Red Shoes Ep 40 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 40 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini….

Nyonya Choi yang salah paham, melarang Jin A muncul di depannya lagi.

Nyonya Choi : Apa kau tidak punya malu? Bagaimana bisa kau berjalan kesini dengan kepala terangkat tinggi?

Jin A berusaha meyakinkan Nyonya Choi bahwa kata-katanya dalam rekaman itu diedit oleh Hee Kyung dan Hye Bin. Tapi Nyonya Choi tidak mau dengar dan berteriak memanggil Bibi Ma, untuk membawa Jin A keluar.

Jin A nangis, nenek….

Nyonya Choi : Apa yang kau tunggu! Singkirkan dia sekarang juga!

Terpaksalah Jin A keluar dengan wajah tertunduk.

Ki Seok sudah menunggu di depan kamar nenek. Dia langsung menghampiri Jin A begitu Jin A keluar.

Ki Seok : Jangan khawatir tentang itu. Pergi bekerja saja.

Setelah Jin A pergi, Ki Seok menemui neneknya.

Nyonya Choi mengatai Ki Seok pecundang. Nyonya Choi juga meminta Ki Seok untuk sadar dan bertanya, apa Ki Seok gak belajar dari kegagalan yang dulu.

Ki Seok meyakinkan neneknya kalau Jin A tidak seperti mantan istrinya.

Tapi Nyonya Choi tak percaya dan menganggap mereka sama.

Nyonya Choi : Mereka gadis yang dangkal yang hanya menginginkanmu untuk uangmu. Aku bodoh. Aku telah menyia-nyiakan hidupku.

Ki Seok : Kau tahu Jemma. Dia tidak akan pernah melakukan itu. Rekaman itu diedit dengan jahat. Dia bilang dia dan Hye Bin berargumen…

Nyonya Choi : Jadi? Bagaimana dengan itu? Kau mengatakan hal yang sama saat kau menikah dengan Eun Cho. Kau jatuh cinta dengan dia yang memasang wajah polos seperti anak kecil dan selalu berpihak padanya. Bagaimana hasilnya? Penyihir itu menyebarkan desas-desus aneh ke seluruh sekolah dan membuatmu dipecat. Apa kau lupa itu?

Ki Seok terdiam mendengarnya. Nyonya Choi tanya, apa Ki Seok mau mengulangi kesalahan yang sama dua kali.

Ki Seok : Aku akan menikahinya walaupun aku bodoh. Aku mencintai Jemma.

Nyonya Choi semakin marah.

*Nyonya Choi nganggap Jin A ngincer kekayaannya. Tanpa dia sadar, Hee Kyung lah yg ngincer duit dia.

Hee Kyung kembali ke ruangannya. Manajer Yeo mengikutinya. Hee Kyung tanya soal pertemuan dewan direksi.

Manajer Yeo bilang dia mencoba menghubungi Direktur Hong dan Direktur Cha, tapi mereka tidak bisa dihubungi. Dia yakin Direktur Cha dan Direktur Hong berusaha menghindari mereka.

Manajer Yeo : Anggota dewan lainnya mengatakan kita menutup bisnis sepatu…

Hee Kyung marah, Manajer Yeo, kau ingin dipecat? Kau ingin Lora ditutup?

Manajer Yeo : Bukan itu yang aku maksud.

Hee Kyung : Jika tidak, tutup mulutmu. Lora tidak akan pernah jatuh.

Manajer Yeo : Maafkan aku.

Hee Kyung : Telpon anggota dewan lagi.

Di ruangannya, Hyeok Sang menghubungi seseorang.

Hyeok Sang : Jangan sampai Nyonya Min bertemu anggota dewan. Katakan kau tidak tahu apa-apa jika dia menghubungimu.

Lalu Hee Kyung datang dan Hyeok Sang langsung mengakhiri pembicaraannya di telepon.

Hee Kyung tanya, apa Hyeok Sang berusaha menghentikannya bertemu anggota dewan.

Hyeok Sang pura-pura bego, siapa yang bilang?

Hee Kyung : Aku tahu itu. Aku tahu persis itu yang kau mau.

Hyeok Sang : Berhentilah bersikap tidak masuk akal. Lora Shoes adalah anak perusahaanku.

