Red Shoes Ep 24 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 24 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.Sebelumnya…

Sebelumnya…

Hyun Seok kaget, apa? Menikah?

Hye Bin : Kenapa? Kau tidak mau?

Hyun Seok : Pikirkan usiamu. Kau terlalu muda untuk menikah.

Hye Bin : Apa kau tidak mencintaiku? Kau tidak ingin menikah denganku?

Hyun Seok bilang bukan begitu. Dia cuma gak pernah memikirkan pernikahan.

Hye Bin kesal, jawaban macam apa itu?

Hyun Seok : Hye Bin-ah.

Hye Bin bilang ini terlalu sulit baginya. Teman-temannya sudah dilamar dan akan mengadakan pernikahan. Tapi dia tunangan saja tidak.

Hyun Seok menasihati Hye Bin. Dia bilang jalan Hye Bin masih panjang.

Hye Bin tiba-tiba mencium Hyun Seok.

Hyun Seok panic, bagaimana jika seseorang melihat?

Hye Bin : Aku mencintaimu.

Hyun Seok : Apa?

Hye Bin : Kau akan menikahiku, kan?

Hyun Seok yang mulai tersudut, akhirnya mengatakan dia akan memikirkannya.

Hye Bin senang dan bilang akan menetapkan tanggalnya.

Hyun Seok : Tanggal?

Hye Bin : Kita harus mengadakan pernikahan atau upacara janji, jadi kita perlu menetapkan tanggal. Kapan kita harus memilikinya? Di mana? Aku sangat senang sekarang.

Hye Bin lalu memeluk Hyun Seok.

Setelah itu, Hye Bin pergi ke kantor Soo Yeon.

Hye Bin ngasih tahu kalau dia akan menikah.

Soo Yeon ikut senang mendengarnya. Lalu dia tanya dimana dan bagaimana Hyun Seok melamar Hye Bin.

Hye Bin : Aku belum tahu. Aku yakin dia akan segera melakukannya. Aku yakin itu akan sangat bagus.

Soo Yeon kaget, apa? Jadi kau tidak memiliki cincin atau apapun?

Hye Bin : Apa yang kau bicarakan? Dia baru memutuskan hari ini.

Soo Yeon marah, Kwon Hye Bin! Apakah kau di sini untuk mengejekku?

Hye Bin menenangkan Soo Yeon dengan memijat bahu Soo Yeon.

Soo Yeon bertanya-tanya, kapan dia akan memakai gaun pernikahan.

Di toko, Ok Kyung nenangin diri dengan minum segelas air.

Dia kesal karena Tae Gil dan Sun Hee menghabiskan malam bersama.

Ok Kyung mulai mikir yang negatif. Dia pikir, Tae Gil dan Sun Hee menghabiskan malam bersama dalam arti yang sebenarnya.

Ok Kyung lalu mencoba menghubungi Sun Hee tapi tak dijawab.

Ok Kyung lantas teringat kata-kata Sun Hee. Sun Hee pernah bilang kalau Tae Gil tipe idealnya.

Ok Kyung tambah panic, tidak. Apakah mereka benar-benar melakukan sesuatu?

Tak lama, Sun Hee datang dan langsung berlutut di depan Ok Kyung.

Sun Hee minta maaf. Sun Hee lalu bilang kalau dia juga seorang wanita.

Makin salah paham lah si Ok Kyung.

Ok Kyung membawa Sun Hee ke Yangsan.

Dua karyawan Yangsan menatap Ok Kyung.

Lalu Yu Kyung datang bersama Tae Gil.

Begitu Tae Gil datang, Ok Kyung langsung memarahi Tae Gil.

Sontak lah Tae Gil kebingungan kenapa noona nya mendadak bersikap kayak gitu.

Ok Kyung : Dari semua wanita, bagaimana bisa kau menghabiskan malam dengan Sun Hee!

Tae Gil : Apa yang kau bicarakan?

Ok Kyung merasa malu. Dia bilang dia tak tahu gimana caranya ngadepin orang-orang.

Ok Kyung lalu pergi.

Sun Hee ikut Ok Kyung pulang ke rumah.

Sun Hee bilang, Tae Gil gak melakukan kesalahan.

