Red Shoes Ep 41 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 41 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini….

Ok Kyung masih melamun, memikirkan Jin A.

Sementara Sun Hee asyik bernyanyi, mengikuti acara ‘Trot’ di TV.

Lagi asyik-asyiknya nyanyi, TV nya dimatiin Ok Kyung.

Sun Hee protes, kenapa kau matikan? Aku sedang bersenang-senang! Sialan.

Lalu Gun Wook dan Yu Kyung pulang.

Ok Kyung menyapa Gun Wook dan tanya kenapa Gun Wook pulang lebih awal.

Gun Wook tak menjawab dan langsung membawa Yu Kyung ke kamarnya.

Yu Kyung langsung berbaring. Gun Wook menyuruh Yu Kyung tidur. Dia bilang, tidur akan membuat Yu Kyung lebih baik.

Gun Wook : Aku akan memberitahu ibu.

Yu Kyung memegang tangan Gun Wook. Dia lalu duduk dan menangis.

Gun Wook memeluk Yu Kyung.

Setelah itu, Gun Wook cerita apa yang terjadi sama Yu Kyung ke Ok Kyung dan Sun Hee.

Keduanya kaget mendengar Yu Kyung dipukuli. Sun Hee bahkan marah.

Sun Hee : Bagaimana dia bisa mengenai benda rapuh itu dan membuatnya berakhir di rumah sakit? Dan kau meninggalkannya sendirian? Kau harus mendapatkan laporan medis dan melaporkannya ke polisi.

Gun Wook : Itu yang aku katakan, tapi Yu Kyung tidak mengizinkanku.

Ok Kyung : Jadi? Apakah itu sebabnya kau membawanya ke sini?

Gun Wook : Aku merasa tidak enak meninggalkannya sendirian. Dia tidak memiliki siapa pun untuk merawatnya meskipun dia sakit. Keluarganya tinggal jauh, jadi dia tidak bisa pergi ke mereka.

Ok Kyung : Aku pikir dia menampar wajahnya. Tapi dia terluka parah? Sampai pergi ke rumah sakit dan berakhir terbaring di tempat tidur?

Gun Wook : Sebenarnya, Yu Kyung mengalami keguguran.

Ok Kyung dan Sun Hee kaget.

Ok Kyung : Apa maksudmu dia hamil? Anakmu?

Gun Wook nangis.

Ok Kyung pun langsung menemui Yu Kyung.

Ok Kyung tanya, kenapa Yu Kyung tak memberitahunya.

Ok Kyung : Apa yang harus malu?

Yu Kyung : Maafkan aku. Kami bahkan belum menikah. Aku malu dan merasa tidak enak.

Ok Kyung : Kau bodoh. Kau selalu dapat memiliki pernikahan nanti. Kenapa malu di zaman sekarang ini? Aku tidak kuno. Aku mengikuti perkembangan zaman.

Gun Wook : Lihat? Aku bilang kita harus memberitahunya.

Ok Kyung memarahi Gun Wook.

Ok Kyung : Kau orang bodoh. Jika kau memberitahuku, aku akan lebih baik padanya. Kenapa kau tidak memberitahuku? Dia menderita tanpa alasan.

Sun Hee lalu datang membawa sup rumput laut.

Yu Kyung pun menangis.

Ok Kyung : Apa yang salah? Kau tidak bisa makan?

Yu Kyung : Ibu. Bayi kami, mungkin pergi ke tempat yang bagus, kan?

Sun Hee : Ya, aku yakin bayimu adalah malaikat sekarang.

Ki Seok melihat Jin A. Jin A masih belum sadar.

Kamera menyorot tangan Ki Seok yang menggenggam tangan Jin A.

Ki Seok lalu teringat kata-kata Ok Kyung kalau Jin A udah banyak menderita, jadi Jin A tak boleh terluka lagi.

Yu Kyung tengah mencuci piring. Ok Kyung lalu datang. Melihat Yu Kyung cuci piring, Ok Kyung marah.

