Red Shoes Ep 37 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 37 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini….

Di kamarnya, Hye Bin minum-minum.

Dia duduk di lantai, bersender ke kasurnya dan terus meminum miras langsung dari botolnya sambil memikirkan kata-kata Hyun Seok dan Jin A.

Hyun Seok : Lalu apa ini? Ini rekaman keamanan dari kolam. Kau ingin melihatnya sendiri? Apa yang kau lakukan pada Kim Jemma?

Jin A : Si bodoh Kwon Hye Bin mengubah jumlah pesanan di komputerku, tidak menyadari bahwa dia sedang terekam kamera CCTV. Dan aku menemukannya. Aku hanya memberikan padanya.

Hye Bin marah, beraninya kau…. beraninya kau menipuku! Beraninya kau melakukan itu padaku! Aku akan membuatmu membayar.

Hye Bin berdiri dan mengirimkan video ‘ciuman’ Jin A dan Hyun Seok ke seseorang.

Ki Seok yang baru pulang, langsung diajak Hyun Seok minum bir.

Ki Seok setuju. Hyun Seok pergi duluan ke dapur.

Saat itulah, Ki Seok menerima kiriman video ‘ciuman’ Jin A dan Hyun Seok dari Hye Bin.

Ki Seok terkejut dan marah.

Ki Seok menyusul Hyun Seok ke dapur dan memukul Hyun Seok.

Hyun Seok marah dipukul tanpa alasan.

Tapi Ki Seok mencengkram Hyun Seok.

Hyun Seok menyuruh Ki Seok bicara.

Ki Seok : Kau sampah. Kau mau mati!

Hyun Seok : Apa yang merasukimu? Setidaknya katakan padaku apa itu!

Ki Seok : Kau brengsek! Ternyata itu karena kau! Bagaimana bisa kau lakukan itu pada Jemma saat kau sudah memiliki tunangan! Kau bukan adikku! Kau sampah!

Ki Seok pergi.

Saat dia menuju pintu keluar, dia papasan dengan Bibi Ma.

Bibi Ma lalu mendengar teriakan Hyun Seok dari dapur.

Dia bergegas ke dapur dan melihat Hyun Seok marah-marah.

Hee Kyung ke kamar Hye Bin. Dia langsung menutup hidungnya karena bau alkohol yang menyengat. Dia juga terkejut melihat beberapa botol miras di lantai.

Hee Kyung menyuruh Hye Bin bangun.

Hee Kyung : Bangun sebelum ayahmu tahu.

Hye Bin gak mau. Hee Kyung memaksa.

Hye Bin : Tidak mau! Jika kau di posisiku, apa kau akan pergi bekerja?

Hee Kyung : Ini hanya akan menyakitimu. Sudah kubilang, kau hanya menguntungkan Kim Jemma.

Hyeok Sang pun masuk dan menyuruh Hye Bin berhenti dari Lora.

Hyeok Sang bilang, Hye Bin sama sekali tidak memenuhi syarat untuk bekerja di Lora, tapi dia tetap menerima Hye Bin dan menaruh Hye Bin sebagai manajer pemasaran karena Hye Bin adalah putrinya.

Hye Bin marah, Kim Jemma yang harus berhenti! Dia bahkan tidak lulus kuliah dan masuk ke perusahaan karena Nyonya Choi. Kenapa aku yang harus keluar!

Hyeok Sang : Setidaknya dia bukan penipu. Kau pikir kami menghabiskan uang banyak untuk kau belajar di luar negeri agar kau bisa menyia-nyiakan hidupmu untuk sampah itu? Jika kau terus begini, lupakan pernikahan dan kembali ke US! Pergi belajar lebih banyak. Kau perlu diajari.

Hyeok Sang keluar.

Hye Bin ngamuk.

Hee Kyung menyusul Hyeok Sang ke kamar.

Hyeok Sang meminta Hee Kyung berhenti memihak Hye Bin.

Hye Bin : Dia anak kita satu-satunya. Haruskah kau begitu keras padanya?

Hyeok Sang : Anak kita satu-satunya? Perusahaan hampir jatuh karena dia. Dia membuat kita memesan puluhan ribu kasur dengan memalsukan pesanan. Apakah kau tahu seberapa besar kerugiannya? Kita bisa menderita?

Hee Kyung : Apakah uang bodoh itu lebih penting daripada anakmu?

Hyeok Sang : Kau adalah satu-satunya yang tidak bisa menolak permintaan Nyonya Choi dan mempekerjakan Kim Jemma karena uang bodoh itu.

Hee Kyung : Ya, aku melakukannya. Aku membawanya ke tempat kerja untuk tidak main mata dengan cowok.

Hyeok Sang : Apa? Penggoda? Apakah ini tentang aku lagi?

