Red Shoes Ep 35 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 35 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.

Tae Gil tak bisa tidur, dia terus dan terus memikirkan Soo Yeon.

Tae Gil lalu duduk dan memukul-mukul pipinya. Dia mencoba menyadarkan dirinya agar berhenti memikirkan Soo Yeon.

Gun Wook masuk ke kamar. Dia baru selesai mandi dan terkejut melihat pamannya memukul-mukul pipi sendiri.

Gun Wook tanya apa yang salah.

Tae Gil pun merebahkan dirinya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

Gun Wook yang ngeri, bergegas ke kamar ibunya.

Gun Wook : Ibu, bibi. Ada yang salah dengan paman. Dia terus menampar wajahnya sendiri. Aku pikir dia kehilangan akal sehatnya.

Ok Kyung : Ini bisa dimengerti. Dia di depan kompor panas sepanjang hari dalam cuaca panas ini. Bagaimana mungkin dia tidak kehilangan akal sehatnya? Aku juga akan kehilangan akal.

Gun Wook : Pergi periksa dia. Aku takut.

Hee Kyung yang baru bangun, terkejut melihat Hyeok Sang tidak berada disampingnya.

Hee Kyung lantas turun dari tempat tidurnya dan beranjak keluar.

Begitu keluar kamar, dia mendapati Hyeok Sang duduk di ruang tengah membaca koran.

Hyeok Sang : Kau sudah bangun? Aku membangunkanmu tapi tidurmu nyenyak. Aku mengadakan pertemuan pagi ini di sebuah hotel. Aku harus pergi lebih awal, jadi kau bisa tidur lagi.

Hee Kyung : Tadi malam kau….

Hyeok Sang lalu mengatakan, dia memiliki malam yang indah dengan Jemma.

Dia juga memuji Jemma sebagai teman minum yang baik.

Hyeok Sang pun pergi ke ruang kerjanya. Dia mengambil jasnya. Hee Kyung teringat ancaman Jin A.

Jin A : Cam kan kata-kataku. Tidak mampu melakukan sesuatu dan tidak melakukannya benar-benar berbeda. Dengan kata lain, aku bisa melakukannya kapan pun aku mau jika aku mau.

Hee Kyung pun menyusul suaminya ke ruang kerja.

Hee Kyung : Yeobo, tidakkah kau tahu apa yang terjadi kemarin? Tapi kau bersenang-senang minum? Dengan Kim Jemma, si penyihir itu?

Hyeok Sang : Mengapa? Apa tidak boleh? Jemma adalah karyawan kita.

Hee Kyung : Ya, dia seorang karyawan, tapi dia seorang wanita.

Hyeok Sang : Seorang wanita. Betapa vulgarnya. Apakah kau selalu kekurangan kelas? Aku sibuk. Minggir.

Hyeok Sang beranjak keluar. Hee Kyung menyusul Hyeok Sang.

Soo Yeon keluar dan melihat keduanya bertengkar. Dia terkejut dan masuk lagi ke dapur.

Hee Kyung : Apa yang salah denganmu? Kau tidak seperti ini sebelumnya.

Hyeok Sang : Apa maksudmu?

Hee Kyung : Kenapa kau berubah?

Hyeok Sang : Bukan aku yang berubah. Kaulah yang berubah. Aku sudah mencoba semua yang kubisa untuk mendapatkan cintamu kembali. Aku melawan ibuku dan membawamu ke sini. Aku meluncurkan merek Lora dan menawarkannya padamu untuk memenangkan cintamu. Kau lupa kenapa Berthe tidak ada lagi? Kau memohon padaku tanpa henti untuk mengubah nama Berthe agar mendapatkan lebih banyak pengakuan terhadap Lora. Aku menyerahkan segalanya dan melakukan segalanya untukmu!

Hee Kyung : Jadi? Apa kau menderita kerugian?

