Red Shoes Ep 39 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 39 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini….

Hye Bin mendengarkan rekaman pembicaraannya dengan Jin A ke Hee Kyung.

Hye Bin : Aku tahu itu. Aku benar. Kau merayunya karena uangnya.

Jin A : Jadi? Apa itu ada hubungannya denganmu?

Hye Bin : Aku tidak mau punya ipar yang brengsek dan licik. Dan tegasnya, itu uang nenek. Akui itu untuk uangnya. Itu sebabnya kau mendekati Ki Seok dan bertindak nekat dengan neneknya! Bahwa kau melakukannya agar terlihat bagus.

Jin A : Baiklah, aku mengakuinya. Bahwa semua ini bukan untuk uang, tapi untuk cinta.

Hye Bin menghentikan rekamannya.

Hye Bin : Bagaimana?

Hee Kyung mengulang rekaman itu lagi, tapi di bagian ‘Akui itu untuk uangnya’.

Hye Bin : Akui itu untuk uangnya. Kau mendekati Ki Seok dan bertindak nekad terhadap neneknya. Bahwa kau melakukannya agar terlihat bagus.

Jin A : Baik, aku mengakuinya.

Hee Kyung menghentikan rekaman itu.

Hee Kyung : Ini dia. Sampai sini. Hapus bagian setelahnya.

Mendengar itu, Hye Bin tersenyum licik.

Jin A yang tengah bekerja, tiba-tiba menatap tasnya. Lalu dia tersenyum dan mengeluarkan kotak cincinnya. Dia membuka kotaknya dan mengambil cincinnya. Dia menatap cincinnya cukup lama.

Tak lama, Hyun Seok datang.

Hyun Seok : Cantik sekali. Apakah kau begitu bahagia?

Jin A : Cantik sekali. Apa nenek juga tahu?

Hyun Seok : Ya.

Jin A : Apa yang dia katakan? Bukankah dia kesal?

Hyun Seok : Sungguh pertanyaan yang bodoh. Kau tidak menikahinya.Lihat aku. Tidakkah kau ingat berapa banyak pimpinan membenciku pada awalnya? Tapi apa yang terjadi akhirnya? Aku bertunangan dengan putrinya.

Jin A : Aku pikir ini berbeda.

Hyun Seok : Kim Jemma-ssi, jangan terganggu oleh hal-hal konyol. Kembali bekerja. Kita ada rapat.

Hyun Seok pun pergi.

Setelah itu, Hye Bin datang dan melihat Jin A menyimpan cincin di dalam tas.

Setelah menyimpan cincinnya, Jin A pun menyusul Hyun Seok.

-PulseKrill56-

Ok Kyung sedang merayu pembeli untuk membeli dagangannya.

Akhirnya si pembeli tertarik untuk membeli. Ok Kyung senang dan langsung mengambil kotak di rak tengah. Tapi saat memegang kotaknya, dia merasa ada yang aneh. Dia mengguncangkan kotaknya. Setelah itu dia memeriksa kotaknya dan terkejut kotaknya kosong.

Ok Kyung lalu mengambil kotak yang lain dan memberikannya ke pembeli.

Setelah pembeli pergi, dia mengambil kotak yang kosong itu dan heran kenapa kotaknya mendadak kosong.Sun Hee. Apa yang terjadi di sini?

Lalu Sun Hee datang. Ok Kyung minta penjelasan kenapa kotak itu kosong.

Sun Hee jujur, kalau dia memberikannya ke Tae Gil. Dia bilang, Tae Gil sedang tidak enak badan.

Ok Kyung marah, aku bosnya! Seharusnya kau bertanya dulu padaku bukannya diam-diam mengambilnya dan memberikannya padanya. Ini bisnis. Aku bosnya, dan bahkan aku tidak melakukannya. Jika kau terus melakukan sesuatu seperti itu…

Sun Hee tersinggung, kau bosnya, dan bahkan kau tidak melakukannya? Siapa bos nya? Apa kau bos nya? Lalu aku apa? Aku apa otak burung!

