Red Shoes Ep 27 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 27 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.Sebelumnya…

Sebelumnya…

Di part sebelumnya, Jin A menangis menatap ayahnya, ibunya dan adiknya duduk semeja.

Tapi kemudian dia tersadar kalau itu hanya bayangannya.

Semua menatapnya.

Jin A minta maaf dan bergegas ke kursinya sambil menahan tangis.

Nyonya Choi menatap Jin A, apa kau sakit? Kau terlihat pucat.

Jin A : Tidak, aku baik-baik saja.

Hyeok Sang bicara pada Nyonya Choi.

Hyeok Sang : Istriku berusaha keras memasak semua ini. Kuharap kau menyukainya.

Nyonya Choi : Aku bersedia, semuanya tampak lezat.

Hee Kyung mengambil sepiring japchae dan menyuruh Ki Seok yang duduk di sebelahnya untuk mencobanya.

Dia juga menyuruh Jin A yang duduk di sebelah Ki Seok untuk mencoba japchae nya. Dia memberikan japchae nya ke Jin A.

Jin A menatap japchae itu dan kembali teringat saat dia bicara di telepon dengan Jin Ho terakhir kali.

Jin A: Tulang rusuk pendek? Japchae? Katakan padaku semua yang kau inginkan, Jin Ho-ya.

Jin Ho : Mengapa? Jadi kau bisa mengatur meja diisi dengan makanan toko serba ada?

Jin A : Apa maksudmu? Kakak perempuanmu akan memasak untukmu sendiri. Kau adalah adikku yang paling berharga.

Tangis Jin A akhirnya pecah.

Ki Seok menatap cemas Jin A, Jemma-ya.

Jin A minta maaf ke Hyeok Sang. Dia menjelaskan, melihat japchae Hee Kyung, dia teringat pada adiknya yang sudah tiada dan adiknya sangat menyukai japchae.

Hee Kyung terdiam mendengar kata-kata Jin A tentang Jin Ho yang suka japchae.

Jin A : Aku sudah merusak suasana. Maafkan aku.

Hyeok Sang : Kau adalah tamu kami dan datang sejauh ini. Aku akan merasa tidak enak jika kau pergi sekarang.

Hyeok Sang lalu menyuruh Hye Bin membawa Jin A ke kamar.

Hye Bin membawa Jin A ke kamarnya.

Hye Bin : Berbaring dan istirahat.

Hye Bin membantu Jin A duduk di kasur.

Jin A minta maaf karena sudah merusak suasana. Hye Bin bilang dia tidak punya saudara, jadi dia tidak mengerti, tapi dia yakin, dia akan sulit menerimanya jika dia ada di posisi Jin A. Jin A pun berterima kasih karena Hye Bin sudah baik padanya. Hye Bin minta Jin A tidak bersikap formal padanya ketika hanya mereka berdua. Hye Bin bilang, mereka tidak sedang di kantor.

Jin A : Aku tahu ini mungkin waktu yang aneh, tetapi jika aku telah melakukan sesuatu untuk menyakiti perasaanmu, tolong maafkan aku.

Hye Bin : Melihat ke belakang, aku menyadari aku yang bodoh.

Jin A : Aku memiliki kehidupan yang begitu sulit, jadi perasaanku kacau saat bertemu orang kaya.

Hye Bin : Aku juga cemburu padamu, sebagai wanita. Sekarang aku bahkan sudah bertunangan dengan Hyun Seok, mari bergaul lebih baik lagi, kakak ipar. Sebenarnya, haruskah aku memanggilmu “Bibi Palsu?”

Jin A tersenyum mendengarnya.

Hye Bin : Aku akan membiarkanmu beristirahat.

Hye Bin keluar.

Begitu Hye Bin keluar, Jin A menatap sekeliling kamar Hye Bin.

Lalu dia membuka lemari Hye Bin dan melihat pakaian serta tas mewah Hye Bin.

Setelah itu dia menutup kembali lemari dan melihat meja rias Hye Bin.

Seketika, Jin A teringat penderitaannya dulu atas kematian ayahnya dan Jin Ho.

Jin A : Sementara anak-anakmu yang kau tinggalkan menangis sedih, Hye Bin hidup sebagai seorang putri dengan semua yang dia inginkan.

Hyun Seon dan Hye Bin di ruangan Hyeok Sang.

Hye Bin : Aku merasa sangat buruk untuk Jemma. Saat dia menangis dan berbicara tentang adiknya, bahkan aku merasa sedih.

Hyun Seok : Lihat? Tidak bisakah kau lebih baik sebelumnya?

Hye Bin : Jangan khawatir. Kami memutuskan untuk menjadi saudara sekarang.

Hyun Seok senang mendengarnya.

Hye Bin : Tapi tidak ada seorang pun di keluarga yang tahu apa yang terjadi padanya?

