Red Shoes Ep 32 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 32 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.Sebelumnya…

Sebelumnya…

Hye Bin ke rumah Jin A. Sontak lah, semua penghuni rumah kaget dengan kedatangan Hye Bin.

Mereka pun canggung karena tiba-tiba ada temannya Jin A yang datang ke rumah, tapi mereka gak kenal.

Jin A : Ini rumah Kim Jemma, bukan?

Gun Wook mengenali Hye Bin.

Gun Wook : Bukankah kau gadis manja itu?

Hye Bin : Apa? Gadis manja?

Gun Wook langsung meralat ucapannya.

Gun Wook : Maksudku, aku membawa ayam dengan cepat sehingga tidak akan rusak. Apa yang membawamu kemari? Kakakku tidak di rumah.

Hye Bin : Aku tahu. Aku menelepon tapi dia tidak mengangkat.

Ok Kyung : Kau pasti teman kerjanya Jemma. Duduklah.

Hye Bin : Terima kasih.

Sun Hee : Kau sudah sarapan?

Hye Bin : Belum.

Ok Kyung : Bagus. Kami baru saja akan memulai. Bergabunglah dengan kami.

Ok Kyung menyuruh Gun Wook mengambilkan nasi untuk Hye Bin.

Ok Kyung lalu memberitahu Hye Bin kalau Jin A pergi ke pemandian dan akan segera kembali.

Gun Wook keluar dari dapur membawa nasi.

Hye Bin : Terima kasih atas makanannya.

Gun Wook bilang ke ibunya kalau Jin A ke spa, bukan pemandian.

Ok Kyung bilang sama saja.

Ok Kyung menyuruh Hye Bin makan.

Semua menatap Hye Bin yang akan sarapan dengan mereka.

Hye Bin benar-benar sarapan dengan mereka.

Usai sarapan, Gun Wook mengantar Hye Bin ke kamar Jin A. Dia menyuruh Hye Bin menunggu Jin A disana.

Setelah Gun Wook keluar dari kamar Jin A, Hye Bin memperhatikan sekeliling kamar Jin A. Lalu dia melihat foto Jin A bersama Jin Ho.

Di foto itu, Jin Ho memakai toga. Sepertinya, itu adalah hari kelulusan Jin Ho sebagai mahasiswa kedokteran.

Hye Bin : Jadi ini adiknya yang sudah meninggal? Sayang sekali.

Hye Bin kemudian celingukan. Setelah itu, dia membuka laci Jin A satu per satu dan menemukan sebuah kotak. Tapi kemudian, dia mendengar suara Gun Wook menawarinya kopi. Hye Bin pun bergegas menutup kembali laci tempat dia menemukan kotak itu.

Gun Wook masuk. Dia tanya, Hye Bin mau kopi dingin atau panas.

Hye Bin awalnya bilang terserah, tapi setelahnya dia bilang tidak mau kopi.

Gun Wook : Kau hanya minum barang-barang mahal. Kau tidak akan menyukai kopi murah kami. Pemikiran yang bagus.

Gun Wook keluar.

Hye Bin kesal.

Hye Bin : Apa masalahnya? Dia sangat menyebalkan.

Hye Bin lalu kembali membuka laci tempat kotak itu. Dia penasaran isi di dalam kotak.

Dia membuka kotak itu. Isinya barang-barang Jin Ho.

Dia melihat kalung sepatu Jin Ho, lalu kartu tanda pengenal Jin Ho sebagai seorang dokter dan foto-foto Jin Ho.

Tapi kemudian dia kaget melihat foto keluarga Jin A.

Sontak lah Hye Bin terkejut dan bertanya-tanya, kenapa ada foto ibunya disana.

Diluar, Ok Kyung merasa tidak nyaman membiarkan Hye Bin berada di kamar Jin A.

Sun Hee : Dia bilang dia ingin menunggu di sana. Dia mungkin terlalu tidak nyaman bersama kita.

Gun Wook keluar dari kamarnya. Dia pamit kerja.

Ok Kyung tanya, apa Gun Wook kenal Hye Bin.

Gun Wook bilang Hye Bin adalah manajer di perusahaan Jin A dan Hye Bin gadis manja.

Sun Hee kaget, dia terlibat lebih muda dari Jemma tapi sudah menjadi manajer?

