Red Shoes Ep 25 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 25 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.Sebelumnya…

Sebelumnya…

Ki Seok kaget mendengar pengakuan Hyun Seok.

Hyun Seok mengaku juga menyukai Jin A.

Hyun Seok : Apa yang Jemma katakan? Apakah dia menyukaimu? Kita mungkin harus berduel untuknya.

Ki Seok : Hyun Seok!

Hyun Seok : Kau seorang pejuang yang kuat, jadi aku pasti akan kalah. Tapi berhati-hatilah. Aku lebih baik darimu dalam memenangkan wanita.

Ki Seok : Hei, Hyun Seok.

Hyun Seok lantas tersenyum dan berkata kalau dia hanya bercanda.

Hyun Seok : Jemma sama sekali bukan tipeku. Dia norak dan memiliki temperamen. Aku tidak ingin gadis seperti itu. Tidak terima kasih. Padahal aku mengkhawatirkanmu. Ini buruk jika kau jatuh cinta pada seorang gadis sebanyak ini.

Ki Seok tertawa di-prank Hyun Seok.

Ki Seok : Kenapa kau main-main dengan kakakmu? Bagaimana keadaannya? Apakah semuanya berjalan baik dengan Hye Bin?

Hyun Seok : Ya, begitulah.

Hyun Seok membawa bir nya ke kamar.

Dia duduk dan menatap fotonya bersama Hye Bin. Lalu dia membalik piguranya dan ada foto Jin A dibaliknya.

Sorot mata Hyun Seok berubah sedih.

Hyun Seok : Selamat tinggal, bibi palsu.

Omo, ternyata Hyun Seok benar-benar mencintai Jin A. Dan dia mengalah demi Ki Seok.

Jin A yang baru tiba di kantor, bertemu Hee Kyung yang juga baru tiba. Hee Kyung bersama asistennya.

Hee Kyung menatap Jin A dengan tatapan dingin, lalu dia beranjak pergi.

Ponsel Jin A berdering. Jin A tersenyum membaca nama Ki Seok di layar.

Ki Seok : Hai, Tukang Ngantuk.

Jin A : Aku sudah di tempat kerja. Aku akan meneleponmu nanti.

Jin A memutus panggilan Ki Seok.

Asisten Hee Kyung tanya, apa Jin A sudah diberitahu kalau Jin A akan melakukan perjalanan bisnis.

Jin A bingung, perjalanan bisnis?

Hye Bin berkata pada semuanya kalau salah satu dari mereka harus pergi ke pusat distribusi di Incheon.

“Tanggal rilis hampir tiba, jadi harus selesai hari ini.” ucap Hye Bin.

“Ini akan sulit untuk satu orang untuk cek semua produk pada hari terakhir.” jawab Ye Eun.

“CEO secara pribadi menginstruksikan saya untuk mengirim Kim Jemma.”

Hyun Seok kaget, kenapa CEO?

Hye Bin : CEO, ketua, apa bedanya? Mengapa itu penting? Itu perusahaan yang sama.

Jin A : Ya Bu. Haruskah aku keluar sekarang?

Hyun Seok : Aku akan pergi bersamamu. Terlalu banyak untuk ditangani sendirian.

Hye Bin langsung melarang Hyun Seok, jangan!

Semua kaget. Hye Bin mencari alasan. Dia bilang Jin A adalah pekerja keras jadi pasti bisa menyelesaikan sendiri.

Hye Bin : Centang setelah kau selesai. Mengerti.

Jin A : Ya, Bu.

Jin A bergegas pergi.

Hyun Seok yang cemas, mau menyusul Jin A.

Hyun Seok melarang Hye Bin mengikutinya. Hyun Seok bilang dia juga mau melakukan perjalanan bisnis.

Hye Bin kesal, Yoon Timjang-nim!

Hyun Seok menyusul Jin A ke lift.

Hyun Seok : Aku tidak percaya padamu, jadi aku akan menemanimu.

Jin A : Aku bisa melakukannya dengan baik sendiri.

Hyun Seok mendengus kesal karena Jin A tak pernah setuju dengannya.

Hyun Seok kekeuh mau nemenin Jin A.

Tapi Hye Bin datang.

Jin A menghela nafas melihat Hye Bin.

Hye Bin kekeuh mau Jin A yang pergi sendirian.

Dan Hyun Seok kekeuh mau nemenin Jin A dengan alasan Hye Bin menugaskan pekerjaan yang tidak bisa Jin A tangani sendiri.

Hyun Seok : Lebih-lebih lagi, pergelangan tangannya belum sepenuhnya sembuh.

Hye Bin makin kesal, aku tidak pernah tahu kau begitu peduli dengan bawahanmu.

Hyun Seok : Mungkin kau harus belajar untuk peduli.

Jin A yang malas melihat pertengkaran Hye Bin dan Hyun Seok pun berkata kalau dia akan pergi sekarang.

Jin A masuk ke lift.

Hyun Seok mau ikut tapi dilarang Hye Bin.

Jin A menyempatkan diri mampir ke toko ibunya.

Ok Kyung dan Sun Hee senang melihat Jin A.