Ok Kyung makin marah, kau membelanya lagi?

Ok Kyung : Aku tahu kau akan melakukan ini. Aku seharusnya tahu saat kau berbicara tentang tipe idealmu. Apa yang akan kau lakukan sekarang? Kau akan menikah dengannya?

Sun Hee : Apa maksudmu?

Ok Kyung : Kau bilang kau juga seorang wanita.

Sun Hee : Kau mabuk? Omong kosong apa apa yang kau bicarakan? Ya, aku seorang wanita. Aku seorang wanita, jadi aku ingin kalung mutiara yang mahal. Gun Wook seperti anak bagiku, tapi aku marah dan terluka karena dia mengambilnya dariku dan memberikannya pada Yu Kyung! Itu sebabnya aku ingin kau mengerti!

Ok Kyung : Lalu… Bagaimana dengan Tae Gil?

Sun Hee : Kami minum bersama. Dan aku pergi ke sauna untuk menenangkan diri. Itu sebabnya aku pulang terlambat.

Mendengar itu, Ok Kyung lega dan langsung memeluk Sun Hee.

Dia bahkan mencium pipi Sun Hee.

Jin A yang tengah bekerja, menerima pesan dari Yu Kyung.

Yu Kyung menyuruh Jin A melihat berita online.

Jin A pun langsung membaca berita di internet.

Ternyata ada berita kalau Anggota Dewan Son tidak bersalah dan investigasi terhadapnya sudah dihentikan.

Jin A pun kesal membacanya.

Jin A di toilet sekarang, bicara dengan Yu Kyung di telepon.

Jin A : Aku tidak akan menyerah. Mereka akan tertangkap pada akhirnya karena kita punya bukti.

Yu Kyung : Apakah dia mengatakan sesuatu setelah menerima bukti? Apakah dia mengeluh? bahwa itu hanya satu file? Mengapa kau tidak ingin mengirim semuanya?

Jin A : Jika dia tahu aku merekamnya di Yangsan, dia tidak akan pergi ke sana lagi. Ini terlalu cepat. Aku butuh yang lebih jelas dan bukti yang lebih konkrit.

Tanpa Jin A sadari, Hye Bin mengupin.

Hye Bin lalu mendekati Jin A.

Hye Bin : Bukti yang jelas dan konkrit? Kau terdengar seperti seorang detektif.

Jin A pun melengos pergi.

Hye Bin kesal dicuekin Jin A.

Di ruangannya, Hyeok Sang bersama Hee Kyung tengah nonton konferensi pers Anggota Dewan Son.

Di sana, Anggota Dewan Son mengaku akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pertanggungjawaban atas masalah yang menimpanya kemarin.

Hyeok Sang mematikan TV dan menarik nafas lega.

Hyeok Sang : Kami akhirnya bisa tenang sekarang.

Hee Kyung : Apa yang kukatakan? Aku bilang itu akan berlalu tanpa masalah. Otoritas sangat kuat. Dan itulah sebabnya kita harus mengklaimnya dengan segala cara.

Hyeok Sang : Ya, kau benar.

Hee Kyung : Tunggu dan lihat. Aku akan pastikan untuk meraihnya.

Hee Kyung dan Anggota Dewan Son ketemuan lagi di Yangsan.

Anggota Dewan Son : Sudah kubuktikan, kan? Aku seorang pria yang memegang kata-kata.

Hee Kyung : Tentu saja.

Anggota Dewan Son : Aku sangat bersyukur. Aku diinterogasi selama lebih dari sepuluh jam oleh jaksa, tapi aku tidak pernah menyebut namamu. Menurutmu mengapa demikian? Itu berarti saya memiliki keyakinan yang tak ada habisnya dan harapan yang tinggi untuk apa yang akan kau capai di kursi dewan.

Hee Kyung : Aku tahu persis apa yang kau maksud.

Anggota Dewan Son : Aku sudah mengundurkan diri dan kasus ditutup. Yang tersisa hanyalah pemilu. Kau harus mendapatkan lencana itu dan masuk ke Majelis Nasional. Jika itu terjadi…

Hee Kyung : Aku akan meneleponmu dulu. Aku akan segera menemuimu di Majelis Nasional.

Anggota Dewan Son memegang tangan Hee Kyung.

