Red Shoes Ep 32 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 32 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.Sebelumnya…

Sebelumnya…

Besoknya, Hee Kyung memanggil Jin A ke ruangannya.

Jin A kesal, apa masalahmu?

Hee Kyung memarahi Jin A karena sudah menunjukkan foto itu ke Hye Bin.

Hee Kyung : Apa kau benar-benar ingin mati? Kau pikir aku akan diam saja saat kau menyerangku?

Jin A pun berkata, dia tidak menunjukkan foto itu pada Hye Bin.

Hee Kyung tak percaya dan minta Jin A jujur. Dia yakin Jin A sengaja menunjukkan foto itu.

Jin A menghela nafas, Hye Bin datang ke rumahku sementara aku keluar. Dia masuk ke kamarku dan mungkin melihat foto Jin Ho.

Hee Kyung : Kenapa kau masih menyimpannya? Harusnya kau membuangnya! Singkirkan mereka semua. Sekarang.

Jin A : Itu bukan milikku. Itu punya Jin Ho. Aku bilang Min Hee Kyung bukan ibuku. Aku sudah lama menyerah. Tapi anak bodoh itu tidak bisa menyerah. Bahkan sampai nafas terakhirnya, dia mencari ibunya. Idiot bodoh itu. Dia seharusnya malu memiliki ibu sepertimu….

Hee Kyung : Hancurkan! Singkirkan sekarang juga!

Jin A : Tidak! Aku akan menyimpannya selamanya. Karena saat aku mengeksposmu siapa dirimu sebenarnya, aku akan membutuhkannya.

Jin A beranjak ke pintu.

Hee Kyung menghentikan Jin A.

Hee Kyung : Kau…! Jika kau memberitahu Hye Bin tentangku, aku akan membuatmu membayarnya. Mengerti?

Jin A pun tambah sakit mendengarnya.

Di depan ruangan Hee Kyung, tangis Jin A pecah.

Jin A teringat permintaan terakhir Jin Ho.

Jin Ho : Noona, aku rindu ibu. Bawa ibu kemari.

Karena itulah, demi Jin Ho, Jin A pun pergi menemui Hee Kyung.

Tapi Hee Kyung mengaku tak mengenal Jin A dan Jin Ho.

Flashback end…

Tangis Jin A makin deras. Dia lalu meyakinkan dirinya, kalau dia tidak punya ibu sejak awal.

Hye Bin masih berusaha mencari kebenaran dibalik foto keluarga asli Jemma. Dia mendatangi toko Ok Kyung.

Ok Kyung dan Sun Hee kaget Hye Bin datang. Hye Bin bilang, dia mendengar Ok Kyung mendirikan toko makanan kesehatan dan ingin membeli beberapa makanan kesehatan.

Sun Hee tanya untuk siapa.

Hye Bin bilang untuk ayahnya, ibunya dan calon mertuanya.

Mendengar itu untuk Nyonya Choi, Sun Hee langsung bersemangat menyiapkan pesanan Hye Bin. Sun Hee bilang dia akan menjelaskan cara meminumnya tapi Hye Bin bilang, dia akan membaca petunjuknya dan memberikan credit card nya.

Hye Bin lalu bilang pada Ok Kyung kalau dia ingin tahu sesuatu.

Ok Kyung tanya apa.

Hye Bin terdiam dan melirik Sun Hee. Ok Kyung berkata, tidak apa-apa karena Sun Hee sudah seperti keluarga baginya.

Hye Bin duduk.

Hye Bin : Ingat saat aku ke rumahmu tempo hari? Aku melihat foto ibuku di kamar Jemma. Dia bersama seorang anak laki-laki berumur sekitar lima tahun. Apa anak laki-laki itu, adik Jemma yang sudah meninggal?

Sontak Ok Kyung kaget tapi dia menyangkal. Dia bilang itu bukan ibunya Hye Bin.

Tapi Hye Bin yakin itu ibunya. Ok Kyung kekeuh itu bukan Hee Kyung.

Hye Bin tetap yakin itu ibunya.

Sun Hee pun mengatakan yang sebenarnya. Dia bilang, itu benar. Itu Hee Kyung.

Ok Kyung marah, Hyungnim!

Sun Hee : Tidak ada gunanya menutupi ini. Jika dia datang menemui kita, berarti dia sudah tahu.

Sun Hee bicara dengan lantang, ya, itu ibumu! Dan anak laki-laki itu adiknya Jemma! Jemma adalah kakakmu!

Sontak Hye Bin syok.

Sekarang,, Hye Bin di ruangan meeting. Dia memikirkan cerita Sun Hee tadi soal ibunya yang mencampakkan Jin A dan Jin Ho.