Hyun Seok : Aku mendengar bahwa saudaranya meninggal. Tapi tidak tahu lengkapnya.

Hye Bin : Tidak heran nenek sangat peduli padanya. Sedih sekali.

Hyun Seok : Dia memberinya ginjal tanpa mendapatkan apa-apa kembali. Dengan kata lain, dia menyelamatkan hidupnya.

Hye Bin : Apa? Dia memberinya ginjal? Jemma Eonni?

Hyun Seok : Tidak ada orang lain yang cocok dan kondisinya semakin memburuk, jadi itu berbahaya. Tapi dia selamat berkat Gemma memberinya ginjal.

Hye Bin terkejut mendengarnya.

Nyonya Choi, Ki Seok, Hee Kyung, Hyeok Sang dan Soo Yeon minum teh di ruang tengah.

Nyonya Choi : Kudengar kau menjalankan panti jompo?

Soo Yeon : Ya. Ada di suatu tempat dengan udara yang sangat bersih. Kau harus mampir kapan-kapan.

Hee Kyung : Kami pergi juga. Mereka memiliki salon, bioskop, dan bahkan sauna. Ini bagus.

Nyonya Choi : Aku harus menetapkan tanggal dlm waktu dekat.

Soo Yeon : Ya ampun. Jangan merasa terlalu tertekan.

Nyonya Choi : Bagaimana Jemma? Kita harus segera pulang.

Ki Seok : Aku akan memeriksanya.

Hee Kyung : Biar aku saja.

Hee Kyung masuk ke kamar Hye Bin dan mendapati Jin A tengah tidur.

Dengan dinginnya, Hee Kyung menyuruh Jin A bangun.

Jin A bangun.

Hee Kyung : Beraninya kau tidur di ranjang putriku.

Jin A : Jika kau sangat membencinya, buang tempat tidur ini dan beli yang baru. Kau menggantikan suamimu dan anak-anak tanpa mengedipkan mata. Tempat tidur seharusnya bukan apa-apa. Apakah aku benar?

Hee Kyung marah dan mencekik Jin A.

Hee Kyung : Sudah kubilang jangan datang ke rumahku. Beraninya kau masuk ke rumahku? Kau harus mati! Mati!

Jin A mendorong Hee Kyung, dan tanpa sengaja Jin A melukai pelipis Hee Kyung.

Tahu pelipisnya terluka, Hee Kyung balas melukai pipi Jin A dengan kukunya.

Setelah itu, dia mendorong Jin A ke kasur.

Jin A pun langsung berdiri dan menatap Hee Kyung penuh kebencian.

Tepat saat itu Hye Bin datang dan terkejut melihat pipi keduanya terluka.

Hee Kyung : Aku membangunkannya dan dia tiba-tiba menoleh dan tergores di cincinku. Hye Bin, maukah kamu menempatkan sesuatu untuknya?

Hye Bin mengajak Jin A keluar.

Sekarang, Jin A, Ki Seok dan Nyonya Choi sudah pulang.

Nyonya Choi menyuruh Jin A dan Ki Seok istirahat.

Nyonya Choi masuk ke kamar.

Sementara Jin A berbelok ke dapur, untuk mengambil air.

Ki Seok menyusul Jin A.

Ki Seok : Apa yang terjadi dengan wajahmu? Katakan padaku yang sebenarnya.

Jin A : Aku sudah bilang, aku menggoresnya dengan peniti.

Ki Seok : Tolong beritahu aku.

Jin A : Kau menemui Min Hee Kyung? Sudah kubilang abaikan dia.

Ki Seok : Mengabaikannya tidak mencapai apapun. Aku mencoba memperbaiki masalah.

Jin A : Kenapa kau mencoba untuk memperbaiki masalahku?

Ki Seok : Karena itu bukan masalahmu. Ini milikku juga. Hye Bin, putri wanita itu, yang kau benci dan ingin kau bunuh akan menjadi istri adikku. Dan kau, putrinya yang lain, akan menjadi istriku. Tidakkah kau mengerti seberapa penting kau bagiku?

Ki Seok pun meminta Jin A memaafkan Hee Kyung. Ki Seok juga bilang akan tiba hari dimana Jin A melupakan semuanya.

Jin A : Itu yang aku takutkan. Melupakan. Hidupku berakhir di hari dimana Jin Ho meninggal.

Ki Seok : Jemma-ya.

Jin A lari ke kamarnya. Ki Seok menyusul Jin A.

Jin A : Biarkan aku sendiri, tolong!

Ki Seok : Bagaimana bisa aku melakukannya saat aku tahu segalanya?

Jin A : Kau tau segalanya? Apa yang kau tahu? Berapa banyak? Tidak, kau tidak tahu. Sama seperti aku tidak mengenalmu.

Ki Seok : Apa?

