Red Shoes Ep 29 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 29 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.Sebelumnya…

Sebelumnya…

Tae Gil masih tidur di kamarnya. Padahal hari sudah pagi.

Tiba-tiba, terdengar suara Ok Kyung.

Ok Kyung : Tae Gil-ah, Tae Gil-ah.

Tae Gil bangun dan terkejut melihat Ok Kyung tengah menatapnya.

Tae Gil : Siapa kau!

Ok Kyung : Siapa lagi? Ini aku, kakakmu!

Tae Gil kesal, aku sudah bermimpi buruk. Aku pikir kau hantu.

Ok Kyung : Hantu tidak secantik ini.

Tae Gil : Astaga, kau berkhayal. Aku telah melihat hantu muda yang cantik, tapi bukan hantu wanita tua. Kenapa kau membangunkanku?

Ok Kyung : Apa Jemma mengatakan sesuatu padamu? Apakah dia menanyakan hal lain padamu?

Tae Gil : Tidak, belum.

Ok Kyung : Aku tidak bisa tidur sekejap pun. Apa yang akan kita lakukan? Aku berpikir kita harus menyerahkan diri.

Tae Gil pun sewot mendengarnya.

Ok Kyung bilang dia bisa mati kalau begini dan lebih suka masuk penjara saja.

Tae Gil : Penjara? Jangan ajak-ajak aku. Kau tidak akan bertahan sehari di penjara.

Ok Kyung : Itulah kenapa ini menggangguku.

Tae Gil pun mengancam akan pergi jika Ok Kyung terus begini.

Ok Kyung marah, hei, bagaimana bisa kau mengatakan itu?

Tae Gil : Jadi kumohon.

Tae Gil lalu nanyain jam. Dia melihat jamnya.

Tae Gil : Aku terlambat. Siapkan sarapan sementara aku mandi. Aku harus pergi lebih awal untuk membeli bahan-bahannya.

Tae Gil mau pergi tapi kausnya ditarik Ok Kyung.

Ok Kyung : Kudengar kau dibayar 30.000 dollar saat itu.

Tae Gil : Kenapa kau mengungkit masa lalu?

Sekarang, Tae Gil lagi makan ditemani Ok Kyung di dapur.

Ok Kyung : Apa kau tahu berapa banyak 30.000 ribu dollar?

Tae Gil kesal Ok Kyung terus membahas itu dan meminta Ok Kyung diam.

Lalu Jin A datang. Mereka langsung tegang.

Jin A membuka kulkas dan mengambil air.

Ok Kyung : Kau sudah mau pergi?

Jin A : Sampai jumpa.

Jin A pergi.

Ok Kyung lalu nyalahin Tae Gil. Dia bilang semua ini salah Tae Gil.

Ok Kyung : Aku benar-benar akan kehilangan akal.

Hee Kyung ke kantor Hye Bin dan melihat Jin A belum datang.

Hanya ada Ye Eun dan staf yang pria disana.

Hee Kyung : Dimana Kim Jemma? Dia tidak masuk hari ini?

Ye Eyn : Dia mengambil setengah hari libur.

Hee Kyung lantas mengecek suaminya. Kebetulan suaminya juga mau pergi. Wkwkwkw…

Hee Kyung : Kau mau pergi?

Hyeok Sang : Ya. Aku harus pergi ke suatu tempat.

Hee Kyung : Kemana?

Hyeok Sang : Haruskah aku memberitahumu setiap hal kecil yang kulakukan?

Hee Kyung : Tentu saja tidak. Aku ingin pergi bersamamu dan menghabiskan waktu bersamamu.

Hyeok Sang : Aku akan bertemu dengan Inspektur Senior Jung. Dia mengatakan untuk mampir ke kantor polisinya.

Hee Kyung : Inspektur Senior Jung? Dia memiliki potensi menjadi komisaris polisi. Bolehkah aku ikut? Lagipula aku juga mengenalnya dengan baik.

Hyeok Sang : Yeobo, kenapa kau tidak bertemu dengan Anggota Dewan Son yang sangat kau kagumi?

Mendengar itu, Hee Kyung terdiam kesal.

Di toko, Ok Kyung duduk di meja kasir, tapi dia melamun memikirkan Jin A.

Sun Hee melayani pelanggan.

Karena Ok Kyung terus melamun, Sun Hee yang melayani pelanggan dari awal sampai akhir.

Sun Hee pun tanya kenapa Ok Kyung terus melamun sepanjang hari.

Ok Kyung : Hyungnim.

Sun Hee : Apa?

Ok Kyung : Aku harus keluar.

Sun Hee : Tunggu. Aku harus pergi ke kamar mandi, jadi pergilah setelah aku kembali.

Sun Hee pergi.

Pas Sun Hee pergi, Yu Kyung datang bawa dua kopi dingin.

Yu Kyung : Minum es kopi dingin, Bu.

Ok Kyung : Aku tidak punya waktu untuk meminumnya, jadi berikan pada bibi.

Yu Kyung : Kau mau kemana?

Ok Kyung : Ke polisi… Tidak, aku hanya punya beberapa urusan.

