Red Shoes Ep 29 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 29 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.Sebelumnya…

Sebelumnya….

Tae Gil masuk ke kamarnya dan terkejut melihat Jin A membaca surat perjanjiannya dengan Hyeok Sang 22 tahun yang lalu.

Tae Gil pun langsung merebut surat itu dan meremuknya, lalu membuangnya ke lantai.

Jin A mau mengambil surat itu, tapi Tae Gil langsung mengambilnya dan bahkan berusaha memakannya.

Jin A : Apa yang salah dengan paman? Apa yang kau lakukan?

Tae Gil : Dan apa yang kau lakukan? Kenapa kau memeriksa barang-barangku?

Jin A : Ada cucian kotor di dalam tas, jadi…

Tae Gil : Ada atau tidak, kau tidak boleh menyentuh barang orang lain. Keluar. Sekarang!

Tae Gil mendorong Jin A keluar.

Tae Gil panic, dia bertanya-tanya, seberapa banyak yang Jin A baca.

Diluar, Jin A memikirkan tanggal yang ada di surat itu.

Jin A : 22 Juni 1999.

Tak lama, dia ingat itu adalah hari dimana ayahnya kecelakaan.

Tae Gil ingat bagaimana dia mendapatkan surat itu.

Flashback…

Tae Gil memeras Hyeok Sang. Dia bilang, butuh banyak usaha untuk mendapatkan semua barang bukti.

Tae Gil memberikan tas yang berisi barang bukti. Hyeok Sang menyuruh Tae Gil menandatangani surat itu yang isinya kalau Tae Gil tak bakal muncul lagi di hadapan Hyeok Sang.

Tapi Hyeok Sang tak sengaja menjatuhkan surat itu dan pergi begitu saja tanpa menyadari suratnya jatuh.

Flashback end…

Tae Gil menyesal karena tak membuang surat itu sejak awal.

Jin A masuk.Dia bilang dia mau menanyakan sesuatu.

Jin A : Sumpah tadi.

Tae Gil : Sumpah apa? Itu bukan sumpah.

Jin A : Di amplop itu tertulis “sumpah”.

Tae Gil : Bukan.

Jin A : Aku melihatnya.

Tae Gil : Kenapa tertulis begitu?

Jin A : 21 Juni 1999. Apa sumpah itu berhubungan dengan kecelakaan ayahku?

Tae Gil : Tidak! Apa yang kau bicarakan? Kenapa ada hubungannya dengan ayahmu?

Jin A : Lalu kenapa kau begitu….

Tae Gil : Itu hanya untuk bersenang-senang. Kau tahu bagaimana di film, mereka mengunyah kertas. Aku ingin mencobanya. Itu lucu.

Tae Gil pura-pura tertawa.

Jin A tak percaya dan terus menatap Tae Gil.

Tae Gil berhenti tertawa dan menatap Jin A.

Tae Gil : Jemma-ya, tampaknya kau salah paham.

Jin A : Paman. Tolong jujur ​​padaku.

Tae Gil : Apa maksudmu? Aku tidak tahu apa-apa. Apa yang mungkin aku ketahui.

Jin A : Kau tahu sesuatu tentang kecelakaan ayahku, kan?

Tae Gil : Jangan menuduhku seperti itu. Aku sudah bilang tidak tahu. Bagaimana aku bisa tahu? Aku tidak tahu apa-apa.

Habis melayani pelanggan, Sun Hee merasa perutnya sakit. Dia heran karena perutnya sakit habis makan siang. Sun Hee lalu bilang ke Ok Kyung kalau dia mau ke kamar mandi dulu.

Ok Kyung : Itulah yang kau dapatkan karena kehilangan kendali saat melihat makanan.

Tae Gil menghubungi Ok Kyung. Tae Gil panic, apa Jemma datang ke tokomu?

Ok Kyung : Kenapa dia kesini?

Tae Gil : Noona, kita dalam masalah. Apa yang harus aku lakukan?

Di depan toko, Sun Hee yang mau masuk ke toko, ketemu Jin A yang baru datang.

Sun Hee : Aku pikir kau bersantar di rumah, mencuci baju dan lain-lain.

Jin A : Aku datang untuk menemui ibu.

Mereka masuk ke toko. Dan Sun Hee pun heran Ok Kyung tidak ada.

Sun Hee : Ke mana dia pergi?

Ok Kyung di Yangsan. Dia memarahi Tae Gil karena menyimpan surat itu. Tae Gil bilang dia pikir dia sudah membuangnya.

Ok Kyung : Apa yang akan kau lakukan? Jemma sudah tahu sekarang.

Tae Gil : Berhenti bereaksi berlebihan. Dia belum tahu.