Hyeok Sang : Siapa yang memulai denganku dan menampar wajahku? Aku ingin menceraikanmu, tapi aku membatalkannya karena kau memohon dan memohon. Aku pikir, aku harus melakukan yang aku bisa sebagai suami. Tapi aku salah.

Hee Kyung : Aku melakukan bagianku juga. Akulah yang membangun Lora menjadi seperti sekarang ini. Akulah yang membiarkanmu menerima penghargaan perdana menteri dan Penghargaan Presiden. Impianmu menjadi anggota dewan, jadi aku membuat koneksi untuk mengirimmu ke sana.

Hyeok Sang : Tetapi bagaimana hasilnya?

Hee Kyung pun terdiam.

Hyeok Sang menatap tajam Hee Kyung.

Hyeok Sang : Min Hee Kyung, sudah waktunya bagi kita untuk terpisah sekarang. Kau pikir aku akan terus memenuhi keserakahanmu? Hanya karena kita berbagi rahasia bukan berarti aku wajib untuk berada di sisimu selamanya. Bagiku, kau bukan lagi seorang wanita. Kau bukan apa-apa selain pasangan kerja yang aku butuhkan.

Hyeok Sang pergi.

Hee Kyung syok dan jatuh terduduk.

Soo Yeon keluar dan menatap Hee Kyung sambil bertanya-tanya, rahasia apa yang mereka punya.

Di kantor, Hye Bin mengirimi Jin A pesan.

Hye Bin mengajak Jin A bicara.

Jin A menatap Hye Bin. Hye Bin mengajak Jin A keluar.

Hye Bin meminta maaf pada Jin A.

Jin A terlihat kesal, apakah kau merasa baik-baik saja, Kwon Hye Bin Timjang-nim?

Hye Bin : Aku sangat mengerikan. Bisakah kau memaafkanku?

Jin A : Seperti yang aku katakan, setelah proyek selesai…

Hye Bin : Ini sudah berakhir. Kau diakui sebagai yang terbaik. Tentu saja, aku juga berperan.

Jin A kesal, Kwon Timjang.

Hye Bin merengek, meminta Jin A berhenti bersikap dingin dan formal. Dia mengajak Jin A berteman seperti dulu lagi. Dia juga bilang, sangat menyukai Jin A seperti kakaknya.

Dalam hati, Hye Bin mengakui Jin A sebagai kakaknya.

Jin A juga mengakui Hye Bin sebagai adiknya.

Jin A : Betapa menyenangkannya jika kita tidak bertemu seperti ini?

Melihat Jin A tersenyum, Hye Bin senang.

Hye Bin : Kau tidak marah lagi, kan?

Tapi Hye Bin mengatakan hal lain lagi dalam hatinya.

Hye Bin : Kau seharusnya tidak pernah datang ke dalam hidup kami. Aku tidak akan pernah menerimamu sebagai kakakku.

Hyun Seok memberitahu Ki Seok dan neneknya kalau dia akan pergi liburan. Dia bilang, awalnya dia hanya akan pergi dengan Hye Bin. Tapi dia memutuskan mengajak Jin A juga karena Jin A mengalami banyak hal baru-baru ini.

Hyun Seok bertanya, apa Ki Seok mau ikut.

Ki Seok : Aku tidak yakin.

Nyonya Choi : Pergi.

Ki Seok : Apa?

Nyonya Choi : Pergi saja. Kau belum melakukan perjalanan, bahkan di dalam negeri pun tidak, dalam beberapa tahun. Kau sebaiknya pergi.

Hyun Seok mengajak Nyonya Choi ikut serta. Dia bilang, villa Hyeok Sang sangat bagus dan ada kolam renang juga.

Nyonya Choi : Jangan mengatakan hal-hal konyol.

Hyun Seok bilang, sayang sekali padahal mereka punya kesempatan melihat Nyonya Choi pakai bikini.

Nyonya Choi : Astaga! Itu berlebihan. Nenek akan memarahimu. Orang-orang menyuruhku untuk pergi kontes kecantikan ketika aku masih muda.

