Red Shoes Ep 25 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 25 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.Sebelumnya…

Sebelumnya…

Hye Bin menatap tanggal di kalendernya. Tanggal yang sudah ditandainya. Itu tanggal pertunangannya.

Hye Bin kemudian berkata pada semuanya kalau dia akan mentraktir mereka semua.

Ye Eun penasaran, apa sesuatu yang baik terjadi.

Hye Bin : Aku akan segera menikah.

Ye Eun : Apa? Dengan siapa? Apakah itu…

Dan Hyun Seok datang. Hye Bin langsung merangkul lengan Hyun Seok.

Hye Bin : Waktu yang tepat. Ini dia. Kami akan segera menikah.

Hyun Seok langsung mengajak Hye Bin bicara berdua.

Hyun Seok : Aku tidak mengatakan aku tidak akan melakukannya. Tapi kau seharusnya mendiskusikannya denganku dulu sebelum mengumumkannya kepada semua orang.

Hye Bin : Mengapa aku harus melakukan itu? Pokoknya semua orang tahu.

Hyun Seok : Hye Bin-ah.

Hye Bin : Apa kau berubah pikiran? Apa kau ragu lagi? Kau bilang padaku bahwa kau mencintaiku dan jangan kehilanganmu. Aku ingin memberitahu semua orang. Aku ingin semua orang tahu bahwa kita akan segera menikah. Untuk mengumumkan bahwa kau milikku.

Hye Bin nangis.

Hye Bin : Aku minta maaf jika aku salah.

Hyun Seok : Kenapa kau menangis? Jangan menangis.

Hyun Seok pun memeluk Hye Bin.

Hye Bin menerobos masuk ke ruangan ayahnya, saat sang ayah lagi bicara soal desain baru kasur mereka dengan sang ibu.

Hye Bin bilang, dia akan segera menikah.

Hee Kyung kaget, apa?

Hye Bin : Hyun Seok Oppa setuju mengadakan pertemuan keluarga dan menentukan tanggal untuk itu.

Hee Kyung : Betulkah? Apakah dia benar-benar mengatakan itu?

Hye Bin : Ya. Astaga, ibu! Aula pernikahan mana yang harus kupesan? Aku ingin pernikahan di luar ruangan. Tunggu. Dimana kita harus tinggal setelah kita menikah? Appa, kau akan membelikanku rumah, kan?

Hyeok Sang tertawa melihat Hye Bin yang sangat gembira.

Nyonya Choi dan Ki Seok terkejut saat Hyun Seok bilang mau menikah.

Nyonya Choi tanya, apa Hyun Seok serius.

Hyun Seok bilang hanya upacara untuk mengikat hubungan.

Hyun Seok : Semacam seperti upacara pertunangan? Tidak. Setidaknya pertemuan keluarga.

Nyonya Choi : Kenapa, tiba-tiba? Kau menentangnya. Apa yang merasukimu?

Hyun Seok : Kau ingin aku melakukannya. Dan keluarga Hye Bin adalah keluarga baik-baik dan dia sangat menyukaiku.

Nyonya Choi : Jadi? Menurutmu kau akan memiliki kehidupan yang bahagia dengan dia? Kau pikir, putrinya akan memperlakukanmu seperti raja?

Hyun Seok : Tentu saja tidak. Kau tahu aku tidak percaya cinta. Ki Seok juga tidak. Bagaimanapun, aku hanya ingin kau tahu.

Hyun Seok keluar dari kamar neneknya.

Ki Seok menyusul Hyun Seok.

Nyonya Choi : Apakah dia mengatakan dia akan menikah karena dia ingin atau karena dia merasa tertekan?

Jin A masuk ke kamar Nyonya Choi membawa minuman.

Nyonya Choi : Kau harus berangkat kerja, kan?

Jin A : Iya segera.

Nyonya Choi : Sebenarnya, boleh aku bertanya sesuatu? Apa Hyun Seok mengatakan sesuatu kepadamu?

Jin A : Seperti apa?