Anggota Dewan : Min Daepyeo, kau bisa memercayaiku.

Jin A di ruang interogasi bersama detektif.

Jin A : Mayat itu adalah John Doe?

Detektif : Ya. Laporan otopsi menunjukkan dia sudah mati sebelum kebakaran. Pemeriksa medis mengatakan dia sudah mati cukup lama. Sepertinya kematiannya tidak berhubungan dengan kebakaran. Entah seseorang memindahkan tubuh ke sana atau dia sudah lama meninggal di sana. Kita harus menyelidiki. Apapun, kami percaya kau tidak ada hubungannya dengan itu.

Jin A : Aku senang.

Detektif : Kebakaran itu juga dianggap sebagai kecelakaan. Namun, kau harus membayar denda bahkan jika itu adalah kecelakaan. Kau tahu itu kan?

Jin A : Aku bersedia.

Detektif : Kau mengalami beberapa hari yang sulit. Jangan bertemu seperti ini lagi.

Jin A : Aku berharap hal yang sama, detektif.

Jin A cerita ke Ki Seok bahwa dia sudah bebas.

Jin A : Aku juga kesal dengan dendanya sejujurnya.

Ki Seok : Aku akan membayarnya untukmu. Jangan khawatir.

Jin A : Jangan menghinaku. Aku mampu membayar sebanyak itu. Mau tahu?

Ki Seok : Lupakan itu. aku akan membelikanmu apapun yang ingin kau makan.

Ki Seok mengantarkan Jin A ke kamar.

Ki Seok tampak menjinjing sesuatu.

Jin A : Kita bisa ketahuan kapan pun, haruskah kita pergi ke dapur?

Ki Seok : Mari kita tinggal di sini selama 30 menit saja dan minum segelas anggur.

Jin A mengeluarkan wine dari kantong kertas yang dibawa Ki Seok.

Jin A : Tapi bagaimana kita akan membuka ini?

Ki Seok mengambil wine nya dan coba membuka dengan menggigitnya.

Jin A tertawa melihatnya.

Ki Seok : Betapa cantiknya. Aku belum pernah melihat siapa pun dengan senyum yang begitu cantik sebelumnya.

Ki Seok lantas mendekatkan dirinya ke Jin A.

Dia memegang wajah Jin A, lalu mencium Jin A.

Bersamaan dengan itu, Hyun Seok keluar dari kamar.

Karena pintu kamar Jin A tidak ditutup, dia melihat Jin A dan Ki Seok ciuman.

Hyun Seok ke dapur dan mengambil minum dari kulkas.

Dia minum, lalu memikirkan kata-kata Hye Bin yang ngajak nikah.

Lalu Hyun Seok teringat saat memergoki Jin A dan Ki Seok ciuman.

Itu bikin dia makin kesal.

Ki Seok datang.

Ki Seok : Apa yang kau lakukan di sini pada jam ini?

Hyun Seok : Apa maksudmu? Tidakkah kau melihat ini?

Hyun Seok nunjukin minumannya.

Hyun Seok : Apa yang kau lakukan di sini pada jam ini?

Ki Seok : Aku? Aku datang untuk mengambil air.

Hyun Seok : Oke. Minum bir.

Hyun Seok ngambilin bir buat Ki Seok.

Hyun Seok : Kenapa kau masih bangun?

Ki Seok : Aku tidak berpikir aku akan banyak tidur malam ini.

Hyun Seok : Mengapa tidak? Karena Jemma? Kau pasti sangat menyukainya.

Ki Seok : Mengapa kau membahasnya?

Hyun Seok : Akui. Kau sangat menyukainya.

Ki Seok : Apakah terlihat seperti itu?

Hyun Seok : Bukankah begitu?

Ki Seok : Aku tidak yakin. Aku pikir aku sudah selesai dengan wanita.

Hyun Seok : Tapi apa yang kita lakukan sekarang? Aku juga menyukai Jemma.

Sontaklah Ki Seok kaget denger itu.

Bersambung…..

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Undercover Ep 7 Part 1
Read More

Undercover Ep 7 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Undercover Episode 7 Part 1, Untuk tahu cerita daftar lengkapnya langsung di tulisan yang ini.…