Red Shoes Ep 31 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 31 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.Sebelumnya…

Sebelumnya…

Jin A menatap foto Hye Bin dan Hee Kyung yang lagi liburan.

Jin A cemburu, kau pasti sering bepergian dengan ibumu.

Lalu Hee Kyung datang membawa dua piring kue cokelat.

Hye Bin dan Jin A langsung berdiri begitu Hee Kyung masuk.

Hye Bin : Terima kasih, Bu. Tidak ada kopi? Kau kadang-kadang sangat tidak tahu apa-apa.

Hye Bin lalu menyuruh Jin A menunggunya sebentar.

Dia bilang, dia akan membuatkan Jin A kopi terbaik.

Hye Bin keluar. Tinggal lah Jin A dan Hee Kyung.

Jin A membanting foto Hye Bin dan Hee Kyung, sampai kaca dan piguranya pecah.

Jin A lalu mengaku tidak sengaja menjatuhkannya.

Hee Kyung tersenyum melihat kelakuan Jin A.

Hee Kyung : Apa kau begitu iri dengan hubunganku dengan Hye Bin?

Jin A : Aku tidak cemburu. Aku membencinya.

Hee Kyung lalu tanya, apa rencana Jin A sampai mendekati Hye Bin.

Jin A : Kenapa? Kau takut? Apa menurutmu aku bisa mengatakan sesuatu padanya?

Hee Kyung : Aku akan berterus terang jika kau terus begini.

Jin A : Kau pernah berpikir apa yang akan terjadi setelah itu? Kau mau mengatakan sendiri, bahwa Kim Jemma adalah putri rahasia Min Hee Kyung?

Jin A tertawa.

Jin A : Itu keren. Cobalah. Jika kau sudah siap.

Hee Kyung : Aku Min Hee Kyung? Menurutmu, itu membuatku takut?

Jin A : Lakukanlah. Aku sangat ingin tahu apa yang akan aku lakukan, Min Hee Kyung Daepyeonim.

Jin A lalu kembali mengancam Hee Kyung. Kali ini dengan bukti foto-foto Hee Kyung berduaan dengan Anggota Dewan Son.

Hee Kyung mulai emosi. Dia mau menampar Jin A tapi ditangkis Jin A.

Jin A : Aku sudah bilang. Aku akan mengambil semuanya perlahan, satu per satu. Lihat bekas luka ini di pergelangan tanganku? Terima kasih untuk itu. Karena, kau memberiku kenang-kenangan yang tidak akan pernah kulupakan. Jadi jangan sentuh aku saat aku tidak melakukan apa-apa.

Hee Kyung : Kau yang mulai saat aku tidak melakukan apa-apa. Aku sudah bilang. Kau seperti setitik debu dalam hidupku. Kau bukan apa-apa.

Jin A sakit mendengarnya.

Lalu Hyeok Sang masuk. Mereka langsung diam.

Hyeok Sang : Kedengarannya kalian sedang berdebat sengit. Itu sangat konstruktif bagi perusahaan.

Hee Kyung : Kim Jemma punya banyak ide bagus.

Hyeok Sang menyuruh Hee Kyung siap-siap. Dia bilang sudah waktunya berangkat.

Saat mau keluar dari kamar Hye Bin, Hyeok Sang melihat foto yang pecah.

Hyeok Sang mengambil foto itu, lalu meletakkannya di atas meja dan menyuruh Hee Kyung keluar.

Begitu Hee Kyung dan Hyeok Sang pergi, Jin A nangis.

Di kamar, Hyeok Sang tanya apa yang Hee Kyung dan Jin A bicarakan.

Hyeok Sang : Itu bukan tentangku, kan?

Hee Kyung : Tidak.

Hyeok Sang : Kau sepertinya curiga ada sesuatu yang terjadi antara Jemma dan aku.

Hee Kyung : Aku hanya sedikit cemburu.

Hyeok Sang lantas memberikan Hee Kyung amplop.

Hyeok Sang : Bacalah.

Hyeok Sang bilang dia sudah memutuskan, tapi dia merasa Hee Kyung perlu membacanya.

Hyeok Sang : Sejujurnya, itu agak menyenangkan melihatmu cemburu. Kadang, kau masih seperti seorang gadis muda.

Hyeok Sang tertawa.

Setelah itu, tawanya hilang dan dia meletakkan amplop itu ke tangan Hee Kyung dan pergi.

Hee Kyung membuka amplopnya dan mengeluarkan surat dari sana. Itu surat perceraian!

Hye Bin dan Jin A selesai bekerja.

Hye Bin : Eonni, kita bekerja terlalu keras.

Jin A : Manajer Kwon, kau memeriksa kuantitas berdasarkan ukuran pada formulir pemesanan, bukan?

Hye Bin : Ya, sudah kulakukan. Aku akan memeriksanya untuk terakhir kalinya dan mengirimkannya melalui email.

Jin A : Oke.

Hye Bin : Ini sangat memuaskan. Rasanya sangat enak. Eonni, bolehkah aku mengajukan pertanyaan pribadi? Ada apa denganmu dan Yoon Ki Seok? Kalian masih bersama? Jujurlah padaku. Kita mungkin menjadi saudara ipar.