Ok Kyung : Berhenti bereaksi berlebihan? Kau bercanda? Jemma tidak bodoh. Apa lagi yang akan dia pikirkan yang terjadi pada tahun 1999? Itu jelas dia akan memikirkan tabrak lari ayahnya.

Tae Gil : Lagi pula, tidak ada bukti, jadi pura-pura tidak tahu jika dia bertanya.

Ok Kyung membujuk Tae Gil untuk memberitahu semuanya pada Jin A.

Tae Gil marah, apa kau gila?

Ok Kyung : Berhentilah menjadi begitu egois.

Tae Gil : Bagaimana dengan Gun Wook? Jika dia mengetahui bahwa dia menjalani operasi dengan menjual ayah Jemma, dia akan benar-benar patah hati. Begitu juga dengan Jemma. Dia akan kehilangan akal dalam sekejap. Dia ditinggalkan oleh ibu kandungnya dan orang yang dia panggil ibu selama ini ternyata saksi untuk kematian tabrak lari ayahnya. Bayangkan seperti apa reaksinya. Jadi kau harus berpura-pura bodoh. Kau harus menyangkalnya sampai akhir.

Ponsel Ok Kyung bunyi. Dari Jin A.

Ok Kyung panic, Tae Gil-ah, apa yang harus aku lakukan. Ini Jemma.

Tae Gil : Kau harus kuat, oke.

Tapi Ok Kyung memilih tak menjawabnya karena dia takut.

Jin A sudah di rumah. Dia heran ibunya tak menjawab. Lalu dia memikirkan cerita Sun Hee tadi di toko soal operasi Gun Wook.

Sun Hee : Betul sekali. Tae Gil bertingkah aneh saat itu. Dia pasti menghasilkan banyak uang entah bagaimana. Dia sedang membuang uang. Dia membelikan kakaknya sebuah ponsel. Aku harus ikut ketika mereka pergi makan juga.

Jin A : Kenapa dia tiba-tiba pergi dari rumah?

Sun Hee : Ok Kyung mengatakan dia meninggalkan uang untuk operasi Gun Wook dan mengambil sisa uangnya dari klub tabungannya tapi siapa yang tahu? Aku pikir itu semua bohong juga. Aku belum pernah melihat Ok Kyung memasukkan uang ke dalam klub tabungan.

Jin A bingung, dia tiba-tiba mendapat sejumlah besar uang. Dia meninggalkan uang untuk operasi Gun Wook dan lari.

Ok Kyung pulang.

Ok Kyung : Aku menyuruhmu datang ke toko. Kenapa kau menyuruh ibumu pulang? Apa yang penting?

Jin A : Maaf membuatmu datang dengan kakimu yang sakit. Aku perlu menanyakan sesuatu padamu.

Ok Kyung : Apa itu? Kau mau bilang kau mau menikah?

Jin A : Eomma, Gun Wook operasi tahun 1999, kan?

Ok Kyung kaget dengan pertanyaan Jin A.

Jin A : Dari apa yang aku ingat, dia operasi jantung tidak lama setelah ayah aku meninggal. Benar?

Ok Kyung pura-pura gak tahu, aku tidak yakin.

Jin A : Apakah paman memberimu uang untuk operasinya?

Ok Kyung : Tidak, dia tidak melakukannya. Apa yang kau bicarakan? Aku membayar operasi dengan uang dari klub tabungan sepuluh tahun.

Jin A : Aku sedang mengambil pakaian kotor paman dari tasnya dan aku menemukan sumpah tertulis di dalamnya. Dikatakan paman menerima 30.000 dolar sebagai imbalan untuk tetap diam tentang sesuatu. Kau tahu apa itu?

Ok Kyung : Tidak. Apa? Dia mendapat 30.000 dolar?

Jin A : Itu uang yang banyak 22 tahun yang lalu. Untuk apa dia mendapatkan uang sebanyak itu? Menurut mu paman terlibat entah bagaimana dengan kecelakaan ayahku?

Ok Kyung : Bagaimana bisa orang bodoh itu telah terlibat?

Jin A : Saksi. Untuk tabrak lari ayahku.

Ok Kyung kaget Jin A bisa menebak ke arah sana.

Jin A : Aku benar-benar berpikir ada sesuatu di sana.

Ok Kyung : Apa yang kau bicarakan? Itu tidak benar. Tae Gil ada di rumah sakit bersamaku saat ayahmu kecelakaan. Gun Wook sedang sakit. Astaga. Jika kau sangat penasaran, tanya saja pada Tae Gil. Aku pikir itu sesuatu yang serius. Aku harus kembali ke toko.

Sun Hee tanya kenapa Jin A menyuruh Ok Kyung pulang.

Sun Hee : Dia bisa saja berbicara denganmu nanti sepulang kerja. Apakah itu mendesak?

