Red Shoes Ep 28 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 28 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.Sebelumnya…

Sebelumnya…

Nyonya Choi mendengarkan music di kamarnya. Lalu dia melihat syal dari Jin A di atas mejanya dan memakainya.

Nyonya Choi bilang dia sudah terlanjur menyayangi Jin A.

Bibi Ma masuk membawa camilan tapi Nyonya Choi menolak makan cemilannya.

Bibi Ma : Kenapa? Kau bahkan belum menyelesaikan makan siangmu.

Nyonya Choi : Bagaimana kau bisa mengharapkanku untuk makan ketika aku tidak nafsu makan? Bawa lagi.

Bibi Ma melihat Nyonya Choi memakai syal.

Bibi Ma : Apa kau kedinginan? Hari panas, kenapa memakai syal?

Nyonya Choi : Karena aku suka!

Bibi Ma pun keluar. Setelah itu, Nyonya Choi melepaskan syalnya dan melempar syalnya ke atas meja.

Nyonya Choi ngambek karena Jin A pergi.

Kemudian dia ingat tentang panti jompo yang dikelola Soo Yeon.

Nyonya Choi pun langsung teriak memanggil Bibi Ma.

Soo Yeon senang banget Nyonya Choi datang. Nyonya Choi datang ditemani Bibi Ma.

Nyonya Choi : Daerah ini sangat bagus. Aku melihatnya dalam perjalanan kemari.

Soo Yeon : Itu sebabnya aku menyuruhmu datang kapan-kapan. Ada jalan setapak yang bagus. Dan udaranya sangat bagus di sini, sebenarnya rasanya manis.

Jin A memikirkan kata-kata Ki Seok.

Ki Seok : Apa kau pikir pindah menyelesaikan semuanya? Jangan lakukan ini. Kau satu-satunya yang akan terluka jika melakukan ini.

Lalu Hye Bin dan Hyun Seok datang.

Hye Bin : Kau terlihat sangat kesepian. Kenapa kau di sini sendirian? Kau seharusnya memintaku untuk bergabung denganmu.

Jin A : Aku tidak ingin bertanya kepada manajer untuk izin sepanjang waktu.

Hye Bin : Manajer, Kepala, kami semua adalah pendukungmu. Tunggu. Kau tidak punya kopi. Minum milikku. Tidak. Oppa. Berikan dia milikmu.

Hyun Seok : Lupakan. Aku membutuhkan kafein. Bahkan ini tidak cukup.

Hye Bin : Jemma, aku akan lari ke bawah dan membelikanmu satu.

Jin A : Tidak apa-apa.

Hye Bin : Ini akan memakan waktu satu menit. Segera kembali.

Hye Bin bergegas pergi.

Hyun Seok takjub, wow. Aku benar-benar ingin tahu bagaimana caramu memenangkan hati gadis pemarah itu.

Jin A : Tuan Putri berpikiran sangat sederhana. Kau yang paling cantik, kau yang terbaik. Jika kau memuji mereka beberapa kali seperti itu, mereka akan percaya padamu. Maaf. Aku tidak seharusnya mengatakan itu tentang wanita yang kau cintai.

Hyun Seok : Lagi pula, apa yang terjadi? Kenapa kau pindah? Terjadi sesuatu dengan kakakku?

Jin A : Tidak ada yang terjadi.

Hyun Seok : Aku kacau. Seharusnya aku tidak memberitahumu tentang perceraiannya. Ini adalah rahasia. Aku sedikit pecundang. Aku berpikiran sempit, aku cemburu tanpa alasan, dan aku mencoba untuk terlihat keren sepanjang waktu. Jika aku tidak bisa mendapatkan apa yang aku inginkan, aku mencegah orang lain mendapatkannya. Aku benar-benar brengsek.

Jin A : Aku tahu.

Hyun Seok takjub Jin A meresponnya hanya begitu saja.

Jin A : Bukan itu sebabnya, jadi tidak perlu dibantah dirimu seperti itu. Kau harus bertobat. Nikmati kencamu.

Jin A beranjak pergi.

Hee Kyung ke ruangan Hyeok Sang saat Hyeok Sang tengah focus sama pekerjaan.

Hee Kyung : Kau tidak pulang?

Hyeok Sang : Kau duluan saja. Aku masih ada pekerjaan.

Hee Kyung : Kau terlihat tampan, seperti pria muda.

Hyeok Sang : Pria muda? Itu pujian terindah yang pernah ada. Senang mendengarnya di usiaku.

Hee Kyung : Kau ingin aku bantu?

Hyeok Sang : Tidak terima kasih. Kau fokuslah pada sepatu. Aku akan menangani kasur. Makan malam tanpa aku. Aku akan makan sesuatu dengan cepat di sini sebelum aku pulang.

Tiba-tiba, Jin A datang bawa dua bungkus plastik.