Yu Kyung : Polisi?

Ok Kyung ke tempat Gun Wook kerja.

Gun Wook : Ada apa? Kau bilang tidak akan datang.

Ok Kyung : Kau berangkat pagi-pagi sekali jadi aku tidak sempat melihatmu.

Gun Wook : Aku senang kau di sini. Aku memilih sesuatu untukmu. Ini akan terlihat bagus untukmu. Kau seharusnya datang dengan bibi. Aku juga punya sesuatu untuknya.

Ok Kyung : Tidak apa-apa. Aku harus segera kembali. Aku akan mencobanya di lain waktu.

Ok Kyung menatap Gun Wook dengan sorot mata sedih.

Ok Kyung bicara dalam hatinya.

Ok Kyung : Aku melakukannya untuk menyelamatkan hidupmu. Pilihan apa yang aku miliki? Aku akan dengan senang hati masuk ke penjara atau ke dalam lubang api. Aku akan menerima hukumannya.

Gun Wook : Eomma, ada apa? Apa ada yang salah.

Ok Kyung bilang enggak dan membelai Gun Wook.

Gun Wook : Eomma, orang akan melihat. Pikirkan usiaku.

Ok Kyung : Kau benar. Ibumu sangat bodoh.

Ok Kyung sudah di depan kantor polisi.

Tapi, dia ragu untuk masuk.

Tae Gil keluar dari dapur dan membawakan rekan-rekannya jus. Yu Kyung bilang, Ok Kyung dan Sun Hee juga akan menyukai jus nya. Tae Gil bilang, dia akan membuatkan untuk mereka.

Yu Kyung memberitahu Tae Gil kalau Ok Kyung lagi pergi.

Yu Kyung : Dia bilang dia akan pergi ke polisi atau apa.

Tae Gil kaget, kau bilang apa barusan? Kakakku kemana?

Yu Kyung : Ke kantor polisi.

Tae Gil pun bergegas menghubungi Yu Kyung, tapi ponsel Yu Kyung tak aktif.

Maka Tae Gil buru-buru pergi.

Tae Gil pulang ke rumah dan membereskan pakaiannya sambil mengomel tentang Ok Kyung yang pergi ke kantor polisi.

Tapi pas mau pergi, Ok Kyung tiba-tiba sudah ada di rumah.

Ok Kyung yang melihat Tae Gil mau pergi membawa tas, tanya, apa Tae Gil mau kabur lagi.

Tae Gil marah, jangan hentikan aku. Kaulah yang membuatku lari.

Ok Kyung : Memangnya apa yang kulakukan?

Tae Gil duduk dan menyebut Ok Kyung pengkhianat.

Tae Gil : Kau bilang aku satu-satunya saudaramu. Tapi kau mencoba untuk mengirim adikmu ke penjara. Kenapa kau ke kantor polisi? Kau mau memberitahu mereka?

Yu Kyung : Siapa yang pergi ke polisi?

Tae Gil : Kau tidak pergi?

Yu Kyung : Aku pergi, tapi aku takut dan berbalik kembali. Aku berhasil sampai ke pintu, tapi aku tidak bisa masuk. Kakiku tidak mau bergerak. Aku terus memikirkan Gun Wook. Aku hanya tidak bisa melakukannya.

Tae Gil lega mendengarnya dan bilang Ok Kyung sudah melakukan hal yang benar.

Tae Gil bilang, batas status penahanan Hyeok Sang sudah akan berakhir jadi mereka takkan bisa menghukum Hyeok Sang.

Tae Gil : Semua orang bisa hidup nyaman jika kita tutup mulut. Tolong jangan rusak semuanya. Mari kita diam dan tutup mulut kita.

Ok Kyung : Tapi mereka bilang tidak ada rahasia yang bertahan selamanya.

Tae Gil : Dunia ini penuh dengan rahasia. Kau harus tutup mulut. Maka semua orang akan bahagia. Kau tahu itu, kan?

Jin A sudah di depan kantor polisi.

Bersamaan dengan itu, mobil Hyeok Sang melintas dan masuk ke kantor polisi. Tapi mereka tidak saling melihat.

Jin A menanyakan kasus ayahnya pada detektif. Detektif bilang itu kasus yang belum terpecahkan dan mereka tidak bisa membuka kembali investigasi meskipun ingin karena batas waktunya hampir berakhir.

Jin A kaget, jadi maksudmu kita tidak bisa menangkap sopir tabrak lari yang membunuh ayahku? Apakah kau mengatakan tidak ada satu dokumen pun dari dulu?

Detektif : Mereka biasanya meninggalkan file. Yang benar adalah, banyak kasus yang kami alami. Bahkan jika kita menyelidiki dan tangkap pengemudinya, batas waktu berakhir, jadi kita tidak bisa menghukum mereka.

Jin A emosi, tapi… Bahkan jika kita tidak bisa menghukum mereka, kita harus mengungkap kebenaran. Pengemudi tabrak lari adalah seorang pembunuh yang membunuh seseorang. Ini tidak adil. Kau harusnya membiarkan keluarganya tahu bagaimana detailnya.

