Red Shoes Ep 28 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 28 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.Sebelumnya…

Sebelumnya…

Jin A mengetuk pintu kamar Nyonya Choi.

Jin A : Ini aku, Nek.

Nyonya Choi menyuruh Jin A masuk. Jin A masuk membawakan Nyonya Choi secangkir teh. Jin A menyuruh Nyonya Choi meminum tehnya.

Nyonya Choi : Apa kau baik-baik saja hari ini?

Jin A memegangi luka di pelipisnya dan berkata dia sudah mengoleskan obat.

Jin A : Nenek.

Wajah Jin A berubah serius.

Nyonya Choi : Ada apa kau datang menemuiku sepagi ini?

Jin A : Nenek.

Hyun Seok turun ke bawah. Disusul kemudian dengan Ki Seok.

Mereka mendengar suara nenek. Mereka menguping dan kaget mendengar Jin A bilang ingin pindah.

Nyonya Choi tanya alasan Jin A ingin pindah. Jin A minta maaf dan berkata ingin kembali ke rumah ibunya.

Jin A : Kau biarkan aku hidup di rumah yang bagus ini dan memberiku pekerjaan di Lora. Dan untuk itu, aku sangat berterima kasih. Tapi itu terus menggangguku bahwa aku satu-satunya yang tinggal di rumah yang bagus ini. Ibuku membawa adikku dan aku ke ketika kami dikirim ke panti asuhan dan membesarkan kami. Sekarang aku punya pekerjaan, aku ingin menjadi putri yang baik untuknya. Maafkan aku.

Nyonya Choi mengerti maksud Jin A. Dia lalu berkata, ingin menghentikan Jin A tapi tidak bisa karena itu keinginan Jin A untuk pindah.

Nyonya Choi : Aku tahu betapa keras kepalanya dirimu. Tapi sekali lagi, ibumu membesarkanmu selama 20 tahun. Aku yakin apa yang dia rasakan untukmu… mirip dengan bagaimana aku merindukan anakku Myung Jun. Aku yakin ibumu ingin tinggal bersamamu juga.

Jin A : Terima kasih atas pengertiannya.

Nyonya Choi : Oke. Lakukan apa yang kau mau.

Jin A bilang dia akan pindah hari itu juga setelah selesai bekerja.

Nyonya Choi kaget Jin A mau pindah secepat itu. Dia ingin tahu kenapa Jin A ingin pindah begitu cepat.

Jin A minta maaf.

Nyonya Choi memegang tangan Jin A.

Nyonya Choi : Kemanapun kau pergi, kau akan tetap menjadi anakku. Kau tahu itu, kan? Lakukan apa yang kau mau.

Jin A naik ke atas. Dia mau kembali ke kamarnya tapi mendapati Ki Seok sudah berdiri di depan kamarnya, menunggunya.

Ki Seok : Haruskah kau melakukan ini? Apakah menurutmu pindah akan menyelesaikan semuanya? Jangan lakukan ini. Aku tahu bagaimana perasaanmu, tapi…

Jin A : Tidak. Kau tidak tahu.

Ki Seok : Kau satu-satunya yang akan terluka jika melakukan ini.

Jin A : Aku sudah bilang. Hidupku berakhir pada hari Jin Ho meninggal. Aku kehilangan jiwaku hari itu.

Jin A mau masuk kamarnya tapi ditahan Ki Seok.

Ki Seok : Kumohon, Jemma-ya.

Jin A : Kau melihat bahwa kita tidak bisa bersama. Itu tidak akan pernah berhasil.

Jin A masuk ke kamarnya. Dia memasukkan pakaiannya ke dalam koper.

Tapi kemudian, dia terduduk di kasur dan menangis.

Jin A, Hyun Seok, Hee Kyung dan Hye Bin menghadap Hyeok Sang.

Hyeok sang : Kim Jemma-ssi, menurutmu kita perlu mengubah pola desain agar produk Me Too hilang?

Jin A : Ya, itu benar. Aku percaya produk kita jauh lebih unggul dalam kualitas dan tidak ada yang bisa menandinginya. Aku percaya kita harus mengandalkan pada desain kita sekarang untuk membedakan diri kita sendiri bahkan lebih.