Nyonya Choi : Kami sedang menetapkan tanggal untuk keluarga untuk bertemu secara resmi. Dengan keluarga Hye Bin. Bagaimana menurutmu? Apakah mereka terlihat sedang jatuh cinta dan tidak bisa hidup tanpa satu sama lain?

Jin A : Aku tidak yakin. Dia hanya fokus pada pekerjaan saat dia di kantor. Aku heran, sebenarnya.

Nyonya Choi : Apakah dia bekerja keras?

Jin A : Dia melakukannya.

Nyonya Choi : Itu melegakan. Bagus. Ya, dia harus melakukannya.

Hye Bin dan Hyun Seok menemui Hyeok Sang dan Hee Kyung.

Hyun Seok bilang, dia ingin upacara pertunangan yang sederhana. Hanya dengan keluarga. Seperti pertemuan keluarga.

Hee Kyung menolak. Dia bilang, Hye Bin anak mereka satu-satunya jadi mereka tidak bisa menggelar upacara yang sederhana.

Hyeok Sang langsung menyela mendengar Hee Kyung menyebut kalau Hye Bin anak mereka satu-satunya.

Hyeok Sang : Kita memiliki Ju Hyung.

Hee Kyung : Mengapa kau membesarkan seseorang di AS?

Hee Kyung lalu tanya pendapat Hye Bin.

Hye Bin bilang dia cuma butuh Hyun Seok.

Hyeok Sang : Yoon Timjang-nim, pikirkanlah tentang apa yang kukatakan. Jika ada orang yang mungkin menjadi masalah, urus itu sebelum keluarga kita bertemu.

Hee Kyung : Yeobo!

Hyeok Sang : Rumornya menyebar luas tentang kau yang berjiwa bebas.

Hye Bin : Ayah. Aku tahu dia bawahanmu, tapi itu salah.

Hyun Seok : Aku mengerti apa yang kau maksud. Jangan khawatir, Pak.

Hye Bin lalu tanya, kapan Hee Kyung bisa menemui Nyonya Choi.

Hye Bin : Bisakah kau pergi hari ini?

Hee Kyung : Kenapa terburu-buru?

Hye Bin : Mereka mengatakan seseorang harus menyerang saat setrika masih panas.

Hee Kyung minta Hyun Seok memberitahu Nyonya Choi bahwa dia akan mampir untuk bertemu Nyonya Choi.

Hyun Seok berdiri di depan jendela sambil menyesap kopinya. Pikirannya melayang, memikirkan pertunangannya dengan Hye Bin.

Lalu Jin A datang. Jin A juga membawa secangkir kopi.

Hyun Seok berbalik dan melihat Jin A.

Jin A langsung berbalik, dia mau pergi. Tapi Hyun Seok mengajaknya ngopi bareng.

Jin A pun mendekati Hyun Seok.

Hyun Seok : Aku minta maaf. Aku salah. Tidak seharusnya aku mengatakan itu. Aku hanya cemburu.

Jin A : Tidak apa-apa. Aku akan berpura-pura tidak mendengarnya.

Hyun Seok : Begitulah aku. Aku bukan orang baik. Aku benar-benar brengsek.

Jin A : Kau benar. Aku bisa tahu dari awal.

Hyun Seok : Betulkah?

Jin A menatap Hyun Seok, hei, brengsek!

Hyun Seok tertawa, itulah yang aku katakan kepadamu saat pertama kali kita bertemu.

Jin A : Itu benar, kau melakukannya.

Keduanya tertawa.

Lalu Hye Bin datang.

Hye Bin : Apa yang lucu? Aku merasa dikecualikan lagi.

Jin A : Inilah yang terjadi ketika kau pergi ke pusat distribusi bersama-sama. Aku akan pergi kalau begitu.

Jin A pergi. Hye Bin mendengus kesal menatap Jin A.

Hee Kyung di rumah Nyonya Choi sekarang, membahas pertunangan Hyun Seok dan Hye Bin.

Hee Kyung bilang, Hyun Seok menginginkan pertunangan yang sederhana jadi mereka tidak boleh menundanya lagi.

Nyonya Choi setuju. Hee Kyung lalu tanya, di mana mereka akan mengadakan pertemuan.

