Red Shoes Ep 39 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 39 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini….

Hee Kyung langsung bica dengan Hyeok Sang.

Hee Kyung : Maksudmu dewan direksi tidak akan lunak? Apakah mereka akan menutup kita? Atau apa apakah mereka akan menjual kita ke perusahaan lain?

Hyeok Sang : Semua orang keluar untuk mendapatkanmu. Kita selalu bisa membuat merek sepatu baru. Tapi ini untuk Lora. Kau telah melakukan hal-hal terlalu ceroboh dan terburu-buru. Ada batas untuk kesabaranku.

Hee Kyung pucat pasi mendengarnya.

Melihat reaksi Hee Kyung yang terdiam dengan wajah pucat, Hyeok Sang pun mendekati Hee Kyung. Dia membelai pipi Hee Kyung dan tersenyum puas.

Hyeok Sang : Aku tidak bisa melindungimu selamanya.

Hee Kyung : Yeobo, tolong aku.

Hyeok Sang : Jangan bertingkah seperti pecundang. Kau kehilangan pesonamu. Kau harus selalu pamer pesona, seperti yang kau lakukan pada Anggota Dewan Son.

Hyeok Sang lalu memberitahu Hee Kyung bahwa pertemuan dewan direksi minggu depan.

Hyeok Sang lantas beranjak pergi, ninggalin Hee Kyung setelah mengatakan itu.

Sun Hee di Yangsan, lagi main game.

Dua pegawai Yangsan terus menatapnya. Mereka heran kenapa Sun Hee gak pergi-pergi juga. Sun Hee sudah dua jam disana. Mereka diskusi, gak bisa gitu mereka nyuruh Sun Hee pergi.

Lalu Yu Kyung datang dari dalam sambil membawa buku menu.

“Manajer Jung, apa kita akan membiarkan dia tetap disini?”

“Aku tidak tahu. Ini tidak seperti kita memiliki pelanggan.”

Yu Kyung lantas menghampiri Sun Hee.

Yu Kyung : Bibi, bukankah seharusnya kau pergi ke toko? Ibu pasti butuh bantuan.

Lah, Sun Hee nya cuek dan terus main game.

Tae Gil ngomelin Ok Kyung. Dia bilang, Ok Kyung yang salah.

Tae Gil : Bagaimana bisa kau mengatakan kau bos nya dan dia karyawan? Kau akan menjadi teman seumur hidupnya. Tidak bisakah kau mengatakan bahwa kalian adalah mitra?

Ok Kyung : Itu karena dia terus mengambil produk sesuka hatinya. Dia terus memberikannya kepada orang-orang kapan pun dia mau. Dia adalah orang yang sangat sibuk. Dia memberimu juga, kan?

Tae Gil : Apakah kau begitu kesal karena adikmu minum sedikit? Kau tidak punga hati.

Ok Kyung : Jika aku memikirkan kehangatan dan kasih sayang, aku tidak bisa mencari nafkah. Aku menjalankan bisnis di sini.

Gun Wook tiba-tiba datang.

Gun Wook : Eomma, kudengar kau bertengkar dengan bibi. Apa yang salah denganmu? Bibi sangat baik pada kami.

Ok Kyung : Siapa yang memberitahumu? Dia menelponmu?

Gun Wook : Ya.

Ok Kyung : Kau juga minu, kan? Kalian berdua minum sedikit obatnya?

Tae Gil dan Gun Wook kompak bilang iya. Ok Kyung makin kesal.

Tae Gil menyusul Sun Hee ke Yangsan.

Tae Gil : Mari kita kembali ke toko.

Sun Hee : Aku tidak mau.

Tae Gil : Tuan Yoon akan segera datang. Apakah kau akan duduk di sini sampai saat itu?

Sun Hee : Tae Gil dongsaeng, aku benar-benar tidak ingin melakukan ini, tapi….

Tae Gil pun akhirnya membawa paksa Sun Hee balik ke toko.

Sun Hee dan Ok Kyung masih saling mendiamkan.