Hee Kyung : Lora anak perusahaanmu, jadi kau akan menyerah seperti yang kau inginkan?

Hyeok Sang : Aku hanya mengatakan aku tidak akan menaruh banyak harapan ke Lora Shoes lagi.

Hee Kyung : Aku meminta bantuanmu.

Hyeok Sang : Jika kau bisa mendapatkan segalanya dalam hidup hanya dengan bertanya, tidak ada yang tidak mungkin. Apakah kau tidak setuju? Jika semudah itu untuk mendapatkan apa yang kau minta, kau tidak akan berhenti di kursi dewan. Kau akan berada di Blue House. Tidakkah kau setuju, Direktur Min?

Hyeok Sang lalu berdiri dan memegang kedua bahu Hee Kyung. Dia tanya, kenapa Hee Kyung tidak mundur saja dan fokus pada pernikahan Hye Bin.

Hee Kyung yang kesal, menyingkirkan tangan Hyeok Sang dari bahunya dan beranjak pergi.

Sampai di ruangannya, dia meminta laporan keuangan Lora Mattress.

Setelah itu, dia menghubungi Anggota Dewan Son.

Jin A yang baru sampai di kantor, hanya melihat Hye Bin tengah bekerja.

Jin A menatap tajam Hye Bin. Hye Bin yang tengah bekerja, menoleh ke Jin A dan terkejut ditatapin Jin A kayak gitu.

Jin A lalu menarik Hye Bin ke tempat sepi.

Hye Bin marah, lepaskan aku!

Jin A mendesak Hye Bin ke dinding.

Jin A : Kau… haruskah kau begitu kekanak-kanakan? Kau menyakiti nenek yang lemah!

Hye Bin : Berhenti berpura-pura baik. Semuanya salahmu.

Jin A : Apa kau pikir ini akan menghentikanku untuk menikah dengannya?

Sontak Hye Bin kaget dengan kata-kata Jin A.

Jin A : Coba rekam aku lagi. Lakukan! Rekam aku dan dengarkan pada nenek. Kau dan ibumu sama saja. Bagaimana kalian berdua begitu jahat?

Jin A lalu mengancam Hye Bin. Dia bilang dia takkan memaafkan Hye Bin untuk yang kedua kalinya. Jika Hye Bin masih terus begini, dia tidak akan memaafkan Hye Bin lagi.

Jin A : Aku tidak akan menunjukkan belas kasihan. Akan kutunjukkan kepadamu seperti apa pertumpahan darah itu. Camkan kata-kataku.

Jin A beranjak pergi.

Hye Bin agak terguncang dengan kata-kata Jin A.

Jin A balik ke mejanya. Baru aja kembali, dia dapat telepon dari Oh Sung Hee.

Ternyata Oh Sung Hee lah yang menawarinya pekerjaan tempo hari.

Jin A bilang, dia menghargai tawaran pekerjaan yang diberikan Sun Hee tapi dia tidak bisa menerimanya. Jin A minta maaf.

Begitu selesai bicara di telepon, Ye Eun, So Bin dan Tae Ha kagum pada Jin A.

Ye Eun : Apa benar kau sedang dibina?

Tae Ha : Daebak.

Ye Eun : Benar. Kim Jemma adalah desainer terpanas di perusahaan sekarang.

Soo Yeon lagi menjahit bersama dua lansia.

Tae Gil datang lagi.

Tae Gil : Aku, So Tae Gil. Amor mio.

Soo Yeon marah, apa yang salah denganmu? Kau seorang penguntit? Haruskah aku panggil polisi?

Tae Gil : Maafkan aku.

Soo Yeon : Aku akan menelepon polisi jika kau muncul di sini lagi.

Tae Gil pun pergi.

Lansia yang berbaju ungu bertanya, siapa pria itu.

Soo Yeon bilang orang aneh.

“Pria yang akan kau nikahi?”

“Apa?”

“Kalian berdua akan menjadi pasangan yang lucu.”

Lansia satu lagi berkata, kalau Tae Gil suaminya Soo Yeon.

“Mereka memiliki pertengkaran kekasih.”

Soo Yeon : Heol.

Ki Seok ke Yangsan dengan wajah lesu. Yu Kyung memberitahu Ki Seok bahwa PR company akan datang membicarakan masalah selebaran.