Hyun Seok : Betulkah? Benarkah, Nek?

Nyonya Choi mengiyakan.

Hyun Seok : Biarkan aku memeriksa.

Hyun Seok memegang pinggang Nyonya Choi.

Nyonya Choi : Apa yang kau lakukan?

Hyun Seok bilang pinggang nenek sangat kecil.

Ki Seok tertawa melihatnya.

Soo Yeon menghubungi Hye Bin.

Soo Yeon bilang dia mau tahu keadaan rumah karena dia sudah dua hari tidak pulang karena diluar kota.

Hye Bin kaget bibinya gak pulang 2 hari.

Soo Yeon : Apa? Bagaimana bisa kau tidak tertarik pada seseorang yang tinggal denganmu. Anyway, bagaimana ayah dan ibumu? Mereka sudah baikan?

Hye Bin bingung dan tanya maksud bibinya.

Soo Yeon pun cerita, dia melihat Hyeok Sang dan Hee Kyung bertengkar dua hari lalu.

Dia bilang, alasan pertengkaran mereka karena Hee Kyung tahu Hyeok Sang minum berdua dengan Jin A.

Hye Bin kaget dengar ayahnya minum berdua dengan Jin A.

Soo Yeon : Bagaimana keadaannya sekarang? Apakah mereka berbaikan?

Karena itulah, Hye Bin langsung menemui ibunya. Dia mengajak ibunya belanja. Hee Kyung tanya kenapa tiba-tiba. Hye Bin bilang dia hanya ingin menyemangati ibunya.

Hee Kyung : Tidak apa-apa. Aku sibuk. Kau pergilah sendiri. Bagaimana dengan liburanmu? Apakah kau akan pergi ke villa ayah?

Hye Bin bilang iya, lalu dia cerita kalau Jin A dan Ki Seok akan ikut dengan mereka.

Hee Kyung langsung melarang.

Hye Bin : Aku juga tidak menyukainya, tapi Hyun Seok terus bertanya.

Hee Kyung : Mengapa Kim Jemma ikut liburan denganmu?

Hye Bin : Dia menyelamatkan hidupku selama acara Home Shopping. Aku tidak bisa mengatakan tidak ketika Hyun Seok bertanya.

Hee Kyung : Tetap tidak. Katakan padanya kau menolak.

Hye Bin lalu teringat cerita Soo Yeon soal Jin A yang minum berdua dengan Hyeok Sang dan Hee Kyung tahu.

Hye Bin : Bu, apakah Kim Jemma…..

Tapi Hye Bin memutuskan tak jadi bertanya dan berkata, akan memikirkannya sendiri.

Tae Gil ke butik tempat Gun Wook bekerja.

Gun Wook yang melihat Tae Gil, langsung menghampiri Tae Gil.

Gun Wook : Paman? Apa yang membawamu kemari?

Tae Gil bilang dia merasa, harus membeli beberapa baju baru.

Gun Wook : Baju baru?

Tae Gil juga bilang, dia mendengar pakaian di butik tempat Gun Wook bekerja sangat berkelas.

Tae Gil pun mencoba satu kemeja.

Gun Wook tersenyum, mengacungkan jempolnya sebagai pertanda kalau kemeja itu cocok untuk pamannya.

Dan dengan kemeja barunya, Tae Gil datang ke kantornya Soo Yeon.

Tae Gil bilang pada resepsionis kalau dia mau bertemu dengan Soo Yeon.

Resepsionis tanya, apa Tae Gil sudah buat janji.

Tae Gil bilang belum. Resepsionis menyuruh Tae Gil menunggu karena Soo Yeon masih ada tamu.

Tae Gil pun minta izin untuk melihat-lihat sembari menunggu Soo Yeon.

Tae Gil menyalakan kursi pijat Soo Yeon. Dia pun kaget sendiri dan bergegas mematikannya.