Detektif : Aku tahu. Itulah sebabnya kau harus datang lebih cepat. Pikirkan batas waktunya. Kau tidak bisa marah karena kami tidak punya file untuk kasus tua ini.

Jin A : Lalu kepada siapa aku harus mengadu? Jika kau telah menyelidiki dengan benar, kau bisa menangkap pembunuhnya. Haruskah aku mengadu ke Blue House?

Hyeok Sang di ruangan Kepala Jung.

Hyeok Sang : Selamat atas promosi anda. Aku akan melakukan yang terbaik untuk mendukung anda jika anda membutuhkan bantuan saya, Pak.

Kepala Jung : Astaga, Hyung. Kenapa kau memanggilku Pak? Kau membuatku tidak nyaman.

Hyeok Sang : Tidak semua orang menjadi Kepala Polisi. Seorang teman dekat berhasil dan sampai sejauh ini. Secara alami, aku harus memanggilmu begitu bahkan jika kau lebih muda.

Kepala Jung : Aku mengandalkanmu, Pimpinan Kwon.

Lalu detektif lain masuk membawa laporan. Kepala Jung sempat mendengar suara ribut-ribut saat pintu dibuka.

“Ada keributan apa?”

“Maaf, Pak. Ini keluhan sipil.”

“Apa itu?”

“Seorang wanita sedang marah karena kasus tabrak lari tahun 1999.”

Sontak Hyeok Sang kaget mendengarnya.

“Aku memeriksanya dan kasus itu sudah lama sehingga dikirim ke Badan Kepolisian Negara. Aku memanggil mereka, dan mereka juga tidak dapat menemukannya. Aku mengatakan kepadanya bahwa itu mungkin dihancurkan dan dia menjadi marah. Dia bilang dia akan mengajukan keluhan ke Blue House dan meminta investigasi ulang resmi.”

“Astaga. Apakah ini tren untuk mengajukan keluhan ke Blue House? Apa yang terjadi dengan tabrak lari itu?”

“Aku juga tidak tahu pasti, tapi nama korbannya adalah Kim Jung Gook.”

Hyeok Sang tambah kaget.

“Siapa yang datang?”

“Putri korban.”

“Apakah mereka berpikir polisi itu superman? Panggil detektif dalam kasus ini dan cari tahu apa yang kau bisa lakukan.”

Setelah anak buahnya pergi, Kepala Jung ngajak Hyeok Sang main golf weekend.

Hyeok Sang masih terdiam karena syok.

“Hyung?”

Hyeok Sang tersadar dan minta ijin ke toilet.

Hyeok Sang mengintip dan melihat seorang gadis muda tengah berbicara dengan polisi.

Lalu dia berjalan ke arah gadis itu dan detektif yang masuk ke ruangan Kepala Jung tadi, tanya ke Hyeok Sang apa yang bisa dibantu.

Hyeok Sang bilang dia mencari toilet.

Hyeok Sang kemudian beranjak dan menatap wajah gadis itu. Bukan Jin A.

Hyeok Sang balik ke ruangannya.

Dia gemetaran dan memikirkan wanita yang dilihatnya tadi di kantor polisi. Dia bertanya-tanya, apa wanita itu adalah Jin A.

Hyeok Sang pulang ke rumah dan bertemu Hee Kyung.

Hee Kyung : Kau pulang terlambat.

Hyeok Sang tak menjawab dan langsung ke ruang kerjanya.

Hee Kyung menyusul Hyeok Sang.

Hee Kyung : Bagaimana kabar Kepala Jung? Apakah dia bertanya bagaimana kabarku?

Hyeok Sang : Aku ingin sendirian, keluar.

Hee Kyung : Jika kau masih marah karena apa yang kukatakan…

Hyeok Sang : Kasus tabrak lari mungkin diselidiki kembali.

Hee Kyung kaget mendengarnya.

Di rumah, Gun Wook dan Sun Hee lagi makan semangka.

Sun Hee : Semangka adalah yang terbaik di musim panas.

Gun Wook : Benar? Bukankah itu bagus?

Sun Hee : Tentu saja.

Gun Wook : Tapi kenapa paman dan ibu di kamar?

Sun Hee : Benar? Apakah mereka berkelahi?

Ok Kyung dan Tae Gil mengurung diri di kamar mereka.

Mereka lemas, tapi begitu mendengar suara Jin A pulang, mereka langsung keluar.

Jin A langsung bergabung dengan mereka setelah mengganti baju.

Gun Wook : Kau pulang terlambat.

Jin A : Ya. Aku harus mampir ke suatu tempat.

Sun Hee : Kemana?

Jin A : Kantor polisi. Tentang kasus tabrak lari ayahku.

Sontak lah Tae Gil dan Ok Kyung kaget, mereka saling berpandangan.

Jin A menatap Ok Kyung dan Tae Gil secara bergantian. Dia curiga.

Bersambung…..

7 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Start Up Ep 10 Part 4
Read More

Start Up Ep 10 Part 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Start Up Episode 10 Part 4, Jika Kamu ingin melihat hingga memahami cerita baca Episode…