Setelah beberapa saat, Ok Kyung memulai pembicaraan.

Ok Kyung : Apa yang salah denganmu? Berhenti bertingkah seperti anak kecil. Bagaimana bisa kau pergi hanya karena aku mengatakan itu? Kau seperti anak kecil.

Sun Hee menyindir Ok Kyung, apa masalahnya sajangnim? Kau bisa menyuruh karyawanmu untuk cuti. Haruskah aku secara resmi meminta cuti? Setengah hari?

Ok Kyung : Aku salah.

Sun Hee : Dimana kesalahan seorang bos? Kenapa kau mengatakan itu pada bawahanmu?

Ok Kyung : Hyungnim!

Sun Hee : Iya, sajangnim.

Ok Kyung : Aku sangat bodoh. Mengapa aku mengatakan itu? Ayo berhenti. Aku benar-benar otak burung. Kau bisa memanggilku otak burung. Aku tidak akan marah. Oke?

Sun Hee : Ya, kau adalah otak burung! Kau otak burung!

Sun Hee mengguncang-guncangkan kepala Ok Kyung.

Hyun Seok menghampiri Jin A yang mau pulang.

Hyun Seok : Mau pulang bersama? Aku akan mengantarmu. Tidak, ayo datangi Ki Seok.

Jin A : Jangan khawatir tentang itu. Aku baik-baik saja.

Hyun Seok : Haruskah aku membelikanmu cincin yang sama? Aku tidak ingin Ki Seok mengetahuinya. Dan jika dia tahu Hye Bin melakukannya, astaga, dia mungkin akan memukuliku sampai mati.

Jin A : Aku akan menjelaskannya padanya, jadi jangan khawatir.

Tiba-tiba Hye Bin datang

Hye Bin : Bagus. Aku senang kau masih di sini. Kim Jemma-ssi, Tuan Yoon meminta maaf padamu. Jadi aku juga akan meminta maaf.

Hyun Seok : Hye Bin-ah.

Hye Bin : Kau menyuruhku minta maaf, jadi aku minta maaf.

Hye Bin lalu mengganti cincin Jin A.

Hye Bin : Aku membelikanmu yang baru dari toko serba ada. Itu lebih murah dari yang kubayangkan. Tuan Yoon kaya. Kenapa dia melamar dengan cincin 2.000 dolar? Aku pikir harganya 20.000 dolar.

Jin A : Apa kau membeli label harga untuk lamaran? Kau belum dewasa dan menjijikkan. Aku pikir aku kelas tiga, tapi kau tidak sama. Aku bisa hidup dengan bangga sekarang. Aku kelas satu dibandingkan denganmu.

Jin A yang kesal, beranjak pergi.

Hye Bin tak terima dikatai.

Hye Bin : Penyihir itu. Dia kelas satu. Aku kelas tiga?

Hyun Seok : Kau kelas tiga.

Hye Bin : Oppa!

Hyun Seok : Selamat tinggal.

Hye Bin : Kau mau kemana.

Hyun Seok : Pulang, kemana lagi?

Hye Bin : Makan malam denganku.

Tapi Hyun Seok menolak dan beranjak pergi.

Hye Bin maksa, kubilang makan malam denganku!

Ki Seok yang baru saja mau meninggalkan Yangsan, dihubungi neneknya.

Nyonya Choi : Aku ingin berbicara denganmu, jadi pulanglah sekarang juga.

Ki Seok : Aku punya rencana malam ini.

Nyonya Choi : Jangan menjawabku! Bawa Kim Jemma dan pulang!

Ki Seok langsung pulang. Nyonya Choi pun membahas rekaman pembicaraan Hye Bin dan Jin A.

Nyonya Choi marah. Dia juga heran kenapa Jin A bisa mengatakan hal seperti itu.

Ki Seok diam saja, membuat Nyonya Choi tambah marah.

Ki Seok pun akhirnya menjawab. Dia bilang itu bukan salah Jin A.

