Gil menyuruh Jin A dan Yu Kyung pulang. Dia bilang, harus melakukan sesuatu.

Tae Gil mau pergi tapi ditahan Jin A.

Jin A : Paman, apa yang sedang terjadi? Bagaimana bisa kau mengenal Pimpinan Kwon?

Tae Gil : Itu? Dia adalah pelanggan di resto jepang tempat aku dulu bekerja. Dia pelanggan reguler.

Tae Gil yang takut ditanyai lagi, memilih pergi.

Jin A tak percaya.

Hyeok Sang baru pulang, bertemu Hee Kyung yang berdiri di depan pintu.

Hyeok Sang : Kau pulang terlambat?

Hee Kyung : Kita perlu bicara.

Mereka bicara di ruang kerja Hyeok Sang.

Hyeok Sang : Apa kau ingat So Tae Gil? Dari Sepatu Custom Jina.

Hee Kyung : Tidak. Ada banyak pekerja yang bekerja di sana sebentar. Bagaimana aku bisa mengingat mereka semua? Kalau dipikir-pikir, itu aneh. Bagaimana kau mengenalnya?

Hyeok Sang : Koki Yangsan. Sekarang, dia koki Nosang.

Hee Kyung : Aku tidak tahu.

Hyeok Sang : Ternyata dia paman Kim Jemma.

Hee Kyung : Terus?

Hyeok Sang : Tapi kau masih belum mengenalnya? Kau tidak tahu malu. Mengapa kau bertemu So Tae Gil?

Hee Kyung : Aku tidak pernah bertemu dengannya. Aku bilang aku tidak mengenalnya.

Hyeok Sang : Kau pikir aku bodoh!

Hee Kyung : Kenapa kau bertemu dengannya?

Hyeok Sang : So Tae Gil dan So Ok Kyung. Mereka menyaksikan kecelakaan.

Hee Kyung : Darimana kau tahu?

Hyeok Sang : Mengapa itu penting? Yang penting adalah mengapa kau bertemu So Tae Gil.

Hee Kyung : Itu bukan urusanmu.

Hyeok Sang : Mengapa tidak? Ini adalah urusanku!

Hyeok Sang mulai kesal.

Hee Kyung juga bilang itu urusannya. Karena Hyeok Sang adalah pembunuh suaminya.

Hyeok Sang terkejut mendengarnya.

Hee Kyung : Kau pikir aku tidak tahu? Aku melihatnya. Aku melihat malam itu dengan mataku sendiri.

Hyeok Sang : Seperti yang kuduga.

Hee Kyung : Aku tidak punya pilihan tapi untuk berpura-pura karena aku takut. Kaulah yang membunuh suamiku.

Hyeok Sang : “Suamiku?”

Hee Kyung : Sungguh situasi yang konyol. Suamiku saat ini adalah seorang pembunuh yang membunuh suamiku sebelumnya.

Hyeok Sang : Tutup mulutmu! Jika aku seorang pembunuh, kau kaki tangan pembunuh!

Hee Kyung : Tidak! Aku demam tinggi hari itu! Aku terlalu sakit untuk menyadari apa pun!

Hyeok Sang : Jangan membuatku tertawa. Apa kau punya bukti bahwa kau sakit? Kau punya catatan medis?

Hee Kyung terdiam mendengarnya.

Hye Bin ke kamar orang tuanya, membawa portfolionya.

Hye Bin : Ibu, bisakah kau…

Dan dia heran sendiri ibunya gak ada di kamar.

Hee Kyung dan Hyeok Sang masih bertengkar.

Hyeok Sang : Kau tahu segalanya tapi pura-pura selama ini? Kau penyihir jahat.

Hee Kyung : Jika aku penyihir jahat, bagaimana denganmu?

Hyeok Sang kemudian tampak senang. Dia bilang status hukumnya sudah kadaluarsa, jadi dia takkan dihukum.