Hee Kyung kaget melihat Jin A.

Jin A menyapa Hee Kyung sambil tersenyum puas.

Hyeok Sang menegur Hee Kyung yang belum pergi.

Hee Kyung pun pergi dengan kesal.

Jin A : Pimpinan, aku membawa sushi untuk makan malam.

Hyeok Sang : Terima kasih.

Hee Kyung balik ke ruangannya dan mondar mandir dengan hati resah.

Dia resah dan juga kesal karena Hyeok Sang mau makan malam sama Jin A.

Ternyata, Hyeok Sang makan malam gak cuma sama Jin A. Tapi sama Ye Eun dan So Jin juga.

Hyeok Sang minta maaf karena membuat mereka masih berada di kantor hingga malam.

So Bin : Tidak apa-apa, Pak.

Ye Eun : Sudah lama aku tidak bekerja sekeras ini. Ini menarik.

Hyeok Sang : Bagaimana denganmu, Jemma?

Jin A : Aku juga senang. Hubungi aku kapanmu kau mau.

Hyeok Sang : Desain kita sukses besar. Kita mungkin akan menang sebuah penghargaan internasional.

Mereka semua senang.

Gun Wook kaget pas tahu Jin A akan kembali tinggal dengan mereka.

Ok Kyung bilang, Jin A akan pulang hari itu.

Gun Wook : Tapi Nyonya Choi… kudengar dia menyukai Jemma Noona. Kenapa dia ingin pindah kembali? Apa dia diusir?

Ok Kyung : Siapa yang tahu? Kita harus bertanya pada Jemma.

Gun Wook : Sial, lalu aku harus tinggal dimana setelah menikah? Rencanaku berantakan. Aku ingin tinggal di kamar Jemma Noona setelah aku menikah.

Sun Hee : Apa? Menikah? Kau akan menikah?

Gun Wook : Aku sudah cukup tua. Aku harus mulai memikirkannya. Sudah terlambat untuk membeli tempatku sendiri dalam hidup ini. Jika kita tinggal di sini, ibuku akan menjaga bayi kami. Jadi aku hanya akan tinggal disini. Tunggu. Kau bisa menemukan tempat dan pindah. Kemudian aku dan istriku, lalu Jemma Noona dan Paman Tae Gil. Itu sempurna.

Mendengar itu, Ok Kyung langsung memarahi Gun Wook.

Ok Kyung : Bisa-bisanya kau mengatakan itu! Kenapa aku harus tinggal denganmu!

Sun Hee ngambek dan lari ke kamar padahal mereka lagi makan.

Gun Wook bilang dia cuma bercanda.

Di kamar, Sun Hee nangis sambil melihat foto Gun Wook kecil.

Ok Kyung membujuk Sun Hee agar berhenti menangis. Tapi Sun Hee terus menangis.

Sun Hee : Aku sangat mengaguminya. Aku menganggap dia anakku sendiri dan mencintainya dengan sepenuh hati. Tapi itu semua tidak berguna. Hidupku hanyalah kesia-siaan.

Ok Kyung pun keluar dan memarahi Gun Wook.

Ok Kyung : Kau anak nakal. Bisanya kau mengatakan itu! Kenapa kau tidak dewasa? Bagaimana bisa kau mengatakan itu pada bibimu! Begitukah caraku membesarkanmu? Pergi sekarang!

Sun Hee keluar dan membela Gun Wook.

Sun Hee : Apa yang salah denganmu? Apa yang dia lakukan salah? Mengapa kau menggunakan kekerasan?

Ok Kyung : Minggir! Aku akan merobek mulutnya atau menjahitnya.

Dan, dagu Sun Hee tidak sengaja terantuk kepala Ok Kyung.

Sun Hee langsung pingsan.

Gun Wook merasa bersalah, Bibi. Aku minta maaf. Itu hanya lelucon. Aku minta maaf.

Sun Hee bangun dan pura-pura lemas.

Sun Hee : Gun Wook-ah, kau ingin mengusirku?

Gun Wook : Aku hanya bercanda. Itu adalah lelucon. Maafkan aku. Aku tidak bisa hidup tanpamu, Bibi. Bibi. Apakah kau baik-baik saja?

Hee Kyung di kamarnya, memikirkan Jin A sambil memegang gelasnya yang berisi wine.

Dia ingat saat Hyeok Sang menghubungi Jin A.

Dan Jin A menjawabnya sangat manis.

Lalu dia ingat saat Jin A datang ke ruangan Hyeok Sang, membawa makan malam.

Dia pikir, Jin A dan Hyeok Sang makan malam berdua.

Itu membuatnya kesal.

Tak lama kemudian, Hyeok Sang datang.

Hee Kyung langsung mengajak Hyeok Sang minum wine. Hee Kyung bilang dia menunggu Hyeok Sang.

Tapi Hyeok Sang bilang dia lelah.