Nyonya Choi langsung bilang di Yangsan. Hee Kyung kaget.

Nyonya Choi beralasan, itu hanya pertemuan dua keluarga yang sederhana jadi tidak perlu membuang-buang uang menyewa gedung yang besar.

Hee Kyung terpaksa setuju.

Lalu Jin A datang membawa dua cangkir teh.

Hee Kyung menatap luka bakar Jin A.

Hee Kyung : Bagaimana luka bakarmu? Apakah bekas lukanya masih buruk?

Jin A : Ini jauh lebih baik. Terima kasih atas perhatianmu.

Nyonya Choi menyuruh Jin A duduk.

Hee Kyung : Kurasa itu karena dia putriku satu-satunya, tapi cintaku padanya tidak seperti yang lain.

Nyonya Choi : Mungkin lebih karena dia adalah anakmu satu-satunya. Tidak, itu tidak benar. Bukankah dia memiliki saudara tiri yang lebih tua?

Hee Kyung : Yah … Dia telah tinggal di luar negeri untuk waktu yang lama. Kami jarang melihatnya.

Nyonya Choi : Benar. Ini tidak mudah untuk membesarkan anak orang lain.

Jin A : Itu sebabnya aku sangat menghormati ibuku, Nek.

Nyonya Choi : Tentu saja. Orang-orang membuang anak-anak mereka sendiri yang mereka lahirkan. Dia membawamu masuk ketika kau tidak berhubungan sama sekali dan membesarkanmu sampai sekarang. Betapa menakjubkannya itu?

Jin A : Untukku, ibuku yang membesarkanku adalah ibu terbaik. Orang yang melahirkanku meninggalkanku, jadi dia sudah mati bagiku. Aku akan membiarkan kalian berdua bicara.

Hee Kyung di depan kamar Jin A sekarang.

Dia hendak membuka pintu kamar Jin A, tapi Jin A datang.

Jin A : Apakah ada hal lain yang ingin kau curi? Mengapa kau memiliki begitu banyak bisnis di kamar orang lain? Apakah kau sedang mengalami menopause? Jika tidak, apakah kau hanya seorang kleptomaniak?

Hee Kyung : Jangan bertindak seperti sampah. Ada begitu banyak kecerobohanmu yang bisa kumanfaatkan.

Jin A : Bukan aku yang sampah. Kau adalah sampah kotor selalu mengeluarkan bau busuk.

Mendengar itu, Hee Kyung emosi dan berniat menampar Jin A. Tapi dihentikan oleh Jin A.

Jin A : Berapa lama kau pikir kau bisa mengalahkanku? Kau sudah tua dan kau tidak lebih pintar dariku.

Hee Kyung : Bagaimana denganmu? Kau masih belum berpengalaman dan memiliki pengalaman lebih sedikit dariku.

Jin A : Fakta bahwa aku tidak punya apa-apa berarti aku tidak akan rugi apa-apa. Itu berarti aku sama sekali tidak perlu takut.

Hee Kyung : Apa kau percaya itu?

Ki Seok pulang.

Nyonya Choi : Kau kembali lebih awal. Kau sudah makan malam?

Ki Seok : Ya, sudah.

Ki Seok melihat ada tas Hee Kyung di atas sofa.

Nyonya Choi : Min Daepyeo disini untuk membahas masalah Hyun Seok.

Di atas, Hee Kyung dan Jin A masih ribut.

Jin A : Jangan pedulikan aku. Fokus pada upacara pertunangan jadi tidak ada hal yang tidak diinginkan terjadi.

Hee Kyung melarang Jin A hadir di pertunangan Hye Bin.

Hee Kyung : Jika kau datang….

Jin A : Ini pertunangan adik perempuanku satu-satunya. Bukankah sudah semestinya kakaknya hadir?

Hee Kyung : Aku bilang jangan datang.

Jin A : Jika aku menolak? Apa? Kau akan membunuhku?

Hee Kyung mendekati Jin A.

Dengan kejamnya, dia menekan pergelangan tangan Jin A yang masih dibalut perban.