Nyonya Choi semakin marah Ki Seok membela Jin A.

Ki Seok berusaha meyakinkan neneknya kalau itu kesalahpahaman.

Lalu Jin A datang dan melihat Bibi Ma tengah menguping di depan kamar nenek.

Bibi Ma melihat Jin A.

Jin A : Kudengar nenek ingin melihatku.

Bibi Ma : Ini mengerikan. Dia benar-benar marah.

Jin A pun masuk. Begitu masuk, Nyonya Choi langsung melempari Jin A dengan gelas.

Jin A dan Ki Seok syok melihat sikap Nyonya Choi.

Nyonya Choi memaki Jin A. Dia bilang Jin A tikus tercela.

Nyonya Choi : Beraninya kau menipuku?

Hyun Seok datang bersama Hye Bin.

Tak lama, mereka mendengar teriakan Ki Seok memanggil nenek.

Mereka langsung masuk.

Nyonya Choi collaps. Jin A dan Hye Bin syok melihatnya.

Ki Seok menyuruh Hyun Seok memanggil dokter.

Bibi Ma bergegas mengambil obat nenek dan memberikannya ke Ki Seok.

Sekarang, Jin A, Ki Seok, Hyun Seok dan Hye Bin duduk berempat. Hyun Seok minta penjelasan nenek kenapa. Ki Seok dan Jin A tak menjawab.

Bibi Ma datang membawa minuman.

Hyun Seok tanya ke Bibi Ma, neneknya kenapa.

Bibi Ma bilang, nenek jadi begitu sejak Hee Kyung datang tadi sore.

Hye Bin kaget, ibuku?

Jin A menatap Hye Bin. Dia curiga.

Hye Bin yang baru pulang, langsung cerita ke ibunya tentang Nyonya Choi yang collaps.

Hee Kyung senang mendengarnya, ttu bagus. Itu tidak membantumu jika dia hidup lama pula. Jujurlah, kau mau tinggal dengannya selama bertahun-tahun?

Hye Bin jujur, kalau dia tak pengen itu terjadi.

Hee Kyung : Lihat, itulah bagaimana perasaanmu.

Hye Bin : Tapi ibu, ketika kau menemui Nyonya Choi hari ini, kau mendengarkan rekaman itu?

Hee Kyung tertawa menatap wajahnya di cermin.

Hee Kyung : Ya. Dia perlu mendengarnya. Dengan begitu, dia tidak akan membiarkan Tuan Yoon menikahinya. Dengan begitu, kau dan Jemma tidak akan menjadi saudara ipar. Wanita tua itu bertindak keras, tapi dia pingsan.

Hye Bin menatap Hee Kyung dengan sorot mata sedih.

Melihat itu, Hee Kyung tanya kenapa.

Hye Bin : Apa arti Jemma bagimu?

Hee Kyung : Apa maksudmu? Kau terdengar seolah-olah Jemma adalah seseorang yang spesial bagiku.

Hye Bin : Seseorang yang spesial. Dia adalah putri yang kau lahirkan.

Sontak Hee Kyung kaget mendengarnya.

Hye Bin bilang dia tahu kalau Jemma adalah kakaknya.

Hye Bin lalu marah dan minta penjelasan kenapa Hee Kyung membohonginya soal itu.

Hye Bin : Kau sudah menikah sebelumnya. Dan kau punya anak itu, Kim Jemma! Aku membencimu! Kenapa harus dia! Kenapa harus Jemma!

Hye Bin berteriak dan menjatuhkan barang-barang di meja rias Hee Kyung.

Tapi itu semua hanya lamunan Hye Bin.

Hee Kyung tanya, kenapa Hye Bin melamun.

Hye Bin : Tidak.

Hee Kyung lalu memberi Hye Bin alat untuk mengencangkan wajah.

Hee Kyung : Kau perlu merawat kulitmu sampai pernikahan. Fokus pada kerutan di sekitar mata dan lehermu.

Di kamarnya, Jin A nangis. Tak lama, dia menerima pesan dari Ki Seok.