Hee Kyung : Dia baik-baik saja sebelumnya. Menurutmu mengapa Hye Bin melakukan itu padanya? Jika Hye Bin adalah orang bodoh yang naif, Kim Jemma adalah rubah yang licik. Seekor rubah berekor sembilan. Dan pria mudah jatuh cinta dengan senyum dan kata-kata manis rubah itu. Sama seperti kau.

Hee Kyung beranjak keluar.

*Gw penasaran kenapa Hee Kyung sebenci itu sama Jin A, padahal Jin A juga anaknya. Apa karena Jin A bukan buah cintanya dengan pria yang dicintainya? Makanya dia gak punya rasa sayang ke Jin A? Penasaran endingnya gimana ntar mereka.

Nyonya Choi yang sarapan bersama Bibi Ma, terkejut diberitahu Ma tentang Hyun Seok dan Ki Seok yang berkelahi.

Bibi Ma bilang, mereka berkelahi tadi malam dan itu benar-benar buruk.

Nyonya Choi : Anak-anak nakal itu. Mengapa mereka masih berkelahi di usia mereka? Menurutmu kenapa mereka berkelahi?

Bibi Ma : Aku tidak yakin.

Nyonya Choi : Mereka bahkan pergi bersama, tapi mereka bertengkar?

Nyonya Choi meraih ponselnya.

Bibi Ma langsung melarang Nyonya Choi menghubungi mereka. Dia bilang, jika mereka tahu dia yang mengadu maka mereka akan membencinya.

Tapi Nyonya Choi tetap saja menelpon. Dia menghubungi Ki Seok.

Nyonya Choi : Apa kau dan adikmu berkelahi tadi malam?

Ki Seok terkejut Nyonya Choi tahu.

Ki Seok : Tidak, Nenek. Jangan khawatir tentang itu.

Nyonya Choi : Apa itu? Apa yang membuat kakak beradik bertengkar?

Ki Seok : Maafkan aku. Tidak ada apa-apa. Jadi jangan khawatir tentang itu.

Usai bicara dengan neneknya, Ki Seok melihat lagi video Jin A dan Hyun Seok ‘ciuman’.

Dia berpikir sejenak, lalu menaruh ponselnya di atas meja.

Tae Gil dan Gun Wook berantem gara-gara cermin.

Gun Wook kesal karena Tae Gil menguasai cermin.

Gun Wook : Paman, menyingkir. Biarkan aku pakai cerminnya juga.

Tae Gil : Kau dikelilingi cermin saat bekerja! Haruskah kau memakai cermin di rumah juga?

Gun Wook : Itu setelah aku mulai bekerja!

Tae Gil : Aku ingin terlihat rapi juga. Satu-satunya keponakanku sama sekali tidak berguna.

Tae Gil lanjut memakai cermin.

Gun Wook yang kesal, mendorong Tae Gil dan memakai cermin.

Tae Gil : Apa masalahmu? Aku lagi memakainya!

Gun Wook : Ini kamarku!

Tae Gil : Aku yang membeli cermin ini!

Adegan berpindah ke Jin A yang pergi ke depan kamar ibunya. Dia pamit untuk bekerja.

Sun Hee kemudian keluar, membawa sekantung vitamin. Dia meminta Jin A memberikan vitamin itu ke Hye Bin.

Jin A heran, apa? Mengapa?

Hye Bin : Dia datang ke toko sebelumnya. Dia membayar tapi lupa mengambilnya. Itu benar-benar menggangguku. Jadi bisakah kau membawanya ke dia?

Jin A yang malas, berkata nanti.

Sun Hee : Astaga. Nanti kapan? Aku yakin itu merepotkan, tapi kau harus memberikannya ke dia.

Terpaksalah Jin A membawanya.

Begitu sampai kantor, dia langsung memberikannya ke Hye Bin.

Hye Bin menyuruh Jin A menaruh vitamin itu di mejanya.

Hyun Seok mengajak Jin A bicara.

Sontak, Hye Bin makin panas.

Jin A terkejut mendengar cerita Hyun Seok.

Hyun Seok : Aku pikir kakakku salah paham terhadap hubungan kita. Kau tahu dia memukulku dengan keras. Sial! Aku pikir dia mematahkan rahangku. Dia marah tiba-tiba tadi malam. Apa dia tidak menelponmu?

Jin A : Tapi bagaimana dia…

Hyun Seok : Aku tidak tahu, tapi aku rasa Hye Bin mengatakan sesuatu atau mengiriminya video.

Jin A : Video?

Hyun Seok : Ingat saat kita dalam liburan? Seekor nyamuk mendarat di bibirmu jadi aku menangkapnya untukmu. Hye Bin pasti melihatnya. Dia bahkan mengambil video. Maaf. Ini adalah kesalahanku.

Jin A pun mengangguk dan tidak menyalahkan Hyun Seok.

Di ruangannya, Soo Yeon sedang menjahit. Tapi dia menjatuhkan jarum jahitnya.

Soo Yeon : Aku menjatuhkan jahitan lagi. Mereka bilang merajut adalah yang terbaik untuk memerangi demensia.