Ki Seok : Maaf, tapi suruh mereka datang lain waktu.

Ki Seok pun beranjak ke ruangannya.

Tiba-tiba, Yu Kyung merasa mual. *Nah kaan, Yu Kyung hamil.

Gun Wook tengah bekerja. Dia menunjukkan sebuah mantel pada calon pembeli dan berkata, itu untuk produk utama mereka tahun ini untuk musim gugur.

Lalu Yu Kyung datang. Dan si calon pembeli melihat-lihat yang lain.

Yu Kyung bilang, dia hanya ingin melihat Gun Wook.

Gun Wook lalu mengambil mantelnya tadi.

Gun Wook : Bukankah ini sangat cantik? Ini yang terbaru untuk musim gugur ini dan itu terbang dari rak. Ini mantel. Ini ringan dan hangat.

Yu Kyung : Betulkah?

Yu Kyung memakainya.

Yu Kyung : Ini sangat lembut.

Gun Wook : Aku benar. Itu terlihat bagus untukmu.

Tiba-tiba, Yu Kyung mual lagi. Yu Kyung lalu bertanya, apa mual-mual Gun Wook di pagi hari sudah lebih baik.

Gun Wook langsung menutup mulutnya.

Gun Wook : Jangan ingatkan aku. Aku melakukan yang terbaik untuk melawannya. Mengapa?

Yu Kyung bilang, dia yang mual-mual sekarang.

Jin A masuk ke pantry sambil bicara dengan Ki Seok di telepon.

Ki Seok tanya, mereka harus gimana sekarang.

Ki Seok : Kau pasti kesal pagi ini.

Jin A : Tidak apa-apa. Wajar jika nenek kecewa padaku.

Ki Seok : Jemma-ya, aku yakin itu akan sulit, tapi kau tidak akan menyerah, kan? Aku tidak akan menyerah. Aku juga percaya kau tidak seperti itu. Datanglah malam ini. Aku akan pulang lebih awal. Mari kita jelaskan kepada nenek dan meminta pengampunan darinya. Jangan pikirkan hal lain. Lihat saja aku. Oke?

Jin A : Oke.

Ki Seok : Aku mencintaimu, Kim Jemma.

Jin A : Aku juga.

Sementara itu, Hyun Seok dan Hye Bin menemui Nyonya Choi.

Intinya, Nyonya Choi ingin pernikahan Hye Bin dan Hyun Seok segera dilaksanakan.

Hyun Seok gak setuju. Nyonya Choi tak peduli dan tanya pendapat Hye Bin. Hye Bin bilang, dia ingin pernikahan diadakan sesegera mungkin.

Nyonya Choi memegang tangan Hye Bin. Dia bilang, dia ingin melihat cicitnya sebelum dia mati.

Bibi Ma masuk, memberitahu kedatangan Jin A.

Nyonya Choi menyuruh Bibi Ma mengusir Jin A.

Bibi Ma keluar bersama Hyun Seok dan Hye Bin.

Hyun Seok menyuruh Jin A masuk, tapi Hye Bin menghalangi Jin A.

Hyun Seok marah, Hye Bin-ah, apa yang salah denganmu?

Hye Bin : Kau mendengarnya. Nenek bilang jangan biarkan dia masuk. Bibi Ma, apa aku salah?

Bibi Ma gelagapan, itu…

Jin A : Aku hanya akan melihatnya sebentar dan kemudian pergi.

Tapi Hye Bin tetap aja menghalangi Jin A.

Hye Bin : Mengapa kau begitu keras kepala? Dia tidak ingin melihatmu. Kesehatannya tidak baik. Kau ingin membuatnya pingsan lagi?

Hyun Seok yang udah kesal sejak tadi, akhirnya menarik Hye Bin dan membawanya ke atas.

Jin A berlutut di depan kamar nenek dan menangis.

Jin A memohon agar nenek percaya padanya.

Lalu Ki Seok pulang dan terkejut melihat Jin A berlutut.

Bibi Ma memberitahu Ki Seok kalau Jin A sudah seperti itu sudah satu jam.

Bibi Ma : Nyonya tidak akan membiarkannya masuk. Aku kasihan dengannya.