Hyeok Sang : Kau harus bersyukur bahwa aku akan membawanya sampai aku mati Min Hee Kyung. Kalau tidak, semua orang akan tahu bahwa Min Hee Kyung yang halus adalah kaki tangan atas pembunuhan suaminya sebelumnya.

Hee Kyung : Kau bertindak seperti kau menyelamatkanku dari daerah kumuh, seperti kau penyelamatku tapi kau hanya seorang pembunuh tanpa penyesalan. Dan sekarang, kau ingin menjebakku karena menjadi kaki tangan? Tidak ada kesempatan. Kau kriminal!

Hyeok Sang : Tutup mulutmu! Kau satu-satunya yang menangkap penjahat itu dan menjalani kehidupan mewah dan boros!

Hee Kyung : Coba pukul aku lagi seperti seekor anjing.

Hyeok Sang mau memukul, tapi tak jadi. Dia lalu tertawa dan bertanya bagaimana dia bisa memukul pemandangan yang indah.

Hyeok Sang : Aku mencintaimu.

Hee Kyung yang muak, mau pergi tapi ditahan Hyeok Sang.

Hyeok Sang : Apa? Apakah kau membenciku sekarang? Kau mengatakan sebelumnya bahwa kau mencintaiku.

Hee Kyung : Brengsek jahat. Kau tidak berhak berbicara cinta.

Hee Kyung lalu berkata, Hyeok Sang mempermalukannya dan memandang rendahnya.

Hee Kyung : Kau tidak mencintaiku. Itu adalah obsesi. Kau takut akan ketahuan atas kejahatan yang kau lakukan, jadi kau memenjarakanku dan tidak membiarkanku pergi.

Hyeok Sang : Jadi? Jika kau telah meninggalkanku dan kembali ke sana, akankah Min Hee Kyung yang sekarang ada? Bisakah kau bahkan memimpikan menjadi anggota dewan? Mungkin kah kau menjadi CEO wanita yang didambakan wanita di seluruh negeri? Jangan membuatku tertawa. Kau tahu segalanya sejak awal, tapi kau memilihku.

Hee Kyung : Aku ingin balas dendam. Aku akan membalas dendam padamu!

Hyeok Sang : Pembalasan dendam? Apakah kau mengatakan balas dendam? Padaku? Apa yang ada di kepala kecilmu yang cantik itu? Monster apa yang tinggal di sana bahwa kau bisa mengatakan sesuatu begitu berani?

Hee kyung : Kaumenghancurkan hidupku, Kwon Hyeok Sang.

Hee Kyung beranjak keluar. Tapi pas buka pintu, dia kaget melihat Hye Bin.

Mata Hye Bin berkaca-kaca. Hye Bin menjelaskan, kalau tadi dia mau menunjukkan desainnya.

Hye Bin : Sudah terlambat, jadi kau bisa lihat mereka besok.

Hye Bin langsung pergi.

Hee Kyung menyusul Hye Bin ke kamar.

Hye Bin terisak, seberapa serius itu antara kau dan ayah?

Hye Bin lalu bilang, jika mau bercerai, maka bercerai setelah pernikahannya.

Hee Kyung : Jangan khawatir. Kami tidak akan bercerai. Ketika kau sudah menikah selama beberapa dekade, kau menggaruk dan menggigit satu sama lain. Kemudian kau meminta maaf dan berbaikan. Kami baik-baik saja.

Hye Bin : Bersiap dengan sesuatu yang kau tidak suka bukan gayamu. Tetap bersama untuk anakmu? Aku tidak ingin itu. Kau tahu itu kan?

Hee Kyung : Itu sebabnya aku memberitahumu ini. Ibu dan Ayah saling mencintai.

Hee Kyung lalu tanya Hye Bin mau menunjukkan apa.

Hye Bin pun memberika buku desainnya.

Hye Bin : Masih ada lagi.

Hee Kyung tampak menyukai desain Hye Bin.

Bersambung ke part 2…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like