Red Shoes Ep 31 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 31 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.Sebelumnya…

Sebelumnya…

Jin A minta penjelasan kenapa ibu dan pamannya melakukan itu. Jin A bilang, dia mendengar saksi kecelakaan ayahnya adalah mereka.

Sontak lah Ok Kyung dan Tae Gil kaget Jin A udah tahu mereka saksi kecelakaan Pak Kim.

Ok Kyung pun akhirnya mengaku, bahwa dia melihat Pak Kim tertabrak mobil.

Tae Gil : Noona.

Sun Hee : Ok Kyung-ah.

Ok Kyung minta maaf dan berkata tidak bisa memberitahu Jin A.

Jin A marah, kenapa… kenapa kau tidak memberitahuku? Bagaimana bisa kau berbohong padaku? Bagaimana!

Ok Kyung : Aku tidak punya pilihan.

Jin A : Katakan padaku kenapa! Kenapa!

Ok Kyung : Kau baru berusia delapan tahun saat itu. Bagaimana bisa aku memberi tahu anak kecil seperti itu? Saat aku melihat Pak Kim tertabrak, itu sangat mengerikan dan aku mengalami mimpi buruk berhari-hari. Bagaimana aku bisa memberi tahu seorang anak yang kehilangan ibunya dalam semalam juga? Lebih baik kau tidak tahu.

Jin A : Maka kau bisa memberitahuku nanti!

Ok Kyung : Apa yang akan berubah? Apakah itu akan menghidupkan kembali ayahmu? Pembunuhnya sudah kabur. Tuan Kim berdarah di tanah yang dingin… aku hanya…

Jin A menangis hebat.

Sun Hee : Jemma-ya.

Jin A : Ayahku… Ayahku yang malang. Aku merasa sangat kasihan pada ayahku yang malang. Aku tidak berpikir kita akan pernah menangkap pembunuhnya. Tidak ada berkas dan detektif dalam kasus itu meninggal. Ayahku yang malang. Aku merasa sangat kasihan pada ayahku yang malang.

Ok Kyung : Lupakan. Ini satu-satunya caramu untuk bertahan hidup.

Sun Hee : Dia benar. Aku tahu apa yang kau rasakan, tapi aku yakin Tuan Kim tidak menginginkanmu menderita seperti ini.

Jin A : Ayahku yang malang.

Ok Kyung tak bisa tidur. Dia resah memikirkan Jin A.

Sun Hee : Bahkan aku merasa hancur. Bayangkan bagaimana perasaan Gemma. Apa kau dan Tae Gil benar-benar melihat kecelakaan itu? Kau setidaknya harus memberitahuku. Kau terus berbicara tentang pendosa. Aku tidak tahu apa alasannya.

Di kamarnya, Jin A terduduk di ranjang sambil memeluk kemeja ayahnya yang masih bernoda darah.

Jin A berjanji pada ayahnya, akan mengungkap kebenarannya dan menangkap pelaku yang membunuh sang ayah.

Hye Bin yang tengah sarapan bersama ayah dan bibinya, heran ibunya tak ikut sarapan.

Hye Bin : Dimana ibu?

Soo Yeon yang tahu Hyeok Sang dan Hee Kyung lagi berantem, mencoba menutupi dari Hye Bin. Dia bilang ke Hye Bin, kalau Hee Kyung mungkin lelah.

Lalu Hee Kyung datang dan Hyeok Sang langsung pergi.

Hye Bin heran, eomma, apa kalian bertengkar?

Hee Kyung menyusul Hyeok Sang. Dia juga membawakan Hyeok Sang secangkir minuman.

Hee Kyung minta maaf. Dia bilang, dia kehilangan akalnya kemarin.

Hee Kyung : Bisa-bisanya aku melakukan hal macam itu. Aku sendiri tidak mengerti. Aku juga tidak bisa memaafkan diriku sendiri. Aku tidak tahu bagaimana cara meminta maaf…

Hyeok Sang pun berkata tidak perlu meminta maaf. Ya! Dia masih kesal.

Hyeok Sang : Orang gila macam apa yang bisa hidup dengan wanita yang telah menamparnya.

Hyeok Sang ingin bercerai. Sontak lah Hee Kyung kaget dan menolak.

Hyeok Sang pun balas menampar Hee Kyung.

Hyeok Sang marah besar atas perbuatan Hee Kyung kemarin.

Hee Kyung : Tidak, aku tidak akan bercerai. Aku akan mencalonkan diri untuk anggota dewan. Itu mimpimu juga kan menjadi anggota dewan? Jika kita bercerai, kita akan menjadi bahan tertawaan. Kita tidak akan bisa menginjakkan kaki ke politik. Jadi tolong… Tolong maafkan aku. Aku tidak akan pernah melakukannya lagi. Tolong maafkan aku. Kau bisa membunuhku jika aku seperti itu lagi.

Hyeok Sang tak peduli. Dia mau pergi tapi ditahan oleh Hee Kyung.