Hee Kyung maksa. Dia mengajak Hyeok Sang berdansa sambil minum wine.

Hyeok Sang : Aku lelah. Tidurlah.

Hyeok Sang beranjak keluar dari kamar.

Hee Kyung menyusul Hyeok Sang. Hee Kyung tanya, kenapa Hyeok Sang tidak mau minum wine dengannya. Apa Hyeok Sang sudah tak menyukainya. Apa Hyeok Sang sudah minum wine dengan seseorang.

Hyeok Sang terkejut dengan pertanyaan Hee Kyung.

Hyeok Sang : Apa maksudmu?

Hee Kyung : Kenapa kau menolakku? Kau satu-satunya yang sangat menginginkanku.

Hyeok Sang : Kau sudah minum terlalu banyak. Aku bekerja sampai larut. Aku lelah. Tidurlah.

Hee Kyung : Aku merindukanmu.

Hyeok Sang : Jangan lakukan ini. Aku bilang aku lelah.

Hee Kyung : Siapa dia? Katakan padaku? Siapa wanita ini? Kau pikir aku tidak tahu? Aku tidak akan memaafkanmu. Aku akan membuka topengmu.

Hyeok Sang pun marah, sadarlah! Apa sebenarnya yang mau kau katakan? Kau tidak percaya padaku? Kau menuduhku berselingkuh?

Hee Kyung : Sekali selingkuh, kau akan tetap selingkuh.

Hee Kyung beranjak keluar.

Paginya, Nyonya Choi tanya ke Hyun Seok apa Jin A pindah karena Ki Seok.

Hyun Seok : Aku tidak yakin? Apa kau merasa terganggu?

Nyonya Choi : Tentu saja.

Hyun Seok : Lalu suruh Ki Seok menikahinya. Aku pikir mereka saling menyukai. Kau menyukainya.

Nyonya Choi : Lupakan. Kau boleh pergi.

Hyun Seok : Mengapa? Apakah dia tidak cukup baik menjadi cucu menantumu?

Nyonya Choi : Aku berkata untuk pergi.

Hyun Seok : Kau juga tidak menyukai Hye Bin tapi kau tidak menentang.

Nyonya Choi memelototi Hyun Seok.

Hyun Seok paham dan bergegas pergi.

Di kamarnya, Jin A telponan dengan Nyonya Choi.

Jin A : Apakah kau tidur dengan nyenyak? Kau sudah sarapan?

Nyonya Choi : Aku tidak bisa tidur.

Jin A : Mengapa?

Nyonya Choi : Kau tiba-tiba pergi, bagaimana aku bisa tidur?

Jin A : Maafkan aku. Aku akan sering datang.

Nyonya Choi : Oke. Jaga dirimu.

Nyonya Choi lalu memutus panggilannya dan menghapus tangisnya.

Nyonya Choi : Aku tidak ingin dia dengan cucuku, tapi aku tidak ingin memberinya untuk orang lain. Aku memiliki penyakit.

*Nyonya Choi gk rela Jin A dengan Ki Seok, tapi dia juga gk rela Jin A bersanding sama yang lain.

Jin A dan keluarganya sarapan bersama.

Gun Wook cerita bagaimana dia harus meminta maaf pada Sun Hee karena kemarin menyuruh Sun Hee pindah.

Gun Wook : Bibi, kau sudah tidak apa-apa, kan?

Sun Hee : Rahangku masih berdenyut-denyut.

Gun Wook : Aku akan membelikanmu baju baru untuk menunjukkan betapa menyesalnya aku. Datang ke tokoku. Bawa ibu. Noona, kau juga. Semua orang.

Jin A : Betul sekali. Aku sedang mencuci pakaian hari ini. Jika kalian punya pakaian kotor, berikan padaku.

Ok Kyung : Tae Gil-ah, berikan dia pakaian kotormu.

Tae Gil : Aku? Aku tidak punya.

Ok Kyung : Kau punya. Kamarmu baunya mengerikan.

Jin A ke kamar Jin Ho yang sekarang ditempati Tae Gil.

Dia membuka lemari dan mengambil tas yang berisi pakaian kotor Tae Gil.

Saat membuka tas Tae Gil, dia tak sengaja menemukan surat perjanjian Tae Gil dan Hyeok Sang.

Jin A penasaran, membacanya.

“Aku, So Tae Gil, akan diam tentang masalah ini dengan imbalan 30.000 dolar. 21 Juni 1999.”

Jin A : 21 Juni 1999?

Tae Gil masuk dan terkejut melihat Jin A sudah membaca surat itu.

Tae Gil bergegas merebut surat itu.

Sontaklah Jin A kaget dan langsung berdiri.

Bersambung……

6 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Start Up Ep 8 Part 2
Read More

Start Up Ep 8 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Start Up Episode 8 Part 2, Biar paham cerita spoiler untuk Episode sebelumnya cek di…