Lalu dia berkeliling lagi dan melihat 3 nenek berada di dalam sauna kering.

Tae Gil langsung masuk.

Soo Yeon datang dipanggil resepsionisnya ke sauna itu. Dan dia kaget melihat ada pria asing tidur di dalam.

Soo Yeon mengetuk kaca, nyoba bangunin Tae Gil tapi Tae Gil malah tidur nyenyak.

Sekarang, Tae Gil udah di ruangan Soo Yeon. Soo Yeon menatap Tae Gil yang lagi minum jus jeruk dengan tatapan kesal.

Tae Gil : Ini manis.

Soo Yeon bertanya alasan Tae Gil menemuinya.

Dalam hati, Tae Gil berkata pada dirinya, kalau hanya pria pemberani yang akan mendapatkan hati gadis cantik.

Tae Gil lalu bilang dia datang untuk mengembalikan uang Soo Yeon karena insiden di Yangsan kemarin.

Soo Yeon : Kau harusnya meninggalkan uangnya di sana. Kenapa malah tidur di sana?

Tae Gil : Aku tertidur sambil menunggu. Apa masalahnya? Mengapa kau memasang sauna yang begitu bagus? Itu sangat mewah. Pokoknya, inilah uangnya. Aku memasukkan banyak, jadi jangan khawatir. Oke, jadi… Aku akan sering berkunjung.

Tae Gil lalu meletakkan amplop di atas meja dan pergi.

Soo Yeon mengatai Tae Gil orang aneh. Lalu dia menghitung uang yang diberikan Tae Gil.

Ternyata hanya 20 dollar.

Di toko,, Ok Kyung sibuk dengan ponselnya. Dan Sun Hee yang lagi menyusun barang di etalase, teringat kata-kata Gun Wook tadi malam kalau ada yang aneh sama Tae Gil.

Gun Wook : Dia terus menampar wajahnya sendiri. Aku pikir dia kehilangan akal sehatnya.

Sun Hee lantas melirik Ok Kyung. Ok Kyung masih sibuk main ponsel. Lalu Sun Hee diam-diam memasukkan dua bungkus obat ke balik bajunya.

Setelah itu dia mau pergi, tapi Ok Kyung memanggilnya. Ok Kyung melihat ada yang aneh di perut Sun Hee.

Ok Kyung : Ada apa dengan perutmu?

Ok Kyung mau memeriksa perut Sun Hee.

Sun Hee marah, kenapa kau menyentuh perutku?

Ok Kyung : Itu aneh. Tiba-tiba mencuat.

Sun Hee : Ya… Berat badanku bertambah belakangan ini jadi menonjol.

Sun Hee lalu pergi.

Di kamarnya, Tae Gil lagi latihan menembak Soo Yeon.

Lalu Sun Hee datang, membawakan air minum dan obat yang tadi diambilnya diam-diam.

Sun Hee : Kulitmu terlihat mengerikan. Kau terus menghela nafas dan wajahmu pucat. Itu hanya terlalu menghancurkan hatiku.

Tae Gil : Kau harusnya menjual itu, bukan mengambilnya.

Sun Hee : Siapa yang peduli dengan toko sekarang? Siapa yang peduli dengan uang? Tidak. Kesehatanmu adalah yang paling penting. Di Sini. Ambil satu.

Di toilet, So Jin dan Ye Eun membahas Jin A yang akan ikut liburan dengan Hye Bin dan Hyun Seok.

Ye Eun : Jika aku jadi Manajer Kwon, aku tidak akan mengajak Jemma.

So Bin : Kenapa?

Ye Eun : Kau bercanda? Aku merasa, Kepala Yoon menyukai Kim Jemma. Mereka bilang cinta adalah satu hal yang tidak bisa kau sembunyikan. Lihatlah mata Kepala Yoon ketika dia melihat Jemma.

Hye Bin datang. Mereka berhenti bicara dan bergegas keluar.