Gun Wook : CEO Lora, Min Hee Kyung adalah ibunya. Aku pergi.

Ok Kyung dan Sun Hee kaget mendengar itu.

Ok Kyung : Hyungnim.

Sun Hee : Jadi dia putri Hee Kyung? Dia saudara tiri Jemma?

Di kamar, Hye Bin masih penasaran sama foto keluarga Jin A.

Dia memeriksa laci Jin A yang lain untuk mencari petunjuk kenapa bisa ada foto ibunya disana.

Tapi kemudian dia mendengar suara Jin A diluar. Sontak lah dia langsung memasukkan kembali barang-barang Jin Ho ke dalam kotak dan mengembalikan kotak itu ke laci.

Setelah itu, dia menarik napas dan beranjak keluar.

Jin A : Hye Bin-ah. Apa yang kau lakukan di sini?

Hye Bin : Kau tidak menjawab teleponmu. Kau meninggalkan ini di rumahku.

Hye Bin mengembalikan dompet kecil Jin A.

Hye Bin : Ada alamatmu di tanda pengenalmu jadi aku memutuskan kemari. Sebenarnya, jujur ​​​​saja, aku sangat ingin melihat rumahmu. Aku sarapan enak dan terima kasih juga untuk ibumu. Aku harus kembali ke rumah.

Ok Kyung : Mengapa? Kau harus tinggal lebih lama.

Hye Bin : Aku tidak bisa. Aku punya rencana makan siang. Semoga harimu menyenangkan.

Jin A yang curiga, lari ke kamarnya. Dia membuka kotak itu dan menemukan barang2 Jin Ho berantakan di dalamnya.

Tahulah Jin A kalau Hye Bin memeriksa barangnya.

Ponsel Jin A berbunyi. Dari Ki Seok.

Ki Seok : Kau bilang akan menelpon, tapi aku belum mendengar kabarmu. Kau belum merindukanku?

Jin A : Ini masih pagi.

Ki Seok : Datang ke restoran. Makan siang denganku.

Jin A : Makan siang apa?

Ki Seok : Ayam goreng berbagai jenis.

Jin A : Apa?

Ki Seok : Datang saja.

Hye Bin langsung pulang dan mencari ibunya. Bibi Ahn bilang, Hee Kyung sedang keluar.

Bibi Ahn : Dia punya rencana golf.

Hye Bin : Bagaimana dengan ayah?

Hyeok Sang pun datang.

Hyeok Sang : Ada apa? Ayah disini.

Hye Bin terdiam.

Hyeok Sang : Apa itu?

Hye Bin : Lupakan.

Hye Bin lalu menanyakan Soo Yeon.

Hyeok Sang : Dia pergi bekerja. Dia sedang menunggu tamu. Kenapa kau menanyakan semua anggota keluarga?

Hye Bin : Kau tahu kan aku sangat peduli pada keluarga. Hye Bin adalah gadis yang perhatian.

Hyeok Sang tertawa mendengarnya, gadis bodoh.

Hyeok Sang pun pergi.

Hye Bin ke kamarnya dan memikirkan foto itu. Dia yakin wanita yang ada di foto itu adalah ibunya. Dia lalu bertanya-tanya, kenapa bisa ibunya ada di foto-foto itu.

Soo Yeon di ruangannya, sedang membaca sesuatu. Lalu dia menyeruput minumannya tanpa melihat-lihat dan dia menjerit.

Soo Yeon : Panas. Aku membakar mulutku lagi. Itu sudah berapa kali?

Soo Yeon mengambil cermin kecil dari tasnya dan melihat bibirnya. Niatnya mau memeriksa apa bibirnya terluka, tapi dia malah memandangi bibirnya.

Soo Yeon : Lihat betapa seksi dan cantiknya bibirku. Bagaimana mungkin tidak ada yang menyukaiku? Sialan. Apa? Aku terlihat seperti aku mendominasi? Aku wanita paling lemah di seluruh dunia.

Soo Yeon menyimpan kembali cerminnya ke tas, lalu dia beranjak ke pintu. Tapi ponselnya berdering. Telepon dari Hye Bin.

Soo Yeon : Ya, Hye Bin-ah. Aku? Aku akan kencan buta. Sudah setengah abad.

Hye Bin : Bibi. Bisakah kau menemuiku dulu. Ini penting.