Jin A : Kau bertanya kenapa aku tidak memberitahumu, kan? Lalu kenapa kau tidak memberitahuku?

Ki Seok : Apa maksudmu?

Jin A : Kau sudah menikah sebelumnya, kan? Dan kau masih tetap berhubungan dengannya. Karena dia, kau berhenti mengajar. Karena kau sedang jatuh cinta dan kau tidak bisa mencintai lagi karena bekas luka itu. Dan karena itu, kau takut mendekatiku. Kau tidak memiliki keyakinan, atau apa pun.

Ki Seok terdiam mendengarnya.

Jin A : Kenapa kau tidak bisa jujur ​​padaku? Mengapa? Tapi kau bertingkah seolah kau mengenalku. Aku tidak mau menghakimimu. Aku sama. Aku tidak bisa memberitahumu. Kita tidak saling mencintai. Kita saling menipu dan tidak jujur. Yang kita lakukan hanyalah berbohong. Bagaimana cinta itu? Itu bukan cinta yang aku tahu. Aku tidak mencintaimu dan kau tidak mencintaiku.

Ki Seok : Jemma-ya.

Jin A : Silakan pergi. Kumohon, silakan pergi!

Hee Kyung di kamarnya masih kesal melihat luka di pelipisnya.

Lalu Hye Bin datang membawa obat.

Hye Bin : Apa kau melihat pergelangan tangan Jemma? Aku ragu bekas luka itu akan sembuh. Aku akan sangat marah jika aku jadi dia. Dia harus mengobatinya.

Hee Kyung : Kenapa kau peduli?

Hye Bin : Aku merasa kasihan padanya.

Hye Bin juga bilang dia mulai menangis saat mendengar cerita Jin A tentang bagaimana Jin Ho mati dalam semalam.

Hye Bin : Dia diserang saat membantu seorang wanita yang dompetnya dirampas. Astaga.

Hee Kyung : Hai. Apa yang merasukimu? Kenapa kau bertingkah seperti kau dekat dengan bocah itu?

Hye Bin : Aku tidak sedang berakting. Kita dekat.

Hee Kyung : Apa?

Hye Bin : Kau ingin aku terus bertengkar dengannya? Kau mencoba menendangnya keluar tapi gagal. Dan kau adalah orangnya yang mencuri desainnya. Dia seperti itu karena marah.

Hee Kyung : Lakukan yang kukatakan. Jaga jarak darinya. Kau tidak tahu betapa menakutkannya dia. Dia mungkin melampiaskannya padamu jika kau tidak hati-hati.

Hye Bin : Dia mungkin apa? Imajinasimu berjalan liar. Dia di pihakku.

Hee Kyung : Hye Bin-ah.

Hye Bin : Dia sendiri yang mengatakannya. Dia berkata karena kita akan menjadi ipar, mari kita lupakan masa lalu dan bergaul. Apa yang bisa aku katakan untuk itu? Haruskah aku menolak?

Hee Kyung : Dia bukan putri sungguhan. Dia diadopsi. Jika adopsinya dibubarkan, hubungan mereka akan berakhir.

Hye Bin : Itu sudah dibubarkan. Tapi hubungan mereka tidak akan pernah terputus. Jemma menyelamatkan nyawa nenek.

Hee Kyung : Dia menyelamatkan hidupnya?

Jin A menatap pantulan wajahnya di cermin dengan tatapan tajam.

Tiba-tiba, wajahnya di cermin berubah menjadi wajah Hee Kyung.

Hee Kyung : Apa yang kau inginkan? Pembalasan dendam?

Jin A : Betul sekali. Balas dendam padamu.

Hee Kyung : Apa kesalahan yang telah aku perbuat?

Jin A : Kau meninggalkanku. Kau meninggalkan aku dan Jin Ho. Dan kau mengkhianati ayah. Aku masih anak-anak. Aku dan Jin Ho membutuhkan ibu.

Hee Kyung : Setiap orang mengubah dan mengkhianati orang lain untuk menguntungkan diri mereka sendiri. Aku juga manusia. Kenapa aku harus membuat semua pengorbanan? Bagaimana dengan kebahagiaanku? Bagaimana dengan ambisiku?

Jin A : Kau mencoba membunuhku! Aku membencimu Aku akan menghukummu. Aku akan menyakitimu dengan caramu menyakitiku.

Hee Kyung : Apakah itu mungkin? Kau gadis miskin. Kau tidak berarti apa-apa dalam hidupku. Hal yang paling penting dalam hidupku adalah aku.

Hee Kyung menertawakan Jin A.

Jin A pun melempar cermin dan berteriak, menyuruh Hee Kyung pergi.

Jin A nangis.

Ki Seok datang dan memeluk Jin A.

Bersambung…

48 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

Dear.M Ep 10

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Dear.M Episode10, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini.Baca episode sebelumnya…