Sun Hee : Apakah kau tahu betapa jahatnya ibumu? Dia meninggalkan Jemma dan adiknya ketika mereka masih anak-anak dan pergi dengan ayahmu. Apa gunanya berhasil? Apa gunanya menjadi terkenal? Dia menjauhi anak-anaknya sendiri dan benar-benar menyembunyikan masa lalunya yang sebenarnya.

Hye Bin : Lalu kenapa Jemma…

Sun Hee : Perlukah kau bertanya? Apa yang kau tahu? Kau hidup seperti Tuan Putri. Jika kau memahami sedikit saja perasaan Jemma, kau tidak akan bisa mengatakan itu.

Lalu Hye Bin ingat kebohongan Hee Kyung yang mengaku kuliah di Italia dan bertemu Hyeok Sang disana.

Hye Bin menghapus tangisnya dan beranjak pergi.

Dia ke ruangan Hee Kyung dan langsung memeluk Hee Kyung.

Dalam hati Hye Bin bilang, kalau dia akan melindungi Hee Kyung.

Hee Kyung pun heran dan melepas pelukan Hye Bin. Dia tanya ada apa.

Hye Bin : Tidak. Aku tiba-tiba menjadi sangat berterima kasih padamu, dan aku sangat mengagumimu.

Hee Kyung : Apa kau akhirnya tumbuh dewasa?

Hye Bin pun kembali memeluk Hee Kyung.

Dalam hatinya, dia bilang kalau Hee Kyung adalah miliknya dan Hee Kyung bukan ibunya Jin A.

Di toko, Ok Kyung mengomeli Sun Hee. Sun Hee membela diri. Dia bilang, Hye Bin harus tahu. Apalagi Hye Bin sudah melihat foto-foto itu dan dia tak bisa membohongi Hye Bin karena dia punya hati.

Ok Kyung : Hati nurani?

Ok Kyung tertawa sinis.

Tae Ha menerima telepon. Dia kaget, lalu melapor ke Hyun Seok kalau mereka dalam masalah.

Tae Ha : Jumlah kasur yang kami pesan… untuk acara peluncuran dimasukkan sebagai 50.000 bukannya 5.000.

Hyun Seok : Apa? Siapa yang mengirim formulir pemesanan?

Jin A : Aku tapi aku yakin aku memesan 5000.

Hyun Seok : Cek emailnya.

Mereka mengecek emailnya dan benar saja, mereka memesan 50.000.

Jin A membela diri. Dia bilang dia yakin sudah memesan dengan benar dan dia terus mengecek dan mengecek sebelum mengirim.

Jin A : Aku mengerjakannya dengan Ms. Kwon.

Tae Ha bilang sepertinya dia harus memberitahu Hyeok Sang.

Lalu Hye Bin datang. Hyun Seok minta penjelasan.

Hye Bin bilang, Jin A yang memesan.

Hyun Seok menghadap Hyeok Sang. Hyeok Sang marah besar. Hyeok Sang lalu bertanya, siapa yang melakukan pemesanan.

Tak mau Jin A disalahkan, Hyun Seok berkata semua itu tanggung jawabnya. Tapi Hyeok Sang kekeuh mau tahu siapa yang memesan.

Manajer Yeo memberitahu Hee Kyung bahwa ada rapat darurat. Dia bilang, seseorang membuat kesalahan dalam memesan kasur.

Hee Kyung : Siapa yang begitu ceroboh?

Manajer Yeo : Itu Kim Jemma.

Hye Bin dan Jin A bicara berdua. Jin A minta Hye Bin jujur.

Hye Bin : Kau mencurigaiku? Kau mengirim email pesanan.

Jin A : Kau dan aku adalah satu-satunya yang mengerjakannya. Itu aku atau kau. Siapa yang bisa aku curigai?

Hye Bin : Itu bukan aku.

Lalu So Bin datang, memberitahu Jin A bahwa Hyeok Sang mau bertemu.

Jin A hanya bisa minta maaf.

Hyeok Sang : Kau pikir kata maaf bisa menyelesakan masalah! Kau tahu berapa banyak kesalahanmu yang merugikan perusahaan! Aku ingin kau keluar dari proyek.

Jin A : Pak. Tolong beri saya kesempatan lagi. Aku bekerja keras untuk itu. Aku akan menemukan solusi…

Hyeok Sang menyuruh Jin A keluar.

Diluar, dia bertemu Hee Kyung.

Hee Kyung : Apakah itu disengaja? Untuk merugikan perusahaan?

Jin A : Aku merasa kau menggunakan komputer Hye Bin untuk menjebakku.

Hee Kyung : Pecundang.

Manajer Yeo meminta Hyeok Sang memecat Jin A.

Hyeok Sang marah, Manajer Yeo! Apa maksudmu!

Bersambung….

Next episode : Jin A selamat gaes… Hyeok Sang memutuskan memaafkan Jin A.

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like