Soo Yeon : Maaf, tapi aku baru saja mau pergi.

Hye Bin : Dimana kencanmu?

Ki Seok menyuruh karyawannya mencicipi berbagai jenis ayam goreng yang sudah disiapkannya.

Ki Seok : Seperti yang kalian semua tahu, Yangsan telah berjuang. Jadi kami berencana untuk mengubah pasar kami. Aku ingin mendengar pendapat kalian. Ini seperti tes rasa.

Tae Gil : Pasar ayam berkembang pesat, itu benar. Tapi itu sangat kompetitif.

Ki Seok : Silakan cicipi mereka dan berikan pendapat kalian.

Yu Kyung dan Tae Gil mencicipi ayamnya dan mereka memuji rasanya.

Tae Gil bahkan bilang, ayamnya sudah enak tanpa harus dimakan memakai saus.

Jin A datang.

Yu Kyung memberitahu Jin A bahwa mereka sedang meneliti resep ayam.

Jin A : Ayam?

Yu Kyung : Direktur Yoon ingin mengubah restoran ini menjadi restoran ayam.

Ki Seok : Jemma-ssi, cicipi sesuai urutannya dan berikan pendapatmu. Ini adalah tes rasa.

Jin A mulai mengambil satu dan membauinya.

Jin A bilang, wanginya enak dan dia mencobanya.

Jin A : Ini renyah. Kurasa ini akan menjadi akan menjadi viral.

Mereka pun senang tes rasanya berhasil.

Yu Kyung membawakan sepiring ayam goreng untuk Ok Kyung dan Sun Hee.

Yu Kyung : Coba ayam ini dan katakan padaku pendapat kalian. Kalian sudah mendengar bos kami ingin mengubah restoran, kan?

Sun Hee : Waktu yang baik. Aku lapar.

Sun Hee mencoba duluan dan terkejut dengan rasanya.

Ok Kyung : Kenapa?

Sun Hee : Ini benar-benar lezat.

Soo Yeon ke Yangsan, menemui pria kencan butanya.

Soo Yeon : Apa kau Pak Ji Kang Zoe?

Pak Ji : Ya, halo. Kwon Soo Yeon, benar?

Soo Yeon : Ya. maaf aku terlambat.

Pak Ji : Tidak apa-apa. Silahkan duduk. Aku, Dokter Ji.

Pak Ji memperhatikan Soo Yeon dari atas ke bawah.

Soo Yeon merasa risih dan bicara dalam hatinya.

Soo Yeon : Apa masalahnya? Kenapa dia melihatku dari atas ke bawah? Ini sangat menyinggung.

Pak Ji lalu bilang, dia lapar saat menunggu Soo Yeon, jadi dia memesan makanan.

Soo Yeon kaget dan kembali ngomong dalam hati.

Soo Yeon : Dia sudah memesan? Aku hanya terlambat 15 menit. Dia tidak punya sopan santun.

Soo Yeon lalu bertanya, apa yang Pak Ji pesan.

Pak Ji minta Soo Yeon memanggilnya Dokter Ji.

Soo Yeon : Ya, baiklah.

Pak Ji : Tidak perlu memeriksa menu. Spesialisasi koki.

Pak Ji lalu memperhatikan penampilan Soo Yeon lagi.

Pak Ji : Kau sepertinya menyukai merek desainer.

Soo Yeon : Ya, itu benar.

Pak Ji : Aku ingin tahu apakah aku harus membelikanmu barang-barang desainer itu setelah kita menikah. Kau akan membelinya untuk diri sendiri, bukan? Tanpa menghabiskan uangku? Pasangan menjaga keuangan terpisah hari-hari ini pula.

Soo Yeon tambah kesal dan memaki Pak Ji dalam hatinya.

Lalu Tae Gil datang bawa makanan yang sudah dipesan Pak Ji.

Saat hendak menyajikan makanan, Tae Gil melihat Soo Yeon. Tae Gil terpesona.

Saking terpesonanya, dia sampai tak sengaja menumpahkan sup panas ke tangan Pak Ji.

Pak Ji marah, apa masalahmu! Apa ini yang terbaik yang bisa kau lakukan?

Tae Gil minta maaf.

Pak Ji : Sungguh hari yang menyebalkan. Ayo pergi, Soo Yeon.