Hee Kyung : Aku mencintaimu! Pikirkan tentang bagaimana kita bisa hidup sampai sekarang. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Aku mencintaimu.

Hyeok Sang : Cinta? Apa yang kau cintai adalah ambisimu yang menjijikkan.

Hee Kyung : Aku mencintaimu!

Hyeok Sang tak peduli dan beranjak pergi.

Hee Kyung pun kesal.

Dia lagi-lagi menyalahkan Jin A. Dia bilang itu semua salah Jin A dan takkan memaafkan Jin A.

Hyun Seok rapat bersama Hye Bin, Ye Eun, Jin A, So Jin dan Tae Ha.

Tapi Jin A, dia tampak melamun sepanjang rapat.

Hyun Seok bilang, launching produk kasur mereka sebentar lagi.

Hyun Seok nanyain soal program Home Shopping pada Jin A dan Hye Bin.

Hye Bin : Kami sedang bekerja dengan mereka untuk merevisi naskah.

Hyun Seok : Bagaimana dengan pabrik? Bisakah mereka memproduksi dan mengirimkan volume yang kita butuhkan saat itu?

Tae Ha : Itu tidak akan menjadi masalah. Kami telah menjadwalkan pengiriman juga.

Ye Eun : Kami seperti mesin yang diminyaki dengan baik.

Hyun Seok : Kim Jemma-ssi?

Jin A tak menjawab.

Hyun Seok : Kim Jemma-ssi?

Jin A pun tersadar, ya?

Hye Bin membela Jin A. Hye Bin bilang Jin A mungkin sedang tertekan karena memiliki begitu banyak pekerjaan.

Hye Bin tersenyum pada Jin A.

Jin A membalas senyuman Hye Bin.

Jin A melamun di toilet. Tak lama, Hye Bin datang.

Hye Bin : Jadi kau ada disini. Jemma-ya, ada apa? Kau tampak tertekan.

Jin A : Tidak seperti itu. Hanya saja, moodku sedang tidak baik belakangan ini.

Hye Bin pun merasa dia perlu menghibur Jin A.

Hye Bin lantas menyuruh Jin A datang ke rumahnya weekend nanti. Dia bilang, mereka akan bekerja sama di rumahnya.

Hye Bin : Aku akan menyiapkan makanan enak.

Jin A terdiam mendengarnya.

Hye Bin : Kenapa? Kau punya rencana?

Jin A bilang dia merasa tidak enak pada Hyeok Sang dan Hee Kyung jika dia datang.

Hye Bin : Tidak ada orang di rumah. Mereka main golf. Kita harus menyelesaikan naskahnya, jadi kau akan datang, kan?

Jin A pun tak menyiakan kesempatan itu. Dia setuju.

Ponsel Jin A berbunyi. Telepon dari Nyonya Choi.

Nyonya Choi : Bagaimana kabarmu?

Jin A minta maaf karena belum sempat menelpon Nyonya Choi.

Nyonya Choi : Jadi kau sadar? Apa kau tidak peduli aku masih hidup atau tidak?

Jin A : Aku akan segera datang mengunjungimu.

Nyonya Choi : Oke. Aku tidak mau terlihat seperti aku sedang memohon, jadi datanglah kapan kau senggang.

Jin A yang tengah bekerja, menerima pesan dari Ki Seok.

Ki Seok tanya, apakah mereka harus tetap berpisah.

Jin A pun dilema, memilih Ki Seok atau dendamnya.

Jin A akhirnya membalas. Dia bilang dia merindukan Ki Seok.

Ki Seok gelisah di restorannya. Dia mondar-mandir, sembari memikirkan Jin A. Dan saat mau pergi, Jin A tiba-tiba datang.

Mereka saling menatap penuh cinta.

Jin A lalu minta maaf karena baru datang. Dia bilang, dia sibuk dengan acara peluncuran produk perusahaannya.

Ki Seok pun memeluk Jin A.

Setelah itu, Ki Seok menemani Jin A makan. Jin A makan dengan lahap. Ki Seok tersenyum memandangi Jin A.

Ki Seok : Kau pasti sangat lapar.

Jin A bilang, dia belum makan sepanjang hari itu.

Ki Seok kaget dan tanya kenapa.

Jin A berkata, karena dia merindukan Ki Seok.

Ki Seok tak percaya, bisakah kau dipercaya?

Jin A : Terserah padamu. Sebenarnya aku sedang sibuk. Aku menemukan saksi dari kecelakaan tabrak lari ayahku.

Ki Seok : Apa? Kau menemukannya sendiri?

Jin A : Aku ke kantor polisi dan memeriksa kasus ini, tetapi undang-undang pembatasan berakhir, jadi mereka tidak punya apa-apa. Yang mereka miliki hanyalah dokumen tentang saksi. Tapi saksi-saksi itu… adalah paman dan ibuku.

Ki Seok : Apa? Tapi selama ini kau tidak tahu?

