Red Shoes Ep 43 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 43 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini….

Di episode sebelumnya,, Hee Kyung minta bantuan Anggota Dewan Son untuk dicarikan seseorang. Dan besoknya, Manajer Yeo membawa seorang wanita menemui Hee Kyung. Wanita itu Eun Cho, mantan istri Ki Seok.

Hee Kyung lalu melarang Manajer Yeo membiarkan siapapun masuk ke ruangannya. Manajer Yeo mengerti dan beranjak keluar. Eun Cho pun tanya, bagaimana dia bisa membantu Hee Kyung.

Hee Kyung bilang, dia yakin Eun Cho sudah mendengar gambarannya.

Eun Cho tanya soal bayaran. Dia bilang, dia akan memberikan sebanyak yang dia terima.

Hee Kyung tersenyum puas mendengarnya.

Lalu seseorang masuk. Hee Kyung pun teriak, memarahi Manajer Yeo karena membiarkan seseorang masuk. Tapi dia langsung terdiam saat tahu yang masuk adalah Hyeok Sang.

Hyeok Sang : Apa itu sangat penting, bahwa kau masih disini dan bahkan tidak akan membiarkanku masuk?

Hee Kyung meminta Hyeok Sang menunggunya diluar.

Hyeok Sang melihat Eun Cho.

Hyeok Sang : Siapa kau?

Eun Cho : Aku? Aku Ko Eun Cho. Dan kau, tuan?

Hee Kyung : Yeobo.

Hyeok Sang : Kalian berdua pasti punya sesuatu sangat penting untuk dibahas. Baiklah kalau begitu.

Hyeok Sang pun keluar.

Hee Kyung : Mari kita mulai membahas bisnis.

Di ruangannya, Soo Yeon lagi merajut sambil dengerin lagu ‘Amor Mio’ di radio.

Soo Yeon kemudian berhenti merajut dan heran sendiri karena Tae Gil belum juga datang. Dia bilang, harusnya Tae Gil udah datang sekarang.

Tepat setelah mengatakan itu, seseorang mengetuk pintu ruangannya.

Soo Yeon langsung matiin radio dan pura-pura sibuk merajut.

Tae Gil masuk. Tapi dia hanya mengatakan ‘annyeong hasimnika’ saja.

Soo Yeon yang heran pun bertanya kenapa Tae Gil tidak mengatakan ‘Amor Mio’ seperti biasanya.

Tae Gil bilang dia lagi down hari itu dan meminta maaf.

Tae Gil kemudian pergi. Soo Yeon mengejar Tae Gil.

Soo Yeon menyuruh Tae Gil minum kopi di ruangannya.

Tae Gil menatap Soo Yeon. Soo Yeon yang gengsi beralasan, kalau minum kopi dapat menaikkan mood seseorang.

Lah Tae Gilnya jual mahal. Dia bilang ‘goodbye’ sambil memberikan ciuman selamat tinggal.

Soo Yeon bingung, selamat tinggal? Apa ini? Apa dia mengatakan dia tidak akan datang lagi? Apa yang sedang terjadi?

Di kantor, Jin A, Hyun Seok dan Hye Bin serius bekerja. Hyun Seok kemudian menatap Jin A dan melihat ada cincin di jari Jin A.

Hyun Seok : Apa kakakku memberimu itu?

Jin A : Ya.

Hyun Seok tanya, apa Jin A mau security tag biar cincinnya gak hilang lagi.

Jin A bilang, tangannya sekarang adalah security tag dan minta Hyun Seok tidak khawatir.

Hyun Seok lalu bilang dia ada meeting dan bergegas pergi.

Hye Bin menatap Jin A dengan tatapan kesal.

Ponsel Jin A berbunyi. Telepon dari Nyonya Choi.

Jin A, Ki Seok, Nyonya Choi sekarang di kafe, menemui seorang pria yang dibawa oleh mantan sopir Nyonya Choi.

Nyonya Choi mulai menanyai pria itu. Dia tanya, dari mana asal pria itu. Pria itu bilang dari Chuncheon.

Nyonya Choi tanya lagi, apa pria itu punya bekas luka di pergelangan tangan.

Pria itu menunjukkan bekas luka bakarnya.

Nyonya Choi tanya bagaimana ceritanya pria itu mendapatkan bekas luka bakar.

Pria itu bilang dia mendapatkannya saat dia kecil jadi dia tidak ingat. Dia berfikir, dia menuangkan sup panas ke tangannya sendiri.

Nyonya Choi tanya, dimana pria itu dan sang ayah berpisah. Dimana pria itu tersesat.

“Di terminal bis.”

Mantan sopir Nyonya Choi pun tanya, gimana menurut Nyonya Choi.

Nyonya Choi nangis dan menatap pria itu sambil memanggil nama Myung Jun dalam hati.

“Bagaimana dengan ibumu?”

“Aku ingat ibuku dengan jelas. Ibuku telah meninggal dunia sebelum aku kehilangan ayahku. Dia pergi mengunjungi saudara perempuannya dan digigit ular.”