Soo Yeon : Lupakan. Aku tidak pergi. Aku juga mengalami hari yang menyebalkan.

Pak Ji kesal mendengar itu. Lalu dia berkata, kalau dia ada janji operasi hari ini.

Soo Yeon menyindir Pak Ji, kau tidak melakukan operasi sepanjang waktu? Kau seorang dokter, tapi mudah tersinggung dan kesal setiap kali kau melakukan operasi? Hiduplah sendiri!

Pak Ji : Sungguh penyihir yang menyebalkan.

Pak Ji mau memukul Soo Yeon.

Tae Gil pun bertindak. Dia menghalangi Pak Ji, bahkan menggigit tangan Pak Ji.

Ki Seok dan Jin A datang dan mereka terkejut melihat kelakuan Tae Gil.

Sekarang, Tae Gil, Ki Seok dan Pak Ji bicara di ruangan VIP.

Ki Seok menyuruh Tae Gil minta maaf. Tae Gil minta maaf. Tapi Pak Ji malah memeras Tae Gil. Dia minta 2.000 ribu dolar untuk penyembuhan tangannya.

Diluar, Soo Yeon curhat sama Jin A soal pria itu.

Jin A coba menenangkan Soo Yeon.

Lalu Pak Ji keluar dan menyindir Soo Yeon.

Pak Ji : Sungguh hari yang menyebalkan!

Soo Yeon marah, hei! Kau brengsek!

Soo Yeon kembali ke kantornya. Dia masuk ke ruangannya sambil marah-marah. Di ruangannya, Hye Bin sudah menunggu. Soo Yeon mengambil air minum di kulkas, lalu meminumnya.

Hye Bin tanya ada apa.

Soo Yeon : Aku bodoh. Aku sudah gila. Mengapa aku mencoba untuk bertemu seorang pria pada usia ini? Aku sangat kesal.

Soo Yeon lalu tanya, hal mendesak apa yang mau Hye Bin bicarakan.

Hye Bin tadinya mau cerita, tapi melihat situasi tantenya, dia memutuskan menundanya.

Hari sudah malam. Hye Bin duduk di ruang makan sambil minum jus dan memikirkan foto-foto yang dia lihat di kamar Jin A. Dia yakin itu ibunya yang ada di foto.

Tak lama, dia mendengar suara ibunya pulang.

Hye Bin pun menyusul ibunya ke kamar.

Hee Kyung : Kau lupa cara mengetuk lagi?

Hye Bin : Maaf.

Hye Bin lalu menatap ibunya.

Hye Bin : Ibuku benar-benar cantik.

Hee Kyung : Apa kau kehabisan uang lagi?

Hye Bin : Tidak, aku punya banyak uang.

Hee Kyung mengajak Hye Bin duduk.

Hee Kyung : Katakan apa masalahnya?

Hye Bin : Eomma, aku pergi ke rumah seseorang dan melihat fotomu. Itu foto lamamu dengan beberapa laki-laki. Siapa dia?

Hee Kyung terkejut mendengarnya. Dia tahu siapa yang Hye Bin bicarakan, tapi pura-pura tak tahu dan bertanya Hye Bin ke rumah siapa.

Hye Bin : Rumah Kim Jemma. Ada fotomu di tempat Jemma.

Hee Kyung : Apa maksudmu? Kenapa dia punya fotoku? Kau pasti salah.

Hye Bin : Tidak. Itu pasti kau. Siapa anak laki-laki dalam foto itu?

Hee Kyung : Itu pasti seseorang yang mirip denganku. Siapapun itu, kenapa aku harus berfoto dengan anak laki-laki?

Tapi Hye Bin tak percaya dan terus menatap Hee Kyung.

Tak mau ditanyai lagi, Hee Kyung pun bilang kalau dia mau mandi dan ganti baju.

Hee Kyung : Tolong beri aku privasi, Tuan Putri.

Hye Bin mengerti dan bergegas keluar.

Begitu Hye Bin keluar, Hee Kyung meraih ponselnya. Kayaknya mau nelpon Jin A tapi gak jadi.

Lalu dia memaki Jin A.

Hee Kyung : Apa bocah nakal itu menunjukkan fotoku dengan Jin Ho pada Hye Bin?

Bersambung ke part 2…

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like