Hee Kyung memegang alat perekam dan bertanya-tanya, haruskah dia mengakhirinya dengan itu.

Manajer Yeo datang, dan bicara soal produk baru. Tapi Hee Kyung bilang dia sibuk dan langsung pergi.

Hee Kyung menemui Nyonya Choi. Nyonya Choi tanya alasan Hee Kyung datang menemuinya di tengah jam kerja.

Hee Kyung : Hye Bin sedang mengalami masa-masa yang sangat sulit akhir-akhir ini karena Jemma dan Hyun Seok.

Nyonya Choi : Karena Hyun Seok dan Jemma?

Hee Kyung : Ya. Mereka begitu dekat, ada rumor beredar di perusahaan. Bahwa Jemma merayu Hyun Seok…

Nyonya Choi langsung sewot, hei, bagaimana bisa mereka mengatakan hal yang begitu menyedihkan!

Hee Kyung : Ini jelas salah paham. Tapi bagaimana perasaan Hye Bin? Dia tunangannya. Ini tidak seperti kita bisa mengetahuinya siapa yang memulainya. Dan kita tidak bisa marah pada Hyun Seok.

Nyonya Choi : Yang kutahu, Jemma dekat dengan Ki Seok.

Hee Kyung : Itu yang membuatnya lebih hina dan mengerikan. Sebenarnya, perusahaan sepatu lain pasti mencoba mengintainya. Sungguh memalukan bagi kami, tapi mungkin kesempatan bagus untuk Jemma.

Nyonya Choi menatap kesal Hee Kyung dan bicara dalam hati.

Nyonya Choi : Kau kasar padanya dan sekarang kau ingin mengusirnya?

Nyonya Choi lalu berkata, bahwa akar masalahnya adalah Hyun Seok.

Nyonya Choi : Dia sudah terlalu lama berada di luar negeri. Dia terlalu berjiwa bebas. Aku pikir itu penyebabnya. Aku akan memarahinya agar dia mengerti. Aku bisa membuatnya mengundurkan diri jika perlu.

Mendengar itu, Hee Kyung tak puas.

Nyonya Choi bilang impian Jin A adalah menjadi seoran desainer.

Nyonya Choi : Dia membuktikan bakatnya dan mendapat wawancara di sebuah majalah. Aku tidak seharusnya menyuruhnya berhenti, bukan?

Hee Kyung : Bagaimana jika bakat itu adalah bakat yang berbeda?

Hee Kyung pun mendengarkan rekaman pembicaraan Hye Bin dan Jin A yang sudah dieditnya.

Hye Bin : Aku tahu itu. Aku benar. Kau merayunya karena uangnya.

Jin A : Baiklah, aku mengakuinya.

Selesai meeting, semua kembali ke meja mereka.

Jin A kemudian kaget melihat tasnya dalam posisi terbuka.

Jin A pun bergegas memeriksa tasnya. Dia bahkan membongkar isi tasnya, mencari cincinnya.

Hye Bin menatap Jin A dengan tatapan puas.

Setelah itu dia beranjak pergi.

Hyun Seok melihat Hye Bin pergi, lalu dia menatap Jin A.

Tae Ha tanya, apa Jin A kehilangan sesuatu.

Jin A bilang cincinnya hilang.

Hye Bin mencuri cincin Jin A.

Dia berdiri di atap gedung.

Hye Bin lalu mengeluarkan cincin itu dari kotaknya dan melemparkan cincin itu ke bawah gedung.

Jin A terus mencari dan tidak bisa menemukan cincinnya.

Dia terduduk lemas di kursinya. Lalu dia menatap ke arah kursi Hye Bin.

Menyadari sesuatu, Jin A pun langsung pergi mencari Hye Bin.

Hyun Seok yang melihat Jin A pergi, ikut menyusul Jin A.

Hyun Seok dan Jin A ke atap gedung menyusul Hye Bin.

Hye Bin yang melihat mereka, kaget dan langsung menyembunyikan kotak cincin ke balik celananya.