Hee Kyung menanggapi jawaban Jin A dengan sinis.

Hee Kyung : Siapa yang tidak tahu itu? Berhenti mengatakan sesuatu yang semua orang tahu.

Hyeok Sang : Tunggu. Kim Jemma-ssi, tolong lanjutkan.

Jin A : Padahal desain itu penting, aku pikir kita perlu meningkatkan kualitas kainnya juga. Tentu saja, kita akan membutuhkan teknologi baru juga.

Hee Kyung yang kesal, meninggalkan rapat begitu saja dan kembali ke ruangannya.

Hee Kyung : Itu yang kau sebut ide baru? Hyeok Sang, kau sudah tua dan usang.

Hye Bin masuk.

Hee Kyung : Apakah pertemuannya sudah selesai?

Hye Bin : Ya, tepat setelah kau pergi. Tetapi bagaimana kau bisa pergi seperti itu? Kau membuat kami semua tidak nyaman.

Hee Kyung : Itu salah ayahmu. Aku CEO Lora. Bagaimana dia bisa memotongku seperti itu? Apalagi di depan Kim Jemma.

Hye Bin : Apa kesalahan Kim Jemma? Yang dia lakukan hanyalah memberikan pendapatnya.

Hee Kyung pun sewot Hye Bin membela Jin A.

Hye Bin : Aku sudah bilang. Kami berteman sekarang. Aku tidak perlu memusuhi dia tanpa alasan lagi. Sampai jumpa.

Hye Bin beranjak pergi.

Hee Kyung pun teringat kata-kata Jin A.

Jin A : Aku berencana untuk mengambil semua yang kau miliki satu per satu. Jadi kerahkan semua yang kau punya untuk melindungi mereka.

Hee Kyung mulai takut.

Di toko, Ok Kyung tengah bicara dengan Jin A melalui telepon. Ok Kyung terkejut saat Jin A bilang mau kembali.

Selesai bicara dengan Jin A, Ok Kyung ngasih tahu Sun Hee kalau Jin A bakal kembali sama mereka.

Sun Hee juga kaget dan tanya apa yang terjadi.

Ok Kyung : Dia ingin pindah kembali dan tinggal bersama kami. Ada yang tidak beres. Kenapa dia tiba-tiba pindah dari rumah itu? Dia tampaknya baik-baik saja di sana.

Sun Hee : Mungkin dia mengalami masalah dengan CEO Yangsan.

Ok Kyung : Dia bilang dia ingin tinggal bersama ibunya, Gun Wook dan bibinya mulai sekarang.

Sun Hee : Itu hanya alasan. Tapi sekali lagi, betapapun bagusnya sebuah rumah, tidak ada yang mengalahkan rumahmu. Mereka semua orang asing. Tunggu. Coba dipikir-pikir, kita semua juga orang asing.

Ok Kyung : Bagaimana kita orang asing? Kita keluarga.

Sun Hee : Aku adalah orang asing. Selain keluargamu, aku dan Jemma adalah orang asing.

Ok Kyung : Lihat siapa yang bicara. Baik, kau orang asing! Tapi itu tidak seperti aku memperlakukanmu secara berbeda.

Sun Hee : Ya ampun. Ketika Jin Ho masih kecil, jika dia dan Gun Wook bertarung, kau selalu melerai mereka dan memihak Gun Wook.

Ok Kyung : Itu karena Gun Wook sedang sakit.

Sun Hee : Apa pun itu tetap saja.

Yu Kyung datang dan mendapati mereka lagi diam-diaman.

Yu Kyung : Apakah kalian berdua bertengkar lagi?

Ok Kyung sewot, apa maksudmu bertengkar! Beraninya kau berbicara seperti itu kepada orang tuamu?

Gun Wook masuk.

Gun Wook : Eomma! Kenapa kau berteriak pada Yu Kyung? Apa yang dia lakukan salah? Dia mengatakan itu karena kalian bertengkar seperti ayam aduan.

Ok Kyung : Beraninya kau berbicara dengan ibumu seperti itu?

Sun Hee : Itu tidak benar, Gun Wook. Bahkan jika ibumu adalah otak burung ayam aduan, kau tidak seharusnya bicara begitu.