“Seekor ular?”

Hee Kyung yang mau pergi meeting,, dihubungi Eun Cho. Eun Cho bilang uangnya belum dia terima. Dia pun kesal dan bertanya kenapa Hee Kyung tak tahu apa-apa. Dia bilang, Hee Kyung harusnya membayar uang mukanya. Eun Cho minta Hee Kyung mengirimkan uangnya sekarang juga atau Hee Kyung bisa melupakan kerja sama mereka. Hee Kyung menarik napas kesal. Dia berusaha sabar demi merusak hubungan Ki Seok dan Jin A. Dia pun menyuruh Eun Cho ke kantornya. Eun Cho bilang dia sudah di depan kantor Hee Kyung.

Hyun Seok yang tengah menuju tempat meeting, tak sengaja melihat Eun Cho.

Dia pun kaget, Ko Eun Cho? Tapi dia tak yakin itu Eun Cho, sehingga pergi begitu saja.

Nyonya Choi tampak kecewa. Jin A memegang tangan Nyonya Choi dan menyemangatinya. Dia meminta Nyonya Choi tidak terlalu kecewa. Dia yakin Nyonya Choi akan segera menemukan Myung Jun.

Nyonya Choi : Tentu. Aku akan memiliki harapan lagi. Aku yakin aku akan mendengar tentang dia entah bagaimana sebelum aku mati. Terima kasih untuk datang jauh-jauh ke sini untukku.

Jin A : Tentu saja aku harus datang.

Jin A lalu membahas bekas luka bakar di pergelangan pria itu.

Dia ingin tahu kapan Myung Jun mendapat luka bakar itu dan kenapa.

Nyonya Choi : Itu sangat besar ketika dia masih kecil. Aku tidak tahu bagaimana itu berubah sekarang karena dia sudah dewasa. Itu masih menghancurkan hatiku saat aku memikirkan hari itu. Kakaknya, ayah Ki Seok, mencoba untuk meletakkan tangannya ke dalam air mendidih, jadi dia mencoba menghentikannya dan berakhir menuangkannya ke lengannya sendiri.

Jin A lalu cerita kalau mendiang ayahnya juga punya bekas luka bakar.

Nyonya Choi tanya bagaimana ayah Jin A mendapatkan bekas luka bakar.

Jin A bilang tidak tahu karena ayahnya tidak pernah cerita.

Nyonya Choi sudah di rumah sekarang.

Dia baru saja mengganti bajunya, dibantu Bibi Ma.

Lalu mereka mendengar bel berbunyi.

Nyonya Choi : Siapa di jam segini?

Bibi Ma bergegas keluar. Tak lama, dia masuk lagi dan terlihat panic.

Bibi Ma bilang, seseorang datang mencari Nyonya Choi.

Nyonya Choi : Siapa di jam segini? Tidak ada yang menelepon tentang meminjam uang.

Bibi Ma : Nah… Soalnya… Cucu menantumu.

Nyonya Choi : Apa maksudmu?

Bibi Ma : Ko Eun Cho.

Eun Cho masuk sembari membawa koper besarnya.

Dia menyapa Nyonya Choi.

Setelah itu, dia menyuruh Yi Jae masuk.

Seorang bocah laki-laki masuk.

Eun Cho menyuruh Yi Jae menyapa Nyonya Choi.

Eun Cho bilang, dia datang untuk melihat Nyonya Choi sekaligus Ki Seok, ayahnya Yi Jae.

Sontak Nyonya Choi kaget dan terus menatap Yi Jae.

Ki Seok yang masih bekerja, dihubungi Bibi Ma.

Bibi Ma : Ini mengerikan. Nyonya mengatakan untuk cepat pulang. Eun Cho ada disini.

Ki Seok kaget, Ko Eun Cho?

Eun Cho pasang muka kalem di depan Nyonya Choi.

Nyonya Choi terus menatapnya dengan tatapan tak suka.

Tak lama, Ki Seok pulang. Ki Seok kaget lihat Eun Cho.

Eun Cho menyapa Ki Seok, lama tidak bertemu, Oppa. Bagaimana kabarmu?

Lalu Hyun Seok pulang.

Eun Cho : Bagaimana kabarmu, Doryongnim?

Hyun Seok marah, lihat siapa yang ada di sini. Mengapa penipu abad ini di rumah kami?

Nyonya Choi menyuruh Ki Seok mengusir Eun Cho.

Ki Seok pun berusaha membawa Eun Cho keluar, tapi Eun Cho gak mau.

Eun Cho : Apa yang sedang kau lakukan di depan anakmu? Kau dan aku orang tua sekarang. Kita harus berpikir tentang mengajarinya dengan benar.

Eun Cho lalu membujuk Nyonya Choi.

Eun Cho : Nenek. Bukankah Yi Jae menggemaskan?

Nyonya Choi : Keluar sekarang!

Eun Cho pun langsung memeluk Yi Jae.