Ki Seok mendekati Jin A, Jemma-ya.

Jin A nangis.

Ki Seok pun masuk ke kamar neneknya.

Ki Seok : Nenek. Berhentilah marah. Ini salah paham. Kau tahu Jemma tidak seperti itu.

Nyonya Choi marah, kau anak nakal! Kau masih memihak Jemma? Keluar. Sekarang. Keluar sekarang!

Jin A pun berlari masuk.

Jin A : Kau adalah orang pertama yang selalu mencintaiku tanpa syarat. Bagaimana aku bisa lupa anugerah yang kau berikan padaku? Berteriak padaku. Tegur aku. Aku bisa mengambil semuanya. Jika kau menentang hubunganku dengan Ki Seok, aku akan menerimanya.

Ki Seok : Jemma-ya.

Jin A : Tapi nenek. Rekaman yang kau dengar telah diedit dengan jahat. Kau tahu bukan itu yang kurasakan.

Hyun Seok ke kamar Ki Seok, menemui Ki Seok.

Hyun Seok : Jemma sudah pergi?

Ki Seok : Ya, bagaimana Hye Bin?

Hyun Seok : Dia baru saja pergi.

Ki Seok : Bukankah dia memberitahumu kenapa nenek marah?

Hyun Seok : Apa?

Ki Seok : Nyonya Min merekam pembicaraan Jemma dan Hye Bin dan memberikannya pada nenek.

Hyun Seok : Sebuah rekaman? Apa yang mereka katakan?

Ki Seok : Jemma itu menikahiku demi uangku, itulah sebabnya dia mendekati nenek.

Hyun Seok : Apa? Dan Nenek benar-benar percaya itu?

Ki Seok : Kami terus mengatakan itu tidak benar, tapi dia tidak akan percaya kita. Aku pikir, dia trauma dengan Eun Cho. Nenek sangat membenci Jemma. Dia kesal, takut, dan marah aku bisa menikahinya. Jemma baik-baik saja, tapi dia tidak menginginkannya menjadi menantunya dan sekarang, Nyonya Min memutar rekaman itu.

Hyun Seok merasa masa depannya suram karena punya ibu mertua dan istri macam Hee Kyung dan Hye Bin.

Hyun Seok : Haruskah aku memutuskan pertunangan?

Ki Seok : Dan membunuh nenek terang-terangan? Jangan menambahkannya.

Hyun Seok : Ini membuatku gila.

Yu Kyung terkejut melihat Sun Hee membeli banyak buah dan sayur.

Sun Hee : Jika kau menyimpannya di sini, mereka tetap segar untuk sementara waktu.

Yu Kyung : Ini harus dimiliki.

Sekarang, Sun Hee makan malam bersama Ok Kyung, Gun Wook dan Yu Kyung. Tapi Gun Wook malas-malasan menyantap makan malamnya.

Sun Hee tanya, Gun Wook kenapa.

Gun Wook : Perutku menggangguku.

Ok Kyung : Lagi? Kau harus pergi ke dokter dan periksakan.

Gun Wook mual lagi dan lari ke kamar.

Yu Kyung ikutan mual juga dan menyusul Gun Wook.

Sun Hee curiga, Yu Kyung hamil.

Ok Kyung tak percaya.

Gun Wook dan Yu Kyung keluar kamar setelah mual mereka mereda.

Ok Kyung tanya, apa Yu Kyung hamil.

Gun Wook dan Yu Kyung kompak menyangkal.

Hee Kyung, Hyeok Sang dan Soo Yeon minum teh bersama.

Hyeok Sang : Rapat dewan dua hari lagi. Apa kau siap? Persiapkan dirimu. Ini tidak akan mudah.

Lalu Hye Bin pulang dan memberitahu bahwa Nyonya Choi sudah menetapkan tanggal pernikahan dia dan Hyun Seok.

Hye Bin : Dia mengatakan untuk segera menikah. Bu, rencanamu benar-benar berhasil.

Hyeok Sang : Rencana apa?

Hee Kyung : Selamat, Hye Bin. Kau mendapatkan apa yang kau inginkan.

Hyeok Sang beranjak ke ruang kerjanya.

Hee Kyung menyusul Hyeok Sang.

Soo Yeon tanya, apa Hye Bin sangat bahagia akan segera menikah.