Tae Gil masuk, dengan penampilan baru. Sampai2 Soo Yeon tak mengenalinya.

Soo Yeon : Siapa kau?

Tae Gil : Amor mio.

Setelah mengatakan itu, Tae Gil langsung pergi.

Soo Yeon terheran-heran, apa itu tadi?

Hye Bin melamun di depan jendela, sambil memegang gelasnya.

Dia bicara dalam hati, Kim Jemma adalah kakakku? Tidak. Itu tidak mungkin. Tentu saja tidak.

Lalu Jin A datang dan bertanya, kenapa Hye Bin datang ke toko ibunya.

Hye Bin menjawab sinis, untuk membantu orang miskin. Itu sebabnya aku jauh-jauh kesana. Apakah itu juga membuatmu tidak bahagia?

Jin A tersenyum, kau melakukan perbuatan baik. Kau membiarkan orang miskin menghasilkan uang. Terima kasih.

Hye Bin makin kesal sama Jin A.

Jin A lalu tanya, kenapa Hye Bin melakukan itu padanya di kolam.

Jin A : Apa kau benar-benar mau membunuhku?

Hye Bin : Bagaimana jika iya?

Jin A : Setidaknya beritahu aku alasannya. Kau bersikap seperti kau akan melakukan apa saja untukku. Jadi kenapa kau ingin membunuhku?

Hye Bin : Aku punya terlalu banyak alasan.

Jin A : Jika kau sangat membenciku, kau seharusnya melakukannya dengan benar. Ingin kakak mengajarimu?

Hye Bin lalu berkata dalam hatinya, kalau Jin A bukan kakaknya.

Jin A : Siapa yang kau ikuti sampai kau begitu licik? Apa ibumu atau ayahmu yang meninggal saat kau kecil?

Mendengar ayahnya dibawa-bawa, Jin A marah dan menampar Hye Bin.

Jin A : Jaga bicaramu! Kau tidak tahu apa-apa. Beraninya kau menyebut ayahku?

Hye Bin balas menyiram Jin A.

Hye Bin : Kau membalikkan keadaan di Lora segera setelah kau datang dan kasar pada ibuku. Kau merayu ayahku dan Hyun Seok!

Hyun Seok datang, cukup!

Jin A pun pergi dengan wajah kesal.

Hyun Seok minta penjelasan atas sikap Hye Bin. Dia bilang, dia sudah menjelaskan bahwa itu tidak benar, tapi kenapa Hye Bin masih begini.

Hyun Seok : Kim Jemma tidak ada hubungannya dengan perasaanku padamu. Dia tidak pernah melakukannya dan dia tidak akan pernah melakukannya.

Hye Bin yang tahu Hyun Seok mencintai Jin A, berkata dalam hati kalau Hyun Seok bohong.

Hyun Seok : Aku yakin kau punya alasan lain. Sesuatu yang aku dan Jemma tidak tahu. Katakan padaku. Apa itu? Hye Bin-ah.

Hye Bin : Oppa, aku mencintaimu. Itu sebabnya aku lebih membenci Jemma!

Hyun Seok : Jadi? Apakah kau mengirim video itu pada kakakku untuk menyakiti Jemma? Tidak ada yang terjadi dalam video itu antara aku dan Jemma!

Hye Bin : Betul sekali. Aku mengirimnya. Jemma satu-satunya orang yang menghancurkanku! Tahukah kau berapa banyak orang yang sengsara karena dia?

Hyun Seok : Tidak. Kaulah yang merusak dirimu sendiri. Kecemburuan dan kebencianmu sedang membuatmu dan kita semua sengsara.

Hye Bin : Itu tidak benar. Itu tidak benar!

Hye Bin pun pergi.

Jin A mengirimkan pesan ke Ki Seok.

Jin A : Oppa, telepon aku. Aku akan menunggu.

Ye Eun tiba-tiba datang, ternyata kau disini.

Ye Eun : Tidak apa-apa istirahat, tapi harusnya kau memeriksa ponselmu.

Jin A : Maaf, apa kau mencariku?

Ye Eun : Pak Yoon dan Bu Kwon keluar, kau juga. Pergi ke kantor pimpinan. Dia menyuruhmu datang.

Jin A mengerti dan bergegas pergi.

Bersambung ke part 2…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Hush Ep 7 Part 4
Read More

Hush Ep 7 Part 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hush Episode 7 Part 4, Silahkan bisa disimak full recapnya juga gaes di tulisan yang…
The Sweet Blood Ep 7
Read More

The Sweet Blood Ep 7

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Sweet Blood Episode 7 (Gadis Vampir), Untuk menemukan rekap dengan keseluruhan link EP di…
Penthouse Ep 14 Part 2
Read More

Penthouse Ep 14 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Penthouse Episode 14 Part 2, Untuk langsung baca daftarnya ada di tulisan yang ini. Jika…
Read More

Red Shoes Ep 36 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 36 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…