Eun Cho : Jangan berteriak. Kau membuatnya takut.

Bibi Ma membawa Yi Jae ke kamar yang dulu ditempati oleh Jin A.

Yi Jae sudah tidur. Bibi Ma memperhatikan wajah Yi Jae. Bibi Ma merasa, Yi Jae terkadang mirip dengan Ki Seok.

Dibawah, Eun Cho disidang oleh Nyonya Choi, Ki Seok dan Hyun Seok.

Ki Seok tanya, apa yang coba Eun Cho lakukan.

Eun Cho bilang, Ki Seok sudah melihat sendiri putra mereka.

Tapi Ki Seok tak percaya Yi Jae anaknya.

Eun Cho pun berusaha meyakinkan Nyonya Choi kalau dia sudah berubah. Dia juga bilang, Yi Jae sudah besar sekarang jadi merasa sudah waktunya Yi Jae bertemu ayah kandungnya.

Tetap saja mereka tidak percaya.

Eun Cho bersikeras dia gak bohong.

Nyonya Choi : Jadi, apakah itu sebabnya kau tidur dengan seseorang saat kau punya suami? Itukah sebabnya kau mengancamnya dan meminta uang dan memposting sampah di sekolah dan membuatnya diusir? Kau bersekongkol dengan si brengsek itu dan merayu Profesor Yoon.

Eun Cho : Aku pun tertipu. Aku jatuh cinta pada jebakan brengsek itu. Maafkan aku.

Hyun Seok : Cukup. Berhentilah memaksakan air mata itu dan beritahu kami. Apa anak itu benar-benar anak kakakku? Apa kau berusaha menipu kami dengan membawa anak pacarmu yang lain?

Eun Cho : Bagaimana bisa kau mengatakan itu? Sudah kubilang dia anak kakakmu.

Hyun Seok : Jika itu benar, kenapa baru muncul sekarang? Kau diam saja sampai sekarang.

Eun Cho beralasan, kalau Ki Seok memblokir teleponnya dan terus mengabaikan pesannya.

Eun Cho : Dia bilang dia akan menelepon polisi jika aku muncul dan mengancam akan mendapatkan perintah penahanan.

Eun Cho juga bilang dia juga tahu sifat nenek, jadi tidak akan mudah baginya untuk datang dan dia gak bakal datang jika bukan karena Yi Jae.

Ki Seok : Cukup dengan kebohonganmu. Aku tidak percaya yang kau katakan.

Eun Cho : Yi Jae adalah anakmu. Jangan seperti itu. Aku bersumpah.

Hyun Seok meminta Ki Seok tidak khawatir. Dia akan melakukan tes DNA.

Eun Cho setuju tes DNA.

Lalu dia berdiri dan berniat ke atas membawa kopernya.

Nyonya Choi marah, kau mau kemana!

Eun Cho : Yi Jae sedang tidur di lantai atas.

Eun Cho pun ke atas.

Bibi Ma turun.

Nyonya Choi : Apa yang sedang terjadi? Apa kau pikir dia benar-benar anakmu? Kau harus tahu.

Ki Seok bilang dia gak tahu apa yang terjadi.

Nyonya Choi pun bingung mereka harus bagaimana sekarang.

Bibi Ma : Dia bahkan membawa koper. Aku pikir dia berencana tinggal disini.

Nyonya Choi : Minta tes DNA besok. Jangan beritahu Jemma untuk saat ini.

Eun Cho melihat kamarnya. Dia pun kesal dan menghina penampakan kamar itu yang menurutnya jelek sama kayak dulu.

Lalu dia mengambil ponselnya tapi mendadak Hyun Seok masuk. Dia kaget dan kembali menyimpan ponselnya.

Hyun Seok memberikan kantong kecil ke Eun Cho. Dia menyuruh Eun Cho menaruh beberapa helai rambut Yi Jae disana.

Eun Cho protes, bagaimana kau bisa melakukan ini? Kami baru saja sampai.

Hyun Seok : Aku telah tertipu olehmu terlalu sering sebelumnya. Jika dia anak kakakku, Aku pamannya. Secara alami, aku perlu tahu apakah itu benar atau tidak.

Eun Cho pun terpaksa memberikannya.

Setelah itu, Hyun Seok beranjak keluar.

Eun Cho langsung mengirimi pesan ke Hee Kyung.

Eun Cho : Tahap satu berhasil. Tapi mereka ingin tes DNA.

Hee Kyung tersenyum puas membacanya.

Hee Kyung : Sepertinya hal-hal akan bergerak cepat. Tidak apa-apa bahkan jika kau ketahuan. Jika badai datang sebelum itu, aku bisa mengakhirinya.

Bersambung ke part 2…

Kayaknya itu bukan anaknya Ki Seok nih.. Jangan bilang ntar hasil tes DNA nya ditukar Hee Kyung…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

The Penthouse 3 Ep 31

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse Season 3 Episode 31, Jika Kalian ingin tahun daftar spoilernya langsung di tulisan…