Sontak lah Jin A langsung kesakitan.

Hee Kyung : Bagaimana? Ada banyak cara.

Jin A yang udah gak tahan lagi, akhirnya mendorong Hee Kyung.

Tepat saat itu, Ki Seok datang.

Hee Kyung langsung berakting tidak terjadi apa-apa.

Dia menyapa Ki Seok seperti biasa. Lalu bilang pada Jin A, sampai jumpa di kantor.

Hee Kyung pergi.

Ki Seok menatap Jin A.

Saat itulah dia melihat ada darah di pergelangan tangan Jin A.

Hee Kyung pulang saat suaminya, adik iparnya dan putrinya tengah berkumpul di ruang santai menonton TV.

Hee Kyung langsung duduk disamping Hye Bin dan berteriak, meminta air dingin ke Bibi Ahn. Hye Bin juga teriak, minta jus.

Hye Bin : Bu, apa yang Nyonya Choi katakan?

Hee Kyung : Kami sepakat pada tanggal yang kami pilih. Dia ingin mengadakan pertemuan keluarga dan upacara pertunangan di Yangsan.

Hye Bin : Apa? Yangsan?

Hyeok Sang mematikan TV. Dia bilang itu ide bagus.

Hyeok Sang : Setiap Tom, Dick, dan Harry menyewakan ballroom hotel. Aku juga tidak menyukainya.

Soo Yeon : Betul sekali. Ini bagus dan sederhana. Aku juga menyukainya.

Hye Bin : Ayolah, Bi. Kau hanya bertunangan sekali.

Soo Yeon : Siapa yang tahu jika kau akan bertunangan sekali atau dua kali? Beberapa orang memiliki banyak pernikahan.

Hye Bin marah, bibi!

Hyeok Sang : Jangan berdebat dengannya. Dia hanya cemburu.

Soo Yeon : Betul sekali. Aku sangat cemburu, itu membuatku gila.

Hye Bin : Yeobo, apa aku terlihat tua belakangan ini?

Hyeok Sang : Mengapa? Apakah seseorang mengatakan kau tua?

Hye Bin : Sebenarnya, itu benar. Dari sudut pandangku, kau sudah tua. Karena aku sudah akan menikah.

Bibi Ahn datang membawa air putih dingin dan jus jeruk.

Hye Bin mau minum jusnya tapi dilarang Hee Kyung.

Hee Kyung bilang, Hye Bin harus diet agar gaun pertunangannya pas.

Hye Bin : Ibuku marah karena aku memanggilnya tua.

Ki Seok mengobati luka Jin A.

Ki Seok : Apa yang terjadi sebelumnya antara kau dan Min Daepyeo? Kalian tampak tegang.

Jin A : Tidak banyak.

Ki Seok : Tidak banyak?

Jin A : Kau tahu kita akan menjadi musuh sampai hari kita mati.

Ki Seok : Apakah Min Hee Kyung benar-benar menyuruhmu ke pabrik dan mencoba menjebakmu?

Jin A : Kau masih tidak percaya padaku?

Ki Seok : Aku hanya tidak mengerti. Katakan padaku.

Jin A : Maaf. Akan datang suatu hari ketika kau mengerti aku.

Jin A berdiri dan beranjak keluar.

Di kamarnya, Hee Kyung memakai krim malamnya.

Tapi dia teringat kata-kata Jin A tadi kalau dia sudah tua.

Hee Kyung yang merasa kesal, memoleskan krim malamnya ke wajahnya begitu banyak.

Lalu dia berteriak dan menjatuhkan semua kosmetiknya di meja ke lantai.

Setelah itu, dia duduk dan menatap pantulan wajahnya yang penuh krim di cermin.

Bersambung……

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Hello, Me! Ep 5 Part 2
Read More

Hello, Me! Ep 5 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hello, Me! Episode 5 Part 2, Yuk bisa simak daftar selengkapnya juga bisa lihat di…
Read More

Undercover Ep 15 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Undercover Episode 15 Part 2, Untuk keseluruhan cerita spoiler lengkapnya ada di tulisan yang ini.…