Jin A : Ibuku bilang aku terlalu muda, jadi dia tidak bisa memberitahuku karena takut aku trauma. Aku ingin tahu apakah orang lain akan melakukan hal yang sama. Atau jika ada alasan lain kenapa dia tidak bisa memberitahuku. Aneh, jujur ​​saja. Aku menemukan sumpah aneh di tas paman. Dikatakan bahwa dia menerima 30.000 dolar sebagai ganti untuk tetap diam.

Ki Seok : Apa?

Jin A : Aku penasaran mengapa paman tiba-tiba meninggalkan rumah.

Ki Seok lantas berdiri dan duduk disamping Jin A.

Dia lalu mencium pergelangan tangan Jin A yang diperban.

Ki Seok : Jangan terlalu memikirkannya. Kau akan mengetahuinya pada waktunya.

Jin A : Aku punya terlalu banyak pertanyaan. Terlalu banyak untuk otakku untuk menangani. Aku tidak bisa berpikir sama sekali. Aku sangat kesal.

Ki Seok pun memeluk Jin A.

Bibi Ahn menuangkan rebusan obat ke mangkuk.

Lalu Hee Kyung datang.

Hee Kyung : Obat pimpinan sudah siap?

Bibi Ahn : Ya.

Bibi Ahn menaruh mangkuk berisi rebusan obat ke atas nampan.

Hye Bin datang. Dia tanya, apa steak untuk makan siangnya sudah siap.

Hee Kyung heran, steak?

Hye Bin : Ya, ada temanku yang akan datang. Bukankah kau dan ayah akan bermain golf?

Lalu bel berbunyi. Hye Bin senang dan langsung lari ke pintu.

Jin A masuk bersama Hye Bin. Jin A membawa oleh-oleh.

Hee Kyung terkejut Jin A yang datang.

Hye Bin : Aku mengundangnya agar kita bisa bekerja sama.

Hee Kyung : Harusnya kau bekerja di kantor. Kenapa menyuruhnya kesini? Kau tidak kompeten.

Hyeok Sang keluar dan menyambut Jin A dengan ramah.

Hye Bin memberitahu ayahnya kalau dia mengundang Jin A karena akan bekerja dengannya.

Hye Bin : Kami memiliki banyak pekerjaan.

Hee Kyung tak mendukung.

Hee Kyung : Kau harusnya bertemu di kantor. Mengapa kau menyuruhnya kemari?

Hyeok Sang sangat mendukung Hye Bin.

Hyeok Sang : Terima kasih telah bekerja keras.

Hyeok Sang lalu minta Jin A mengajari Hye Bin. Dia bilang, Hye Bin masih anak-anak.

Jin A merendah. Dia bilang dia lah yang banyak belajar dari Hye Bin.

Jin A lalu memberikan oleh-oleh yang dibawanya ke Hee Kyung. Dia bilang itu kue cokelat.

Jin A : Dulu aku sering memakannya.

Hee Kyung diam saja menatap kesal Jin A.

Hye Bin : Kau tidak akan mengambilnya, Bu?

Hee Kyung terpaksa menerimanya.

Hye Bin mengajak Jin A ke kamarnya.

Hee Kyung ke dapur dan menyuruh Bibi Ahn membuang kue cokelat Jin A.

Bibi Ahn kaget. Hee Kyung berkeras minta kue itu dibuang.

Hyeok Sang datang.

Hyeok Sang : Kenapa dibuang? Hanya karena kau membencinya, jangan anggap remeh dia. Tolong potong kuenya sekarang. Ayo makan bersama.

Hee Kyung menunggu di ruangan makan bersama Hyeok Sang dengan wajah kesal.

Bibi Ahn datang membawa kue cokelat untuk mereka.

Melihat kue itu, Hee Kyung ingat masa lalunya.

Flashback…

Jin A dan Jin Ho senang dibawakan kue cokelat oleh ibu mereka.

Pak Kim yang tahu kue cokelat itu dari siapa, marah.

Dia membangunkan Hee Kyung yang sedang tertidur.

Pak Kim : Kau sangat menyukai si brengsek itu? Kau bersenang-senang dengannya dan memberi makan anak kita kue yang dia beli? Kau wanita kotor. Keluar! Pergi dari hadapanku!

Hyeok Sang menyuruh Hee Kyung mencoba kue itu.

Hee Kyung menolak, kau tahu aku benci kue.

Hyeok Sang lantas menyuruh Hee Kyung membawakan kue itu untuk Hye Bin.

Bersambung ke part 2…

23 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Legally Dad Ep 5
Read More

Legally Dad Ep 5

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Legally Dad Episode 5, Daftar selengkapnya bisa langsung melalui link di tulisan yang ini. Kamu…
Read More

Yumi’s Cells Ep 4 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Yumi’s Cells Episode 4 Part 1, Jika Kalian ingin melihat full recapnya tersedia lengkap di…
Read More

The Penthouse 3 Ep 17

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse Season 3 Episode 17, Jika Kalian ingin tahun daftar spoilernya langsung di tulisan…