Jin A : Apa maksudmu? Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Dalam hati, Hye Bin menghina Jin A.

Dia bilang, Ki Seok gak akan menikah dengan orang rendahan seperti Jin A.

Jin A lalu tanya dimana kamar mandi.

Hye Bin : Keluar dan belok kiri.

Setelah Jin A pergi, Hye Bin menggeledah tas Jin A.

Dia mengambil dompet kecil Jin A dan menyimpannya di lacinya.

Di kamarnya, Hyun Seok sedang melihat foto-foto di kameranya yang baru dicetaknya.

Ada foto-foto Jin A juga.

Ki Seok kemudian masuk. Hyun Seok menaruh foto-foto itu di meja.

Ki Seok bilang nenek mau bicara. Hyun Seok langsung keluar.

Begitu Hyun Seok keluar, Ki Seok melihat foto di atas meja dan terkejut melihat ada foto Jin A.

Nyonya Choi menyuruh Hyun Seok memilih tanggal pernikahan. Dia bilang, dia mencatat begitu banyak tanggal baik untuk hari pernikahan Hyun Seok dan Hye Bin.

Ki Seok bergabung dengan mereka dan terus menatap Hyun Seok.

Hyun Seok menyuruh neneknya yang memilih.

Nyonya Choi : Kenapa aku? Ini pernikahanmu. Kau yang harus mengatur tanggalnya.

Hyun Seok : Tahun depan? Tidak. Bagaimana kalau dua tahun dari sekarang?

Ki Seok : Jangan bercanda. Pikirkanlah dengan serius.

Hyun seok : Nenek. Tidak perlu terburu-buru, jadi izinkan aku meluangkan waktu untuk berpikir.

Hyun Seok balik ke kamarnya.

Nyonya Choi heran sendiri karena Hyun Seok tampak tak tertarik dengan pernikahan.

Nyonya Choi : Terkadang, dia terlihat seperti dipaksa. Aku tidak begitu yakin jika kita melakukan hal yang benar lagi.

Ki Seok kembali ke kamarnya dan menghubungi Jin A.

Ki Seok : Apakah kau tidak akan mengatakan bahwa kau merindukanku? Aku ingin mendengarnya lagi.

Jin A : Aku sangat sibuk hari ini. Aku pergi ke rumah Hye Bin. Jangan khawatir. Aku pergi murni karena pekerjaan.

Ki Seok : Kau pasti lelah.

Jin A : Sedikit.

Ki Seok : Senang mendengar suaramu. Kali ini, aku merindukanmu. Haruskah aku datang?

Jin A tersenyum, kau harus istirahat. Aku akan meneleponmu besok.

Ki Seok : Tunggu. Aku mencintaimu.

Hee Kyung menyusul Hyeok Sang ke ruang kerja.

Dia gak mau dicerai. Dia mengaku bersalah tapi dia tetap aja membela diri dengan bilang dia begitu karena mencintai Hyeok Sang.

Hyeok Sang : Keluar jika bukan tentang pekerjaan.

Hee Kyung : Yeobo.

Hyeok Sang : Aku bilang keluar!

Hee Kyung : Bagaimana kau bisa melakukan ini padaku? Lihat bagaimana aku meminta maaf. Aku telah melakukan dosa besar. Aku menampar wajah pimpinan yang tinggi dan perkasa itu. Tapi bagaimana denganmu? Apa kau lupa apa yang telah kau lakukan padaku? Terus? Bagaimana dengan itu? Perceraian? Aku menolak. Akulah yang akan kalah.

Hyeok Sang : Kau tampaknya memiliki ide yang salah, Hee Kyung. Apakah kau lupa siapa yang membuatmu seperti ini? Aku memancingmu keluar dari daerah kumuh yang kotor dan menciptakan Lora Shoes dan menjadikanmu seorang CEO. Beraninya kau… Beraninya kau berpikir kau setara denganku?

Hyeok Sang juga menampar Hee Kyung, sampai Hee Kyung terjatuh dan bibir Hee Kyung terluka.

Hee Kyung nangis. Melihat Hee Kyung jatuh, Hyeok Sang ngulurin tangan, mau bantu Hee Kyung berdiri.

Hyeok Sang : Aku akan memaafkanmu kali ini. Apakah kau mengerti?

Hyeok Sang lalu mengambil tisu dan menghapus luka, serta tangis Hee Kyung.

Hyeok Sang : Jangan menangis dengan wajah cantikmu.

Di kamarnya, Hye Bin memeriksa dompet kecil Jin A.

Isinya, kosmetik2 Jin A, serta kartu tanda pengenal Jin A.

Hye Bin tersenyum membaca kartu tanda pengenal Jin A.

Ok Kyung memanggil semua keluar untuk sarapan.

Tak lama, Gun Wook dan Tae Gil keluar. Tapi Jin A tak ada.

Tae Gil kesal, tidak bisakah kita makan nanti? Ini hari Minggu. Kau adalah pengganggu.

Tiba-tiba, bel mereka berbunyi. Tae Gil pun bergegas membuka pintu.

Ternyata Hye Bin yang datang.

Sontak semua kaget.

Bersambung……

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like