Ok Kyung : Apa yang kau pikirkan?

Yu Kyung bilang dia sudah tidak apa-apa.

Ok Kyung bilang Yu Kyung tidak baik-baik saja. Yu Kyung baru keguguran.

Ok Kyung : Kau harus merawat dirimu. Jangan celupkan tanganmu dalam air dingin untuk sementara waktu. Itu sulit, bukan? Aku yakin. Kau tidak bisa mengatakan bahwa kau hamil. Itu pasti sangat sulit. Ini tidak akan terjadi jika kita lebih baik.

Gun Wook datang dan melihat mereka.

Ok Kyung memegang tangan Yu Kyung.

Ok Kyung : Maafkan aku, Yu Kyung-ah. Aku tahu itu sulit, tapi tolong bertahanlah disana. Mari kita memiliki pernikahan yang hebat nanti, oke?

Yu Kyung terharu, ya ibu.

Ok Kyung : Gun Wook telah dewasa sekarang, jadi dia akan segera mandiri. Dia menjadi pekerja keras sekarang. Dia pria pekerja keras. Dan jika terlalu sulit hidup sendiri, kau bisa tinggal di sini.

Gun Wook langsung mendekati mereka.

Gun Wook : Ya ampun. Ini sangat menyenangkan.

Gun Wook juga minta ibunya menepati janji agar Yu Kyung boleh tinggal dengan mereka.

Gun Wook lalu menatap Yu Kyung.

Gun Wook : Lihat apa yang kubilang. Kita bisa hidup bersama. Ibu akan mengerti.

Yu Kyung pun merasa tidak enak pada Ok Kyung.

Mereka semua sarapan bersama. Tae Gil marah mendengar cerita Gun Wook

Tae Gil : Aku akan membunuh si brengsek itu jika aku ada di sana. Bagaimana dia bisa memukul seorang wanita? Dan dia juga anggota dewan.

Tae Gil mau ngambil ikan, tapi Gun Wook ikut-ikutan mengambil ikan dan memberinya ke Yu Kyung.

Tae Gil : Jika aku menangkapnya, aku akan mengirimnya langsung menuju akhirat.

Tae Gil gak jadi ngambil ikan. Dia ngambil lauk yang lain, tapi Gun Wook memberikan lauk yang mau diambilnya ke Yu Kyung.

Tae Gil kesal, hai. Bolehkah aku makan juga, tolong? Biarkan aku makan.

Gun Wook : Kau seorang koki, jadi kau bisa makan dengan baik. Yu Kyung tidak baik-baik saja. Kita harus membuatnya makan.

Tae Gil mengajak Gun Wook bicara.

Tae Gil masuk ke kamar. Gun Wook menyusul Tae Gil.

Tae Gil : Lihat. Aku mencoba untuk bersikap baik, tapi ini terlalu banyak.

Gun Wook : Apa?

Tae Gil : Bahkan dengan tadi malam. Syukurlah Jemma keluar. Kalau tidak, di mana aku akan tidur? Aku gugup bahwa Jemma akan pulang dan tidak bisa tidur nyenyak.

Gun Wook : Saatnya untuk mendapatkan tempat dan pindah.

Tae Gil : Betulkah? Pemikiran yang bagus. Ya, kau harus pindah.

Gun Wook : Bukan aku, kau.

Tae Gil : Apa?

Gun Wook : Ibu menyuruh Yu Kyung untuk pindah karena dia sedang tidak baik-baik saja. Dia merasa tidak enak karena tinggal sendirian. Apalagi setelah apa yang terjadi…

Tae Gil : Jadi kau mau bilang orang luar akan mengusir keluarga? Tidak mungkin. Tidak akan.

Gun Wook : Aku yakin itu akan terjadi. Kau tidak bisa mengalahkan ibu.

Di ruangannya, Soo Yeon lagi merajut sambil mendengarkan radio.