Ok Kyung : Hyungnim!

Sun Hee : Apa itu, apa!

Di ruangannya, Ki Seok memikirkan kata-kata Jin A.

Jin A : Aku sudah bilang. Hidupku berakhir pada hari Jin Ho meninggal. Aku kehilangan jiwaku hari itu.

Ki Seok tak bisa fokus bekerja karena memikirkan Jin A. Akhirnya, dia pun beranjak keluar dari ruangannya.

Ki Seok menemui Ok Kyung.

Ok Kyung : Apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan?

Ki Seok : Jadi … Apakah kau mendengar bahwa Jemma ingin pindah kembali ke rumah?

Ok Kyung : Ya, dia menelpon.

Ki Seok : Masalahnya, Jemma…

Ini kayaknya Ki Seok mau bilang soal balas dendam Jin A, tapi gak jadi karena Sun Hee keburu datang.

Sun Hee senang melihat Ki Seok dan memberikan Ki Seok satu suplemen mereka.

Ok Kyung menegur Sun Hee, hentikan itu. Kau akan membuat kepalanya berputar.

Ok Kyung menyuruh Ki Seok bicara. Tapi Ki Seok berubah pikiran dan pamit.

Ki Seok pergi.

Ok Kyung sewot pada Sun Hee. Dia bilang Sun Hee sangat menyebalkan.

Sun Hee : Apa yang aku lakukan? Dia pelanggan juga. Kita perlu menjual produk kita.

Hee Kyung tengah melihat proposal yang dibawa Jin A.

Setelah itu, dia melempar proposal ke meja dan menyuruh Jin A duduk.

Hee Kyung melemparkan amplop tebal ke meja.

Hee Kyung : Kau harus terbiasa dengan itu karena kau telah menerima cukup uang. Tentu saja, aku sudah terbiasa memberikannya. Kau ingin menebak berapa yang ada di sana?

Jin A : Apa yang kau rencanakan?

Hee Kyung : Kau menggangguku seperti seekor lalat atau nyamuk. Aku tidak melakukan kesalahan apapun, tapi kau menggangguku seperti aku melakukan beberapa dosa besar. Bisakah kau mengambil ini dan pergi ke suatu tempat yang jauh?

Jin A melihat isinya, lalu dia kembali melemparkan amplop itu ke meja.

Jin A bilang dia akan pergi setelah selesai balas dendam.

Hee Kyung : Jangan menjadi tidak dewasa. Pembalasan dendam? Apakah ini film berperingkat B atau sesuatu?

Jin A : Kau adalah bintangnya dari film berperingkat B itu. Dan aku direkturnya. Aktris harus mengikuti visi sutradara.

Hee Kyung gondok, kau…

Jin A : Apa? Apakah kau takut lagi? Karena putrimu satu-satunya memihakku? Karena satu-satunya suamimu menyukai dan menghormatiku?

Jin A pun bertanya, haruskah dia membuat Hyeok Sang jatuh cinta padanya.

Jin A : Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk melindungi mereka dariku?

Hee Kyung pun emosi dan mencekik Jin A saat Jin A mengatainya wanita kotor.

Hee Kyung : Aku akan membunuhmu!

Jin A : Kau harusnya membunuhku sebelumnya! Kau seharusnya tidak gagal!

Jin A mendorong Hee Kyung.

Lalu ponsel Jin A berdering. Telepon dari Hyeok Sang.

Jin A menunjukkan layar ponselnya, bahwa Hyeok Sang menghubunginya. Hee Kyung kaget.

Jin A menjawab telepon Hyeok Sang dengan manis.

Jin A : Halo, Pimpinan. Ini Kim Jemma.

Sontak, Hee Kyung makin gondok.

Bersambung ke part 2….

4 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Red Shoes Ep 45 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 45 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…
18 Again Ep 11 Part 2
Read More

18 Again Ep 11 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis 18 Again Episode 11 Part 2, Untuk melihat daftar dengan lengkap langsung di tulisan yang…
Mr Queen Ep 7
Read More

Mr Queen Ep 7

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Mr Queen Episode 7, Simak rekap Episode sebelumnya baca di sini. Bagi yang penasaran daftar…