Ok Kyung bilang dia sangat merindukan Jin A.

Sun Hee juga bilang dia senang Jin A datang.

Ok Kyung : Jadi apakah pergelangan tanganmu sudah lebih baik?

Jin A : Hampir saja.

Ok Kyung lalu tanya kenapa Jin A datang di jam kantor.

Jin A bilang dia dalam perjalanan bisnis dan mampir sebentar ke toko ibunya.

Ok Kyung kecewa Jin A tak bisa lama-lama.

Jin A minta maaf dan berjanji akan menyempatkan waktu untuk ibunya di weekend nanti.

Ok Kyung : Oke. Aku akan membuat sejumlah besar makanan enak, jadi kau harus datang, oke?

Sun Hee memberikan Jin A vitamin. Dia bilang, itu darinya.

Sun Hee : Kau perlu merawat tubuhmu setelah apa yang kau alami.

Ok Kyung pun meyahuti Sun Hee. Dia bilang harusnya Sun Hee diskusi dulu sama dia.

Sun Hee beralasan, dia membeli vitamin itu dengan uangnya sendiri.

Vitamin itu vitamin yang mereka jual sendiri di toko.

Jin A meminumnya satu.

Setelah itu dia langsung pergi.

Jin A sampai di gudang Sense Mom. Tapi baru sampai, dia dikejutkan dengan Hyun Seok yang sudah lebih dulu tiba. di sana.

Jin A menghampiri Hyun Seok.

Hyun Seok : Apakah kau tidak senang melihatku? Tentu saja tidak. Itu alasan yang bagus. Ayo masuk ke dalam.

Hyun Seok dan Jin A bekerja bersama.

Ki Seok di ruangannya mencoba menghubungi Jin A tapi ponsel Jin A tak aktif.

Hye Bin dan Hee Kyung di ruangan Hyeok Sang. Hee Kyung kaget pas Hye Bin bilang ngirim Jin A ke gudang.

Hye Bin : aku mendengar tim pemasaran kami sedang beralih ke sisi kasur. Ada baiknya untuk mempelajarinya terlebih dahulu.

Hyeok Sang : Itu bagus. Itu akan bagus untuk mempelajari produk terlebih dahulu.

Hye Bin tanya ke Hee Kyung, apa Hee Kyung udah kasih tahu Hyeok Sang.

Hee Kyung : Apa?

Hye Bin berbisik, tentang pernikahanku.

Hyun Seok masih bekerja, diawasi pengawas.

Lalu tiba-tiba si pengawas mendapat telepon dan langsung pergi dengan terburu-buru.

Ponsel Hyun Seok berdering. Telepon dari Hye Bin.

Hyun Seok menjawab panggilan Hye Bin dengan ogah-ogahan.

Hyun Seok : Apa?

Hye Bin : Kau ada di mana?

Hyun Seok : Kenapa lagi?

Hye Bin : Karena aku tidak melihatmu.

Hyun Seok : Aku di pusat distribusi Incheon. Aku sedang bekerja. Selamat tinggal.

Hye Bin kaget, apa? Pusat distribusi? Kenapa kau pergi kesana? Aku bilang kau tidak perlu pergi!

Hyun Seok : Ya, aku pergi. Bagaimana bisa kau menyuruh Jemma untuk melakukan ini sendirian dalam satu hari? Selamat tinggal. Aku sibuk.

Hye Bin kesal banget panggilannya diputus gitu aja oleh Hyun Seok.

Jin A juga tengah mengecek barang2.

Ponselnya berdering. Telepon dari Ki Seok.

Jin A : Aku di pusat distribusi Incheon. Aku memeriksa produk yang akan dikirim keluar.

Ki Seok : Kau pasti lelah. Aku berharap aku bisa pergi membantu.

Jin A : Pak Yoon juga ada di sini, jadi aku baik-baik saja.

Ki Seok : Kau dengan Hyun Seok?

Tiba-tiba, lampu di gudang padam.

Jin A kaget, bahkan sampai menjatuhkan ponselnya.

Ki Seok cemas karena teleponnya tiba-tiba terputus.

Ki Seok : Jemma-ya? Ada apa Kim Jemma!

Jin A mengecek ponselnya.

Ponselnya mati.

Lalu Hyun Seok datang.

Tak lama, penerangan darurat menyala.

Jin A : Apa yang sedang terjadi? Apakah listrik padam?

Hyun Seok pun mengambil salah satu kasur yang tidak dibungkus untuk dijadikan alas duduk.

Jin A menatap Hyun Seok sambil berdiri.

Hyun Seok menyuruh Jin A duduk, tapi Jin A gak mau.

Ponsel Hyun Seok berbunyi.

Telepon dari pengawas yang mengabarkan kalau mereka memiliki masalah saat pengujian sistem akses pusat yang baru.

“Kami akan memulihkannya dengan cepat, jadi harap tunggu.”

“Oke, jangan khawatir. Kami akan meletakkan beberapa kasur dan tidur siang yang nyenyak sambil menunggu.”

Jin A tertawa mendengar ocehan Hyun Seok.

Hyun Seok lantas menyuruh Jin A duduk.

Jin A duduk.