“Selanjutnya adalah lagu cinta yang didedikasikan untuk kekasih. Membasahi hati seperti hujan dan meresap. Ini sedang didedikasikan untuk wanita tercantik yang merupakan direktur panti jompo. Inilah “Amor Mio” Alida Chelli.”

Soo Yeon sontak kaget lagu itu untuknya.

Soo Yeon mendengarkan lagu itu.

Tapi tiba-tiba, Tae Gil datang.

Tae Gil : Halo, amor mio.

Soo Yeon salting, amor mio. Maksudku. Halo.

Tae Gil : Aku ingin mengajakmu kencan secara resmi. Apakah itu baik-baik saja?

Soo Yeon : Tidak apa-apa, tentu saja.

Tapi ternyata, itu khayalan Soo Yeon. Soo Yeon ngayal Tae Gil datang pas dia lagi dengerin lagu Amor Mio.

Sontak lah Soo Yeon kaget bisa menghayal kayak gitu.

Soo Yeon : Tidak. Aku sudah kehilangan akal. Aku benar-benar kehilangannya.

Bibi Ma datang membawakan camilan untuk Nyonya Choi.

Nyonya Choi tanya keadaan Jin A.

Bibi Ma : Dia pergi bekerja.

Nyonya Choi lalu teringat kata-kata Hyun Seok.

Hyun Seok : Nenek. Jujurlah padaku. Katakan padaku bagaimana perasaanmu sebenarnya. Apa kau seperti ini karena tidak mau Ki Seok dan Jemma menikah?

Nyonya Choi : Jadi inilah yang terjadi ketika kau menjadi tua. Aku tidak tahu jika aku hanya orang yang pendendam atau jika waktu mengubahku menjadi satu.

Hyeok Sang datang, memberikan hadiah Chuseok untuk tim pemasaran.

Hyeok Sang : Terima kasih atas kerja keras kalian. Ini kecil, tapi itu adalah hadiah Chuseok. Kau harus sehat untuk bekerja dengan baik. Dengan kata lain, ambil ini dan menjadi sehat dan membuat produk yang bagus, bukan?

Hyeok Sang pergi.

Hyun Seok membagikan hadiahnya ke semua anggotanya. Itu adalah obat dari toko Ok Kyung.

Rapat dimulai, menentukan masa depan Lora.

Hyeok Sang tanya ke asistennya, dimana Hee Kyung.

Dan dia pun kesal.

Lah, Hee Kyung nya sibuk ngilangin keriput di leher.

Manajer Yeo bilang, sudah waktunya untuk pergi tapi Hee Kyung bilang sebentar lagi.

Hee Kyung : Bagaimana menurutmu? Apakah keriput sekitar mata dan leherku hilang?

Manajer Yeo : Ya Bu.

Manajer Yeo mulai gelisah.

Hee Kyung : Jam berapa?

Manajer Yeo : Ini pukul 11:30.

Hee Kyung : Ayo pergi.

Hyeok Sang kesal, sudah 30 menit tapi Hee Kyung belum datang.

Hyeok Sang menyuruh asistennya memanggil Hee Kyung lagi.

Asistennya bilang kalau Hee Kyung datang sekarang.

Hee Kyung minta maaf karena terlambat. Dia lalu bilang, bisa mulai sekarang.

Beberapa mengangkat tangan, setuju sama pembubaran Lora.

Tapi kemudian, ponsel mereka berbunyi. Ada pesan masuk dari layanan pajak nasional.

Hyeok Sang bingung dan tanya ada apa.

Asistennya bilang, layanan pajak nasional datang untuk melakukan audit.

Hyeok Sang kaget, apa? Pemeriksaan pajak?

Hyeok Sang menatap kesal Hee Kyung.

Hee Kyung membalas Hyeok Sang dengan tatapan puas.

Hyeok Sang lalu pergi.

Layanan pajak sedang menggeledah meja semua tim pemasaran.

Hye Bin syok melihatnya.