Ki Seok : Dokter Kim datang. Nenek sudah stabil sekarang. Jangan khawatir.

Jin A membalas, itu melegakan. Maaf, Oppa.

Lalu Ki Seok menelpon.

Ki Seok : Apa kau sangat khawatir? Ini akan baik-baik saja. Nenek akan segera berhenti marah.

Jin A : Apakah kau mendengar rekaman itu juga?

Ki Seok : Ya.

Jin A : Itu diedit dengan jahat. Apa yang aku katakan sebenarnya adalah …

Ki Seok : Diam. Aku tahu. Aku tahu lebih baik dari siapa pun bahwa kau tidak seperti itu.

Lalu Ki Seok mendengar suara tangis Jin A.

Ki Seok : Kau menangis lagi?

Jin A : Aku kesal dan merasa tidak enak.

Ki Seok : Berjanjilah untuk tidak menangis lagi. Pria benci melihat wanita menangis. Melihat wanita yang mereka cintai menangis… lebih menghancurkan hati pria. Itu membuat mereka menangis. Itu menyakitkan. Jemma, apa kau mendengar hatiku menangis barusan?

Mendengar itu, Jin A sedikit tertawa.

Jin A : Aku terlalu malu. Aku harus menutup telepon.

Ki Seok : Kisah cinta bukan urusanku. Kisah cinta juga bukan milikku, tapi aku akan mencoba untuk membuat hal ketika aku bersamamu.

Jin A : Kau pasti lelah. Pergi tidur.

Ki Seok : Oke. Selamat malam.

Jin A mencium ponselnya dan mendekapnya di dada.

Jin A : Aku mencintaimu.

Ki Seok membalas, aku juga mencintaimu Kim Jemma.

Paginya, Jin A memblender sesuatu.

Sun Hee terbangun. Dia keluar dari kamar dan masuk ke dapur.

Sun Hee : Suara berisik apa ini pagi-pagi? Apa yang kau lakukan?

Jin A : Nenek sedang tidak enak badan, jadi aku membuatkan bubur abalon untuknya.

Sun Hee : Kau bahkan belum menikah. Sulit menjadi menantu perempuan.

Jin A : Aku membuat cukup untuk keluarga, jadi tidak perlu membuat sarapan.

Sun Hee : Oke.

Jin A mampir ke rumah Nyonya Choi.

Bibi Ma : Apa yang membawamu kemari? Kau tidak pergi bekerja?

Jin A : Bagaimana nenek?

Bibi Ma : Dia sedikit lebih baik, tapi dia pasti masih kesal. Dia tidak tidur sama sekali tadi malam.

Jin A : Aku membuat beberapa bubur.

BIbi Ma : Oke.

Di kamarnya, Nyonya Choi menangis menatap foto Myung Jun.

Nyonya Choi : Aku tidak punya banyak waktu lagi untuk hidup. Dimana kauu, Myung Jun? Aku ingin melihatmu sebelum aku mati. Lalu aku bisa mati dengan tenang. Kepada siapa akankah aku memberikan cintaku sekarang? Aku tidak bisa mempercayai siapa pun.

Tak lama, Jin A masuk membawa bubur.

Nyonya Choi masih marah, apa masalahmu!

Jin A : Nenek, aku membuat bubur untukmu.

Nyonya Choi pun mencampakkan bubur dari Jin A itu ke lantai.

Bersambung………..

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Start Up Ep 8 Part 2
Read More

Start Up Ep 8 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Start Up Episode 8 Part 2, Biar paham cerita spoiler untuk Episode sebelumnya cek di…
True Beauty Ep 3 Part 2
Read More

True Beauty Ep 3 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis True Beauty Episode 3 Part 2, Jika Kalian mencari daftar lengkap selengkapnya lihat langsung di…
Summer Guys Ep 1
Read More

Summer Guys Ep 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Summer Guys Episode 1, Lihat yuk cerita lengkap daftarnya ada di tulisan yang ini. Diawali…