Hyun Seok : Astaga, aku lapar. Saat kita keluar, aku akan membelikanmu daging sapi.

Jin A : Jangan mencoba menjadi keren di depanku. Aku tidak suka itu.

Hyun Seok : Maka aku tidak akan keren. Aku akan hangat. Apakah itu terdengar bagus?

Mereka berdua tertawa.

Wajah Hyun Seok kemudian berubah serius.

Hyun Seok : Apa hubunganmu dengan kakakku baik-baik saja? Apa nenek tahu? Aku yakin kau bisa menanganginya tapi aku hanya khawatir.

Jin A : Apa rencana pernikahanmu dengan Kwon Hye Bin berjalan lancar? Aku juga khawatir.

Hyun Seok : Ayo serius. Ini tentangmu. Jangan ganggu kakakku. Dia bukan pasangan yang baik untukmu. Biarkan aku memberimu beberapa saran.

Jin A marah, tidak! Berikan nasihat itu untuk dirimu sendiri. Aku tidak butuh.

Jin A berdiri. Hyun Seok juga.

Hyun Seok : Jemma-ssi.

Jin A : Kenapa kau mengkhawatirkan kehidupan cintaku? Apakah aku berkencan dengan Ki Seok atau tidak, itu urusanku. Aku akan bertanggung jawab. Itu bukan urusanmu.

Hyun Seok : Seberapa baik kau mengenal kakakku? Kau tahu dia sudah bercerai? Seperti apa dia sebenarnya? Jangan mengeluh tentang cinta bodohmu dan menyakiti saudaraku yang malang. Itu yang terbaik untuk kalian berdua.

Jin A menampar Hyun Seok.

Jin A : Cinta yang bodoh? Apakah cintamu berharga sementara cintaku murah? Tidak. Kau yang murah.

Jin A beranjak pergi.

Diluar, Jin A duduk dan memikirkan kata-kata Hyun Seok tentang Ki Seok yang duda.

Jin A nangis.

Jin A masuk ke kamarnya dan mendapati Ki Seok tertidur di mejanya.

Jin A terdiam menatap Ki Seok dan memikirkan kata-kata Hyun Seok tentang Ki Seok yang pernah bercerai.

Jin A lalu membangunkan Ki Seok.

Jin A : Oppa.

Ki Seok bangun, kau baru pulang?

Jin A : Kenapa kau tidur disini?

Ki Seok : Kau benar. Kenapa aku disini? Kau baru saja kembali?

Jin A : Pekerjaan memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan.

Ki Seok : Kau seharusnya menelepon. Aku akan menjemputmu. Aku tidak bisa menghubungimu. Apakah ponselmu mati?

Jin A mengangguk.

Ki Seok : Bagaimana pergelangan tanganmu? Apakah baik-baik saja? Kau perlu mengganti perbanmu. Aku akan menggantikan perbanmu.

Ki Seok pun bergegas keluar.

Jin A langsung naik ke kasur dan menutup dirinya dengan selimut.

Ki Seok masuk lagi bawa kotak obat, tapi melihat Jin A sudah tidur, dia mematikan lampu dan keluar lagi.

Begitu Ki Seok keluar, Jin A duduk dan menangis.

Jin A di ruangan Hyeok Sang. Ada asistennya Hee Kyung juga di sana.

Di atas meja, ada sebuah bed cover.

Jin A : Masalahnya adalah Me Too.

Hyeok Sang : Me Too?

Jin A : Ya. Karena produk kita populer dan laris manis, merk murah lainnya membuat tiruan berkualitas rendah. Cukup banyak tiruannya.

Hyeok Sang : Itu masalahnya. Bagaimana caramu menyingkirkan barang-barang Me Too itu?

Jin A : Desain unggul dan bahan dengan kualitas terbaik. Kita perlu melakukan keduanya.

Hyeok Sang : Betul sekali. Aku semakin menyukai desain ini. Kainnya sangat berkualitas, memiliki efek sinergis.

Jin A : Mengapa kau tidak menyentuhnya?

Hyeok Sang menyentuh bed cover itu.

Hyeok Sang : Ini lembut dan sejuk saat disentuh. Apakah semuanya berjalan lancar? Mengenai pengiriman?

Jin A : Tentu saja. Melihat mereka dikirim keluar di pusat distribusi, aku pikir kita bisa meningkatkan produksi karena kepuasan konsumen sangat tinggi.

Hyeok Sang : Betulkah? Bagus. Aku akan mengirim seluruh tim pemasaran ke Lora Matras. Tolong terus beri kami desain yang bagus.

Jin A : Ya pak. Aku akan melakukan yang terbaik.

Bersambung ke part 2…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Hello, Me! Ep 4 Part 2
Read More

Hello, Me! Ep 4 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hello, Me! Episode 4 Part 2, Lihat bagian lengkap rekap linknya di tulisan yang ini.…
Vincenzo (Drama Korea 2021)
Read More

Vincenzo (Drama Korea 2021)

Tentang Sinopsis – Netflix kembali menayangkan drama Korea baru yang dibintangi aktor tampan Song Joong-Ki dengan judul “Vincenzo”.…