Lalu Hyeok Sang datang. Dia terkejut dan juga marah.

Hee Kyung masuk ke ruangannya sambil tertawa.

Manajer Yeo : Bukankah itu terlalu berisiko?

Hee Kyung : Jangan khawatir. Aku punya rencana. Kami hanya akan membayar sedikit hutang kami di balik pajak. Dan kami telah mengulur waktu. Cepat bergerak.

Manajer Yeo keluar.

Ponsel Hee Kyung berdering. Telepon dari Anggota Dewan Son.

Anggota Dewan Son : Bagaimana hasilnya? Apakah petugas Pelayanan Pajak datang tepat waktu?

Hee Kyung : Ya. Tepat waktu. Kau masih sangat kuat.

Anggota Dewan Son : Siapa aku? Aku akan segera dipulihkan. Lihatlah. Aku tak terkalahkan. Tapi aku tak berdaya melawanmu. Kau tahu itu, bukan?

Lalu Hyeok Sang masuk. Hee Kyung pun langsung menyudahi pembicaraannya dengan Anggota Dewan Son.

Hyeok Sang : Apa itu kau?

Hee Kyung : Apa maksudmu?

Hyeok Sang : Kenapa kita tiba-tiba diaudit tanpa peringatan? Itu kau.

Hee Kyung : Apa aku sekuat itu? Tapi sekali lagi, jika aku bisa membuat suamiku seorang anggota dewan aku pasti cukup kuat.

Hyeok Sang : Bukan aku, tapi kau, Min Hee Kyung. Kau pikir aku tidak tahu? Aku tahu itu kau! Kau!

Hyeok Sang beranjak pergi.

Hee Kyung : Jadi kenapa kau main-main dengan Lora? Aku bersumpah bahwa selama aku bernafas, aku akan membuatmu berlutut di kakiku. Aku akan mengajarimu apa arti sebenarnya dari penghinaan.

Tim pemasaran kembali bekerja.

Tak lama kemudian, Nyonya Choi datang mencari Jin A.

Jin A terkejut Nyonya Choi datang.

Nyonya Choi : Aku pikir aku akan datang berkunjung karena aku belum pernah ke sini sebelumnya.

Jin A mau menepon Hyun Seok. Tapi Nyonya Choi bilang, dia datang untuk menemui Jin A.

Nyonya Choi dan Jin A bicara di kafe dekat kantor.

Nyonya Choi : Apa kau baik-baik saja?

Jin A : Ya, aku baik-baik saja.

Nyonya Choi : Bagus. Aku tahu kau sudah melalui banyak sakit hati. Aku tahu apa yang kau katakan bukan bagaimana kedengarannya. Aku yakin itu diedit. Teknologi sudah maju begitu banyak hari ini. Aku minta maaf karena salah paham denganmu.

Jin A senang mendengarnya.

Tapi kemudian, Nyonya Choi meminta sesuatu kepada Jin A.

Dan Jin A pun menuruni tangga darurat di kantornya.

Dia menangis hebat.

Ternyata Nyonya Choi meminta Jin A putus dengan Ki Seok. Nyonya Choi berkata, apa kata orang jika Ki Seok menikah dengan Jin A.

Bersambung….

Next episode :

Nyonya Choi merestui hubungan Ki Seok dan Jin A.

Hyun Seok memberitahu Hye Bin bahwa Ki Seok dan Jin A akan menikah.

Hye Bin marah dan langsung memberitahu Hee Kyung.

Hee Kyung memakai cara lain untuk memisahkan Ki Seok dan Jin A. Dia membayar Eun Cho untuk memisahkan Ki Seok dan Jin A.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Youth of May
Read More

Youth of May Ep 11

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Youth of May Episode 11, Kalian semua bisa langsung temukan list secara lengkap spoilernya di…
Read More

The Penthouse 3 Ep 19

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse Season 3 Episode 19, Jika Kalian ingin tahun daftar spoilernya langsung di tulisan…