Hye Bin : Ini bukan tentang menikah, tapi bersama pria yang kucintai. Kau akan merasakan hal yang sama setelah kau punya pacar.

Soo Yeon : Apa kau mengejekku karena aku tidak punya pacar? Aku punya.

Hye Bin : Kau punya?

Soo Yeon teringat Tae Gil memberinya bunga dan mengatakan amor mio.

Setelah itu, Soo Yeon tersadar dan meralat ucapannya kalau dia punya punya pacar.

Hyeok Sang tanya, kenapa mereka harus melakukan apapun yang diinginkan Nyonya Choi.

Hyeok Sang : Kita tidak akan mengubah tanggal pernikahan. Pertahankan sebagai 5 November.

Hee Kyung : Yeobo.

Hyeok Sang : Jika kau tidak serakah, aku tidak akan setuju dengan pernikahan ini.

Hee Kyung : Mengapa kau mengatakan ini sekarang? Kau sudah memberikan izin.

Hyeok Sang : Aku tidak mengizinkannya. Kau memutuskan sendiri.

Hee Kyung : Uang Nyonya Choi lebih penting dari pernikahan Hye Bin.

Hyeok Sang : Sekarang kau bahkan tidak akan meminta ku untuk membantu? Aku akan membantumu jika kau memintanya lagi.

Hee Kyung dengan wajah kesal meminta bantuan Hyeok Sang.

Hyeok Sang senang mendengarnya dan terus terusan meminta Hee Kyung memohon bantuannya.

Hee Kyung yang kesal, mau pergi tapi ditahan Hyeok Sang.

Hyeok Sang : Ini bukan saatnya untuk bangga.

Hee Kyung : Apa yang salah denganmu? Kau ingin aku menyerah pada Lora? Apakah kau membenciku?

Hyeok Sang : Tentu saja tidak. Mengapa aku membenci istri dan partner terbaikku?

Hee Kyung bicara dalam hatinya kalau dia tahu Hyeok Sang takut dia menjadi lebih hebat.

Hyeok Sang juga bicara dalam hati kalau dia tahu Hee Kyung berusaha menghalangi jalannya.

Hyeok Sang pun teringat percakapannya dengan Anggota Dewan Son di ruangannya.

Hyeok Sang bilang, impiannya sejak kecil adalah menjadi anggota dewan.

Hyeok Sang : Aku tidak punya orang lain untuk dipercaya selain kau.

Hyeok Sang lalu memberi Anggota Dewan Son bingkisan.

Anggota Dewan Son : Sebenarnya, tidak ada apa-apa yang tidak bisa aku capai setelah terjun ke dunia politik. Aku masih bisa merekrutmu sekarang. Aku pasti bisa melakukannya. Tetapi… ada masalah yang membuatku tidak melakukannya.

Hyeok Sang : Maaf? Maksud kau apa…

Anggota Dewan Son : Dia memintaku untuk memberinya tempatku. Min Hee Kyung.

Sontak Hyeok Sang kaget mendengarnya.

Flashback end…

Hyeok Sang bilang ke Hee kyung, kalau Lora akan baik-baik saja selama dia memiliki Hee Kyung tapi pemiliknya bisa saja berubah.

Hee Kyung : Apa maksudmu?

Hyeok Sang : Tidak peduli seberapa pintar seekor anjing, itu tidak bisa menggantikan tuannya. Jika anjing tidak mengibaskan ekornya saat tuannya memanggil, anjing itu adalah… kau harus menyingkirkan anjing itu. Kau tidak bisa menyingkirkan tuannya. Kau adalah wanita yang luar biasa. Berapa lama aku harus memberimu makan untuk memuaskan ambisi rahasiamu? Aku mencintaimu, Hee Kyung-ah.

Setelah itu, Hyeok Sang beranjak pergi.

Bersambung ke part 2….

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Mine Ep 4 Part 2
Read More

Mine Ep 4 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Mine Episode 4 Part 2, Untuk cara membaca linkrecap lengkap di tulisan yang ini ya.…
The Penthouse 2 Ep 19
Read More

The Penthouse 2 Ep 19

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse Season 2 Episode 19, Nih gaes untuk link daftarnya simakk di tulisan yang…