Hye Bin lantas menatap cermin. Sepertinya dia mendengar kata-kata Ye Eun tadi.

Hye Bin keluar. Di depan toilet, dia bertemu Jin A.

Jin A : Kau belum pergi makan siang? Kupikir Kepala Yoon sedang menunggumu.

Hye Bin : Mungkin dia berharap aku tidak muncul.

Jin A : Apa?

Hye Bin : Tidak. Sampai jumpa lagi.

Jin A pergi ke Yangsan, menemui Ki Seok.

Jin A : Aku pergi belanja. Aku membelikanmu baju renang. Lihatlah.

Ki Seok membukanya dan bilang bajunya bagus.

Ki Seok : Terima kasih telah memikirkanku.

Mereka tiba di villa Hyeok Sang.

Ki Seok : Ini bagus.

Hye Bin mengajak mereka masuk.

Jin A menghampiri Hye Bin yang lagi sibuk merapikan bekal mereka di dapur.

Jin A : Banyak sekali. Kau yang menyiapkan semua ini?

Hye Bin : Aku ingin berlatih sebelum kita menikah.

Jin A : Apa wadah-wadah ini?

Hye Bin : Aku ingin membuat mereka tetap segar. Itu sebabnya aku membawa mereka.

Hyun Seok dan Ki Seok sedang membongkar baju.

Hyun Seok : Kwon Hye Bin, kau terlihat seperti ibu rumah tangga sejati.

Jin A mencicipi buah anggur.

Jin A : Ini sangat segar meskipun di luar panas. Aku ingin satu.

Hye Bin : Aku akan memberimu satu.

Hye Bin lalu mengajak Jin A ke kolam renang.

Mereka bersenang-senang.

Mereka bermain voli air.

Malamnya, mereka barbeque-an. Ki Seok yang menjadi chef-nya.

Hye Bin sibuk merawat kulit wajah Jin A.

Jin A : Kenapa kau memakaikan ini padaku?

Hye Bin : Ini untuk kulitmu. Kau berada di bawah sinar matahari banyak hari ini. Kau harus memakai ini untuk mencegah bintik-bintik.

Ki Seok datang membawa panggangannya.

Hyun Seok mencicipi sate yang dibakar Ki Seok.

Hyun Seok : Harusnya kau menjadi koki.

Ki Seok : Astaga. Jadi aku bisa memasak dan kau bisa mengambil gambar? Nenek akan marah jika begitu.

Hyun Seok lalu bicara pada Jin A.

Hyun Seok : Benar juga, Kim Jemma-ssi. Kau sudah buat persiapan? Kau bilang kau akan membuka studio denganku.

Jin A : Tentu. Aku tidak mengerti kenapa harus menolak.

Hyun Seok : Baiklah kalau begitu. Mari berfoto selfie sebagai buktinya.

Hyun Seok dan Jin A saling mengkaitkan jari.

Lalu Hyun Seok mengambil foto mereka.

Sontak lah, Hye Bin terkejut dan cemburu melihatnya.

Setelah itu, Hyun Seok mengajak mereka bersulang. Tapi Hye Bin yang sudah kehilangan mood, beranjak ke dalam.

Jin A masuk ke villa dan mendapati Hye Bin minum sendirian.

Jin A : Kau masih bangun? Aku pikir kau lelah dan pergi tidur lebih awal.

Hye Bin meletakkan gelasnya di meja, lalu berdiri dan menatap tajam Jin A.

Hye Bin : Kau sedang membalas dendam padaku sekarang?

Jin A : Balas dendam?

Jin A tertawa kesal.

Bersambung…..

39 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

Rookie Cops Ep 11

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Rookie Cops Episode 11, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini.…
You Make Me Dance Ep 5
Read More

You Make Me Dance Ep 5

Tentangsinopsis.com – Sinopsis You Make Me Dance Episode 5, Lihat full tulisan spoiler link di tulisan yang ini.…