Ok Kyung : Aku orang berdosa. Sun Hee. Kata-kata itu harus benar. Kau tidak bisa hidup dengan hati nurani yang bersalah.

Sun Hee : Apa yang salah? Apa kau melakukan kesalahan?

Ok Kyung mengangguk.

Sun Hee tertawa.

Sun Hee : Aku tahu itu. Kau selingkuh dari ayah Gun Wook sudah lama sekali, bukan? Astaga. Jika itu apa adanya, aku akan cemburu.

Ponsel Ok Kyung berbunyi.

Telepon dari Tae Gil.

Nyonya Choi makan malam dengan kedua cucunya.

Nyonya Choi : Hyun Seok-ah, kapan kau akan menikah?

Hyun Seok : Nenek, kami baru bertunangan.

Nyonya Choi : Kau bertunangan, jadi pernikahan datang berikutnya. Coba dipikir-pikir, kalau kau akan menikah, kenapa repot-repot bertunangan?

Hyun Seok : Tetap saja ada prosesnya. Upacara pertunangan itu bagus.

Hyun Seok kemudian berkata, bukankah Ki Seok harus menikah juga.

Nyonya Choi melirik Ki Seok.

Nyonya Choi : Kau benar. Cucu tertuaku harus menikah juga. Jangan mengabaikannya begitu saja. Pikirkan tentang itu. Aku ingin melupakan semuanya, tapi aku tidak berpikir aku punya banyak waktu tersisa, itu sebabnya. Tubuhku tidak seperti dulu.

Nyonya Choi beranjak dari ruang makan.

Bibi Ma memberitahu Hyun Seok dan Ki Seok kalau Nyonya Choi menjadi agak tertekan sejak kepergian Jin A.

Ki Seok kembali ke kamarnya. Hyun Seok menyusul Ki Seok, ngajak Ki Seok minum teh atau bir.

Ki Seok nolak. Hyun Seok maksa. Ki Seok tetap nolak.

Hyun Seok : Apa kau sangat membenciku? Ya, aku memberitahu Jemma bahwa kau pernah menikah, lalu bercerai.

Ki Seok yang kesal, beranjak keluar.

Hyun Seok menyusul Ki Seok.

Ki Seok : Ikut denganku.

Diluar, Ki Seok memukul Hyun Seok cuma karena dia marah Hyun Seok ngasih tahu Jin A soal perceraiannya.

Hyun Seok : Hyung! Kau benar-benar bisa membunuhku sekarang. Kau hampir mematahkan rahangku. Kenapa kau jadi profesor? Harusnya kau jadi petinju.

Hyun Seok duduk. Ki Seok memberikan saputangannya.

Ki Seok : Hapus darahmu.

Hyun Seok : Apakah kau anak TK berhidung meler? Kau membawa sapu tangan? Astaga. Apa ini? Kau terlihat seperti orang tua. Inilah sebabnya mengapa gadis-gadis tidak menyukaimu.

Ki Seok duduk.

Hyun Seok : Apakah kau merasa lebih baik sekarang? Sekarang setelah kau memukuli satu-satunya adikmu?

Ki Seok : Maaf.

Hyun Seok : Aku pantas mendapatkannya. Kalian berdua tampak saling menyukai, tapi kalian berdua menimbang sesuatu dan tidak bisa mendekat. Aku bertanya-tanya bagaimana dia akan bereaksi jika dia tahu kau bercerai. Kupikir dia tidak akan meninggalkanmu karena itu jika dia mencintaimu. Mungkin sudah kacau, tapi aku ingin mengujinya.

Ki Seok : Bukan karena kau menyukainya?

Hyun Seok : Aku?

Hyun Seok tertawa.

Hyun Seok : Tidakkah kau mengenalku? Aku suka semua cewek dari bayi hingga nenek. Aku juga menyukai Jemma karena dia perempuan. Dia bukan laki-laki.

Ki Seok tertawa.

Hyun Seok : Aku tidak tahu apa yang salah denganku Mungkin aku haus akan cinta ibu karena ibu kita sudah tiada. Aku selalu menyukai perempuan lebih dari cowok. Sejak TK, aku punya lebih banyak teman itu perempuan daripada laki-laki.

Ki Seok : Itu benar, kau melakukannya.

Hyun Seok : Ketika kau memikirkannya, kami juga pernah mengalami kehidupan yang menyedihkan. Hyung. Jangan stres tentang hal itu. Mereka bilang kalian akan berakhir bersama jika kalian memang ditakdirkan. Kalian akan kembali bersama jika itu takdirmu.

Bersambung ke part 2……..

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

A Superior Day Ep 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis A Superior Day Episode 4, Cara menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. EPISODE…
Read More

Yumi’s Cells Ep 8

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Yumi’s Cells Episode 8, Jika Kalian ingin melihat full recapnya tersedia lengkap di tulisan tulisan…