Jin A melihat itu. Dia kaget dan mengambil kotak cincinnya.

Jin A : Jadi kau mengambilnya?

Hye Bin gelagapan, tidak… aku penasaran.

Jin A membuka kotak cincinnya dan.. cincinnya hilang.

Jin A : Dimana cincinnya?

Hye Bin : Itu kosong.

Jin A : Jangan berbohong padaku. Dimana itu!

Hye Bin : Itu kosong!

Hyun Seok membela Jin A.

Hyun Seok : Hye Bin-ah, aku melihatnya. Cincin itu ada di dalam kotak itu. Dimana itu?

Lucunya, Hye Bin tak terima disalahin.

Hye Bin : Oppa!

Jin A : Beri aku cincinnya. Dimana itu!

Jin A bahkan mencoba menggeledah Hye Bin.

Hye Bin : Aku membuangnya! Aku membuangnya. Aku bisa membelikanmu yang baru. Aku akan membelikanmu yang sama! Aku akan membayarnya!

Jin A kesal, kau benar-benar….

Jin A yang kesal, memilih pergi.

Hyun Seok : Apa yang salah denganmu?

Hye Bin : Kau seperti tidak tahu saja. Itu karenamu!

Hyun Seok : Apa yang kulakukan sampai kau…

Hye Bin : Lihat dirimu bahkan sekarang. Kau berada di sisinya, bukan aku! Kau ingin menunda pernikahan kita karena Ki Seok melamarnya! Mengapa kita harus melakukan itu! Kenapa pernikahan kita harus ditunda karena wanita itu!

Hye Bin beranjak pergi. Hyun Seok kesal.

Hee Kyung kembali ke ruangannya dan teringat reaksi Nyonya Choi saat dia mendengarkan rekaman pembicaraan Hye Bin dan Jin A yang sudah dieditnya.

Hee Kyung lantas mengaku masih ada lagi rekamannya tapi dia tak bisa mendengarkan itu ke Nyonya Choi.

Hee Kyung : Kim Jemma, bukan gadis biasa.

Nyonya Choi : Min Daepyeo, izinkan aku menanyakan sesuatu. Mengapa kau melakukan ini? Apa yang kau kejar?

Hee Kyung : Apa maksudmu? Aku tidak mengejar apapun. Kenapa aku harus…

Nyonya Choi : Keluar! Ahjumma, tamu kita akan pergi! Jadi buka pintunya!

Lalu Ahjumma Ahn datang.

Hee Kyung terpaksa berdiri.

Tapi Nyonya Choi kembali memperingatkan Hee Kyung.

Nyonya Choi : Jangan kau datang padaku untuk hal-hal bodoh. Jika itu untuk meminjam uang atau membayarnya kembali, kau selalu datang. Namun, aku menolak sampah seperti ini. Benar juga. Apa kau tahu berapa banyak kau harus membayar bulan ini? Aku percaya… itu jumlah yang cukup besar.

Hee Kyung marah, hanya uang diketahui wanita tua itu. Berapa lama kau pikir kau akan hidup? Tunggu dan lihat. Hye Bin akan mendapatkan semua uang itu.

Manajer Yeo masuk tanpa mengetuk pintu.

Hee Kyung : Apa itu? Tidak bisakah kau mengetuk?

Manajer Yeo : Aku minta maaf. Tapi itu mendesak. Aku pikir dewan akan rapat lebih cepat dari yang diharapkan.

Hee Kyung kaget.

Bersambung ke part 2…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Undercover Ep 6 Part 1
Read More

Undercover Ep 6 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Undercover Episode 6 Part 1, Kumpulan recap-recapnya langsung saja ke tulisan yang ini. Jika Kalian…
The Penthouse 2 Ep 1
Read More

The Penthouse 2 Ep 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse 2 Episode 1, Daftar selengkapnya ada di tulisan yang ini. Semua orang sedang…
Youth of May Ep 22
Read More

Youth of May Ep 22

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Youth of May Episode 22, Jika ingin membaca full deretan lengkap simak link recapnya di…